Tujuh ABK Indonesia selamat dalam kecelakaan kapal ikan di Jepang 

Seorang ABK yang selamat (berkaos merah) dalam dialog dengan staf KBRI Tokyo

(4/7) KBRI Tokyo memastikan bahwa seluruh ABK Indonesia pada kapal Yujin Maru No 7 selamat dalam musibah tenggelamnya kapal mereka pada tanggal 23 Juni 2013 di perairan Prefektur Miyagi, Jepang. Pihak Japan Coast Guard (JCG) melaporkan bahwa kapal ikan Yujin Maru No. 7 berbendera Jepang dengan bobot GT 19 tenggelam sekitar pukul 10.15 JST akibat bertabrakan dengan kapal kargo NOCC Oceanic yang berukuran besar GT 57,600.

Tujuh orang ABK yang selamat adalah: Sahroni (asal Pemalang), Hendrik (Sukabumi), Agus Susanto (Majalengka), Ahmad Said (Rembang), Rohmat (Cirebon), Deden Nurisman (Bandung), dan Agus Rusmanto (Majalengka). Saat ditemui tim KBRI Tokyo dalam penampungan sementara di Shiogama pada tanggal 1 Juli, mereka sedang dalam tahap pemulihan. “Kami siapkan SPLP untuk mengganti paspor yang hilang dalam kapal,” jelas Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo

Seorang ABK yang selamat (berkaos merah) dalam dialog dengan staf KBRI Tokyo

Seorang ABK yang selamat (berkaos merah) dalam dialog dengan staf KBRI Tokyo

Dengan dokumen keimigrasian ini, para ABK bisa pulang ke Indonesia. Dijadwalkan selambatnya tanggal 6 Juli nanti tujuh ABK tersebut akan pulang ke Indonesia. Sementara itu, Atase Perhubungan KBRI Tokyo juga memfasilitasi agar semua barang yang hilang akan mendapat penggantian asuransi. “Pihak pemilik kapal kargo juga sudah sepakat untuk membantu proses penyelidikan dan asuransi,” ditambahkan Asisten Atase Perhubungan.

Pada saat kejadian, kapal ikan Yujin Maru No. 7 di awaki oleh sembilan orang awak kapal, terdiri atas dua orang Jepang dan tujuh orang Indonesia. Karena tabrakan dengan kapal kargo NOCC Oceanic, kapal ikan terbelah dan tenggelam.

Delapan awak berhasil diselamatkan oleh kapal ikan lain, Yoshi Maru No. 55, sedangkan 1 orang awak kapal yang merupakan Nakhoda kapal hingga Rabu ini (3/7) masih dalam pencarian. Saat ini kapal kargo sedang berada di Pelabuhan Sendai untuk menjalani pemeriksaan.

(KBRI Tokyo/pen)

About the author: KBRI Tokyo

Indonesian Embassy in Tokyo