Suhu udara dingin dan hujan gerimis tidak menjadi hambatan bagi WNI yang bermukim di Tokyo dan sekitarnya untuk memberikan suara dalam Pemilu Legisliatif Periode 2014-2019 yang digelar hari ini, Minggu (6/4-2014). Hal ini terlihat dari berduyun-duyunnya warga yang dengan antusias mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berlokasi di Ruang Serba Guna Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) sejak jam 8.00 pagi waktu setempat.

Mereka yang datang ke TPS bukan hanya para pemilih dari 24 Kecamatan yang ada di Tokyo, melainkan juga mereka yang bermukim di kota-kota yang berdekatan, seperti Chiba, Saitama, Yokohama, dan Kawasaki. Mereka umumnya datang dengan mengunakan pakaian tebal karena suhu udara di awal musim semi yang sempat hangat, tiba-tiba saja turun sekian derajat pada hari ini.

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam sambutan menjelang pemungutan suara, menyampaikan appresiasi kepada panitia dan kepada warga yang hadir. “Mari kita bedoa agar Pemilu berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Dubes dalam sambutan singkatnya.

Menurut data PPLN Tokyo, dewasa ini terdapat 10.656 warga yang tersebar di 30 Ken (semacam provinsi) di Jepang yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Namun hanya sebagian kecil saja dari mereka yang terdaftar pada TPS di atas. Selebihnya, para pemilih memilih dengan cara mengirimkan surat suara melalui pos.

Sampai jam 17.00 waktu setempat (atau sekitar satu jam sebelum TPS ditutup), proses pemberian suara tetap berjalan lancar seperti yang diharapkan. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Tokyo menyediakan 10 bilik suara pada TPS di atas. Terutama, untuk mengantisipasi jumlah pemilih yang akan mengalami peningkatan pada siang hari.

Sejumlah pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT diakomodir PPLN Tokyo untuk memberikan suaranya, sejauh persyaratannya dipenuhi sesuai undang-undang. Sebagai misal, mereka yang baru pindah ke Tokyo, pindah alamat, atau pun yang secara kebetulan sedang berada di Tokyo untuk suatu rusan.

Usai pemberian suara, banyak warga yang bersantai dan bersilaturrahmi sambil menikmati jajanan khas Indonesia, seperti bakso, siomai, sate, bakmi, dan nasi goreng yang dijual oleh warga. Sakura yang sebagian masih tersisa sehabis diguyur hujan, ikut memberi nuansa bagi hari penting WNI yang bermukim di Tokyo dan sekitarnya ini.