Tanah Pusaka, Bengawan Solo, dan lagu Jepang “Furusato” (Kampungku) yang dialunkan dengan Angklung telah memukau sekitar lima ratus diplomat asing dan para petinggi pemerintahan serta dunia usaha Jepang di Tokyo, Sabtu (10/10-2014). Alunan angklung ini digelar sebagai suguhan dalam resepsi diplomatik KBRI Tokyo yang digelar di Ball Room Hotel New Otani dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69.

Foto-Resepsi-Diplomatik.OK_.1

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam kata sambutannya mengatakan, sedianya resepsi di atas diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus yang lalu. Akan tetapi karena padatnya kalender kegiatan masyarakat Jepang, termasuk beberapa libur panjang selama Agustus dan September, maka resepsi itu baru dapat diselenggrakan sekarang.

Resepsi diplomatik yang sekaligus digelar sebagai promosi budaya untuk lebih memperkenalkan Indonesia ke dunia luar ini betul-betul dirancang dengan nuansa Indonesia yang kuat. Tari Lengger Banyumasan yang dibawakan oleh para penari Jepang, misalnya, ikut diketengahkan sebagai salah satu suguhan. Terkait nuansa Indonesia ini, Dubes Yusron berkomentar tentang pakaian yang dikenakannya.

Foto-Resepsi-Diplomatik.OK_.2

“Saya sendiri sengaja mengenakan “songket setengah tiang,” beskap, stanja (ikat kepala dari songket, red) lengkap dengan keris ala Melayu,” ujar Dubes. Semua ini perlu dilakukan agar jangan sampai kita ribut saat khazanah budaya kita diambil orang, padahal kita sendiri mengabaikan dan menyia-nyiakannya, imbuhnya.

Mari kita tunjukkan secara elegan bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya serta berperadaban juga, sama seperti bangsa-bangsa lain. Termasuk juga sikap menjunjung tinggi budaya itu, lanjut Dubes, seperti ditulis dalam rilis KBRI Tokyo, Jumat (10/10-2014).

Para undangan yang antara lain terdiri dari para petingggi Kedubes Amerika, Jerman, Rusia, para Dubes ASEAN, Kanada, Kepala Staf Angkatan Udara Jepang serta petinggi Kemlu dan Kemhan Jepang, banyak yang menyatakan rasa gembira mereka atas suasana resepsi. Termasuk juga, terhadap hidangan Indonesia, yang antara lain mengetengahkan Nasi Goreng yang dibuat oleh Juru Masak Hotel New Otani Tokyo.

“Kami merindukan acara seperti ini, apalagi selama tiga tahun terkahir KBRI Tokyo telah absen dalam menyelanggarakan resepsi diplomatik kemerdekaan Indonesia,” ujar diplomat senior Jepang yang enggan disebutkan namanya.

Mantan PM Jepang Fukuda yang ikut memberi kata sambutan serta memimpin acara toast menyampaikan pesan serupa di atas kepada Dubes Yusron dalam acara bincang-bincang mereka. “Tampil-lah seperti ini sering-sering. Indonesia adalah negara besar dan penting. Karena itu, Indonesia harus selalu tampil dalam banyak kesempatan,” demikian Fukuda memesankan.