Untuk menyambut dan sekaligus berterima kasih atas kebijakan bebas visa yang diberikan Pemerintah Indonesia bulan Juni yang lalu, politisi berpengaruh Jepang,Toshiro Nikai akan mendatangkan seribu politisi, pengusaha, dan birokrat Jepang untuk melakukan muhibah ke Indonesia. Muhibah itu direncanakan akan dilaksanakan pada paruhan kedua bulan Nopember yang akan datang dan dilaksanakan di bawah program yang disebut sebagai  Japan-Indonesia Cultural, Economic and Tourism Mission.

Toshiro Nikai, Ketua General Council LDP dan sekaligus Ketua Liga Parlemen Jepang-Indonesia menyebutkan bahwa program di atas bertujuan untuk lebih memperkuat hubungan people to people antara Indonesia dan Jepang. Saat kunjungan tersebut akan diselenggarakan berbagai kegiatan. Antara lain, acara kunjungan budaya, diskusi, kunjungan ke daerah-daerah dan lain-lain.

“Saya percaya kunjungan ini akan amat bermanfaat.” Demikian Nikai dalam konperensi pers di Tokyo yang dihadiri oleh sekitar tiga puluh kalangan media massa Jepang dan juga Indonesia. Konperensi pers ini dihadiri juga oleh Dubes RI untuk Jepang, Rabu (16/9-2015).

preskon2

Sementara itu, Dubes Yusron dalam kesempatan yang sama menyebutkan bahwa sebagai wakil pemerintah Indonesia, ia menyambut baik inisiatif Nikai tersebut.

”Saya percaya kunjungan seribu orang terpilih Jepang ke Indonesia membawa dampak yang besar bagi kerjasama dan pemahaman antar kedua bangsa. Termasuk di dalamnya adalah kerjasama dan investasi antar provinsi-provinsi Jepang dengan provinsi-provinsi di Indonesia,” ujar Yusron.

Yusron dan Nikai tampak amat akrab dalam konperensi pers di atas. Menurut Yusron, kersajama dirinya dengan Nikai dalam mensponsori kebijakan bebas visa kedua Negara memang telah  berjalan sejak satu setengah tahun yang lalu. Termasuk di dalamnya adalah melakukan lobi-lobi ke pihak terkait. Alhamdulillah upaya itu membuahkan hasil, ujar dia.

Dalam melakukan lobi atau desakan terkait penggiringan untuk bebas visa itu, Yusron mengaku berkoordinasi dengan Nikai.

“Lobi atau desakan yang dilakukan KBRI Tokyo untuk bebas visa bagi warga Indonesia ke pihak Jepang selalu dikoordinasikan atau nimimal dikonsultasikan dengan Pak Nikai,” ujar Yusron mengenang perjuangan bebas visa kedua Negara. Pak Nikai pun meminta Yusron agar langkah mereka kompak dan tidak tabrakan.

“Ini skanerio di belakang layarnya, ujar Yusron.

Jumlah wisatawan Jepang yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015 untuk periode Januari hingga Juli mencapai 264,000 mengalami kenaikan hampir 2 persen dibandingkan tahun 2014. Wisatawan Jepang paling tinggi masuk melalui Bandara Ngurah Rai, sebesar 123,295 orang dibandingkan Jakarta di posisi kedua dengan 112,170 orang wisatawan Jepang. Pintu ketiga terbesar yang dikunjungi warga Jepang adalah Batam dengan 12,948 orang.

Sebaliknya jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang di tahun 2015 pada kurun waktu yang sama (Jan-Jul) mencapai 122,142 orang, naik 33 persen dari jumlah tahun 2014 yaitu 92,118 orang.

Selain bebas visa, jalur penerbangan menjadi salah satu aspek yang penting untuk peningkatan wisatawan kedua negara. Jepang memiliki All Nippon Air (ANA) dan Japan Airline (JAL) yang membawa warga Jepang ke Indonesia, sebaliknya Garuda Indonesia juga melayani jalur melalui bandara Haneda, Narita dan Kansai. Garuda juga melayani penerbangan charter ke Sapporo pada waktu peak season saat Snow Festival di bulan Januari-Februari.

Dokumen Video: