Kunjungan Komite IV DPD RI di Jepang untuk Telaah UU Pajak Pertambahan Nilai

Saat ini Jepang mengalami fenomena penuaan populasi (ageing society), dimana jumlah usia produktif semakin sedikit dan populasi usia manula semakin banyak. Dengan komposisi tersebut, pendapatan pajak juga semakin menurun dan biaya pensiun serta kesehatan semakin besar. Pajak konsumsi Jepang berada pada angka 8% setelah terakhir dinaikkan dari 5% pada April 2014 dan sempat berdampak negatif pada laju pertumbuhan ekonomi Jepang. Pemerintah Jepang telah menunda kenaikan pajak konsumsi menjadi 10% hingga Oktober 2019.

Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat Kementerian Keuangan Jepang dalam pertemuan dengan Delegasi Wakil Ketua Komite IV DPD RI yang dipimpin oleh Bapak Drs. A. Budiono M.Ed., didampingi 12 anggota. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke Jepang (27-31/08) untuk telaah implementasi dan pendalaman materi terkait penyusunan Rancangan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai.

Selain pertemuan dengan Kementerian Keuangan Jepang, delegasi juga telah bertemu dengan National Tax College (NTC) di Wako Campus di Prefektur Saitama, Walikota Kisarazu di Prefektur Chiba, dan Federasi Bisnis Jepang (Keidanren). Pertemuan dirancang untuk mempelajari peraturan dan perundang-undangan di Jepang terkait dengan Pajak Konsumsi dan isu-isu perpajakan secara umum di Jepang, baik pada tingkat Pusat maupun di daerah.

Dalam kunjungan ke Kota Kisarazu, Prefektur Chiba, delegasi diterima oleh Walikota Kisarazu, Yoshikuni Watanabe. Pada 18 November 2016, Kisarazu City telah menandatangani kerja sama sister city dengan Kota Bogor dengan fokus kerja sama di bidang pariwisata, pendidikan, pertanian, kebudayaan, dan kesehatan.

Di Keidanren, Delegasi Komite IV DPD RI telah diterima oleh Ketua Komite Ekonomi Indonesia-Jepang, didampingi belasan perwakilan dari perusahan-perusahaan dari berbagai sektor industri dan perdagangan di Jepang. Selain membahas mengenai perpajakan di Jepang, pertemuan juga telah membahas mengenai kebijakan perpajakan di Indonesia yang diharapkan oleh para pebisnis Jepang dapat lebih kompetitif dengan diluncurkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Indonesia Mengecam Uji Coba Rudal Korea Utara

Jakarta: Indonesia (29/8) mengecam uji coba peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara pada 28 Agustus  2017, yang melewati ruang udara negara lain dan membahayakan jalur penerbangan.

Tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi DK PBB terkait, khususnya resolusi 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017).

Indonesia mendesak Korea Utara agar sepenuhnya memenuhi kewajiban internasionalnya, termasuk melaksanakan sepenuhnya resolusi-resolusi DK PBB.

Indonesia menegaskan kembali bahwa stabilitas di Semenanjung Korea sangat penting artinya. Untuk itu, Indonesia mengajak semua negara untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea.

Kementerian Luar Negeri

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-72 di Tokyo Menegaskan Hubungan Indonesia – Jepang yang Semakin Erat

Bertempat di Hotel Imperial, Tokyo, lebih dari 500 orang undangan dari kalangan Pemerintah, pengusaha dan komunitas diplomatik di Jepang menghadiri acara resepsi diplomatik dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 pada Jumat lalu (25/08).

Dalam sambutannya, Duta Besar Arifin Tasrif menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan rakyat Jepang yang selama hampir 60 tahun terakhir telah menjalin kerja sama yang sangat erat dengan Indonesia, sehingga membawa dampak ekonomi yang positif bagi kedua negara.

Dalam resepsi tersebut, Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda, yang saat ini adalah Ketua Japan Indonesia Association (JAPINDA), memimpin toast mengharapkan masa depan yang lebih sukses bagi negara dan rakyat Indonesia serta hubungan bilateral Indonesia – Jepang yang lebih erat di masa mendatang.

Selaku tamu kehormatan, Tetsuma Esaki, Menteri Negara untuk Okinawa dan Wilayah Utara Jepang, menyampaikan ucapan selamat secara resmi atas nama Pemerintah Jepang. Telah hadir juga Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, Dewi Soekarno, dan Rachmat Gobel, Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang.

Acara dimeriahkan oleh penampilan tari tradisonal Bajidor Kahot, Zapin, Jejer gandrung dan tari Tifa, dilanjutkan oleh berbagai penampilan budaya khas Indonesia lainnya, berupa musik kacapi suling, gamelan Jawa, dan arumba yang dimainkan oleh para Indonesianis Jepang.

Event ini juga dimanfaatkan untuk lebih mempopulerkan batik melalui peragaan koleksi batik dari Itang Yunasz dan Iwan Tirta oleh 10 orang peragawati dari Indonesia. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh KBRI Tokyo untuk mempromosikan kuliner Indonesia melalui sajian sop buntut dan nasi goreng.

500 Warga Indonesia Meriahkan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Tokyo

15 anggota Paskibra Tokyo dengan langkah tegap memasuki halaman Wisma Duta Besar Tokyo tempat pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-72 pagi ini (17/08) untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Langit Tokyo yang mendung tidak menghalangi tak kurang dari 500 masyarakat Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta upacara juga dihibur dengan aubade lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh para siswa Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Ke-15 orang anggota Paskibra tersebut merupakan bagian dari total 20 orang Paskibra yang terdiri dari para siswa SRIT yang telah berlatih dengan intensif selama 1 bulan di bawah pembinaan Atase Pertahanan KBRI Tokyo. Usai masa latihan, ke-20 Paskibra tersebut dikukuhkan dalam upacara pengukuhan yang berlangsung di SRIT pada hari Selasa lalu (15/07).

Turut hadir pula dalam upacara bendera adalah friends of Indonesia, diantaranya Yasuo Fukuda, mantan Perdana Menteri Jepang yang juga menjabat sebagai Ketua Japan-Indonesia Association (JAPINDA). Usai upacara, Dubes RI Tokyo, Arifin Tasrif mengundang Yasuo Fukuda untuk melakukan pemotongan tumpeng bersama yang menandai peringatan HUT RI ke-72.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI Tokyo juga mengumumkan telah terbentuknya Ikatan Pengusaha Indonesia di Jepang (IPIJ). Beliau berharap bahwa dengan terbentuknya ikatan tersebut, para pengusaha Indonesia di Jepang dapat bersinergi dengan baik sehingga menjadi lebih kompetitif di pasar Jepang.

Upacara peringatan di Wisma Dubes RI Tokyo diliput oleh stasiun televisi setempat, BS-TBS, yang juga mewawancarai Dubes Arifin Tasrif mengenai hubungan bilateral RI-Jepang untuk ditayangkan pada acara  “Ichiryu Yoshio ga tou” (Yoshio Ichiryu Speaks).

Dubes RI Tokyo juga diwawancarai untuk siaran langsung oleh media komunitas Indonesia di Jepang, yaitu Radio PPI Jepang (http://jradiowp.ppijepang.org) yang mengudara 2 jam setiap harinya, pada pukul 19.00-21.00 waktu Jepang atau pukul 17.00-19.00 WIB.

Bagi seluruh peserta upacara disediakan berbagai hidangan khas Indonesia dan juga makanan Jepang, wagyu halal, kontribusi dari pengusaha muslim Jepang.

Kunjungan Dubes RI ke Prefektur Saitama Dalam Rangka Peningkatan Hubungan Kerja Sama Dunia Usaha dan Ketenagakerjaan Saitama City

Pada tanggal 7 Agustus 2017, Dubes RI Arifin Tasrif telah melakukan kunjungan dan pertemuan jamuan makan siang atas undangan Gubernur Prefektur Saitama, Mr. Kiyoshi Ueda di kediaman Gubernur di Saitama City. Pada kesempatan tersebut Gubernur Ueda didampingi oleh antara lain oleh Mr. Tetsuya Kobayashi (Speaker Saitama Prefectural Assembly), Mr. Seiji Suzuki (Presiden Asosiasi Persahabatan Parlementer Saitama-ASEAN), dan Mr. Eijiro Miyazaki (Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Parlementer Saitama-ASEAN). Sementara Dubes RI didampingi antara lain oleh Minister Counsellor Fungsi Politik, Minister Counsellor Fungsi Pensosbud, Atase Perdagangan dan Atase Perindustrian.

Dalam pertemuan tersebut Dubes RI menggarisbawahi pentingnya peran aktif Gubernur Saitama, yang berkunjung hampir setiap tahun ke Indonesia, dalam menciptakan hubungan people to people dan business to business yang kondusif antara masyarakat dan pebisnis di Saitama Prefektur dan Indonesia. Dubes RI juga menegaskan komitmen KBRI Tokyo untuk ikut berperan dalam mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini. Beberapa isu yang menjadi perhatian bersama Dubes RI dan Gubernur Saitama antara lain perlunya terus memfasilitasi perusahaan Saitama yang berinvestasi di Indonesia, pentingnya SDM berkualitas asal Indonesia (trainee, nurse dan caregivers) bagi pertumbuhan perusahaan asal Saitama baik di Indonesia maupun di Jepang, perlunya memperkuat pelatihan bahasa Jepang bagi SDM asal Indonesia, adanya peluang menjalin kemitraan antar UKM Indonesia dengan UKM Saitama di bidang food processing, peluang investasi teknologi dan infrastruktur untuk sektor kesehatan di Indonesia, dan potensi kerja sama pelatihan dan alih teknologi di sektor pertanian dan perkebunan.

Di tahun 2018, Indonesia dan Jepang akan merayakan peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik antara kedua negara. Dubes RI berharap Prefektur Saitama dapat ikut memeriahkan perayaan hubungan penting kedua negara, terutama dengan pengalaman yang luas dalam menjalin kemintraan bisnis dan people to people contact antara Prefektur Saitama dengan Indonesia selama ini. Gubernur Saitama juga berkesempatan memperkenalkan jenis ikan Koi yang disilang dari Koi Jepang dengan jenis ikan mas asal Sukabumi, yaitu ikan kumpai yang memiliki punuk tebal dan sirip panjang. Ikan hasil kawin silang tersebut kemudian menjadi perhatian keluarga Kaisar yang juga memeliharanya di Istana.

Selain pertemuan dengan Gubernur Saitama, Dubes RI dan delegasi juga dijadwalkan untuk mengunjungi Omiya Bonsai Art Museum di Saitama yang merupakan satu-satunya museum Seni Bonsai milik publik di dunia. Museum memiliki berbagai koleksi bonsai yang nilainya dilihat dari aspek umur, bentuk yang unik, dan sejarah kepemilikannya. Dubes RI berharap Museum dapat meluangkan waktu untuk berkunjung ke KBRI Tokyo dan mengajarkan teknik membuat dan memelihara Bonsai kepada staf dan masyarakat Indonesia di Tokyo.

Dubes RI juga telah dijadwalkan untuk mengunjungi Railway Museum Saitama, yang memamerkan sejarah perkeretaapian di Jepang, khususnya Jepang Timur, dan yang terkait dengan sejarah Shinkansen pertama di Jepang. Sejarah perkeretaapian di Jepang dimulai sejak tahun 1872 dengan bantuan teknologi dari Inggris dan Amerika. Teknologi tersebut kemudian dikembangkan oleh Jepang dan akhirnya meluncurkan teknologi Kereta Api Cepat Shinkansen pada tahun 1964. Saat ini Jepang sedang dalam tahap akhir pengembangan teknologi Magnetic Levitation (Mag-lev) untuk kereta api super cepat yang sedang dibangun untuk rute Tokyo-Nagoya-Osaka dan akan rampung pengerjaan pada tahun 2027.