Para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Aichi – Nagoya Network and International Exchange (ANNIE) kembali mengadakan pertemuan tahunan untuk mengantisipasi ASEAN Community yang akan diwujudkan tahun 2015 mendatang.

Dalam pertemuan di Nagoya tanggal 6 – 7 Februari 2014 yang diselenggarakan Gubernur Aichi dan Walikota  Nagoya bersama Nagoya Chamber of Commerce and Industry dan Nagoya Port Authority mengundang semua perwakilan ASEAN di Jepang untuk mengetahui secara langsung apa yang bisa dimanfaatkan para pengusaha Jepang dengan adanya Masyarakat ASEAN tersebut.

Dalam acara tersebut, walikota Nagoya Takashi Kawamura dalam pembukaannya menyampaikan bahwa tahun 2013 dari total perdagangan kota Nagoya yang mencapai 5,8 triliun Yen (sekitar Rp. 580 triliun), 15% berasal dari negara-negara ASEAN, dan kunjungan turis dari negara-negara ASEAN juga semakin meningkat setiap tahunnya.

Pembicara selanjutnya, Hirota Nakanishi, Assistant of Director of Trade and Investment Division ASEAN – Japan Centre (AJC) menyampaikan mengenai prospek ekonomi di ASEAN. Disampaikan bahwa wilayah Asia Tenggara merupakan wilayah dengan prospek ekonomi yang cukup tinggi. Populasi di wilayah Asia Tenggara telah meningkat sebesar 3 kali lipat menjadi 600 juta jiwa dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Selain itu, nilai Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kawasan ini juga meningkat sebesar 60 kali lipat dalam 40 tahun dan nilai total perdagangan juga telah meningkat sebesar 15 kali lipat dalam kurun waktu 30 tahun saja. Hal-hal inilah yang menjadikan kalangan usaha Jepang terutama dari wilayah Prefektur Aichi dan sekitarnya memutuskan untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan negara-negara ASEAN.

Perwakilan KBRI Tokyo yang mewakili Dubes Yusron Ihza Mahendra dalam paparannya menjelaskan bahwa masyarakat internasional, termasuk Jepang, perlu melihat tahun 2015 bukan sebagai tujuan akhir (final destination), tapi permulaan Masyarakat ASEAN (the beginning of ASEAN Community) yang akan menciptakan banyak peluang baik bagi ASEAN, maupun negara lain, termasuk pengusaha Jepang.

Indonesia sendiri berada pada posisi yang sangat baik dalam menghadapi 2015 itu karena pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,78% tahun 2013 lalu, dan para pengusaha Jepang semakin tertarik menanamkan modalnya di Indonesia dan Jepang menjadi investor terbesar di Indonesia pada tahun 2013 dengan nilai investasi US$ 4,71 miliar. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) juga menjadikan Indonesia sebagai the most promising countries untuk investasi asing.

Disampaikan pula bahwa ASEAN dengan tiga pilar utamanya yakni politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya akan menjadikan ASEAN semakin solid. Hubungan ASEAN dengan Jepang, ditandai dengan disepakatinya visi bersama tahun 2013 pada pertemuan 40th Anniversary of ASEAN – Japan Commemorative Summit yang juga dihadiri Presiden SBY.

Pada umumnya para perwakilan negara-negara ASEAN menyampaikan bahwa pembentukan ASEAN Community akan sangat menguntungkan tidak hanya bagi negara-negara ASEAN tetapi juga bagi negara mitra utama ASEAN termasuk Jepang. ASEAN akan menjadi basis produksi serta pasar utama Jepang di masa mendatang. Oleh karena itu, ASEAN mengundang kalangan usaha Jepang termasuk kalangan usaha di wilayah Prefektur Aichi dan sekitarnya untuk dapat mengambil manfaat dari ASEAN Community dengan melakukan investasi di wilayah Asia Tenggara (KBRITokyo/Pen).