Satu-persatu tamu hadirin resepsi pembukaan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016: the Taste of Indonesia memasuki Prince Hall, Shinagawa Prince Hotel (16/05/2016). Tepat jam 18.30 waktu Tokyo, diiringi musik gamelan, tamu kehormatan resepsi Her Imperial Highness Princess Takamado yang didampingi Duta Besar RI Tokyo beserta isteri memasuki ruangan dan disambut dengan tepuk tangan meriah para hadirin.

Acara resepsi pembukaan ini tidak hanya dihadiri oleh kalangan dan perusahaan kuliner, dan media, namun juga beberapa kalangan pejabat Jepang seperti mantan Perdana Menteri Jepang sekaligus ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia dan Jepang, Mr. Fukuda Yasuo dan isteri, Dr. Yukio Hattori, President Hattori Nutrition College, sebuah sekolah tata boga prestisius di Jepang dan Duta Besar negara sahabat.

“Indonesia sangat berbangga hati dengan kekayaan rasa dan keragaman menu di negara kami, sehingga transfer of knowledge serta promosi ragam kuliner Indonesia di Jepang tetap dapat kami teruskan”, ujar Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra.

Her Imperial Highness Princess Takamado menyampaikan apresiasi atas undangan serta untuk penyelenggaraan promosi kuliner Indonesia pada kali ini.

“Kesempatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi terjadinya pertukaran budaya serta mempererat persahabatan kedua negara, yang salah satu diantaranya melalui kuliner”, ungkap Princess Takamado.


Tidak hanya menu Indonesia seperti tempe goreng, sate maranggi,sate ayam, asinan Jakarta, soto ayam,  rendang padang serta bubur injin namun penampilan budaya dari berbagai daerah di Indonesia juga dipertunjukkan. Tari Legong Keraton Bali, tari Puspita  Yogyakarta, tari Balian Dadas Kalimantan, tari Piring Sumatera, serta penampilan alat musik Sasando yang berpadu dengan biola semakin  menambah semarak  acara resepsi yang dipadati sekitar 300 orang.

Rangkaian acara untuk memperkenalkan kuliner Indonesia ini sudah dimulai sejak 12 Mei 2016 dengan workshop kuliner menu Indonesia di kedua sekolah masak Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu Japan oleh ahli kuliner Indonesia, William Wongso dan tim dari SMK Negeri 1 Kudus. Selama 1.5 bulan kedepan bertempat di Shinagawa Prince Hotel, Tokyo akan disediakan menu khusus masakan Indonesia. Acara ini terselenggara berkat kerja sama antara KBRI Tokyo dengan Djarum Foundation, dan Shinagawa Prince Hotel, serta didukung pula oleh Kementerian Pariwisata RI, SMBC dan IWCJ.

Beberapa siswa tampak antusias untuk mencicipi rendang padang, asam padeh dan soto ayam lamongan yang baru saja selesai didemonstrasikan cara membuatnya oleh ahli kuliner kenamaan Indonesia, William Wongso dan tim. Demo masak ini diselenggarakan di Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu, sekolah kuliner yang prestisius di Jepang (12/05/2016). 130 peserta nampak memenuhi ruang kelas tersebut, yang sebagian besar adalah mahasiswa Jepang sejumlah 82, beberapa media yang berhubungan dengan dunia kuliner dan pendidikan masak, serta perusahaan yang terkait dengan sekolah masak. Chef William Wongso beserta tim dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 jurusan Tata Boga, Kudus nampak asyik dan interaktif dalam membagikan ilmu cara memasak ketiga hidangan tersebut kepada para peserta.

“Indonesia memiliki tradisi kuliner yang sangat kaya, bahkan mungkin paling kaya di dunia, karena masakan Indonesia merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi negeri kami”, demikian ujar isteri Duta Besar RI Tokyo, Dr. Dewi Lusiana Ihza Mahendra dalam pembukaan workshop di kedua tempat tersebut.

Selain itu, masakan Indonesia dikenal memiliki cita rasa yang kuat, karena dalam proses pembuatannya menggunakan banyak sekali rempah-rempah khas Nusantara, sehingga inilah kebanggaan kami sebagai bagian dari Indonesia yang memiliki keberagaman, tambah  Dewi.

“KBRI Tokyo bekerjasama dengan Djarum Foundation mendatangkan SMK Negeri 1 Kudus dan chef William Wongso untuk berbagi pengetahuan tentang kuliner Indonesia kepada pelaku industri makanan seperti hotel dan restoran”, ujar Minister Counsellor Ricky Suhendar.

“Tujuan jangka panjangnya adalah tidak hanya untuk diplomasi kuliner Indonesia namun untuk penetrasi pasar industri kuliner Jepang lanjut Ricky.

Rangkaian acara untuk memperkenalkan kuliner Indonesia akan  dilanjutkan dengan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 : the Taste of Indonesia selama satu setengah bulan mulai 16 Mei-30 Juni 2016 di Hotel Prince Shinagawa Tokyo dengan menghadirkan  ragam menu masakan Indonesia dan mengundang berbagai tamu undangan utamanya pelaku industri makanan, pemerhati kuliner, travel biro, politisi, serta pemerhati budaya. Dalam resepsi tersebut juga akan ditampilkan budaya tradisional Indonesia atas dukungan Kementerian Pariwisata RI.

Keragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia merupakan aset negara yang telah dikenal luas. Sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman global atas potensi Indonesia, maka kontinuitas dan kualitas upaya promosi berbagai produk Indonesia adalah kunci utama. Kuliner Indonesia, dalam hal ini, merupakan salah satu aspek yang ditonjolkan untuk memperkuat potensi tersebut melalui berbagai kegiatan promosi yang sifatnya berkelanjutan.

Hal inilah yang melatarbelakangi KBRI Tokyo bersama dengan Djarum Foundation dan Prince Shinagawa Hotel menyelenggarakan Indonesian Culinary Fair 2016 dengan tema “The Taste of Indonesia”. Kegiatan perdana ini berlangsung selama sebulan dengan pembukaan pada tanggal 16 Mei  2016 di Prince Hall, Shinagawa Prince Hotel dan dibuka untuk umum mulai 17 Mei 2016 bertempat di Hapuna Dining Restaurant, Main Lobby, Shinagawa Prince Hotel. Acara ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia, SMBC dan International Women’s Club Japan (IWCJ).

Dengan semakin terbukanya Jepang terhadap keragaman budaya asing dan kebijakan Pemerintah Jepang untuk lebih merengkuh negara-negara Asia Tenggara, kuliner Indonesia juga semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat Jepang. Jumlah restoran Indonesia di Jepang, khususnya di Tokyo dan sekitarnya juga mengalami kenaikan secara bertahap. Tentunya trend ini diharapkan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Pengenalan Cita Rasa Indonesia

Indonesia memiliki tradisi kuliner daerah yang kaya ragam dan unik di dunia ini. Tradisi luhur tersebut tersebar di 34 propinsi di Indonesia dengan bermacam jenis makanan dan minuman. Rendang dan nasi goreng bahkan berada di urutan teratas dari daftar makanan terlezat di dunia berdasarkan hasil survey dari CNN Travel pada tahun 2011.

Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah secara aktif mempromosikan keragaman kuliner Indonesia dan menetapkan 30 makanan dan minuman yang paling mewakili aset kuliner terbaik Indonesia. Penetapan itu didasarkan pada kemudahan memperoleh bahan dan bumbu, cita rasa yang dapat diterima oleh lidah internasional, serta sisi historis yang dimiliki oleh makanan tersebut. Dengan rumusan tersebut, wajah kuliner Indonesia diharapkan dapat lebih mudah untuk dikenal dunia.

Menu yang dihadirkan pada Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 antara lain; Asinan Buah Jakarta (fruit salad), Bangka Turnip Shrimp Salad (shrimp salad), Gado-Gado (vegetable salad in peanut sauce), Soto Ayam Lamongan (chicken soup), Sup Pindang Serani (fish soup), Sate Ayam Madura (chicken satay), Rendang Padang (caramelized beef curry), Ayam Panggang Bumbu Rujak (grilled chicken), Tempe Goreng (savory tempe), Es Teler dan Kolak Pisang Labu.

Berbagai kandungan rempah-rempah yang terdapat pada makanan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, namun juga menjadi ciri khas cita rasa nusantara. Selain itu, berbagai menu Indonesia selama rangkaian kegiatan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 juga ditujukan untuk memperkenalkan halal-friendly food menu kepada para pelaku dan penikmat kuliner asing maupun lokal yang ada di Jepang.

The Road to Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan potensi cita rasa kuliner Indonesia yang masih belum dikenal luas di Jepang, sekaligus untuk memanfaatkan persiapan gelaran olah raga internasional Tokyo Olympic & Paralympic 2020. Program ini menjadi salah satu prioritas Tokyo Metropolitan Government (TMG) yang didukung sepenuhnya oleh PM Shinzo Abe. Selain keberagaman budaya, Pemerintah Jepang juga menggalakkan keberagaman kuliner mancanegara. Salah satunya melalui promosi program halal-friendly food guna mengantisipasi kehadiran wisatawan dari negara-negara berpenduduk muslim seperti negara kawasan timur tengah, Indonesia dan Malaysia.

Pada tahun 2020, Jepang mengantisipasi kedatangan 30 juta wisatawan dari seluruh dunia di mana 20%-nya adalah wisatawan muslim. 70% dari wisatawan muslim tersebut adalah berasal dari Indonesia dan Malaysia. Dengan demikian, kondisi ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan barang-barang komoditi, namun juga memperluas bisnis kuliner Indonesia di Jepang melalui program halal friendly food-nya.

Dengan latar belakang tersebut, KBRI Tokyo bekerjasama dengan 2 sekolah kuliner prestisius di Jepang yaitu Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu Japan, akan mengadakan workshop kuliner Indonesia dengan menghadirkan William Wongso sebagai instruktur.

Adapun rangkaian kegiatan mencakup:

  • 9 – 15 Mei 2016

Kolaborasi pelatihan memasak antara tim kuliner Indonesia dan tim Shinagawa Prince Hotel

  • 12 Mei 2016

Workshop pengenalan menu Indonesia di Hattori Nutrition College

  • 14 Mei 2016

Workshop pengenalan menu Indonesia di Le Cordon Bleu Japan

  • 15 Mei 2016

Workshop pengenalan menu popular Indonesia kepada komunitas Indonesia di Tokyo

  • 16 Mei 2016

Peluncuran Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 di Prince Hall, Shinagawa Prince Hotel

  • 18 Mei 2016

Indonesian Culinary Dinner Gathering pada tanggal di Hapuna Dining Restaurant, Shinagawa Prince Hotel.

Willliam Wongso, The Master Chef & Indonesia’s Culinary Expert

William Wongso merupakan sosok ahli kuliner Indonesia dengan catatan pengalaman dan prestasi internasional yang mengagumkan. Kegigihan, keahlian dan kecintaannya terhadap makanan nusantara membuat William Wongso menciptakan teknik serta strategi memasak masakan nusantara dengan presentasi dan cita rasa yang berkelas dunia, namun tetap mempertahankan rasa otentik dan identik khas Indonesia. Selain dianugerahi penghargaan “Chevalier Dans L’ordre National Du Mérite Agricole” dari Pemerintah Prancis, William Wongso juga pernah ditunjuk menjadi penasihat Menteri Pariwisata Indonesia untuk diplomasi kuliner. Kini, ia menjadi mentor sekaligus penasehat pada SMK jurusan Tata Boga binaan Djarum Foundation. Keahlian dan pendapatnya juga menjadi acuan oleh kalangan diplomatik Indonesia, khususnya mengenai menu sajian untuk jamuan diplomatik maupun kegiatan kuliner yang kerap diadakan di perwakilan-perwakilan Indonesia di luar negeri. 

Djarum Foundation Vocational School Improvement Program

Bakti Pendidikan Djarum Foundation secara konsisten telah melaksanakan program Peningkatan Kualitas Sekolah menengah Kejuruan (SMK) sejak tahun 2012. Pada program ini, peran Djarum Foundation meliputi; pengembangan kurikulum, pelatihan guru dan juga penyediaan infrastruktur sekolah.

Jurusan yang dikembangkan berfokus pada jurusan yang memiliki potensi permintaan sumber daya manusia pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, salah satunya adalah jurusan Tata Boga.  Dengan menggandeng William Wongso sebagai mentor sekaligus penasehat SMK Tata Boga binaan Djarum Foundation, SMKN 1 Kudus menerapkan kurikulum yang mewajibkan para siswanya untuk mampu menguasai minimal 30 ikon kuliner tradisional Indonesia.

Salah satu prestasi yang membanggakan adalah, 3 murid terbaik dasi sekolah ini dipilih sebagai tim kuliner Indonesia pada ajang bergengsi dunia, Frankfurt Book Fair 2015. Kali ini 4 siswi SMKN 1 Kudus diterjunkan pada acara kuliner di Tokyo yang salah satu rangkaiannya adalah gala dinner peluncuran Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 bersama KBRI Tokyo  yang akan dihadiri oleh Her Royal Highness Princess Takamado dan Dr. Yukio Hattori, President Hattori Nutrition College. Acara gala dinner juga akan dimeriahkan dengan beberapa penampilan budaya, antara lain penampilan Gamelan Lambang Sari Tokyo serta kehadiran pemusik Sasando dan Tari Legong Keraton yang dipersembahkan oeh Kementerian Pariwisata Indonesia.

テイスト・オブ・インドネシア:インドネシア料理の紹介

東京、2016年5月16日-6月30日

インドネシアの多種多様な文化と豊富な自然資源は世界に広く知られているが、インドネシアが有するこのような可能性についての更なる理解を世界で深めていくためにはインドネシアの食文化を含む様々な側面について継続的に周知活動を実施していくことが重要だ。

こういった観点から、在京インドネシア共和国大使館はジャルーム財団及び品川プリンスホテルと共にテイスト・オブ・インドネシアをテーマとした「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」を実施する。後援はインドネシア観光省、SMBC、IWCJ(International Women’s  Club Japan)で、開会式は2016年5月16日に品川プリンスホテルのプリンスホールで開催され一般の参加者は翌17日から同ホテルのハプナ・ダイニング・レストランにて同イベントを楽しめる。

日本は文化の多様性に対し更に寛容になってきており、インドネシアを含む東南アジア料理が受容され始めている。特に東京およびその近郊におけるインドネシア料理店の数は増加傾向にあり、将来に向けてこの傾向が続くことが期待される。

テイスト・オブ・インドネシア

インドネシアには34の州が存在するが、各地方ではそれぞれ独特の伝統料理が発展してきた。その中でもルンダンとナシゴレンは2011年に行なわれたCNNトラベルの調査で最も美味しい料理として発表されている。

ここ数年インドネシア政府はインドネシア料理のPRに注力しており、食材取得の容易性、外国人の嗜好への適合性、歴史的背景などを考慮し、代表的な30の料理と飲料を選定した。今後、インドネシア料理が世界で更に広く受容されていくことが期待される。

「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」で提供されるメニューは、Asinan Buah Jakarta (fruit salad)、 Bangka Turnip Shrimp Salad (shrimp salad)、 Gado-Gado (vegetable salad in peanut sauce)、 Soto Ayam Lamongan (chicken soup)、 Sup Pindang Serani (fish soup)、 Sate Ayam Madura (chicken satay)、 Rendang Padang (caramelized beef curry)、 Ayam Panggang Bumbu Rujak (grilled chicken)、 Tempe Goreng (savory tempe)、 Es Teler dan Kolak Pisang Labuとなっている。

インドネシア料理に使用される香辛料は健康に良いだけでなく各地域の地方色を反映している。また、「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」では、日本人や外国人向けにハラル・フレンドリー・フードの紹介も行う。

「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」

「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」は、2020年のオリンピック・パラリンピックに向け日本においてインドネシア料理の周知をしていくことの一環として開催され、安倍首相が支援する東京都の優先的事業となっている。中東、インドネシア、マレーシアなどの地域からのイスラム教徒の旅行者の増加に備え、日本政府は文化の多様化に加え、ハラル・フレンドリー・フードの紹介など料理の多様化に注力している。

2020年における海外からの日本への旅行者は3000万人に達し、20%がイスラム教徒になると推測される。そのイスラム教を信仰する旅行者のうち70%はインドネシアかマレーシア人で、ハラル・フレンドリー・フード商品の紹介などを通してインドネシアの食ビジネスが拡大されることが期待される。

こういった背景から、在京インドネシア大使館は、服部栄養専門学校とル・コルドンブルー日本校と協力しウイリアム・ウォンソ・シェフを講師に招きクリナリー・ワークショップ等を下記の通り開催する。

5月9―15日

インドネシア・クリナリーチームと品川プリンスホテルチームの共同調理実習

5月12日

服部栄養専門学校におけるワークショップ

5月14日

ル・コルドンブルー日本校におけるワークショップ

5月15日

在日インドネシア人を招いてのワークショップ

5月16日

インドネシアン・クリナリー・フェア2016開会式(品川プリンスホテル・プリンスホール)

5月18日

インドネシアン・クリナリー・ディナー・ギャザリング(品川プリンスホテル・ハプナ・ダイニング・レストラン

ウイリアム・ウォンソ・シェフ

ウイリアム・ウォンソは世界に名を馳せるインドネシア料理専門家だ。氏は、その豊富な経験と技術で、インドネシア料理をその原点を失わずに世界水準のテイストにまで押し上げることに成功した。フランス政府から“Chevalier Dans L’ordre National Du Mérite Agricole”を授与されたほか、インドネシア観光大臣によりクリナリー外交担当顧問に指名されたこともある。現在、氏はジャルーム財団が支援する料理専門学校の顧問を務めており、氏のレシピはインドネシア政府在外公館が主催する外交レセプションやクリナリーイベントなどで提供されるメニューの参考にされることも多い。

Djarum Foundation Vocational School Improvement Program

ジャルーム財団は、2012年以降、中等専門校のプログラム及びカリキュラムの強化、人材・教員育成、教育インフラ整備支援などを継続的に実施している。

その事業に含まれるのが料理専門学校の機能強化で、ウイリアム・ウォンソを顧問に迎えクドゥス第一国立中等専門学校ではインドネシアを代表する30のインドネシア料理の調理方法の習得などが義務付けられている。

2015年には同学校の3名の学生が、インドネシア・クリナリー・チームのメンバーに選出されフランクフルト・ブック・フェアに参加している。今回、クドゥス第一国立中等専門学校の4名の学生が東京の「インドネシアン・クリナリー・フェア2016」の一環として開催される開会レセプションに参加する。同レセプションには 高円宮妃と服部幸應服部栄養専門学校長をお招きするほか、Gamelan Lambang Sari TokyoやSasandoの演奏やLegong Keraton舞踊などがインドネシア観光省によって披露される予定だ。

Korban Gempa Kumamoto yang Dievakuasi, Tiba di Tokyo

Lima korban gempa Kumamoto yang dievakuasi siang tadi telah tiba Tokyo, Rabu (20/04/16) pukul 23.35 waktu setempat. Mereka disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra beserta staf di loby KBRI Tokyo. Kelima korban yang dievakuasi ini dalam keadaan sehat, walaupun kelelahan akibat situasi di daerah gempa dan perjalanan jauh Kumamoto-Tokyo tampak di wajah mereka.

“Kami telah menyiapkan tempat penampungan sementara bagi kawan-kawan yang dievakuasi ke Tokyo ini. Lokasinya berdekatan dengan KBRI Tokyo guna memudahkan penanganan,” ujar Yusron kepada para mahasiswa yang baru tiba itu.” Demikian rilis KBRI Tokyo, Rabu (20/4/2016).

Sebelum melakukan evakuasi, KBRI Tokyo melakukan diskusi bersama dengan PPI Kumamoto, PPI Fukuoka, PPI Hiroshima, komunitas Masjid Kumamoto dan komunitas Masjid Hiroshima. Akhirnya disepakati bahwa tujuan evakuasai akan meliputi Hiroshima, Fukuoka, dan Tokyo.

Di luar tujuan di atas, ada pula sejumlah mahasiswa memutuskan untuk pulang sementara ke Indonesia. 

Opsi evakuasi di atas diambil setelah mempertimbangkan situasi Kumamoto yang masih berisiko diguncang gempa susulan. Selain itu, evakuasi juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya trauma yang lebih dalam. Adanya rencana pemerintah Jepang untuk menutup shelter-shelter pengungsian di Kumamoto, tentu menjadi pemicu penting bagi ditempuhnya opsi evakuasi itu.

Kelima warga atau mahasiswa Indonesia yang memilih evakuasi ke Tokyo adalah Dita Primaoktasa, Fatin Adriati, Muhammad Fikri Ramadhana, Bondan Suwandi, dan Harry Susanto.

Para korban gempa dalam pertemuan dengan Duta Besar beserta staf KBRI Tokyo di atas, menyampaikan apresiasi atas kesigapan berbagai pihak dalam menangani para warganya dalam keadaan darurat. Trauma akibat gempa belum reda dan masih menghantui, Namun evakuasi diharapkan akan membantu menenangkan mental dan pikiran.

Selain warga atau mahasiswa Indonesia yang telah dievakuasi dengan tujuan-tujuan di atas, ada pula sejumlah mahasiswa ataupun warga Indonesia memilih bertahan di Kumamoto. Sebagian mereka bermaksud untuk bersama-sama dengan tim membantu para warga lainnya sembari memantau perkembangan situasi. 

Tentang penutupan sheter-shelter pengungsian, info terakhir menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang urung menutup shelter-shelter tersebut. Hal ini terutama karena pemerintah Jepang masih belum mengizinkan warga (WNI maupun WN Jepang) pulang ke tempat tinggal masing-masing sebelum adanya assessment terhadap layak tidaknya bangunan mereka untuk dihuni.***

Terkait kesimpangsiuran berita-berita di berbagai media sosial tentang penanganan Gempa Kumamoto dan Beppu oleh KBRI Tokyo, dengan ini disampaikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Pelajar Indonesia di Kumamoto berjumlah 60 orang dan jumlah pelajar Indonesia di Beppu berjumlah 327 orang. Dengan demikian, info yang menyatakan jumlah sebesar 320 orang, tidak akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Tim Relief KBRI Tokyo merupakan tim bantuan Kedutaan dari negara ASEAN yang pertama kali berhasil tiba di Kumamoto, pada hari Sabtu siang (16/4/16). Tim Bantuan KBRI Tokyo diberangkatkan dengan membawa bahan makanan, minuman, obat-obatan serta keperluan-keperluan darurat lainnya. Saat itu, Bandara Kumamoto masih ditutup akibat gempa dan jalur kereta api cepat masih ditutup. Namun, melalui Bandara Fukuoka, Tim KBRI Tokyo berhasil menembus rintangan dan dapat mencapai Kumamoto untuk membantu WNI dan warga lainnya yang menjadi korban.
  3. Berdasarkan fakta di lapangan, kondisi di wilayah Kumamoto jauh lebih parah karena bandara, akses transportasi, sumber logistik sangat terbatas. Hal ini berbeda dengan kondisi di wilayah Beppu karena sarana publik seperti air dan listrik tetap menyala, toko-toko tetap buka secara normal dan sejak Senin, 18 April 2016 Pemerintah setempat sudah membuka kembali sekolah untuk belajar mengajar.
  4. KBRI Tokyo sampai saat ini masih terus menjalin komunikasi dan koordinasi erat dengan para korban di Kumamoto serta di Beppu sejak hari pertama terjadinya gempa, antara lain melalui jaringan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto serta Kyushu dan Ketua Fumiku (Persaudaraan Muslim Kumamoto)  serta para pengajar di Universitas Kumamoto dan Beppu.
  5. Memperhatikan situasi di wilayah Kumamoto yang masih diguncang gempa dan belum kondusif, KBRI Tokyo tetap menempatkan tim relief untuk membantu para WNI. Pada hari Selasa malam (19/4/16) tim relief KBRI Tokyo telah melakukan evakuasi terhadap 19 mahasiswa ke Fukuoka. Langkah inipun dilanjutkan pada hari Rabu (20/4/16) dengan melakukan evakuasi terhadap para WNI yang ke berbagai wilayah antara lain Hiroshima, Osaka, serta Tokyo. Selain itu, terdapat WNI yang masih memilih bertahan di Kumamoto atas keinginan pribadi. Tindakan ini dipimpin langsung oleh Koordinasi Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo yang berada di Kumamoto bekerjasama dengan pihak Konsulat Jendera RI di Osaka.
  6. Jepang sebagai negara yang rentan akan bencana alam seperti gempa bumi, telah memiliki sistem manajemen penanganan bencana yang sangat baik. Penanganan seluruh warga, baik warga Jepang maupun warga negara asing diperlakukan sama sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pemerintah setempat.
  7. Berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas, adalah tidak benar bahwa KBRI Tokyo tidak melakukan upaya perlindungan WNI dan pelajar selama terjadinya bencana gempa khususnya di wilayah Kumamoto dan Beppu.
  8. KBRI Tokyo memiliki hotline 24 jam yang secara aktif merespon berbagai permintaan bantuan dan laporan terkait kondisi lapangan pada saat gempa. Selain itu, informasi perkembangan terbaru mengenai penanganan WNI di kedua tempat dimaksud selalu diperbaharui melalui media sosial antara lain twitter @KBRITokyo, facebook: Kbri tokyo, serta website www.kbritokyo.jp dan www.kemlu.go.id/tokyo.
0PengikutSuka
27Pelanggan+1
12,300PengikutIkuti
160PelangganLangganan