Irfan Harrys Bachdim, sosok pemain sepak bola nasional Indonesia itu terlihat memasuki lobby KBRI Tokyo bersama-sama dengan Mr. Umino Kazuyuki, Chairman of Ventforet Kofu dan Mr. Sakuma Satoru, General Manager Ventforet Kofu. Sesaat sebelum bertemu dengan Dubes Yusron Ihza Mahendra, Irfan sempat berfoto bersama dengan penggemarnya yang mengenali kehadirannya di KBRI Tokyo.

Diterima dengan sangat hangat oleh Dubes Yusron, Irfan Bachdim menceritakan secara singkat kedatangannya di Yamanashi yang terletak 150 km dari Tokyo, basis Ventforet Kofu di Jepang tanggal 29 Januari lalu. Meskipun dikatakan tahan dengan cuaca di Jepang, Irfan tidak bisa lepas dari panganan ala Indonesia seperti indomie dan abon.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Dubes Yusron menyampaikan selamat datang kepada Bachdim, Kazuyuki dan Satoru dan sampaikan agar kehadiran Bachdim di liga Jepang akan mampu menjadi jembatan komunikasi budaya antara masyarakat dua negara. “Kehadiran anda sangat berarti bagi masyarakat Indonesia di Jepang” ujar Dubes Yusron kepada Bachdim. Dubes Yusron merasa bangga bahwa ada pemain sepak bola Indonesia yang akan berlaga di liga utama Jepang, J-League. Harapan ke depan tentunya akan semakin banyak pemain sepak bola Indonesia yang berlaga di liga bergengsi seperti J-League yang nantinya akan mendorong peningkatan kualitas persepakbolaan nasional.

Irfan Bachdim merupakan pemain pertama di Jepang dan menurut Kazuyuki, fans sepak bola Jepang sangat senang dengan kehadiran striker bernomor punggung 13 tersebut. Kehadiran Bachdim pada konferensi pers peluncuran channel Jepang “WakuWaku” di Indonesia akan menjadi penyambung kerinduan fans Indonesia akan sepak terjang Bachdim di lapangan hijau. Hal ini tidak lain karena liputan pertandingan J-League akan disiarkan di channel WakuWaku yang hadir di cable tv Indovision. Penonton tampaknya akan disuguhi rangkaian jadwal pertandingan J-League yang akan diumumkan secara resmi pada tanggal 31 Januari 2014.

Khusus untuk Indonesia, Kazuyuki katakan akan diadakan “Indonesian Day” match dimana sekitar 150 fans akan berkumpul di stadion nasional Tokyo sebelum stadion tersebut ditutup. Pertandingan tersebut akan menjadi pertandingan akhir dengan live broadcasting. Selain pertandingan “Indonesian Day” yang rencananya diadakan di hari akhir Golden Week, Kazuyuki juga utarakan mengenai kerja sama dengan Garuda Indonesia. Sebelum football, kerja sama Garuda Indonesia dengan Yamanashi, home dari klub Ventforet Kofu, sudah terjalin dengan adanya penyajian wine Yamanashi di penerbangan first class maskapai tersebut. Dengan adanya kerja sama sepak bola ini, diharapkan lebih banyak lagi pelajar dan mahasiswa, olahragawan dan pengusaha Indonesia yang datang ke Jepang. “Hal ini akan menjadi PR yang bagus sekali untuk Indonesia”, demikian dikatakan Kazuyuki kepada Dubes Yusron.

Selain menjanjikan akan menjadikan Irfan Bachdim a better player than before, Kazuyuki pastikan klubnya memiliki the best coaching team di Jepang dan di dunia. Untuk itu, Kazuyuki siap sekiranya tim nasional Indonesia bisa datang ke Yamanashi untuk melakukan playmatch dengan J-League pada saat World Cup break, di Shizuoka.

Bergabungnya Irfan Bachdim di Ventforet Kofu, menjadi awal dari ekspansi yang dilakukan J-League di Indonesia sekaligus menjadikan Irfan sebagai pemain Indonesia pertama yang berkiprah di J-League. Sebelumnya Ricky Yacobi pernah memperkuat FC Matsushita, atau yang kini lebih dikenal dengan nama Gamba Osaka di zaman pra-J-League.

Sebelum di kontrak oleh Ventforet Kofu, sepanjang tahun 2013 kakak ipar pemain Pelita Bandung Raya, Kim Jeffery Kurniawan ini bermain di Chonburi FC di Thailand dan sempat dipinjamkan ke klub satelit mereka Sriracha FC, di paruh kedua kompetisi. Sebelumnya Irfan beseragam Persema Malang pada tahun 2010-2012.