BERBAGI

Tak kurang dari 250 masyarakat Indonesia memenuhi Balai Indonesia di Sekolah Republik Indonesia Tokyo guna bertemu dan berdialog dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti pada hari Rabu (12/04).

Dalam suasana yang penuh dengan keakraban dan hangat, Menteri Susi menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia di Jepang agar mempelajari dan menyerap nilai-nilai positif dari Jepang, seperti semangat, integritas, semangat kerja keras dan rasa kepemilikan yang tinggi, dan membawa itu semua ke tanah air dan menyebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Susi yang tetap segar meskipun di tengah jadwal kegiatan yang padat selama di Jepang juga menyampaikan bahwa meskipun Indonesia saat ini sangat kaya dengan perikanan, namun kita harus tetap menjaga agar sumber daya tersebut tetap berkesinambungan demi generasi mendatang.

“Kita harus berani melakukan perubahan demi mewujudkan visi negara Indonesia selaku poros maritim”, disampaikan oleh Menteri Susi kepada masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia harus berani keluar dari zona nyaman dan menjunjung tinggi integritas dan berani melakukan perubahan lainnya.

Pemberdayaan masyarakat sendiri juga penting untuk dilakukan, karena pada dasarnya masyarakat yang sejahtera adalah masyarakat yang bisa mengadvokasi kepentingannya sendiri.

Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan antara lain melalui pengembangan teknologi kemaritiman dan pengembangan jurusan kemaritiman di berbagai universitas di Indonesia, pemberdayaan nelayan dan peningkatan mutu pabrik pengolahan ikan.

Menteri Susi Pudjiastuti saat ini tengah melakukan kunjungan kerja di Jepang pada 10-15 April 2017. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Susi dijadwalkan untuk berkunjung ke Tokyo, Shizuoka, Nagoya dan Chiba dan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, JICA, sejumlah institusi kemaritiman Jepang serta berbagai perusahaan perikanan terkemuka Jepang guna belajar dari Jepang.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga telah mengundang Jepang untuk menanamkan investasi di 6 pelabuhan dari 24 pelabuhan yang direncanakan akan dibangun di Indonesia.