11 film Indonesia yang tampil di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke 29 menarik minat di kalangan Jepang selama periode pemutaran yang dimulai dari 25 Oktober hingga 3 November 2016. Setidaknya hal ini tercermin dari ludesnya tiket pemutaran film-film Indonesia tersebut serta pujian dari berbagai kalangan pelaku industri film pada Asian Networking Reception yang diadakan di Academy Hills, Roppongi Hills, Tokyo (26/10/16).  Kesebelas film Indonesia tersebut diputar di bioskop kenamaan Jepang, Toho Cinema yang berada di kawasan Roppongi Hills.

“Melalui pemutaran film Indonesia ini diharapkan akan menjadi kesempatan yang baik bagi publik Jepang untuk mengetahui budaya dan kemajuan industri film Indonesia”, ujar Dubes Yusron Ihza Mahendra.

Sementara itu, President Japan Foundation, Dubes Hiroyasu Ando, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penggiat film untuk terus berkarya, serta bagi penggiat film dari negara-negara Asia.

“Kami berharap dalam acara resepsi yang dihadiri sekitar 350 undangan baik kalangan Jepang maupun asing dapat menjadi forum diskusi dan menambah jejaring antar sesama penggiat dan pelaku industri film, ungkap Dubes Ando.

Dalam festival film tahun ini menampilkan film karya sutradara muda Indonesia berbakat dan mengangkat berbagai macam tema. 11 film tersebut diantaranya karya Teddy Soeriaatmadja (About a Woman, Something in the Way dan Lovely Man), Nia Dinata dengan film Inilah Kisah Tiga Dara, Catatan Dodol Calon Dokter karya Ifa Isfansyah, Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko, Sendiri Diana Sendiri karya Kamila Andini, Edwin melalui film Someone’s Wife in the Boat of Someone’s Husband, film Fiksi karya Mouly Surya, Athirah karya Riri Riza serta film yang telah direstorasi yakni Lewat Djam Malam. Selain film-film tersebut, terdapat film Salawaku garapan Pritagita Arianegara berkompetisi pada program Asian Future dalam kategori Best Asian Future Award TIFF 2016.

festfilm02

Program pemutaran film yang diluncurkan oleh Japan Foundation Asia Center dan Tokyo International Film Festival, yang tahun ini memasuki tahun ketiga untuk memberikan ruang kepada penggiat film di Asia dalam memperkenalkan karyanya di ajang bergengsi dan berskala internasional.

festfilm01