Menang Miss International 2017, Kevin Lilliana: Indonesia We Did It!

Tokyo – Nama Indonesia hari ini, Selasa (14/11/2017), bergaung di panggung ratu kecantikan Miss International 2017. Kevin Lilliana sebagai perwakilan dari Indonesia berhasil meraih mahkota Miss International 2017. Ini merupakan pertama kalinya Indonesia mendapatkan gelar juara Miss International.

Kevin Lilliana dinobatkan sebagai pemenang Miss International 2017 di Tokyo Dome City Hall, Jepang. Saat diumumkan menjadi pemenang, wanita 21 tahun itu terlihat menangis haru. Ia tampil cantik mengenakan gaun malam warna merah muda rancangan Ivan Gunawan.

Setelah menerima mahkota Miss International 2017, Kevin Lilliana mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Miss International. Ia juga akan berdiri untuk keragaman budaya yang ada di seluruh dunia. Kevin Lilliana terlihat percaya diri.

“Ini seperti mimpiku jadi kenyataan. Terima kasih untuk seluruh Miss International organization telah memberikanku kesempatan ini. Aku akan menyebarkan kedamaian dan melakukan pertukaran budaya di dunia. Arigato Gozaimasu. Indonesia, we did it!” ujar Kevin Lilliana usai disematkan mahkota Miss International 2017 di Tokyo Dome City Hall, Jepang, Selasa (14/11/2017).

Kevin Lilliana mengalahkan empat kontestan lainnya yang sebelumnya sama-sama masuk babak lima besar Miss International 2017. Dia berhasil mengalahkan finalis dari Venezuela, Australia, Jepang, dan Curacao.

Prestasi Kevin di Miss International 2017 ini melampaui pencapaian pendahulunya Felicia Hwang. Runner up Pertama Puteri Indonesia 2016 itu hanya mampu mencapai juara ketiga Miss International 2016. Sebelum menang Miss International 2017, Kevin Lilliana dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2017 sekaligus juara dua atau runner up pertama dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2017. (sumber : Detik.com)

Pertemuan Bilateral Presiden RI dan Perdana Menteri Jepang di Sela-sela KTT ASEAN 2017 dan Peluncuran Logo Peringatan Ke-60 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Jepang

Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Jepang Y.M. Shinzo Abe telah melakukan pertemuan bilateral di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN di Manila, Filipina pada tanggal 12 November 2017. Pertemuan terakhir kedua pemimpin adalah pada tanggal 15 Januari 2017 di Bogor, Indonesia.

Presiden RI dan PM Jepang telah membahas dan menyepakati berbagai upaya peningkatan kerja sama bidang politik dan keamanan, kerja sama kemaritiman, kerja sama infrastruktur dan investasi, perayaan ke-60 tahun hubungan diplomatik RI-Jepang, serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian kedua pemerintah.

Pada kesempatan pertemuan juga telah diluncurkan bersama logo peringatan ke-60 tahun hubungan diplomatik RI-Jepang yang akan dirayakan pada tahun 2018. Pemenang lomba desain logo terbuka untuk peringatan 60 tahun hubungan diplomatik RI-Jepang adalah Sdr. Krisna Setya Wiratama, seorang siswa dari SMA di Ngawi, Jawa Timur. Pemenang diambil dari 469 desain dari Indonesia dan Jepang yang telah disayembarakan antara tanggal 26 Juli dan 30 September 2017 di kedua negara.

Pemberian Penghargaan Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star kepada Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE

Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE telah menerima penghargaan Order of the Rising Sun, Gold, and Silver Star dari Pemerintah Jepang bertempat di Istana Kaisar Jepang, Tokyo, 7 November 2017.

Penghargaan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang, Y.M. Shinzo Abe tersebut merupakan wujud pengakuan dunia internasional atas kontribusi Bapak Azyumardi Azra dalam meningkatkan pertukaran antar kalangan akademisi dan mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Pasca penerimaan penghargaan, Bapak Azyumardi Azra dan para penerima penghargaan lainnya berkesempatan untuk melakukan audiensi dengan Kaisar Akihito.

Penghargaan Order of the Rising Sun, Gold, and Silver Star yang diinisiasi sejak tahun 1875, merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan kepada para tokoh dari berbagai negara yang telah berjasa dalam memperat tali persahabatan Jepang dengan negara mitra.

KBRI Tokyo Menggelar Seminar Legalitas Kayu (SVLK) Indonesia dan “Clean Wood Act” Jepang

KBRI Tokyo telah melaksanakan kegiatan Seminar bertajuk “Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) Indonesia dan “Clean Wood Act” Jepang: Sebuah Tantangan dan Peluang” yang diadakan di Lobby KBRI Tokyo pada tanggal 26 Oktober 2017.  Seminar ini terselenggara sebagai bagian dari tanggung jawab KBRI Tokyo dalam meningkatkan hubungan kerjasama di bidang perdagangan produk kayu antara kedua negara.

Seminar legalitas kayu Indonesia dan Jepang ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kebijakan import ‘Clean Wood Act’ kepada Pemerintah RI dan asosiasi industri kehutanan hulu dan hilir di Indonesia, serta untuk mengupdate implementasi dan mempromosikan SVLK yang telah memperoleh Lisensi FLEGT kepada para pihak di Jepang dalam rangka mendorong ekspor kayu Indonesia ke Jepang yang mengalami stagnasi dan sedikit penurunan sesuai data statistik 5 tahun terakhir.

Pembukaan Seminar dilakukan dengan penyampaian sambutan (Opening Remarks) oleh Wakil Duta Besar KBRI Tokyo (Dr. Ben Perkasa Dradjat) dan Forestry Agency-MAFF Jepang (Mr. Ken Tamaki) yang dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speakers oleh Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian LH dan Kehutanan (Dr. Putera Parthama). Seminar yang dimoderatori oleh Atase Kehutanan KBRI Tokyo (Dr. Riva Rovani) menyajikan berbagai paparan materi terkait Sistem Verifikasi Legalitas kayu Indonesia dan Clean Wood Act Jepang, dan juga beberapa tinjauan dan pengalaman pelaksanaan di lapangan terkait kedua sistem tersebut di Indonesia dan Jepang.

Pembicara pada seminar ini antara lain berasal dari Kementerian LH dan Kehutanan (Dr. Rufi’ie, Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Hutan), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia/APHI (Dr. David), Asosiasi Panel Kayu Indonesia/APKINDO (Mr. Gunawan Salim), Japan Forest Technology Association/JAFTA (Mr. Yuki Nakamura), Forestry Agency-MAFF Jepang (Ms. Chie Matsuyama), Japan Federation of Wood-Industry Association/JFWA (Mr. Kazuyuki Morita), dan Sumitomo Forestry Co. Ltd (Mr. Eiichi Ishino).

Seminar dihadiri oleh lebih dari 80 peserta yang berasal dari pemerintah Jepang, asosiasi industri kehutanan, perusahaan swasta kehutanan, importer produk kayu, lembaga riset dan LSM Jepang.   Antusiasme kehadiran peserta yang besar pada seminar ini menunjukkan tingginya perhatian berbagai pemangku kepentingan di Jepang terhadap legalitas produk kayu yang masuk ke Jepang dan pentingnya posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor produk kayu terbesar di Jepang selain China, Kanada dan Malaysia.

Pada pembukaan seminar ini, Wakil Duta Besar KBRI Tokyo menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang merupakan mitra strategis dalam perdagangan produk kayu dan olahannya.  Sertifikasi hutan untuk keberlanjutan, legalitas perdagangan kayu dan hilangnya keanekaragaman hayati telah menjadi isu lingkungan utama di Jepang dan hal tersebut telah direspon melalui upaya serius Pemerintah Indonesia untuk melawan pembalakan liar (ilegal logging) dan illegal trade sehingga telah berhasil mengurangi insiden tersebut secara nyata. Pelaksanaan seminar merupakan momentum yang baik bagi kedua pemangku kepentingan di Jepang dan Indonesia untuk saling mempelajari kedua sistem, memahami peluang dan tantangan dalam mempromosikan kayu legal di kedua negara.

Pameran Lingkungan Hidup dan Ekowisata

KBRI Tokyo mengundang Bapak dan Ibu dan Saudara2 semua untuk mengunjungi Pameran Lingkungan Hidup dan Ekowisata yang berlangsung sejak Sabtu kemaren hingga Rabu, 25 Oktober 2017 di ASEAN-JAPAN Center, Tokyo.

 

Pameran menampilkan berbagai produk-produk ramah lingkungan (green products), produk-produk Hasil Hutan Non-Kayu (Madu hutan, gula aren, gaharu, dsb), promosi program-program konservasi di Indonesia, promosi kekayaan lingkungan hayati Indonesia, promosi berbagai lokasi eko-wisata dan lain sebagainya.

Pameran lingkungan hidup dan ekowisata ini juga akan memamerkan berbagai lukisan yang bertemakan lingkungan dari pelukis Yuli Purwanto (Staf Lokal KBRI Tokyo, Indonesia), PED-Mariko Doi (Jepang) dan Ayoeningsih Dyah Woelandhary (Universitas Paramadina, Indonesia).

Untuk memeriahkan pameran ini akan di lakukan Kelas-kelas belajar pertukaran budaya setiap hari, yaitu belajar membatik (Dr. Wanda Listiani dari ISBI Bandung) dan bermain angklung (Ardian Sumarwan dari JEI Angklung Bandung).

Adapun jadwal kelas Belajar sbb:

– Belajar Batik Metode Cold Waxing tiap Hari: 11.00 – 12.00 dan 15.30 – 16.30

-Belajar Bermain Angklung tiap hari:  14.00 – 15.30

Lokasi Pameran:  ASEAN-JAPAN Center,Shin Onarimon Building (Lantai 1), 6-17-19 Shimbashi, Minato-ku, Tokyo 105-0004 (Telepon: 03-5402-8001)