Pembangunan infrastruktur perkuat potensi investasi di Indonesia 

osaka-sem1

(11/1) Dari Seminar Peluang Berinvestasi di Indonesia, Osaka 30 Oktober 2012.

Apresiasi Yen terhadap US Dollar, masalah aging population dalam negeri, serta uncompetitive trade agreement merupakan tiga alasan mengapa Jepang perlu segera meningkatkan investasinya di luar negeri. Salah satu tujuan utama yang kompetitif adalah Indonesia, yang didiukung oleh berbagai perkembangan, baik di segi pembangunan infrastruktur, tingginya cadangan sumber daya alam, hingga faktor kemasyarakatan, toleransi, dan demokrasi. Kunci investasi di Indonesia ini disampaikan oleh Duta Besar Muhammad Lutfi dalam seminar investasi Indonesia di Osaka pada tanggal 30 Oktober 2012. Bekerja sama dengan ASEAN-Japan Center, serta didukung oleh Osaka Chamber of Commerce and Industry, JETRO Osaka, dan KJRI Osaka, seminar ini dipadati oleh 200 orang peserta, para pelaku pasar, calon investor, maupun industriawan dari sektor manufaktur, keuangan, sektor publik, konsultan, media, dan jasa.

Dubes Lutfi menambahkan bahwa pertumbuhan pesat kelas menengah baru di Indonesia merupakan kontribusi yang besar terhadap potensi Indonesia sebagai lokasi investasi yang menguntungkan. Saat ini, pemerintah Indonesia juga aktif mengembangkan alternatif lokasi investasi baru. Salah satunya adalah di Sumatera. I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Wilayah I dari Kementerian Perindustrian, yang juga menjadi pembicara dalam seminar menyebutkan bahwa berbagai proyek infrastruktur telah dibangun di sepanjang Sumatera, terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik dan jalur transportasi. Sementara itu, posisi geografis Sumatera pun sangat strategis dan berada di jalur pelayaran kontainer dunia, yang akan sangat menguntungkan bagi industri yang berada di wilayah ini.

Wilayah lainnya yang juga direkomendasikan adalah Jawa Tengah, dimana harga lahannya terjangkau, serta upah minimum yang relatif lebih rendah dibandingkan Jakarta. Salah satu kawasan industri favorit di Indonesia, yaitu JABABEKA, hingga kini mengalami peningkatan harga lahan yang sangat pesat karena tingginya permintaan dari para calon investor. Pimpinan JABABEKA, S.D. Darmono yang hadir dalam seminar menyampaikan bahwa salah satu faktor penting yang sedang ditangani serius oleh otoritas Jababeka adalah permintaan peningkatan upah oleh para buruh Jababeka, yang hingga kini belum final. “Kami terus mengupayakan agar dapat tumbuh rasa saling percaya antara para pekerja, pengusaha, dan pemerintah,” ungkap Darmono.

(KBRI Tokyo/ekon)

About the author: KBRI Tokyo

Indonesian Embassy in Tokyo