“Indonesia patut berbangga dengan hadirnya tiga pemahat es Indonesia berkelas dunia di 43rd Sapporo International Snow Sculpture Contest”, ungkap Dubes Yusron Ihza Mahendra dalam acara pembukaan festival (4/2/2016). 

Kehadiran Dubes RI di Sapporo Festival, selain memberikan semangat dan dukungan bagi Tim Indonesia dalam kompetisi tersebut, juga memenuhi undangan Gubernur Hokkaido dan Walikota Sapporo guna membahas berbagai potensi kerjasama khususnya pariwisata yang dapat dikembangkan antara daerah di Indonesia dengan daerah Hokkaido.

Bertempat di International Square Odori Park, Tim Indonesia yang terdiri dari Giri Subagio, Bambang Supriyanto dan Sapto Hudoyo menampilkan kreasi indah bertema “Tsunami”. Dalam kreasi tersebut dihadirkan berbagai ornamen berupa gelombang laut dan kapal layar pinisi.  Hasil karya setinggi kurang lebih 15 meter ini membuat pavilion Indonesia dipadati para pengunjung yang terpukau akan keindahan serta pola ukiran yang detil dan unik dari seni pahat Tim Indonesia.

Ketua Tim Giri Subagio menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh wakil pemerintah. “Kami merasa bahagia karena di tengah minimnya perhatian dari berbagai pihak ternyata masih ada dukungan dari wakil pemerintah di Jepang” . 

Giri berharap semoga keikutsertaan Tim Indonesia di festival bergengsi ini dapat membawa kebanggaan serta membuka mata pihak terkait baik pemerintah dan swasta untuk memberikan dukungan bagi mereka dalam turut mempromosikan Indonesia di luar negeri.

Dalam perlombaan bertaraf internasional ini, ternyata kesulitannya bukan sekedar perlombaan itu sendiri tetapi juga konsistensi partisipasi setiap negara. Panitia penyelenggara tidak sembarangan menerima peserta perwakilan sebuah negara. Negara yang mendaftar untuk berpartisipasi harus memastikan mereka mampu mengirimkan perwakilannya setiap tahun, jika tidak negara tersebut akan didiskualifikasi keikutsertaannya ditahun berikutnya. Hal ini juga sempat menimpa Tim Indonesia dikarenakan permasalahan pendanaan.  Sampai saat ini, pendanaan memang dilakukan secara mandiri dengan bantuan terbatas para sponsor .

Tahun ini festival ini diadakan di tiga lokasi: Taman Odori, Susukino, dan Sapporo Satoland. Di lokasi Taman Odori dipamerkan ukiran es dan salju berukuran sangat besar, termasuk pahatan es berbentuk miniatur bangunan terkenal. Pameran ukiran es yang lebih kecil diadakan di Susukino, sementara acara untuk keluarga diadakan di Sapporo Satoland.