KBRI Tokyo bekerjasama dengan ASEAN – Japan Center (AJC) dan BKPM RI telah menyelenggarakan serangkaian program promosi investasi di beberapa kota di Jepang, yaitu Fukuoka melalui penyelenggaraan seminar tanggal 19 Agustus 2014; Hiroshima melalui serangkaian pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan yaitu Hiroshima ASEAN Association, Hiroshima Industrial Development Association, dan Hiroshima Chamber of Commerce and Industry, tanggal 20 Agustus 2014; Tokyo melalui penyelenggaraan seminar tanggal 22 Agustus 2014.

Serangkaian program tersebut bertujuan untuk memaparkan dan mempromosikan kondisi terkini iklim investasi dan perekonomian di tanah air. Di samping itu, secara khusus, seminar di Fukuoka ditujukan untuk dapat secara langsung menjangkau dunia usaha di wilayah Selatan Jepang, sementara seminar di Tokyo juga bertujuan untuk mempromosikan peluang investasi di luar wilayah Jabodetabek yang masih menjadi fokus dari investasi Jepang. Keseluruhan program menghadirkan Direktur Pengembangan Promosi BKPM, Bapak Rudy Salahuddin, selaku narasumber utama.

Seminar investasi di Fukuoka dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan RI, Bapak Jonny Sinaga, sementara seminar di Tokyo dibuka langsung oleh Dubes Yusron Ihza Mahendra.

Bapak Jonny Sinaga dalam sambutannya di Fukuoka menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Pemilu di Indonesia tahun ini menunjukkan semakin matangnya demokrasi Indonesia, di mana demokrasi bersama dengan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi merupakan kunci dari pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam kaitan ini, saat ini hanya terdapat sedikit negara di kawasan yang mampu memadukan ketiga hal tersebut, termasuk Indonesia. Karenanya, Indonesia menyediakan landasan yang kuat bagi penanaman modal asing. Disampaikan pula dorongan agar investasi Jepang di Indonesia, di samping dapat memberi manfaat ekonomi kepada kedua pihak, juga dapat menghasilkan berbagai manfaat tambahan, termasuk menanamkan budaya kerja Jepang yang jujur dan disiplin.

Senada dengan hal tersebut, Dubes Yusron dalam sambutannya di Tokyo juga menggarisbawahi terus berkembangnya Indonesia secara positif baik di bidang ekonomi maupun politik, yang tentunya menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkesinambungan. Sebagai negara besar, peluang investasi di Indonesia tidak hanya tersedua di Jakarta, namun juga di berbagai daerah di Indonesia, yang masing-masing memiliki potensi dan keunggulannya tersendiri. Karenanya, Dubes mengundang dunia usaha Jepang untuk dapat meluaskan cakupan investasinya ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Pada kedua seminar tersebut, Direktur Pengembangan Promosi BKPM telah memaparkan perkembangan terkini iklim investasi di tanah air, yang antara lain ditandai dengan terus meningkatnya economic outlook Indonesia sebagaimana tercermin dari berbagai indikator penilaian pihak ketiga serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan jumlah kelas menengah, serta fundamental ekonomi yang terjaga. Dipaparkan pula mengenai upaya Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan sarana dan prasarana infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal AJC, Bapak Yoshikuni Ohnisi, juga berbicara pada kedua kesempatan tersebut.  Beliau menyoroti bahwa potensi yang dimiliki Indonesia tidak hanya bersumber dari pertumbuhan ekonomi dan kekayaan sumber daya alam, namun juga bonus demografi, yaitu jumlah penduduk yang besar dan kebanyakan masih berusia muda sehingga merupakan tenaga kerja yang produktif, serta peningkatan pesat jumlah kelas menengah Indonesia.  Akan segera berlakunya ASEAN Community di tahun 2015 juga tentunya akan membawa berbagai peluang baru yang perlu dimanfaatkan oleh dunia usaha Jepang, dan dalam hal ini, Indonesia selaku negara terbesar di ASEAN baik dari sisi luas wilayah, jumlah penduduk, maupun GDP, tentunya dapat menjadi basis yang strategis bagi operasi dan produksi perusahaan Jepang.

Seminar di Fukuoka dan Tokyo juga mendatangkan serangkaian pembicara dari kalangan swasta, yaitu dunia usaha Jepang yang telah melakukan investasi di Indonesia sehingga dapat menularkan “success story” mereka ke perusahaan Jepang lainnya. Sementara itu, mengingat tujuan khusus penyelenggaraan seminar di Tokyo untuk mempromosikan peluang investasi di luar Jakarta, seminar di Tokyo juga menghadirkan pembicara dari BPM (Badan Penanaman Modal) Propinsi Jawa Timur, sementara BKPMD Jawa Tengah juga mengirimkan bahan informasi yang dibagikan kepada seluruh peserta.

Penyelenggaraan serangkaian program ini mendapat tanggapan yang sangat positif dari dunia usaha Jepang, yang tercermin dari tingginya tingkat partisipasi. Seminar di Fukuoka dihadiri lebih dari 120 peserta, sementara di Tokyo sekitar 140 peserta. Adapun isu yang banyak menarik perhatian dunia usaha Jepang adalah prospek ekonomi Indonesia paska-Pemilu dan terbentuknya Pemerintahan baru, serta upaya Indonesia untuk terus meningkatkan iklim investasi dan competitiveness antara lain melalui peningkatan kualitas dan kapasitas infrastruktur dan energi, kepastian hukum, dan keselarasan prosedur antara pusat dan daerah.