Institute for Global Environmental Strategies (IGES) Jepang bekerjasama dengan KBRI Tokyo, Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), Universitas Okayama dan Universitas Kyoto melaksanakan Seminar bertajuk  “Konsesi Restorasi Ekosistem di Indonesia/Ecosystem Restoration Concessions in Indonesia” pada hari Kamis, tanggal 15 Juni 2017 bertempat di  Ruangan Lobby, KBRI Tokyo.

Seminar menghadirkan 10 pembicara yang berasal dari Kementerian LH dan Kehutanan (Direktur Usaha Jasa Lingkungan dan Hasil Hutan Bukan Kayu), IGES, EES Malaysia; Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center dan 6 pemegang lisensi konsesi restorasi ekosistem di Indonesia ( PT Restorasi Ekosistem Indonesia / Hutan Harapan; PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia; PT Rimba Makmur Utama; PT Rimba Raya Conservation dan PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari). Seminar dihadiri oleh lebih dari 65 peserta yang berasal dari perusahaan swasta, para pakar universitas, lembaga riset, LSM lingkungan dan media massa yang tertarik terhadap pengusahaan Konsesi Restorasi Ekosistem di Indonesia. 

Seminar dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada sektor swasta dan para pakar/ahli di Jepang terhadap pengusahaan Konsesi Restorasi Ekosistem (Ecosystem Restoration Concessions/ERC)  yang tertarik pada konservasi hutan dan pemanfaatan ERC berkelanjutan  di Indonesia.  Pemegang lisensi restorasi ekosistem (IUPHHK-RE) dapat melakukan kegiatan usaha dengan memanfaatkan hutan, mulai dari hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, serta pemanfaatan kawasan dan hasil hutan kayu yang dapat berkontribusi terhadap pemulihan (restorasi) hutan alam yang terdegradasi untuk jangka waktu selama 60 tahun.

Dalam sambutannya, Duta Besar H.E. Arifin Tasrif menyampaikan konsesi restorasi ekosistem sebagai salah satu skema baru pemanfaatan hutan  dengan mengembalikan ekosistem hutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dalam mengatasi perubahan iklim dan pada saat bersamaan memberikan kontribusi bagi perbaikan ekonomi masyarakat sekitarnya.  Beliau juga menyampaikan harapannya agar perusahaan swasta di Jepang bermitra dengan pemegang lisensi ERC untuk dapat berkontribusi nyata pada upaya-upaya konservasi dan restorasi hutan alam di Indonesia.