Penyerahan bantuan untuk pemulangan jenazah WNI asal Bali, Gusti Bagus Susilasana (26) telah dilaksanakan di KBRI Tokyo pada Kamis (12/01/17) dari Kuasa Usaha ad interim, Dr. Ben Perkasa Drajat kepada perwakilan keluarga, Gusti Bagus Surya Dita,  dengan disaksikan  Made Sukajaya, perwakilan Paguyuban Banjar Bali, sebuah komunitas warga Bali di Jepang. 

Pada kesempatan tersebut, Ben Perkasa Drajat, menegaskan bahwa KBRI Tokyo selalu mengedepankan keberpihakan dan terus memberikan fasilitasi serta pendampingan yang diperlukan untuk memastikan kelancaran proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

Menurut rencana kepulangan jenazah Gusti akan dilakukan pada tanggal 17 Januari 2017. Pejabat Fungsi Konsuler, Bob Felix Tobing, mengungkapkan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Perwakilan RI dalam upaya perlindungan WNI di luar negeri. Selain bantuan KBRI Tokyo, berbagai komunitas warga Indonesia yang bermukim di Jepang turut memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga almarhum.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gusti Bagus, asal desa Gitgit, Singaraja Bali yang sedang berada di Jepang meninggal dunia akibat serangan jantung. Status terakhir Gusti Bagus adalah pekerja magang dengan kontrak selama 3 tahun sejak tahun 2011.

Segera setelah mendapatkan kontak dari Kepolisian Kota Hokota di Ibaraki, KBRI Tokyo langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait yaitu aparat kepolisian setempat, rumah sakit serta komunikasi intensif dengan pihak keluarga dan juga dengan rekan-rekan bersangkutan di Ibaraki.

Jenazah Gusti Bagus Susilasana (26 tahun), seorang WNI asal Bali yang meninggal dunia di Ibaraki, Jepang pada Kamis (05/01/17) akan segera dipulangkan ke desa asalnya oleh KBRI Tokyo. Sebagaimana diketahui bahwa diberitakan Gusti Bagus, asal desa Gitgit, Singaraja Bali yang sedang berada di Jepang meninggal dunia akibat serangan jantung. Status terakhir Gusti Bagus adalah pekerja magang dengan kontrak selama 3 tahun sejak tahun 2011.

Segera setelah mendapatkan kontak dari Kepolisian Kota Hokota di Ibaraki (06/01/17), KBRI Tokyo langsung  melakukan koordinasi dengan pihak terkait yaitu aparat kepolisian setempat, rumah sakit serta komunikasi intensif dengan pihak keluarga di desa Gitgit Bali dan juga dengan rekan-rekan yang bersangkutan di Ibaraki.

“KBRI Tokyo memiliki standar dan prosedur tetap dalam upaya perlindungan WNI di Jepang, termasuk dengan pemulangan jenazah,” demikian penjelasan Minister Counsellor Bob Tobing.

“Kami memberikan fasilitasi bantuan pemulangan jenazah dengan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk keluarga dan komunitas warga Bali di Tokyo”, ujar Bob.

Saat ini jenazah masih berada di ruang penyimpanan jenazah di kepolisian Hokota dan masih menunggu penerbitan surat keterangan kematian dari pihak rumah sakit setempat. Diperkirakan awal minggu kedua Januari 2017 atau segera setelah semua proses administrasi selesai, jenazah akan dipulangkan ke Bali.

“KBRI Tokyo terus berupaya melakukan hal yang terbaik untuk perlindungan WNI di Jepang dengan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait setempat, lanjut Bob.

Sebagai informasi, selama tahun 2016 silam, KBRI Tokyo telah memfasilitasi pemulangan 17 jenazah WNI ke Indonesia. Proses pemulangan jenazah di Jepang dapat memakan waktu sekitar sepekan atau lebih tergantung pada kelengkapan dokumen yang dibutuhkan serta memerlukan biaya yang cukup besar.

Pada saat kunjungan kerja Menko Maritim, Luhut B. Panjaitan, ke Jepang telah ditandatangani Memorandum Kerjasama Pembentukan Forum Maritim Indonesia Jepang di Tokyo, Rabu (21/12/2016). Menko Luhut didampingi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, Deputi I Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno serta Deputi III Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin.

Forum ini bertujuan untuk memperkuat dan mempercepat kerjasama maritim kedua negara antara lain di bidang keamanan dan keselamatan maritim, pembangunan ekonomi termasuk infrastruktur dan konektivitas Maritim, pelatihan dan pendidikan serta bidang lain yang strategis bagi kedua negara.

Diharapkan kedepan melalui pembentukan forum ini, Indonesia dan Jepang dapat segera mewujudkan berbagai kerjasama konkrit kemaritiman kedua negara baik secara bilateral dan sekaligus memberikan sumbangan nyata bagi upaya menciptakan dan menjaga stabilitas, perdamaian dan keamanan di kawasan.

Dalam kunjungan ini, Menko Luhut juga melakukan serangkaian pertemuan dengan kalangan investor Jepang yaitu INPEX, Sumitomo Corp., Taisei Corp., Chiyoda Corp., Teijin Limited, Marubeni Corp. dan Sumitomo Mitsui Banking Corp, guna membahas berbagai kerjasama infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban, kereta api cepat Jakarta-Surabaya serta kerja sama strategis dengan Jepang di kawasan Sabang, Natuna, Morotai, dan Maluku.

Disamping itu, Menko Maritim  telah melakukan pertemuan penting dengan pejabat tinggi Pemerintah Jepang, membahas hubungan bilateral kedua negara, yaitu Menlu Jepang Fumio Kishida, Menteri MLIT (Land, Infrastructure, Transport and Tourism) Keiichi Ishii, Menteri METI (Economy, Trade and Industry) Hiroshige Seko, dengan politisi senior Toshihiro Nikai sebagai Sekjen Partai LDP dan Ketua Persahabatan Parlementer Indonesia-Jepang, dan Mantan Perdana Menteri Yasuo Fukuda sebagai Japan-Indonesia Friendship Society.

“Kiranya kita semua masyarakat Indonesia di Jepang dapat selalu mengembangkan jalinan rasa persaudaraan, persahabatan, saling membantu dan saling mengasihi antar sesama warga Indonesia di Jepang sembari menampilkan jati diri yang terbaik sebagai bangsa yang mengedepankan toleransi, cinta damai dan berbagi kasih kepada sesama”, demikian pesan Ben Perkasa Drajat, Kuasa Usaha ad interim KBRI Tokyo pada acara perayaan Natal, Sabtu (17/12/2016) di Tokyo.

Natal kali ini mengambil tema “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan di Kota Daud”. Acara perayaan Natal yang diadakan Keluarga Masyarakat Kristen Indonesia (KMKI) diselenggarakan di Balai Indonesia dan dihadiri tidak hanya umat Kristen Indonesia namun juga undangan dari berbagai kalangan. Duta Besar Timor Leste untuk Jepang, H.E. Filomeno da Cruz, para pemuka agama Kristen, perwakilan BUMN serta warga Indonesia turut hadir dan menikmati suguhan hiburan dalam rangka perayaan Natal tahun ini.

Sementara itu, ketua pelaksana kegiatan, Bob Felix Tobing, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Indonesia, tidak hanya warga Kristiani, atas semua kontribusi dan dukungannya perayaan Natal dapat berjalan dengan baik dan lancar dan diharapkan akan semakin meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama warga Indonesia.

Acara hiburan perayaan Natal juga diisi oleh penampilan dari grup vokal yang sudah berdiri 39 tahun yakni Koor Anggrek, grup vokal yang terdiri dari orang Jepang pencinta Indonesia – Lagu-Lagu Kai, sumbangan lagu dari trio Astrid, Yuko dan Mico serta pujian dari gereja Katolik. Sebagai acara puncak, penyanyi cilik rohani, Natasha Nikita semakin memeriahkan malam perayaan tersebut dengan menyanyikan beberapa lagu yang telah populer di masanya.

Dr. Noer Hassan Wirajuda, mantan Menteri Luar Negeri RI menjadi salah satu panelis pada diskusi “World Agenda Conference” yang diadakan Genron NPO, Tokyo (21/11/2016). Hassan Wirajuda yang dikenal sebagai penggagas Bali Democracy Forum (BDF) serta Institute for Peace and Democracy (IPD) di Bali mengisi sesi pertama yang bertemakan “The Future of Liberal Democracy: Unstable International Order and the Rise of Populism” bersama dengan panelis lainnya seperti Y.M. Ambassador Volker Stanzel (Jerman), Prof. Dr. Keith Kraus dari (Switzerland), Prof. Dr. Gerald Curtis (US), dan Mr. David Holley (AS). Diskusi panel sesi pertama utamanya membahas mengenai perkembangan demokrasi di AS yang memiliki implikasi global terutama bagi balance of power di Asia Timur.

Sesi kedua diisi oleh para cendekiawan dan politisi partai terbesar pertama dan kedua Jepang untuk membahas perkembangan demokrasi di Jepang dan kawasan. Dalam acara Genron NPO tersebut juga dibahas mengenai fenomena populisme, kemenangan Trump sebagai Presiden AS, perkembangan dinamika keamanan kawasan, dan masa depan negara-negara kawasan ditengah kondisi tersebut. Genron NPO merupakan sebuah think tank independent di Tokyo yang telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu. Acara tersebut diadakan sebagai perayaan hari pembentukan NPO tersebut dengan mengundang para pembicara yang berpengalaman di bidang demokrasi dari AS, Kanada, Jerman dan Indonesia. 

Keikutsertaan wakil dari Indonesia dalam diskusi panel tersebut merupakan pengakuan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia memiliki pakar-pakar demokrasi yang berpengalaman serta pandangannya dapat dijadikan referensi bagi perkembangan demokrasi dunia.

Selain mengisi diskusi panel, Hassan Wirajuda juga menjadi pembicara pada special lecture di salah satu universitas swasta ternama di Jepang, Chuo University. Di depan sekitar 150 mahasiswa, Ia membahas perkembangan demokrasi di Asia, konsep imbalance development, sejarah pembentukan BDF dan IPD,  serta upaya peningkatan kesadaran warga Jepang akan potensi Jepang sebagai “established democracy in the region”  bersama dengan  Indonesia untuk dapat memainkan peran strategis dalam pemajuan demokrasi di kawasan.

0PengikutSuka
39Pelanggan+1
13,172PengikutIkuti
160PelangganLangganan