BERBAGI

Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor komoditi teh ke pasar Jepang karena komoditas pertanian ini banyak di konsumsi oleh masyarakat Jepang. Pada tahun 2016 Jepang merupakan importir peringkat ke-8 dunia untuk produk teh dengan HS code 0902.

KBRI Tokyo bekerjasama dengan Japan Tea Association terus mendorong mensosialisasikan produk unggulan teh asal Indonesia pada acara Tea Seminar kepada para Japanese tea drinkers dan lovers pada tanggal 27 April 2017 di Lobby KBRI Tokyo.

Sosialisasi produk teh Indonesia dirasa perlu secara kontinyu diadakan guna memberikan edukasi kepada masyarakat Jepang bahwa Indonesia merupakan negara produsen teh yang cukup besar di dunia. Pengenalan produk teh asal Indonesia seperti halnya Java tea, yaitu teh yang berasal dari Pulau Jawa disampaikan pada kesempatan ini tidak kalah kualitas dan aromanya dengan 3 jenis teh yang sudah popular di mata masyarakat Jepang seperti halnya produk teh asal Srilanka (jenis Ceylon Tea), China (jenis Keemun Tea) dan India (jenis Darjeeling Tea) dengan pangsa pasar yang cukup besar di Jepang.   

Dalam kerangka Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) produk turunan teh asal Indonesia dengan code HS 0902 akan mendapatkan bebas tariff bea masuk pada tahun 2023. Khusus untuk produk turunan HS 0902.40.210 Black tea (fermented) and partly fermented tea in packages exceeding 3kg: Other: Black tea  sudah mendapatkan bebas tariff bea masuk, sedangkan China sebagai negara pesaing tetap dikenakan bea masuk.

Sekaligus pada acara ini KBRI Tokyo menayangkan video terkait perkebunan teh, video tentang budaya dan pariwisata Indonesia serta bimbingan proses cara menyeduh teh dari Tea Instuctor professional.