Beberapa siswa tampak antusias untuk mencicipi rendang padang, asam padeh dan soto ayam lamongan yang baru saja selesai didemonstrasikan cara membuatnya oleh ahli kuliner kenamaan Indonesia, William Wongso dan tim. Demo masak ini diselenggarakan di Hattori Nutrition College dan Le Cordon Bleu, sekolah kuliner yang prestisius di Jepang (12/05/2016). 130 peserta nampak memenuhi ruang kelas tersebut, yang sebagian besar adalah mahasiswa Jepang sejumlah 82, beberapa media yang berhubungan dengan dunia kuliner dan pendidikan masak, serta perusahaan yang terkait dengan sekolah masak. Chef William Wongso beserta tim dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 jurusan Tata Boga, Kudus nampak asyik dan interaktif dalam membagikan ilmu cara memasak ketiga hidangan tersebut kepada para peserta.

“Indonesia memiliki tradisi kuliner yang sangat kaya, bahkan mungkin paling kaya di dunia, karena masakan Indonesia merupakan cermin keberagaman budaya dan tradisi negeri kami”, demikian ujar isteri Duta Besar RI Tokyo, Dr. Dewi Lusiana Ihza Mahendra dalam pembukaan workshop di kedua tempat tersebut.

Selain itu, masakan Indonesia dikenal memiliki cita rasa yang kuat, karena dalam proses pembuatannya menggunakan banyak sekali rempah-rempah khas Nusantara, sehingga inilah kebanggaan kami sebagai bagian dari Indonesia yang memiliki keberagaman, tambah  Dewi.

“KBRI Tokyo bekerjasama dengan Djarum Foundation mendatangkan SMK Negeri 1 Kudus dan chef William Wongso untuk berbagi pengetahuan tentang kuliner Indonesia kepada pelaku industri makanan seperti hotel dan restoran”, ujar Minister Counsellor Ricky Suhendar.

“Tujuan jangka panjangnya adalah tidak hanya untuk diplomasi kuliner Indonesia namun untuk penetrasi pasar industri kuliner Jepang lanjut Ricky.

Rangkaian acara untuk memperkenalkan kuliner Indonesia akan  dilanjutkan dengan Indonesian Culinary Fair Tokyo 2016 : the Taste of Indonesia selama satu setengah bulan mulai 16 Mei-30 Juni 2016 di Hotel Prince Shinagawa Tokyo dengan menghadirkan  ragam menu masakan Indonesia dan mengundang berbagai tamu undangan utamanya pelaku industri makanan, pemerhati kuliner, travel biro, politisi, serta pemerhati budaya. Dalam resepsi tersebut juga akan ditampilkan budaya tradisional Indonesia atas dukungan Kementerian Pariwisata RI.