Berkat loyalitas, komitmen, dan kinerjanya dalam meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia menjadikan Mitsubishi Corporation menjadi salah satu penerima Primaduta Award 2014 dari Kementerian Perdagangan RI. Demikian keterangan yang diberikan oleh Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Julia Silalahi.

Mitsubishi Corporation menerima anugerah dalam kategori industri/ manufaktur karena selama ini aktif dalam kegiatan pemasaran produk Indonesia di bidang hasil pertanian, stationary, hasil olahan produk makanan/minuman dan hasil produk tekstil (TPT). Penghargaan ini merupakan inisiatif Kemendag untuk  menjaga loyalitas, kerjasama, dan jejaring bisnis yang selama ini sudah terbangun dengan baik.

Penganugerahan awards kepada Mitsubishi Corporation diserahkan oleh Duta Besar RI Dr. Yusron Ihza Mahendra kepada Mr. Shigeto Nakahara, Senior Vice President Mitsubishi Corporation dalam acara Business matching produk makanan dan minuman Indonesia tanggal 7 November 2014 bertempat di KBRITokyo.

“Saya mengundang para pebisnis Jepang untuk meningkatkan impor produk-produk dari Indonesia. Marilah kita tingkatkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dan kami siap membantu untuk mencari produk-produk Indonesia khususnya produk makanan minuman yang diinginkan”, ujar Dubes Yusron dalam sambutannya. Lebih lanjut, Dubes Yusron menjelaskan bahwa peningkatan kerjasama bisnis dan loyalitas antara buyers dengan eksportir di tanah air dan didukung oleh peran aktif Perwakilan RI di luar negeri pada gilirannya akan memberikan konstribusi bagi perdagangan dan perkonomian nasional ditengah persaingan global yang semakin kompetitif dan penuh tantangan.

Sebagai informasi, pada ajang pameran perdagangan internasional, Trade Expo Indonesia (TEI) ke-29 tanggal 8-12 Oktober 2014 yang lalu, Indonesia menempatkan produk makanan olahan menjadi primadona. Selain ditempatkan di hall khusus, produk ini makin diapresiasi setelah mampu mencatatkan kenaikan ekspor hingga 12,76%. Para buyers mengapresiasi dari segi kualitas, kemasan, hingga story telling di balik penciptaan produk. Tren produk makanan olahan di mancanegara saat ini selain produk organik adalah produk yang low glycemic, gluten free, genetically modified organisms free, serta produk yang memperhatikan petani dan produsen secara ethical trade. Perhatian para buyers tak semata-mata pada kualitas produk. Proses terciptanya produk itu pun menjadi perhatian para pengusaha di era global.

Nilai ekspor produk makanan olahan Indonesia pada 2013 mencapai USD 4,63 miliar. Sedangkan nilai ekspor pada periode Januari-Juli 2014 sebesar USD 2,98 miliar atau mengalami peningkatan 12,76% dibanding nilai ekspor periode yang sama tahun 2013. Dilihat dari tren pertumbuhan ekspor makanan olahan selama periode 2009-2013, produk ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 15,43% per tahun. (psb)