Gempa bumi 5 skala Richter telah mengguncang Jepang Barat Daya pada hari Senin, 19 Juni 2017 tengah malam. Gempa berpusat 40 kilometer di Selat Bungo antara Pulau Kyushu dan Pulau Shikoku. Getaran juga dapat dirasakan di Prefektur Oita dan di beberapa area di Prefektur Kumamoto dan Prefektur Miyazaki.

Sejauh ini tidak ada berita mengenai korban warga negara Jepang maupun Indonesia atau kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi. Pemerintah Jepang juga tidak mengaktifkan peringatan Tsunami menyusul terjadinya gempa.

Pemberitaan setempat juga menyampaikan bahwa tidak ada perubahan aktivitas yang signifikan pada PLTN Ikata di Prefektur Ehime, PLTN Sendai di Prefektur Kagoshima, dan PLTN Genkai di Prefektur Saga.

KBRI Tokyo terus memantau kondisi para WNI yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia di Ritsumeikan Asia Pacific University.

Mengingat lokasi Jepang yang rawan bencana gempa, KBRI Tokyo senantiasa menghimbau WNI yang tinggal di Jepang untuk melakukan persiapan agar selalu siaga menghadapi bencana dan khususnya untuk selalu memantau serta mengikuti instruksi dan panduan menghadapi bencana dari pemerintah Jepang.

Langkah-langkah agar siaga menghadapi bencana dapat dilihat secara rinci di link ini.

Link:

Himbauan Kesiapan WNI di Wilayah Rawan Bencana di Jepang

(http://kbritokyo.jp/himbauan-kesiapan-wni-di-wilayah-rawan-bencana-di-jepang/)