Lantunan lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan sinden Jepang dengan iringan gamelan Sanggar Lambang Sari, yang seluruh anggotanya adalah orang Jepang, memukau sekitar 750 tamu dalam Resepsi Diplomatik HUT RI Ke-70. Resepsi diplomatik yang oleh KBRI Tokyo Jumat malam (28/8-2015) ini mengambil tempat di Hotel Imperial Tokyo.

Menurut Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, mengingat HUT RI tahun ini adalah yang ke-70, maka resepsi kali ini tentu memiliki makna yang amat penting dan tersendiri dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Tak hanya itu, melalui resepsi ini kita ingin menunjukkan, terutama kepada Jepang sebagai mitra ekonomi penting kita, bahwa dalam usia 70 tahun ini Indonesia telah semakin dewasa.

Resepsi diplomatik memang menjadi semacam ritus bagi hampir seluruh kedutaan besar asing mana pun juga di luar negeri, terutama pada hari nasional mereka. Namun tak hanya untuk mempererat hubungan antara kedua bangsa (dan juga dengan bangsa-bangsa lain melalui perwakilan mereka), resepsi diplomatik sekaligus juga merupakan ajang promosi ekonomi, budaya dan lain-lain.

“Saya ingin mendedikasikan resepsi malam ini kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi penguatan kerja sama kedua negara serta terjalinnya hubungan yang semakin erat antar kedua negara,” ujar Dubes Yusron dalam kata sambutannya.

resepsidiplo02

Sejumlah tamu kehormatan turut hadir pada resepsi diplomatik kali ini. Antara lain adalah mantan Perdana Menteri Jepang dan Ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia – Jepang, Yasuo Fukuda, Wataru Takeshita, Menteri Rekonstruksi Jepang serta Toshihiro Nikai, Ketua General Council LDP dan Ketua Liga Parlemen Indonesia – Jepang. Menteri Rekonstruksi Jepang, Wataru Takeshita menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Jepang terutama dalam hal penanganan bencana.

resepsi03

Selain gamelan Jawa, Tari Padupa dari Sulawesi Selatan turut disajikan oleh para penari dari Sanggar Tari Duta Melati yang berlokasi di Tokyo. Tarian Muli Betanggai dari Lampung juga memukau tujuh ratusan hadirin. Dubes Yusron yang tampil mengenakan pakaian adat “songket setengah tiang”, dari Bangka Belitung yang terdiri dari beskap , kain songket, dan stanja (ikat kepala dari songket) semakin menggenapi nuansa Indonesia dalam resepsi ini.

Kuliner Indonesia, antara lain nasi goreng, mi goreng, sate ayam, tekwan serta jajanan pasar tradisional ala Indonesia pun ikut memberi warna dalam acara ini.(El-KBRI Tokyo)

「インドネシア共和国独立70周年記念外交レセプション開催―

日本人のガムラン歌手が華を添える」

ジャワ島に伝わるガムランの演奏を日本で展開している日本人グループのランバン・サリが2015年8月28日に東京の帝国ホテルで開催されたインドネシア共和国独立70周年記念外交レセプションで存在感を示した。主催者はインドネシア大使館で、出席者は750人に達した。

ユスロン・イーザ・マヘンドラ駐日インドネシア共和国大使は、2015年は独立70周年という節目の年で、インドネシアの長い歴史の歩みにおいても特別な意味を持つ年であり、日本国民の皆様には、特に重要な経済分野におけるパートナーとして、インドネシアの成熟度を示していくべきだとの見解を述べた。

外交レセプションは、インドネシア大使館だけでなく、各国ほぼ全てのの在外公館によって、特に独立記念日にあたる日に、経済や文化についてのプロモーションなどを兼ねて開催されている。

ユスロン大使は、「本日のレセプションを、インドネシアと日本の協力関係強化にご貢献のあった全ての方々に捧げたい」と述べた。

レセプションには、元総理大臣の福田康夫・日本インドネシア協会会長、竹下亘・復興大臣、 自民党総務会長の二階俊博・日本インドネシア友好議員連盟会長など多くの来賓が来場した。竹下亘大臣は、インドネシアの、主に災害対策分野でのと日本の協力に感謝を述べた。

ランバン・サリによるジャワ・ガムランの演奏ほかに、南スラウェシ州発祥のパドゥパ舞踊やムリ・べタンガイ舞踊が、東京で活動するドゥタ・メラティ・グループなどによって700人の前で披露された。

ユスロンイーザ・マヘンドラ大使は、バンカ・ブリトゥン地方固有のソンケットの正装で、主催者として参加し、レセプションは更にインドネシアの雰囲気を醸し出していた。また、ナシゴレン、ミーゴレン、テクワン、伝統菓子などが来賓にふるまわれた。