Guna menjalin silaturahim dengan masyarakat Indonesia di Jepang, khususnya kota Tokyo serta merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H, KBRI Tokyo bekerjasama dengan Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) menggelar shalat Idul Fitri bersama seluruh staf dan masyarakat Indonesia di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), Rabu (6/07/2016).

Shalat Idul Fitri dimulai pukul 07.00 waktu setempat dan bertindak sebagai khatib Ustaz Cholil Nafis, Tokoh ulama MUI Indonesia yang berkesempatan merayakan Idul Fitri di Tokyo. Antusiasme masyarakat muslim Indonesia telah terlihat sejak pagi hari dalam pelaksanaan Salat. Untuk menampung jamaah yang membludak, panitia harus menggelar Salat dalam dua gelombang karena tempat yang terbatas.

Melanjutkan kemeriahan perayaan Iedul Fitri, KBRI Tokyo menggelar acara open house yang dimulai pukul 08.15 bagi masyarakat Indonesia. Acara dimulai dengan kedatangan para masyarakat Indonesia melalui Lobby KBRI Tokyo yang disambut oleh KUAI RI Tokyo, Dr. Ben Perkasa Drajat, dan jajaran staf untuk bersalaman.

Open-House-Tokyo-1437-H

“Perayaan Idul Fitri tahun ini terasa istimewa karena ribuan saudara kita di Tokyo berkumpul saling memaafkan dan berbagi kebahagian bersama. Dan Insya Allah tahun depan berkat dukungan warga masyarakat Indonesia di Tokyo, kita akan dapat melaksanakan Sholat Ied di Mesjid Indonesia Tokyo”, ujar KUAI Ben Drajat dalam sambutannya.

Usai bersalaman, warga melanjutkan ramah tamah sambil menikmati hidangan menu khas lebaran di Indonesia opor ayam dan lontong sayur bertempat di halaman parkir KBRI. Warga masyarakat yang hadir di KBRI Tokyo tampak gembira menikmati hidangan khas Indonesia setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ketua Panitia penyelenggaraan Silahturahmi Perayaan Idul Fitri 1437H, yaitu Atase Perhubungan KBRI Tokyo, Dian Wahdiana, menerangkan bahwa persiapan telah dilaksanakan sejak satu setengah bulan sebelum pelaksanaan. “Alhamdulilah pelaksanaan Sholat Iedul Fitri dan Halal Bihalal berjalan lancar tanpa halangan apapun, ungkap Dian.

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.15 ini selesai dilaksanakan pada pukul 13.00, dan masyarakat berangsur-angsur meninggalkan tempat acara.

Liputan Video

Umat Muslim Indonesia di Tokyo segera akan memiliki masjid yang indah yang akan menampung sekitar 1000 jamaah. Pembangunan mesjid akan dilaksanakan seusai peletakan batu pertama oleh Duta Besar RI, Dr. Yusron Ihza Mahendra di Komplek Sekolah Indonesia Tokyo, Sabtu. (11/6/2016)

Dubes Yusron seusai acara peletakan batu, menyatakan menyambut baik upaya warga Indonesia di Tokyo yang dengan penuh ketulusan dan keikhlasan memberikan infaknya agar cita-cita  dan keinginan bersama merealisasikan Mesjid Indonesia  bisa betul-betul terwujud.

“Karenanya, mewakili pemerintah, saya mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi setinggi-tingginya atas prakarsa rencana yang sangat mulia ini dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata’ala meridhoi niat baik segala ikhtiar dalam rangka mewujudkan masjid Indonesia di Tokyo ini,” ujar Yusron.

Lebih lanjut, Dubes Yusron berharap kiranya pembangunan mesjid ini  tidak hanya membangun bangunan fisik saja, tapi yang juga tidak kalah pentingnya  adalah bagaimana kita bisa menggagas program-program yang nanti akan dikembangkan oleh masjid tercinta kita ini.

“Kita berharap para pengurus Masjid nanti akan mengembangkan program-program yang akan membawa manfaat dan kesejahteraan  bagi masyarakat muslim setempat. Saya ingin berpesan bahwa mudah-mudahan masjid ini tetap bisa menebarkan Islam yang rahmatan lil aalamiin di Jepang, imbuh Yusron. 

Rencana pembangunan masjid Indonesia Tokyo sebenarnya sudah diinisiasi sekitar 15 tahun yang lalu oleh para pengurus KMII dan para tokoh serta cendekiawan Indonesia yang ada di Tokyo. Ketersediaan dana dan penentuan lokasi masjid menjadi kendala pada beberapa waktu yang lalu, namun akhirnya dengan dukungan dan intensitas komunikasi serta strategi penggalangan dana antara pengurus KMII, KBRI Tokyo dan Kemenlu-RI, maka penentuan lokasi dan penyediaan dana untuk konstruksi utama masjid dapat dilaksanakan tahun ini. Direncanakan Masjid Indonesia Tokyo akan selesai pada tahun bulan April 2017 mendatang.

Terwujudnya pembangunan masjid ini sejalan dengan upaya Pemerintah Jepang yang sedang giat menggalakan program produk-produk halal bagi warga muslim dari wilayah ASEAN termasuk Indonesia, sehingga dengan terwujudnya masjid Indonesia Tokyo ini akan menambah fasilitas ibadah di Jepang sekaligus sebagai sarana syiar Islam di Jepang bahwa Islam yang sesungguhnya adalah yang mampu memberi manfaat kehidupan kepada orang lain.

Satu-persatu tamu hadirin resepsi pembukaan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016: the Taste of Indonesia memasuki Prince Hall, Shinagawa Prince Hotel (16/05/2016). Tepat jam 18.30 waktu Tokyo, diiringi musik gamelan, tamu kehormatan resepsi Her Imperial Highness Princess Takamado yang didampingi Duta Besar RI Tokyo beserta isteri memasuki ruangan dan disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin.

Acara resepsi pembukaan ini tidak hanya dihadiri oleh kalangan dan perusahaan kuliner, dan media, namun juga beberapa kalangan pejabat Jepang seperti mantan Perdana Menteri Jepang sekaligus ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia dan Jepang, Mr. Fukuda Yasuo dan isteri, Dr. Yukio Hattori, President Hattori Nutrition College, sebuah sekolah tata boga prestisius di Jepang dan Duta Besar negara sahabat.

“Indonesia sangat berbangga hati dengan kekayaan rasa dan keragaman menu di negara kami, sehingga transfer of knowledge serta promosi ragam kuliner Indonesia di Jepang tetap dapat kami teruskan”, ujar Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra.

Her Imperial Highness Princess Takamado menyampaikan apresiasi atas undangan serta untuk penyelenggaraan promosi kuliner Indonesia pada kali ini.

“Kesempatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi terjadinya pertukaran budaya serta mempererat persahabatan kedua negara, yang salah satu diantaranya melalui kuliner”, ungkap Princess Takamado.


Tidak hanya menu Indonesia seperti tempe goreng, sate maranggi,sate ayam, asinan Jakarta, soto ayam,  rendang padang serta bubur injin namun penampilan budaya dari berbagai daerah di Indonesia juga dipertunjukkan. Tari Legong Keraton Bali, tari Puspita  Yogyakarta, tari Balian Dadas Kalimantan, tari Piring Sumatera, serta penampilan alat musik Sasando yang berpadu dengan biola semakin  menambah semarak  acara resepsi yang dipadati sekitar 300 orang.

Rangkaian acara untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ini sudah dimulai sejak 12 Mei 2016 dengan workshop kuliner menu Indonesia di kedua sekolah masak Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu Japan oleh ahli kuliner Indonesia, William Wongso dan tim dari SMK Negeri 1 Kudus. Selama 1.5 bulan kedepan bertempat di Shinagawa Prince Hotel, Tokyo akan disediakan menu khusus masakan Indonesia. Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara KBRI Tokyo dengan Djarum Foundation, dan Shinagawa Prince Hotel, serta didukung pula oleh Kementerian Pariwisata RI, SMBC dan IWCJ.

Beberapa siswa tampak antusias untuk mencicipi rendang padang, asam padeh dan soto ayam lamongan yang baru saja selesai didemonstrasikan cara membuatnya oleh ahli kuliner kenamaan Indonesia, William Wongso dan tim. Demo masak ini diselenggarakan di Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu, sekolah kuliner yang prestisius di Jepang (12/05/2016). 130 peserta nampak memenuhi ruang kelas tersebut, yang sebagian besar adalah mahasiswa Jepang sejumlah 82, beberapa media yang berhubungan dengan dunia kuliner dan pendidikan masak, serta perusahaan yang terkait dengan sekolah masak. Chef William Wongso beserta tim dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 jurusan Tata Boga, Kudus nampak asyik dan interaktif dalam membagikan ilmu cara memasak ketiga hidangan tersebut kepada para peserta.

“Indonesia memiliki tradisi kuliner yang sangat kaya, bahkan mungkin paling kaya di dunia, karena masakan Indonesia merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi negeri kami”, demikian ujar isteri Duta Besar RI Tokyo, Dr. Dewi Lusiana Ihza Mahendra dalam pembukaan workshop di kedua tempat tersebut.

Selain itu, masakan Indonesia dikenal memiliki cita rasa yang kuat, karena dalam proses pembuatannya menggunakan banyak sekali rempah-rempah khas Nusantara, sehingga inilah kebanggaan kami sebagai bagian dari Indonesia yang memiliki keberagaman, tambah  Dewi.

“KBRI Tokyo bekerjasama dengan Djarum Foundation mendatangkan SMK Negeri 1 Kudus dan chef William Wongso untuk berbagi pengetahuan tentang kuliner Indonesia kepada pelaku industri makanan seperti hotel dan restoran”, ujar Minister Counsellor Ricky Suhendar.

“Tujuan jangka panjangnya adalah tidak hanya untuk diplomasi kuliner Indonesia namun untuk penetrasi pasar industri kuliner Jepang lanjut Ricky.

Rangkaian acara untuk memperkenalkan kuliner Indonesia akan  dilanjutkan dengan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 : the Taste of Indonesia selama satu setengah bulan mulai 16 Mei-30 Juni 2016 di Hotel Prince Shinagawa Tokyo dengan menghadirkan  ragam menu masakan Indonesia dan mengundang berbagai tamu undangan utamanya pelaku industri makanan, pemerhati kuliner, travel biro, politisi, serta pemerhati budaya. Dalam resepsi tersebut juga akan ditampilkan budaya tradisional Indonesia atas dukungan Kementerian Pariwisata RI.

Keragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia merupakan aset negara yang telah dikenal luas. Sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman global atas potensi Indonesia, maka kontinuitas dan kualitas upaya promosi berbagai produk Indonesia adalah kunci utama. Kuliner Indonesia, dalam hal ini, merupakan salah satu aspek yang ditonjolkan untuk memperkuat potensi tersebut melalui berbagai kegiatan promosi yang sifatnya berkelanjutan.

Hal inilah yang melatarbelakangi KBRI Tokyo bersama dengan Djarum Foundation dan Prince Shinagawa Hotel menyelenggarakan Indonesian Culinary Fair 2016 dengan tema “The Taste of Indonesia”. Kegiatan perdana ini berlangsung selama sebulan dengan pembukaan pada tanggal 16 Mei  2016 di Prince Hall, Shinagawa Prince Hotel dan dibuka untuk umum mulai 17 Mei 2016 bertempat di Hapuna Dining Restaurant, Main Lobby, Shinagawa Prince Hotel. Acara ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia, SMBC dan International Women’s Club Japan (IWCJ).

Dengan semakin terbukanya Jepang terhadap keragaman budaya asing dan kebijakan Pemerintah Jepang untuk lebih merengkuh negara-negara Asia Tenggara, kuliner Indonesia juga semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat Jepang. Jumlah restoran Indonesia di Jepang, khususnya di Tokyo dan sekitarnya juga mengalami kenaikan secara bertahap. Tentunya trend ini diharapkan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Pengenalan Cita Rasa Indonesia

Indonesia memiliki tradisi kuliner daerah yang kaya ragam dan unik di dunia ini. Tradisi luhur tersebut tersebar di 34 propinsi di Indonesia dengan bermacam jenis makanan dan minuman. Rendang dan nasi goreng bahkan berada di urutan teratas dari daftar makanan terlezat di dunia berdasarkan hasil survey dari CNN Travel pada tahun 2011.

Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah secara aktif mempromosikan keragaman kuliner Indonesia dan menetapkan 30 makanan dan minuman yang paling mewakili aset kuliner terbaik Indonesia. Penetapan itu didasarkan pada kemudahan memperoleh bahan dan bumbu, cita rasa yang dapat diterima oleh lidah internasional, serta sisi historis yang dimiliki oleh makanan tersebut. Dengan rumusan tersebut, wajah kuliner Indonesia diharapkan dapat lebih mudah untuk dikenal dunia.

Menu yang dihadirkan pada Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 antara lain; Asinan Buah Jakarta (fruit salad), Bangka Turnip Shrimp Salad (shrimp salad), Gado-Gado (vegetable salad in peanut sauce), Soto Ayam Lamongan (chicken soup), Sup Pindang Serani (fish soup), Sate Ayam Madura (chicken satay), Rendang Padang (caramelized beef curry), Ayam Panggang Bumbu Rujak (grilled chicken), Tempe Goreng (savory tempe), Es Teler dan Kolak Pisang Labu.

Berbagai kandungan rempah-rempah yang terdapat pada makanan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, namun juga menjadi ciri khas cita rasa nusantara. Selain itu, berbagai menu Indonesia selama rangkaian kegiatan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 juga ditujukan untuk memperkenalkan halal-friendly food menu kepada para pelaku dan penikmat kuliner asing maupun lokal yang ada di Jepang.

The Road to Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan potensi cita rasa kuliner Indonesia yang masih belum dikenal luas di Jepang, sekaligus untuk memanfaatkan persiapan gelaran olah raga internasional Tokyo Olympic & Paralympic 2020. Program ini menjadi salah satu prioritas Tokyo Metropolitan Government (TMG) yang didukung sepenuhnya oleh PM Shinzo Abe. Selain keberagaman budaya, Pemerintah Jepang juga menggalakkan keberagaman kuliner mancanegara. Salah satunya melalui promosi program halal-friendly food guna mengantisipasi kehadiran wisatawan dari negara-negara berpenduduk muslim seperti negara kawasan timur tengah, Indonesia dan Malaysia.

Pada tahun 2020, Jepang mengantisipasi kedatangan 30 juta wisatawan dari seluruh dunia di mana 20%-nya adalah wisatawan muslim. 70% dari wisatawan muslim tersebut adalah berasal dari Indonesia dan Malaysia. Dengan demikian, kondisi ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan barang-barang komoditi, namun juga memperluas bisnis kuliner Indonesia di Jepang melalui program halal friendly food-nya.

Dengan latar belakang tersebut, KBRI Tokyo bekerjasama dengan 2 sekolah kuliner prestisius di Jepang yaitu Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu Japan, akan mengadakan workshop kuliner Indonesia dengan menghadirkan William Wongso sebagai instruktur.

Adapun rangkaian kegiatan mencakup:

  • 9 – 15 Mei 2016

Kolaborasi pelatihan memasak antara tim kuliner Indonesia dan tim Shinagawa Prince Hotel

  • 12 Mei 2016

Workshop pengenalan menu Indonesia di Hattori Nutrition College

  • 14 Mei 2016

Workshop pengenalan menu Indonesia di Le Cordon Bleu Japan

  • 15 Mei 2016

Workshop pengenalan menu popular Indonesia kepada komunitas Indonesia di Tokyo

  • 16 Mei 2016

Peluncuran Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 di Prince Hall, Shinagawa Prince Hotel

  • 18 Mei 2016

Indonesian Culinary Dinner Gathering pada tanggal di Hapuna Dining Restaurant, Shinagawa Prince Hotel.

Willliam Wongso, The Master Chef & Indonesia’s Culinary Expert

William Wongso merupakan sosok ahli kuliner Indonesia dengan catatan pengalaman dan prestasi internasional yang mengagumkan. Kegigihan, keahlian dan kecintaannya terhadap makanan nusantara membuat William Wongso menciptakan teknik serta strategi memasak masakan nusantara dengan presentasi dan cita rasa yang berkelas dunia, namun tetap mempertahankan rasa otentik dan identik khas Indonesia. Selain dianugerahi penghargaan “Chevalier Dans L’ordre National Du Mérite Agricole” dari Pemerintah Prancis, William Wongso juga pernah ditunjuk menjadi penasihat Menteri Pariwisata Indonesia untuk diplomasi kuliner. Kini, ia menjadi mentor sekaligus penasehat pada SMK jurusan Tata Boga binaan Djarum Foundation. Keahlian dan pendapatnya juga menjadi acuan oleh kalangan diplomatik Indonesia, khususnya mengenai menu sajian untuk jamuan diplomatik maupun kegiatan kuliner yang kerap diadakan di perwakilan-perwakilan Indonesia di luar negeri. 

Djarum Foundation Vocational School Improvement Program

Bakti Pendidikan Djarum Foundation secara konsisten telah melaksanakan program Peningkatan Kualitas Sekolah menengah Kejuruan (SMK) sejak tahun 2012. Pada program ini, peran Djarum Foundation meliputi; pengembangan kurikulum, pelatihan guru dan juga penyediaan infrastruktur sekolah.

Jurusan yang dikembangkan berfokus pada jurusan yang memiliki potensi permintaan sumber daya manusia pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, salah satunya adalah jurusan Tata Boga.  Dengan menggandeng William Wongso sebagai mentor sekaligus penasehat SMK Tata Boga binaan Djarum Foundation, SMKN 1 Kudus menerapkan kurikulum yang mewajibkan para siswanya untuk mampu menguasai minimal 30 ikon kuliner tradisional Indonesia.

Salah satu prestasi yang membanggakan adalah, 3 murid terbaik dasi sekolah ini dipilih sebagai tim kuliner Indonesia pada ajang bergengsi dunia, Frankfurt Book Fair 2015. Kali ini 4 siswi SMKN 1 Kudus diterjunkan pada acara kuliner di Tokyo yang salah satu rangkaiannya adalah gala dinner peluncuran Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 bersama KBRI Tokyo  yang akan dihadiri oleh Her Royal Highness Princess Takamado dan Dr. Yukio Hattori, President Hattori Nutrition College. Acara gala dinner juga akan dimeriahkan dengan beberapa penampilan budaya, antara lain penampilan Gamelan Lambang Sari Tokyo serta kehadiran pemusik Sasando dan Tari Legong Keraton yang dipersembahkan oeh Kementerian Pariwisata Indonesia.

テイスト・オブ・インドネシア:インドネシア料理の紹介

東京、2016年5月16日-6月30日

インドネシアの多種多様な文化と豊富な自然資源は世界に広く知られているが、インドネシアが有するこのような可能性についての更なる理解を世界で深めていくためにはインドネシアの食文化を含む様々な側面について継続的に周知活動を実施していくことが重要だ。

こういった観点から、在京インドネシア共和国大使館はジャルーム財団及び品川プリンスホテルと共にテイスト・オブ・インドネシアをテーマとした「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」を実施する。後援はインドネシア観光省、SMBC、IWCJ(International Women’s  Club Japan)で、開会式は2016年5月16日に品川プリンスホテルのプリンスホールで開催され一般の参加者は翌17日から同ホテルのハプナ・ダイニング・レストランにて同イベントを楽しめる。

日本は文化の多様性に対し更に寛容になってきており、インドネシアを含む東南アジア料理が受容され始めている。特に東京およびその近郊におけるインドネシア料理店の数は増加傾向にあり、将来に向けてこの傾向が続くことが期待される。

テイスト・オブ・インドネシア

インドネシアには34の州が存在するが、各地方ではそれぞれ独特の伝統料理が発展してきた。その中でもルンダンとナシゴレンは2011年に行なわれたCNNトラベルの調査で最も美味しい料理として発表されている。

ここ数年インドネシア政府はインドネシア料理のPRに注力しており、食材取得の容易性、外国人の嗜好への適合性、歴史的背景などを考慮し、代表的な30の料理と飲料を選定した。今後、インドネシア料理が世界で更に広く受容されていくことが期待される。

「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」で提供されるメニューは、Asinan Buah Jakarta (fruit salad)、 Bangka Turnip Shrimp Salad (shrimp salad)、 Gado-Gado (vegetable salad in peanut sauce)、 Soto Ayam Lamongan (chicken soup)、 Sup Pindang Serani (fish soup)、 Sate Ayam Madura (chicken satay)、 Rendang Padang (caramelized beef curry)、 Ayam Panggang Bumbu Rujak (grilled chicken)、 Tempe Goreng (savory tempe)、 Es Teler dan Kolak Pisang Labuとなっている。

インドネシア料理に使用される香辛料は健康に良いだけでなく各地域の地方色を反映している。また、「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」では、日本人や外国人向けにハラル・フレンドリー・フードの紹介も行う。

「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」

「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」は、2020年のオリンピック・パラリンピックに向け日本においてインドネシア料理の周知をしていくことの一環として開催され、安倍首相が支援する東京都の優先的事業となっている。中東、インドネシア、マレーシアなどの地域からのイスラム教徒の旅行者の増加に備え、日本政府は文化の多様化に加え、ハラル・フレンドリー・フードの紹介など料理の多様化に注力している。

2020年における海外からの日本への旅行者は3000万人に達し、20%がイスラム教徒になると推測される。そのイスラム教を信仰する旅行者のうち70%はインドネシアかマレーシア人で、ハラル・フレンドリー・フード商品の紹介などを通してインドネシアの食ビジネスが拡大されることが期待される。

こういった背景から、在京インドネシア大使館は、服部栄養専門学校とル・コルドンブルー日本校と協力しウイリアム・ウォンソ・シェフを講師に招きクリナリー・ワークショップ等を下記の通り開催する。

5月9―15日

インドネシア・クリナリーチームと品川プリンスホテルチームの共同調理実習

5月12日

服部栄養専門学校におけるワークショップ

5月14日

ル・コルドンブルー日本校におけるワークショップ

5月15日

在日インドネシア人を招いてのワークショップ

5月16日

インドネシアン・クリナリー・フェア2016開会式(品川プリンスホテル・プリンスホール)

5月18日

インドネシアン・クリナリー・ディナー・ギャザリング(品川プリンスホテル・ハプナ・ダイニング・レストラン

ウイリアム・ウォンソ・シェフ

ウイリアム・ウォンソは世界に名を馳せるインドネシア料理専門家だ。氏は、その豊富な経験と技術で、インドネシア料理をその原点を失わずに世界水準のテイストにまで押し上げることに成功した。フランス政府から“Chevalier Dans L’ordre National Du Mérite Agricole”を授与されたほか、インドネシア観光大臣によりクリナリー外交担当顧問に指名されたこともある。現在、氏はジャルーム財団が支援する料理専門学校の顧問を務めており、氏のレシピはインドネシア政府在外公館が主催する外交レセプションやクリナリーイベントなどで提供されるメニューの参考にされることも多い。

Djarum Foundation Vocational School Improvement Program

ジャルーム財団は、2012年以降、中等専門校のプログラム及びカリキュラムの強化、人材・教員育成、教育インフラ整備支援などを継続的に実施している。

その事業に含まれるのが料理専門学校の機能強化で、ウイリアム・ウォンソを顧問に迎えクドゥス第一国立中等専門学校ではインドネシアを代表する30のインドネシア料理の調理方法の習得などが義務付けられている。

2015年には同学校の3名の学生が、インドネシア・クリナリー・チームのメンバーに選出されフランクフルト・ブック・フェアに参加している。今回、クドゥス第一国立中等専門学校の4名の学生が東京の「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」の一環として開催される開会レセプションに参加する。同レセプションには 高円宮妃と服部幸應服部栄養専門学校長をお招きするほか、Gamelan Lambang Sari TokyoやSasandoの演奏やLegong Keraton舞踊などがインドネシア観光省によって披露される予定だ。

0PengikutSuka
29Pelanggan+1
12,456PengikutIkuti
160PelangganLangganan