Kegiatan Promotion / Market Sounding untuk Projek Kereta Api Potensial di Indonesia dengan Skema KPBU telah berhasil dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2019 di KBRI Indonesia – Tokyo. Pembukaan acara kegiatan dibuka secara langsung oleh Bapak Syamsu Rizal selaku Atase Perhubungan untuk Jepang dengan didampingi oleh Bapak Otto Ardianto sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Investasi dan Keuangan Kementerian Perhubungan dan Bapak Imran Rasyid sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan.

Kegiatan Benchmark and Promotion / Market Sounding sebagaimana dimaksud diselenggarakan atas insitatif Direktorat Jenderal Perkeretaapian  berkerja sama dengan Inspektorat Jenderal, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, serta perwakilan dari Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan yakni Biro Perencanaan, dan Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan dengan kerja sama bersama konsultan yang merupakan tenaga ahli dari masing-masing proyek potensial yang dipromosikan.

Acara ini disambut secara positif oleh agensi dan perusahaan terkemuka serta instansi pemerintah di Jepang. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnya antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta tamu undangan yang hadir pada kegiatan Promotion / Market Sounding sejak pukul 09.00 waktu Tokyo, antara lain dari JAPINDA, The Bank of Tokyo – Mitsubishi UFJ (MUFG), Marubeni Corp., Sumitomo, Tokyo Construction Co., Ltd, Suganuma Sesakusho Co., Ltd, Obayashi Corp., OCAJI, Kajima Corp., Ministry of Land Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT), dan perusahaan lainnya. Pihak yang memberikan paparan dalam acara ini adalah Bapak Otto Ardianto dengan penjelasan terkait proyek-proyek KPBU yang sedang berproses dan yang telah berhasil dilakukan oleh Kementerian Perhubungan serta brief terkait skema KPBU yang berlaku di Indonesia, sedangkan perwakilan dari konsultan memberikan penjelasan secara detail informasi proyek dan peluang investasi untuk 4 (empat) proyek kereta api yang ditawarkan.

Adapun 4 (empat) proyek dengan skema KPBU yang dijelaskan dan ditawarkan kepada para investor dalam kegiatan dimaksud yaitu :

  1. Perkeretaaapian Mengwitani – Singaraja (Bali);
  2. Perkeretaapian Perkotaan Semarang (Jawa Tengah);
  3. Perkeretaapian Kota Padang – Pulau Baai (Bengkulu);
  4. Perkeretaapian Medan – Binjai – Deli Serdang (Sumatera Utara).

Pada kesempatan ini, MLIT selaku Pemerintahan Jepang memberikan dukungan atas inisiasi promosi proyek yang dilakukan. Selain itu, terdapat beberapa pihak dari perusahaan swasta di Jepang yang menyatakan minat terhadap beberapa proyek potensial yang ditawarkan—baik melalui Letter of Interest (LOI) maupun diskusi langsung dalam forum Questions and Answers antara pihak Indonesia dan Jepang. Seluruh panitia dari pihak Indonesia turut serta dalam diskusi terkait semua proyek yang ditawarkan. Dalam Letter of Interest yang dikumpulkan, secara umum dapat dilihat bahwa mayoritas minat dari pihak Jepang tertuju pada proyek perkretaapian dengan skema KPBU di Mengwitani – Singaraja (Bali).

Dengan adanya kegiatan Market Sounding, Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan, berharap dapat menarik minat para investor untuk melakukan kerjasama dalam pengembangan proyek infrastruktur perkeretaapian. Tujuan akhir dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk mempererat jalinan kerja sama antara pihak Indonesia dan pihak Jepang dengan saling menguntungkan kedua belah pihak.