Diplomasi budaya generasi muda di Jepang: JKT48 dan taruna Akpol RI 

jkt48-2ndgen-3

(11/2) Seni budaya kini menjadi media diplomasi yang strategis untuk mempromosikan Indonesia di luar negeri. Melalui kesenian dan kebudayaan, komunikasi lintas batas negara dapat terjalin dengan damai, sehingga signifikan untuk meningkatkan jaringan persahabatan dan komunikasi people-to-people. Pesan ini disampaikan oleh Duta Besar Muhammad Lutfi ketika menerima kedatangan 31 orang finalis grup vokal JKT48 generasi kedua di KBRI Tokyo pada 2 November 2012. JKT48 adalah sister group dari kelompok AKB48 yang sangat fenomenal dan populer di Jepang. Para finalis berada di Tokyo untuk menerima pengumuman akhir hasil audisi yang akan dilakukan langsung oleh produser AKB48, Yasushi Akimoto.

Wakil tim RCTI, Armen, yang mendampingi para finalis menyampaikan bahwa dari 31 orang, akan dipilih 24 orang untuk menjadi anggota JKT48. “Kami menerima 4200 pendaftar untuk audisi di Jakarta, sebelum melalui berbagai tahapan seleksi, hingga 31 finalis ini, ” ungkapnya. Dubes Lutfi juga berpesan agar apapun keputusan akhir nanti, para finalis agar terus semangat untuk berkarya dan harus bangga bisa menjadi wakil Indonesia di Jepang.

Marching band Taruna Akpol RI satu panggung dengan NYPD

Sementara itu dua hari sebelumnya, tim marching band dari Akademi Kepolisian (Akpol) RI tampil memukau dalam 17th World Police Band Concert di Sumida Triphony Hall, Tokyo (10/30). Dalam penampilan perdananya di panggung konser ini, para taruna Akpol membawakan medley lagu-lagu Nusantara, dari ‘Bungong Jeumpa’ Aceh, musik Tor-tor dari Medan, lagu Jaipongan Jawa Barat, hingga O Ina Ni Keke dari Manado, lengkapi dengan kibaran bendera-bendera stick master. Penampilan tim Akpol RI mendapatkan aplaus meriah dari para penonton Jepang yang memadati ruang hall. Dalam konser yang diselenggarakan oleh Mainichi Shimbun, harian No. 2 terbesar di Jepang, ini turut hadir Gubernur Akademi Kepolisian. Irjen. Pol. Drs. Anang Iskandar, SH., MH, yang bangga menyaksikan penampilan para taruna ini.

Tim AKPOL RI dalam

Tim AKPOL RI dalam “the 17th World Police Band Concert” di Tokyo

Tim Akpol RI merupakan wakil Indonesia pertama yang tampil dalam World Police Band Concert tersebut. Dan cukup berbeda dengan peserta lain yang mengirimkan tim marching band korps polisi, wakil Indonesia ini menjadi satu-satunya peserta yang datang dari tingkat akademi (taruna). Di Tokyo, selain Akpol RI, tampil pula band polisi dari negara Vietnam, Korea Selatan, Amerika Serikat (New York Police Department), dan tuan rumah Jepang (Kepolisian Tokyo Metropolitan). Para peserta lain tersebut sudah cukup sering mengikuti konser polisi. Tim dari NYPD Band, misalnya, sudah tampil sejak konser pertama di tahun 1996.

Sementara tim Kepolisian Tokyo Metropolitan mencatat penampilan yang ke-1000 ketika tampil di konser ini. “Kami senang melihat anak-anak muda dari Indonesia, yang bisa bersaing dengan peserta lain yang lebih berpengalaman,” demikian ungkap Tsuneda Teruo, Managing Director Mainichi Shimbun, setelah melihat penampilan tim Akpol RI yang memukau. Kesuksesan penampilan wakil Indonesia ini semakin terasa lengkap ketika pihak penyelenggara menyampaikan besarnya peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah konser band polisi berikutnya. Selain tampil di panggung utama konser, para peserta juga tampil dalam parade marching band di kawasan prestis, Ginza, pada hari sebelumnya.

(KBRI Tokyo/pen)

About the author: KBRI Tokyo

Indonesian Embassy in Tokyo