Hingga hari ini 20 Februari 2020, ada total 4 WNI yang teridentifikasi tertular COVID-19 setelah sebelumnya dikarantina di atas kapal Diamond Princess yang bersandar di pelabuhan Yokohama di sebelah Selatan ibukota Tokyo.

Dua WNI tersebut dirawat di RS di Chiba, sedangkan dua lainnya dirawat di RS di selatan Tokyo. Sisa 74 WNI lainnya masih di atas kapal sambil menunggu tes kesehatan dilalui sebagai syarat untuk dinyatakan bebas COVID-19 dan diperbolehkan terjun lagi ke masyarakat di Jepang.

KBRI Tokyo sejak awal masa karantina tersebut telah memohon dan kemudian diberikan akses untuk berkomunikasi dengan para WNI yang seluruh 78-nya adalah pekerja di atas kapal Diamond Princess yang berbendera Inggris dan baru saja kembali dari pelayaran round-trip dari Yokohama (dekat Tokyo) dan berakhir 14 hari kemudian setelah mampir sebentar di Okinawa, Hongkong. Total ada 2,666 penumpang dan 1,045 ABK.

Para WNI tersebut menjadi awak kapal di berbagai bidang seperti Technical, Engineering, Food & Beverages, Housekeeping, serta di Restaurant kapal. Selama kontrak mereka berbulan-bulan dengan perusahaan Princess Cruises asal Amerika Serikat. Sekali kontrak, mereka bisa berada di laut selama berbulan-bulan, namun dengan tersedianya Internet di atas kapal maka setiap ABK bisa menjalin komunikasi dengan keluarganya.

Hari ini adalah hari kedua di mana aparat kesehatan Jepang melakukan prosedur pengujian untuk memastikan bahwa semua yang telah dikarantina dapat meninggalkan kapal dengan predikat tidak tertular COVID-19. Meskipun sejak kemarin ratusan penumpang telah diizinkan turun dari kapal, para ABK WNI belum semuanya lolos uji bebas-COVID-19 tersebut. Sambil mengajak para WNI untuk bersabar, KBRI Tokyo juga mendoakan agar tidak ada lagi di antara mereka yang terjangkit COVID-19, agar semuanya dapat segera kembali ke kehidupan masing-masing.