Seminar Investasi Indonesia di Tokyo, 28 Juli 2015,

dan Hiroshima, 29 Juli 2015

KBRI Tokyo bekerjasama dengan BKPM RI dan ASEAN Japan Center (AJC) telah menyelenggarakan seminar investasi Indonesia di Tokyo, 28 Juli 2015, dan Hiroshima, 29 Juli 2015. Di samping untuk memaparkan kondisi terkini iklim investasi dan perekonomian Indonesia, selaras dengan semangat untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah, seminar juga telah memaparkan berbagai potensi dan peluang investasi yang terdapat di beberapa daerah Indonesia, yaitu Bantaeng, Sulawesi Selatan; Jawa Timur; Riau; Batam – Bintan, Kepulauan Riau; dan Medan – Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Kedua seminar tersebut menghadirkan Deputi Kepala BKPM Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Bapak Azhar Lubis selaku narasumber utama (keynote speaker). Seminar juga menghadirkan beberapa narasumber dari daerah, yaitu Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Bapak Nurdin Abdullah; Kepala BPM PTSP Jawa Timur, Bapak Lili Soleh Wartadipradja; dan Direktur Kawasan Industri Tanjung Buton Propinsi Riau, Bapak Munzier. Program ini juga menghadirkan Direktur JETRO Kantor Perwakilan Jakarta, Mr. Kenichi Tomiyoshi, yang antara lain berbicara mengenai peluang berinvestasi di Batam – Bintan dan di Medan –Sei Mangkei dari sudut pandang dunia usaha Jepang. Turut berbicara pula beberapa perwakilan sektor swasta yang telah berinvestasi di Indonesia yaitu Mitsui & Co. untuk seminar di Tokyo dan Satake Corp untuk seminar di Hiroshima.

Seminar di Tokyo dibuka oleh KUAI KBRI Tokyo, Bapak Ben Perkasa Drajat, sementara di Hiroshima dibuka oleh Konjen RI Osaka, Bapak Wisnu Edi Pratignyo. Kedua acara ini mendapat sambutan hangat dunia usaha Jepang yang antara lain terlihat dari padatnya peserta yang memenuhi ruang seminar. Kegiatan di Tokyo dihadiri sekitar 300 peserta sementara di Hiroshima sekitar 75 peserta.

Deputi Kepala BKPM dalam pemaparannya telah menyampaikan bahwa Indonesia menginginkan investasi yang berkualitas yaitu industri yang menghasilkan produk yang bernilai tambah, berkontribusi pada peningkatan ekspor atau penurunan impor, penciptaan lapangan kerja. Adapun sektor yang saat ini menjadi prioritas Indonesia adalah sektor  iklim investasi di Indonesia, a.l. melalui pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri baru, penyederhanaan perijinan, peningkatan kualitas PTSP, fasilitasi debottlenecking, penugasan marketing officer khusus, serta insentif pajak berdasarkan skala dan sektor prioritas investasi.

Paparan mengenai peluang investasi di daerah disampaikan oleh Bupati Bantaeng, Kepala BPM PTSP Jawa Timur, Direktur Kawasan Industri Tanjung Buton Propinsi Riau, dan Direktur JETRO. Pada kesempatan tersebut, Direktor JETRO antara lain menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekonomi kota-kota besar di luar Jawa dalam beberapa tahun terakhir ini lebih tinggi daripada Jakarta, sehingga berinvestasi di daerah memiliki potensi yang sangat menjanjikan ke depannya.

Di samping melalui penyelenggaraan seminar, upaya promosi dan fasilitasi investasi juga dilakukan melalui penyelenggaraan one-on-one business meetings antara Deputi Kepala BKPM dengan sejumlah investor potensial, baik di Tokyo maupun di Hiroshima.