Dubes RI Tokyo Arifin Tasrif Serahkan Surat Kepercayaan kepada Kaisar Akihito

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Y.M. Arifin Tasrif telah menyerahkan surat kepercayaan kepada Kaisar Jepang, Akihito di Istana Kaisar Kekaisaran, Tokyo pada hari Kamis, 22 Juni 2017.

Prosesi penyerahan kredensial dilakukan dengan khidmat dengan panduan dari Master of Ceremony Istana Kekaisaran. Duta Besar dijemput dengan kendaraan kekaisaran dari Meiji Seime Kan Building menuju Gerbang Selatan Kekaisaran dan selanjutnya dihantarkan menuju Ruang Upacara (Ceremonial Hall) di dalam Istana Kekaisaran.

Saat penyerahan surat kepercayaan tersebut, Kaisar Akihito didampingi oleh Menteri Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, Sanae Takaichi. Sebelum upacara penyerahan surat kepercayaan, Duta Besar Arifin Tasrif menyampaikan kepada Menteri Takaichi mengenai persiapan perayaan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang yang akan berlangsung pada tahun 2018.  Menteri Takaichi menyampaikan bahwa Pemerintah Jepang siap untuk menyukseskan perayaan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang mendatang.

Setelah prosesi penyerahan surat-surat kepercayaan selesai, Dubes Arifin Tasrif kemudian melanjutkan acara ramah tamah yang dihadiri oleh segenap jajaran staf KBRI Tokyo bertempat di Wisma Duta Besar di Tokyo.

KBRI Tokyo Himbau WNI di Jepang Agar Selalu Siaga Hadapi Bencana Gempa

Gempa bumi 5 skala Richter telah mengguncang Jepang Barat Daya pada hari Senin, 19 Juni 2017 tengah malam. Gempa berpusat 40 kilometer di Selat Bungo antara Pulau Kyushu dan Pulau Shikoku. Getaran juga dapat dirasakan di Prefektur Oita dan di beberapa area di Prefektur Kumamoto dan Prefektur Miyazaki.

Sejauh ini tidak ada berita mengenai korban warga negara Jepang maupun Indonesia atau kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi. Pemerintah Jepang juga tidak mengaktifkan peringatan Tsunami menyusul terjadinya gempa.

Pemberitaan setempat juga menyampaikan bahwa tidak ada perubahan aktivitas yang signifikan pada PLTN Ikata di Prefektur Ehime, PLTN Sendai di Prefektur Kagoshima, dan PLTN Genkai di Prefektur Saga.

KBRI Tokyo terus memantau kondisi para WNI yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia di Ritsumeikan Asia Pacific University.

Mengingat lokasi Jepang yang rawan bencana gempa, KBRI Tokyo senantiasa menghimbau WNI yang tinggal di Jepang untuk melakukan persiapan agar selalu siaga menghadapi bencana dan khususnya untuk selalu memantau serta mengikuti instruksi dan panduan menghadapi bencana dari pemerintah Jepang.

Langkah-langkah agar siaga menghadapi bencana dapat dilihat secara rinci di link ini.

Link:

Himbauan Kesiapan WNI di Wilayah Rawan Bencana di Jepang

(http://kbritokyo.jp/himbauan-kesiapan-wni-di-wilayah-rawan-bencana-di-jepang/)

KBRI Tokyo Bersama IGES Jepang Menggelar Seminar Konsesi Restorasi Ekosistem di Indonesia

Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Jepang bekerjasama dengan KBRI Tokyo, Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), Universitas Okayama dan Universitas Kyoto melaksanakan Seminar bertajuk  “Konsesi Restorasi Ekosistem di Indonesia/Ecosystem Restoration Concessions in Indonesia” pada hari Kamis, tanggal 15 Juni 2017 bertempat di  Ruangan Lobby, KBRI Tokyo.

Seminar menghadirkan 10 pembicara yang berasal dari Kementerian LH dan Kehutanan (Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu), IGES, EES Malaysia; Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center dan 6 pemegang lisensi konsesi restorasi ekosistem di Indonesia ( PT Restorasi Ekosistem Indonesia / Hutan Harapan; PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia; PT Rimba Makmur Utama; PT Rimba Raya Conservation dan PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari). Seminar dihadiri oleh lebih dari 65 peserta yang berasal dari perusahaan swasta, para pakar universitas, lembaga riset, LSM lingkungan dan media massa yang tertarik terhadap pengusahaan Konsesi Restorasi Ekosistem di Indonesia. 

Seminar dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada sektor swasta dan para pakar/ahli di Jepang terhadap pengusahaan Konsesi Restorasi Ekosistem (Ecosystem Restoration Concessions/ERC)  yang tertarik pada konservasi hutan dan pemanfaatan ERC berkelanjutan  di Indonesia.  Pemegang lisensi restorasi ekosistem (IUPHHK-RE) dapat melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan hutan, mulai dari hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, serta pemanfaatan kawasan dan hasil hutan kayu yang dapat berkontribusi terhadap pemulihan (restorasi) hutan alam yang terdegradasi untuk jangka waktu selama 60 tahun.

Dalam sambutannya, Duta Besar H.E. Arifin Tasrif menyampaikan konsesi restorasi ekosistem sebagai salah satu skema baru pemanfaatan hutan  dengan mengembalikan ekosistem hutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dalam mengatasi perubahan iklim dan pada saat bersamaan memberikan kontribusi bagi perbaikan ekonomi masyarakat sekitarnya.  Beliau juga menyampaikan harapannya agar perusahaan swasta di Jepang bermitra dengan pemegang lisensi ERC untuk dapat berkontribusi nyata pada upaya-upaya konservasi dan restorasi hutan alam di Indonesia.

Partisipasi BUMN Industri Pertahanan Indonesia pada MAST Asia 2017 di Tokyo

KBRI Tokyo bekerjasama dengan Kementerian BUMN RI telah menghadirkan partisipasi lima perusahaan BUMN Industri Strategis Indonesia pada pameran dan konferensi industri pertahanan terbesar satu-satunya di Jepang yaitu Maritime/Air Systems & Technologies (MAST) Asia 2017 ke-dua pada tanggal 12-14 Juni 2017 di Makuhari Messe, Prefektur Chiba. MAST Asia pertama kali diselenggarakan di Jepang pada tahun 2015 dengan dibukanya kesempatan kerja sama industri pertahanan Jepang dengan negara sahabat.

Hadir pada kesempatan tersebut lima perusahaan industri pertahanan Indonesia antara lain PT. Dirgantara Indonesia (Persero), PT. Pindad (Persero), PT. PAL Indonesia (Persero), PT. Dahana (Persero), dan PT. Len Industri (Persero). Delegasi exhibitor tersebut dipimpin oleh Kementerian BUMN RI dan didukung dengan kehadiran wakil dari Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Pothan) Kementerian Pertahanan RI pada rangkaian visitors’ programs.

Dubes RI untuk Jepang, Ir. Arifin Tasrif, pada saat mengunjungi Pavilion Indonesia, menggarisbawahi tentang tujuan utama partisipasi Indonesia pada pameran yang diadakan setiap dua tahun sekali tersebut antara lain untuk menunjukkan kemampuan anak bangsa dalam hal kapasitas desain, pengembangan dan produksi peralatan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dalam rangka memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. Hasil lain yang diharapkan adalah untuk meningkatkan jejaring antar industri pertahanan dengan negara sahabat yang dapat mengarah kepada kerja sama industri pertahanan, memajukan teknologi nasional, dan membuka lowongan pekerjaan sektor industri pertahanan Indonesia di masa mendatang. Kehadiran Indonesia juga ditujukan untuk mempromosikan rencana penyelenggaraan The 8th Indo Defence 2018 Expo & Forum pada tanggal 7-10 November 2018 di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta.

Nama-nama besar perusahaan industri pertahanan global yang hadir dalam MAST Asia 2017 antara lain Lockheed Martin, Bell Helicopter, Thales, GE, FLIR dan Thyseenkrupp. Hadir juga perusahaan industri pertahanan Jepang seperti ShinMaywa, Kawasaki, NEC, Mitsubishi Heavy Industries, Toyo Corp. dan Mitsui Engineering & Shipbuilding Co. Ltd. Selain Indonesia, hadir juga country booth untuk Australia, Italia, Perancis dan perwakilan perusahaan India. MAST Asia 2017 didukung penuh oleh pemerintah Jepang, antara lain Acquisition, Technology and Logistics Agency (ATLA), Ministry of Defense (MOD),Ministry of Foreign Affairs (MOFA), dan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI).

Jelang Ramadhan, Masjid Indonesia Tokyo dan Masjid Sano Diresmikan Penggunaannya

Masjid Indonesia Tokyo dan Masjid Sano telah diresmikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mickronesia, Arifin Tasrif pada Hari Jumat, 26 Mei 2017 atau bertepatan dengan tanggal 29 Syaban 1438 H.

Acara peresmian Masjid Indonesia Tokyo ditandai dengan pemotongan pita di depan pintu utama masjid, disaksikan oleh lebih dari 100 orang warga Indonesia dari Tokyo dan sekitarnya. Selain warga sekitar masjid, acara peresmian ini juga dihadiri perwakilan organisasi Islam dan kemasyarakatan yang ada di sekitar Tokyo, serta perwakilan organisasi keislaman dari negara lain seperti dari Jepang dan Turki.

Penggunaan kedua masjid tersebut bertepatan dengan awal Ramadhan tahun ini sehingga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan peribadatan dan syiar Islam di Jepang. Sebelum keberadaan kedua masjid ini, kegiatan Islami rutin masyarakat muslim Indonesia di Tokyo dilaksanakan di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Inisiatif pembangunan gedung dicetuskan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang di Tokyo pada tahun 1999. Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga lahan yang tinggi menjadi kendala utama pada awal inisiasi pembangunan masjid. Pada tahun 2012, KMII mendapatkan donasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 2 Wakil Presiden RI saat itu, Jusuf Kalla dan Budiono. Surat rekomendasi dari Duta Besar RI untuk Jepang, Muhammad Luthfi dan surat dukungan dari Japan Muslim Association (JMA) juga sangat membantu KMII dalam pengumpulan donasi pembangunan masjid.

Proses pembangunan fisik masjid ditandai oleh peletakan batu pertama oleh Duta Besar RI untuk Jepang ketika itu, Yusron Ihza Mahendra pada 11 Juni 2016. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid mencapai JPY 188 juta atau sekitar lebih dari Rp 22 milyar. Dukungan dana utama didapatkan dari PT ASTRA INTERNATIONAL, PT. PERTAMINA, berbagai BUMN dan umat Islam Indonesia di Jepang maupun Indonesia. Dana pembangunan digalang melalui program wakaf tunai dan kampanye di media sosial. Dukungan donasi lebih dari 1 Milyar rupiah berhasil diperoleh melalui crowdfunding dan transfer bank di Indonesia.