“Selamat pagi!”, sapa para siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar Saginomiya di Nakano yang bersemangat menyambut kehadiran tim KBRI Tokyo di sekolah mereka pada hari Rabu (22/02). Sebanyak 92 siswa yang hadir di aula mendengarkan berbagai info dasar mengenai Indonesia, mengikuti fun quiz dan secara aktif bertanya jawab dengan tim KBRI Tokyo.

“Apa makanan favorit orang Indonesia? Berapa lama jam sekolah siswa di Indonesia? Apa film kartun paling populer di Indonesia?” Hal-hal tersebut adalah pertanyaan spontan yang terlontar dari para siswa. Mereka sangat bersemangat mengetahui bahwa film kartun kebanggaan Jepang, Doraemon, sangat popular di antara anak-anak Indonesia.

Para siswa juga berkesempatan berlatih memainkan angklung di bawah bimbingan Arie Nursanti, guru Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) dan memainkan lagu anak-anak Jepang “Kira-Kira Boshi” dan “Ookina Kurino Kino Shita de”. Kebanggaan terpancar dari raut wajah mereka usai berhasil memainkan kedua lagu dengan instrumen musik yang relatif baru bagi mereka.

Minister Counsellor Pensosbud KBRI Tokyo, Eko Junor menyampaikan harapan agar melalui kegiatan ini para siswa dan jajaran staf pengajar SD Saginomiya dapat lebih mengenal Indonesia sehingga semakin memperat hubungan persahabatan Indonesia – Jepang.

Kegiatan ini merupakan kerjasama KBRI Tokyo dengan Children Meet Countries (CMC), kelompok nirlaba yang berbasis di Tokyo. Acara ini bertujuan untuk menanamkan semangat perdamaian kepada anak-anak Jepang melalui berbagai kegiatan kunjungan ke sekolah.

Kepala Sekolah SD Saginomiya, Ikuhiro Watashima menyampaikan bahwa kunjungan dari KBRI Tokyo ini merupakan kegiatan yang bersejarah karena merupakan kunjungan pertama dari Kedutaan Besar asing yang pernah diterima oleh SD Saginomiya.

Kuasa Usaha ad interim RI, Dr. Ben Perkasa Drajat berdiskusi dengan penuh keakraban dengan Walikota Yuzawa, Mr. Tamura Masayuki perihal hubungan baik yang telah terjalin erat antara kedua belah pihak pada kesempatan kunjungan kerjanya ke kota Yuzawa, Prefektur Niigata (21/02/2017). Pada pertemuan di kantor walikota Yuzawa, Dr. Ben memberikan apresiasi atas promosi kota Yuzawa yang dilakukan ke semua pihak untuk meningkatkan sektor pariwisatanya. KUAI RI juga menyampaikan agar turut mendukung 60 tahun peringatan hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang akan dirayakan pada tahun 2018.  Di sisi lain, Mr. Tamura juga menyampaikan terjadi peningkatan turis asal Asia khususnya Asia Tenggara seperti Thailand dan Indonesia yang berkunjung ke kota Yuzawa.

Yuzawa terletak di Prefektur Niigata dapat ditempuh selama 75 menit dengan menggunakan shinkansen dari kota Tokyo. Kota ini dikenal dengan nama Yuki Guni atau negeri salju karena banyaknya salju yang turun pada musim dingin sehingga menjadi daya tarik pariwisata tidak hanya bagi orang Jepang namun bagi wisatawan asing. Sektor yang ditawarkan Yuzawa antara lain ski and snow resort, pemandian air panas (onsen) dan kulinernya.

Sebanyak 12 peserta dari Indonesia yang mengikuti kegiatan JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) Inbound Programme, ASEAN Composite 2nd Batch menyampaikan kesiapan mereka untuk menjadi agen perdamaian di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut disampaikan dalam lokakarya pelaporan JENESYS yang diselenggarakan di Tokyo guna menyampaikan pengalaman dan kesan mereka selama di Jepang serta rencana aksi di negara masing-masing (21/02).

Kegiatan yang juga diikuti oleh para pemuda dari ASEAN, Timor Leste dan India ini mengambil tema pertukaran pembangunan perdamaian dan digelar selama 14-20 Februari 2017. Para peserta diajak untuk menyelami sejarah dan budaya Jepang dalam rangkaian ekskursi di Tokyo dan Hiroshima.

Lokakarya juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Jepang dan para Kedutaan Besar negara-negara peserta, termasuk KBRI Tokyo. Program JENESYS merupakan kegiatan pertukaran pemuda yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang dengan mengundang peserta dari kawasan Asia Pasifik ke Jepang maupun mengirimkan pemuda Jepang ke berbagai negara di kawasan Asia Pasifik guna mempromosikan solidaritas di kawasan Asia melalui pertukaran pemuda antar negara.

Dikenal sebagai negara tropis, Indonesia berhasil memulai debutnya pada kejuaraan musim dingin di kawasan Asia, 8th Asian Winter Games (AWG) yang diadakan di Sapporo, Jepang. Sebanyak 34 orang atlet Indonesia berkompetisi pada 3 cabang olahraga musim dingin yaitu ice hockey, figure skating dan short track speed skating. Berdi Sabri terpilih sebagai Chef de Mission untuk kontingen Indonesia.

Perhelatan olahraga internasional ini resmi dibuka pada 19 Februari 2017 di Sapporo Dome oleh Putra Mahkota Kekaisaran Jepang, Pangeran Naruhito serta dihadiri oleh Presiden Komite Olimpiade Asia, para undangan dari berbagai kalangan, kontingen negara peserta dan masyarakat Jepang. AWG ke-8 berlangsung sejak tanggal 19 sampai 26 Februari 2017 di kota Sapporo dan Obihiro (di pulau Hokkaido, wilayah utara Jepang) dengan mengikutsertakan 32 negara dan lebih dari 2000 atlet olahraga musim dingin.  Indonesia, Sri Lanka, Timor Leste, Turkmenistan dan Vietnam tercatat sebagai negara yang baru pertama kali bergabung dan berpartisipasi pada kejuaraan ini.

Sebagai bagian dari upaya KBRI Tokyo yang secara aktif terus memperkuat kerjasama Indonesia – Jepang, KUAI KBRI Tokyo, Dr. Ben Perkasa Drajat telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Gubernur Prefektur Hiroshima Hidehiko Yuzaki di Hiroshima, Walikota Hiroshima City Matsui Kazumi, Walikota Mihara City Yoshinori Tenma, dan CEO/Presiden Hiroshima Gas merangkap Ketua Hiroshima-Indonesia Association Kozo Tamura pada 14-15 Februari 2017. Pertemuan tersebut bertujuan guna membahas sejumlah potensi kerjasama dalam rangka penguatan hubungan di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, budaya, people to people contact dan ketenagakerjaan, khususnya jumlah trainee (kenshusei) dari Indonesia, baik di sektor industri dan pertanian Hiroshima.

KUAI KBRI Tokyo juga mengangkat rencana kegiatan peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia – Jepang yang jatuh pada 2018 serta kemungkinan partisipasi kota-kota strategis untuk menyemarakkan peringatan tersebut.

(pertemuan dengan Walikota Hiroshima City)

Dalam kesempatan terpisah, Walikota Hiroshima City menyampaikan undangan kepada walikota di Indonesia untuk menjadi anggota organisasi dunia “Mayors for Peace” yang diprakarsai oleh Hiroshima City pada 1982 dengan tujuan mempromosikan solidaritas antara kota-kota yang menjadi anggota dan juga mendukung upaya pemusnahan senjata nuklir dunia. Sampai dengan 1 Februari 2017 telah tercatat 7.219 kota menjadi anggota dari organisasi non-pemerintah yang sudah diakui oleh PBB tersebut.

(pertemuan dengan Walikota Mihara City)

Khusus dalam pertemuan dengan Walikota Mihara City, KUAI KBRI Tokyo membahas mengenai tindak lanjut rencana pembentukan Sister City antara Mihara City dengan Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Walikota Mihara City menyambut baik rencana peningkatan hubungan dan akan terus berkoordinasi untuk mewujudkan rencana tersebut. Bidang-bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan antara lain pariwisata, pendidikan, ketenagakerjaan (trainee dan perawat), pertanian dan kehutanan. Saat ini Indonesia dan Jepang sudah memiliki 13 kerja sama Sister City/Sister Province baik di tingkat Memorandum Kesepakatan (MoU) maupun Letter of Intent (LoI).

(pertemuan dengan CEO/Presiden Hiroshima Gas)

Kesempatan kunjungan juga digunakan oleh KUAI KBRI Tokyo untuk melakukan pertemuan silaturahmi dengan perwakilan masyarakat Indonesia di sekitar Hiroshima yang dihadiri oleh perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia Hiroshima (PPIH), serta perawat dan asisten profesor asal Indonesia.

(pertemuan dengan perwakilan masyarakat Indonesia di sekitar Hiroshima)

0PengikutSuka
41Pelanggan+1
13,217PengikutIkuti
160PelangganLangganan