Dr. Noer Hassan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri RI menjadi salah satu panelis pada diskusi “World Agenda Conference” yang diadakan Genron NPO, Tokyo (21/11/2016). Hassan Wirajuda yang dikenal sebagai penggagas Bali Democracy Forum (BDF) serta Institute for Peace and Democracy (IPD) di Bali mengisi sesi pertama yang bertemakan “The Future of Liberal Democracy: Unstable International Order and the Rise of Populism” bersama dengan panelis lainnya seperti Y.M. Ambassador Volker Stanzel (Jerman), Prof. Dr. Keith Kraus dari (Switzerland), Prof. Dr. Gerald Curtis (US), dan Mr. David Holley (AS). Diskusi panel sesi pertama utamanya membahas mengenai perkembangan demokrasi di AS yang memiliki implikasi global terutama bagi balance of power di Asia Timur.

Sesi kedua diisi oleh para cendekiawan dan politisi partai terbesar pertama dan kedua Jepang untuk membahas perkembangan demokrasi di Jepang dan kawasan. Dalam acara Genron NPO tersebut juga dibahas mengenai fenomena populisme, kemenangan Trump sebagai Presiden AS, perkembangan dinamika keamanan kawasan, dan masa depan negara-negara kawasan ditengah kondisi tersebut. Genron NPO merupakan sebuah think tank independent di Tokyo yang telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu. Acara tersebut diadakan sebagai perayaan hari pembentukan NPO tersebut dengan mengundang para pembicara yang berpengalaman di bidang demokrasi dari AS, Kanada, Jerman dan Indonesia. 

Keikutsertaan wakil dari Indonesia dalam diskusi panel tersebut merupakan pengakuan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia memiliki pakar-pakar demokrasi yang berpengalaman serta pandangannya dapat dijadikan referensi bagi perkembangan demokrasi dunia.

Selain mengisi diskusi panel, Hassan Wirajuda juga menjadi pembicara pada special lecture di salah satu universitas swasta ternama di Jepang, Chuo University. Di depan sekitar 150 mahasiswa, Ia membahas perkembangan demokrasi di Asia, konsep imbalance development, sejarah pembentukan BDF dan IPD,  serta upaya peningkatan kesadaran warga Jepang akan potensi Jepang sebagai “established democracy in the region”  bersama dengan  Indonesia untuk dapat memainkan peran strategis dalam pemajuan demokrasi di kawasan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Prefektur Yamanashi, Mr. Hitoshi Goto, telah menandatangani dokumen Memorandum of Understanding (MoU)  peningkatan hubungan kerja sama persahabatan antar provinsi di Kota Kofu, Prefektur Yamanashi, Kamis (24/11/2016). Penandatanganan dihadiri anggota parlemen dari kedua pihak diantaranya hadir Ketua DPRD DIY, Bapak Yoeke Indra Agung Laksana dan Ketua Dewan Prefektur Yamanashi, Mr. Mikio Suzuki. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Letter of Intent kerja sama kedua provinsi pada Agustus 2015 lalu di Jakarta dengan tujuan membangun kerja sama peningkatan kesejahteraan masyarakat DIY dan Yamanashi.

Kesepakatan kerja sama tersebut difokuskan pada 4 bidang, yaitu budaya, pertanian, pendidikan dan pariwisata serta tetap membuka bidang-bidang yang menjadi perhatian bersama di masa mendatang. Kedua kota memiliki topografi yang serupa yakni DIY yang berada di bawah bayangan Gunung Merapi, dan Yamanashi yang berada di bawah bayangan Gunung Fuji.

“Dengan dikukuhkannya kerja sama ini, kita harapkan adanya saling tukar pengalaman demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua provinsi utamanya yang berada di lereng bukit Gunung Merapi, “ ujar Gubernur DIY pada sela-sela acara penandatanganan MoU dimaksud. Sultan Hamengku Buwono X juga berharap agar kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat menjadi payung peningkatan hubungan Indonesia dan Jepang yang tidak saja hanya di tataran pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, sehingga diharapkan dapat lebih abadi.

Selain itu, kedua Gubernur sepakat bahwa tindak lanjut dari MoU merupakan hal prioritas serta selanjutnya akan saling mengirimkan tim teknis untuk membahas langkah langkah kongkret berikutnya. Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Gubernur DIY dan Ketua DPRD DIY menyampaikan undangan kepada Gubernur Yamanashi dan Ketua Dewan Yamanashi untuk dapat mengunjungi Yogyakarta tahun depan. Dengan penandatanganan MoU tersebut, KBRI Tokyo telah mencatat terdapat 13 kerja sama kota/provinsi kembar antara Jepang dan Indonesia yang telah ditandatangani hingga saat ini.

Banyaknya persamaan sebagai kota satelit membawa Walikota Bogor dan Walikota Kisarazu Jepang untuk sepakat mengikat kerjasama melalui penandatanganan Letter of Intent yang dilaksanakan di Tokyo, Jumat (18/11/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Kuasa Usaha Ai, Dr. Ben Perkasa Drajat menyampaikan arti penting kerjasama kedua kota tersebut.

“ Peran pemerintah daerah dan kota di kedua negara turut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemitraan strategis kedua negara. Saya harapkan kerjasama ini tentunya akan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia -Jepang di masa yang akan datang”, demikian ujar Ben.

Walikota Bogor, Bima Arya, selain menandatangani kerjasama persahabatan dengan Kota Kisarazu juga ikut menghadiri konferensi The Asian Local Governments for Organic Agriculture  (ALGOA) Japan Forum.

Bima Arya menjelaskan bahwa secara umum, Kota Kisarazu dan Kota Bogor mempunyai banyak persamaan, khususnya sebagai kota satelit dan kota penopang bagi ibukota masing masing negara.  Adapun bentuk kerjasama yang disepakati antara kedua kota akan berfokus pada bidang pariwisata, pendidikan, pertanian, kebudayaan, kesehatan.

“Bentuk kerjasama ini ditujukan untuk mencari peluang kerjasama, diantaranya kerjasama pengembangan budidaya blueberry, budidaya ikan sidat, keperawatan, serta pengembangan industri kreatif lainnya, ungkap Bima.

Sementara itu, Atase Kehutanan KBRI Tokyo, Riva Rovani dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa penandatanganan LoI Kota Kisarazu, Prefektur Chiba, Jepang dan Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, diawali dari kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya ke Kota Kisarazu sekitar bulan April 2016.  Dalam kunjungan lapangan, Menteri Siti Nurbaya melihat besarnya potensi yang bisa dikerjasamakan antara Kota Kisarazu dengan berbagai pihak di Indonesia, khususnya Kota Bogor, diantaranya kerjasama pertanian, kesehatan, agroforestry dan silvo-fishery.   

ボゴール市、木更津市と農業・林業等分野での協力を表明

ボゴール市長(西ジャワ州)と木更津市長(千葉県)が、2016年11月18日に、農業・林業等の分野での協力に関する関心表明書の署名を行なった。

署名式の中で、インドネシア大使館のベン・プルカサ・ドラジャット臨時代理大使は、「両自治体の協力は、両国の戦略的な協力関係の向上に寄与するものだ。将来における、インドネシアと日本の協力が更に緊密になることを祈念する」と述べた。

また、ボゴールのビマ・アルヤ市長は、ALGOA(The Asian Local Governments for Organic Agriculture)ジャパン・フォーラムにも出席した。このフォーラムの中で、アルヤ市長は、「木更津とボゴールは、都市圏における衛星都市であるなど多くの類似点がある。観光、教育、農業、文化、医療などの分野で協力を進める。ブルーベリーの栽培やウナギの養殖、看護・介護福祉、創造産業も含む」と説明した。

一方、インドネシ大使館のリファ・ロファニ林業アタッシェは、「今回、ボゴール市と木更津市の間で協力関心表明書が交わされたが、2016年4月にシティ・ヌルバヤ林業大臣が木更津市を視察したことがきっかけとなった。視察の中で、大臣は木更津市とインドネシアの自治体、特にボゴール市との、農業、医療、アグロフォレストリー、Silvo-fishery(養殖池にマングローブを植え、 そこでエビや魚を養殖する生産様式)等の分野での協力の可能性を示唆していた」としている。

 

Kerja sama antara Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dengan Kyodo News Jepang semakin dikukuhkan dengan adanya Memorandum of Understanding on Information Exchange yang ditandatangani di KBRI Tokyo (08/11/2016). Dalam kesempatan itu hadir Direktur Bisnis dan TI LKBN Antara, Dr. Hempi N Prajudi, President Kyodo News Digital, Mr. Shinichi Ijichi serta President Director PT KND Indonesia, Mr. Tomoyuki Takahashi yang turut menandatangani dokumen MoU tersebut. Dr. Ben Perkasa Drajat, Kuasa Usaha ad interim KBRI Tokyo bertindak sebagai saksi penandatanganan dokumen MoU.

Ben Perkasa menyambut baik penandatangan kerja sama ini sebagai langkah awal bagi peningkatan kualitas penyebaran informasi antar kedua negara.

“Media merupakan alat yang sangat penting dalam penyebaran informasi sehingga diharapkan dengan kerja sama kedua lembaga berita yang telah memiliki jaringan luas ini akan semakin memberikan dukungan guna mempererat hubungan kedua negara di berbagai sektor ”, ungkap Ben Perkasa.

Kerja sama yang termuat dalam MoU adalah pertukaran informasi dan data khususnya dalam mendukung sektor pariwisata kedua belah pihak. Kiranya dengan kerja sama ini dapat meningkatkan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk semakin mempromosikan bidang pariwisata melalui jaringan yang dimiliki Antara dan Kyodo News.

Sebagai informasi, kerja sama ini merupakan salah satu tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani Kementerian Pariwisata dan LKBN Antara dalam upaya meningkatkan jumlah turis mancanegara ke Indonesia melalui penyebaran informasi destinasi dan fasilitas pariwisata di Indonesia.

11 film Indonesia yang tampil di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke 29 menarik minat di kalangan Jepang selama periode pemutaran yang dimulai dari 25 Oktober hingga 3 November 2016. Setidaknya hal ini tercermin dari ludesnya tiket pemutaran film-film Indonesia tersebut serta pujian dari berbagai kalangan pelaku industri film pada Asian Networking Reception yang diadakan di Academy Hills, Roppongi Hills, Tokyo (26/10/16).  Kesebelas film Indonesia tersebut diputar di bioskop kenamaan Jepang, Toho Cinema yang berada di kawasan Roppongi Hills.

“Melalui pemutaran film Indonesia ini diharapkan akan menjadi kesempatan yang baik bagi publik Jepang untuk mengetahui budaya dan kemajuan industri film Indonesia”, ujar Dubes Yusron Ihza Mahendra.

Sementara itu, President Japan Foundation, Dubes Hiroyasu Ando, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penggiat film untuk terus berkarya, serta bagi penggiat film dari negara-negara Asia.

“Kami berharap dalam acara resepsi yang dihadiri sekitar 350 undangan baik kalangan Jepang maupun asing dapat menjadi forum diskusi dan menambah jejaring antar sesama penggiat dan pelaku industri film, ungkap Dubes Ando.

Dalam festival film tahun ini menampilkan film karya sutradara muda Indonesia berbakat dan mengangkat berbagai macam tema. 11 film tersebut diantaranya karya Teddy Soeriaatmadja (About a Woman, Something in the Way dan Lovely Man), Nia Dinata dengan film Inilah Kisah Tiga Dara, Catatan Dodol Calon Dokter karya Ifa Isfansyah, Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko, Sendiri Diana Sendiri karya Kamila Andini, Edwin melalui film Someone’s Wife in the Boat of Someone’s Husband, film Fiksi karya Mouly Surya, Athirah karya Riri Riza serta film yang telah direstorasi yakni Lewat Djam Malam. Selain film-film tersebut, terdapat film Salawaku garapan Pritagita Arianegara berkompetisi pada program Asian Future dalam kategori Best Asian Future Award TIFF 2016.

festfilm02

Program pemutaran film yang diluncurkan oleh Japan Foundation Asia Center dan Tokyo International Film Festival, yang tahun ini memasuki tahun ketiga untuk memberikan ruang kepada penggiat film di Asia dalam memperkenalkan karyanya di ajang bergengsi dan berskala internasional.

festfilm01

0PengikutSuka
37Pelanggan+1
13,021PengikutIkuti
160PelangganLangganan