Beranda blog

Pelaksanaan Pemilu 2019 di Tokyo

Pemilihan Umum 2019 (Pemilu) di Tokyo dilaksanakan pada tanggal 14 April 2019 di Balai Indonesia Tokyo pada pukul 08.00–19.00. Pembukaan TPSLN dimulai dengan pengambilan sumpah KPPSLN yang disaksikan oleh PPLN, Panwaslu dan saksi-saksi, baik dari calon Presiden/Wakil Presiden maupun dari partai.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, tim keamanan dikoordinasikan oleh Atase Pertahanan dibantu para staf KBRI Tokyo, Kepolisian RI dan pihak Kepolisian Jepang.

Para calon pemilih terlihat mulai membuat antrian sejak pukul 07.30 dan semakin banyak berdatangan sampai pukul 18.00, sehingga penutupan gerbang lokasi TPSLN yang semula direncanakan pukul 18.00 diundur menjadi pukul 19.00. Namun panitia tetap memberikan pelayanan bagi yang sudah mengantri sampai selesai. Pemilih terakhir tercatat menyalurkan hak suaranya pukul 22.42.

Pemilu di Tokyo mendapat antusias yang tinggi dari WNI yang terlihat dari antrian panjang calon pemilih sejak pagi sampai malam. Tercatat jumlah pemilih yang menyalurkan surat suaranya tercatat sebanyak 1.937 pemilih dari 2.222 calon pemilih. Dengan demikian, persentase partisipasi pemilu mencapai 87,17%. Dari sisi partisipasi dan jumlah pemilih, ini merupakan catatan tertinggi dalam pemilu di Tokyo.

Pemilu telah berlangsung aman dan lancar. Penghitungan suara akan dilakukan kembali di Balai Indonesia pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 yang dimulai pukul 08.00 dengan pembukaan dan pemilahan amplop pelayanan pemungutan suara melalui pos. Selanjutnya proses penghitungan suara dilakukan bersamaan dengan waktu penghitungan di dalam negeri. Masyarakat dapat menyaksikan penghitungan suara di Balai Indonesia pada waktu dimaksud.

Penghitungan surat suara juga telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro, Tokyo. Pada kegiatan tersebut, telah diketahui bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01 Ir H Joko Widodo-KH Maruf Amin mendapatkan suara sebesar 5955 suara diikuti oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno dengan 3534 suara. Selain itu untuk suara pemilu legislatif, PKS dan PDIP menjadi peraih suara tertinggi di wilayah kerja PPLN Tokyo dengan suara sebesar 1869 dan 1727.

Dokumentasi Video:

Rayu Diver Jepang, Kemenpar Ikuti Marine Diving Fair di Jepang

JAKARTA – Potensi sektor wisata bahari Indonesia tak perlu diragukan. Beragam pengahargaan prestisius dunia selalu mampir, melambungkan wisata bahari nusantara. Untuk itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempromosikan keunggulan sektor wisata bahari ke seluruh penjuru dunia. Salah satunya dengan mengikuti Marine Diving Fair (MDF) di Sunshine City Convention Center Hall C,D Ikebukuro, Tokyo, Jepang pada 5 – 7 April 2019.

“Keikut sertaan Kemenpar pada ajang ini adalah untuk meningkatkan promosi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata bahari favorit dunia khususnya diving. Dengan promosi ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan untuk mendukung pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II, Kemenpar Ardi Hermawan, Selasa (2/3).

Ardi menambahkan, keikutsertaan Kemenpar diajang ini sangat penting. Karena MDF adalah pameran wisata selam terbesar dan terpopuler di Jepang. Ajang ini rutin diadakan setiap tahun sejak 1993, dimana tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke–27 kalinya. Pada tahun 2018, MDF dikunjungi oleh 50.598 orang, terdiri dari 82% diver dan 18% resorter.

Pada perhelatan tahun ini, Indonesia menempati booth seluas 96 sqm. Paviliun Indonesia ini akan memfasilitasi 15 peserta industri dari 8 provinsi dengan mayoritas memiliki spesialisasi wisata selam.

Mereka terdiri dari North Sulawesi Travel dari Sulawesi Utara, PT. Indonesia Kaktus Wisata Tirta (Poni Divers Bali) dari Bali, Lembeh Resort dari Sulawesi Utara, serta Noah Maratua Resort dari Kalimantan Timur.

Kemudian juga ada PT. Putra Papua Baru dari Papua Barat, Blue Season Bali (PT. Bali Ocean Adventure) dari Bali, Ena Dive Travel & Marine Adventure dari Bali, serta Cocotinos Hotels & Resorts dari Sulawesi Utara.

“Selain itu juga ada Sangalaki Resort dari Kalimantan Utara, Grand Komodo Raja Ampat Dive Lodge dari Bali, Siladen Island Resort & Spa dari Sulawesi Utara, Pearl of Papua Indonesia dari Jawa Tengah, Doberai Private Island dari Papua Barat, Dive Dream daru Bali serta Garuda Indonesia,” urai Ardi.

Rencananya, berbagai rangkaian kegiatan akan dilakukan Kemenpar dalam MDF. Rangkaian tersebut meliputi publikasi advertorial dengan linking-out & banner, exhibition, presentasi di main stage oleh pakar dive Indonesia, pelayanan spa, hingga cultural performance dan aktifitas interaktif lainnya.

Selain itu juga dilakukan business and consumer meeting. Ada juga pelayanan informasi pariwisata dan pendistribusian bahan promosi pariwisata Indonesia.

Lebih menegaskan nuansa nusantara, keharuman kopi nusantara juga tak lupa disuguhkan. Karena, Indonesia memang sangat terkenal sebagai surganya kopi. Brand-nya pun sudah mendunia.

“Berbagai program ini sengaja kami suguhkan untuk semakin menarik minat wisatawan Jepang untuk berwisata menyelam di Indonesia. Yang pasti kami akan sajikan yang terbaik untuk memikat minat mereka,” terang Ardi.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2018, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia mengalami penurunan 7,52% dibanding tahun 2017. Jumlah wisatawan Jepang selama 2018 mencapai 530.171 wisatawan padahal Kemenpar menargetkan angka kunjungan sebesar 595.000 wisatawan. Sementara itu, pada 2017 jumlah realisasi wisatawan Jepang mencapai 573.310 wisatawan.

Sekali berkunjung, wisatawan Jepang pada umumnya menghabiskan waktu 6 hingga 7 hari. Menurut hasil Passenger Exit Survey (PES) Kemenpar tahun 2016, mereka rata-rata mengeluarkan bujed USD 1,013 per kunjungan.

“Latar belakang ini menjadi pendorong Kemenpar untuk meningkatkan berbagai upaya promosi pariwisata Indonesia secara lebih masif di Negeri Sakura. Ditambah lagi, tahun ini Kemenpar menargetkan 720.000 kunjungan wisatawan asal Jepang,” ujar Ardi

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, MDF merupakan kesempatan baik untuk memasarkan destinasi wisata selam Indonesia kepada para peminat wisata selam di Jepang. Menpar berharap ajang ini dapat menghasilkan potensi pertambahan jumlah wisman Jepang pada tahun 2019. Sehingga pada akhirnya menghasilkan keuntungan ekonomi yang menjanjikan bagi berbagai pelaku industri pariwisata nasional.

“Kalau bicara mengenai wisata bahari saya sudah tidak ragu lagi, Indonesia adalah juaranya. Garis pantai Indonesia itu terpanjang ke dua setelah Kanada. Belum lagi dua per tiga terumbu karang terbaik dunia ada di sini. Kalau mau diving dan snorkling lebih baik ke Indonesia. Ini yang akan kita tawarkan pada ajang MDF kali ini,” pungkasnya. (*)

 

Market Sounding of Proving Ground for Vehicle Test and Certification Project

Dalam kegiatan Market Sounding of Proving Ground Facility for BPLJSKB Bekasi (Vehicle Testing and Certification Center) PPP Project (“Proyek”) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2019 di KBRI Indonesia-Tokyo, tim delegasi dari Kementerian Perhubungan dipimpin langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Bpk. Budi Setiyadi, Tim dari PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII, serta didampingi Atase Perhubungan KBRI Indonesia-Tokyo, Bpk. Syamsu Rizal.

Tujuan dilakukannya market sounding atau penjajakan minat pasar ini adalah untuk memperoleh masukan dan tanggapan terhadap rencana Proyek KPBU ini dari pemangku kepentingan yang mencakup:

  1. Ketertarikan investor potensial atas tingkat pengembalian investasi yang ditawarkan 
  2. Aspek bankability Proyek KPBU ini dari sudut pandang lender potensial, termasuk indikasi besaran pinjaman, jangka waktu dan risiko utama yang menjadi pertimbangan 
  3. Tanggapan terkait potensi pemberian Penjaminan Pemerintah terhadap rencana Proyek KPBU oleh PT PII, diantaranya mencakup cakupan risiko yang dapat dijamin, kriteria dan proses penjaminan dan lainnya; 
  4. Kemampuan PJPK dalam melaksanakan proyek KPBU yang tercermin dari kerangka institusi KPBU yang sudah / akan dibentuk pada Kementerian Perhubungan dalam rangka meningkatkan deliberitas Proyek dan mengurangi risiko kegagalan Proyek

Acara ini disambut positif oleh berbagai instansi pemerintah, agency dan perusahaan terkemuka di Jepang. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang hadir pada kegiatan Market Sounding yang diadakan sejak pukul 08.30 waktu Tokyo, antara lain dari MLIT, JICA, SMBC, MUFG, Sojitz, Marubeni,  Sumitomo, PT. Astra Daihatsu Motor, Toyota Tsusho, NTSEL, JASIC, PT. Isuzu Astra Motor Indonesia, PT. Hino Motor Sales Indonesia, Kajima Corporation, Obayashi Corporation dan Nippon Koei.

Setelah dilaksanakannya penjajakan Minat Pasar Proyek ini di Tokyo-Jepang, terdapat beberapa perusahaan yang berminat untuk melakukan Site Visit ke BPLJSKB Bekasi. PJPK dalam Proyek ini diwakili Direktur Jenderal Perhubungan Darat dan juga Atase Perhubungan Tokyo akan menggunakan hasil Market Sounding sebagai masukan dalam bahan finalisasi dokumen Kajian Awal Pra-Studi Kelayakan Proyek. Juga sebagai bahan untuk persiapan Site Visit pada saat Proyek memasuki tahap transaksi, serta bagi perusahaan yang sudah menyampaikan letter of Intent (LOI) akan dihubungi oleh pihak KBRI cq Atase Perhubungan Tokyo, untuk memberikan informasi pada saat Proyek KPBU ini akan memasuki tahap transaksi (tahap pengumuman pra kualifikasi).

Melalui kegiatan ini, diharapkan makin mempererat hubungan antara Indonesia – Jepang, memperluas jaringan ekspor otomotif ke pasar dunia karena sudah memenuhi standard Internasional serta meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia pada umumnya.

Hadir di Foodex Japan 2019, Indonesia Perkuat Promosi Produk Makanan dan Minuman di Pasar Jepang

Tokyo, 11 Maret 2019- Indonesia telah berpartisipasi pada pameran Foodex Japan 2019 ke-44 yang diselenggarakan di Makuhari Messe, Tokyo pada tanggal 5-8 Maret 2019. Keikutsertaan tersebut merupakan kerjasama antara Atase Perdagangan KBRI, Atase Pertanian KBRI Tokyo serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka. Paviliun Indonesia berada pada Hall 7 A50 yang diisi oleh 9 perusahaan produk makanan dan minuman asal Indonesia.

Foodex Japan 2019 merupakan salah satu pameran produk makanan dan minuman terbesar. Selama 4 hari pelaksanaan, sebanyak kurang lebih 85 ribu pengunjung yang berasal dari food service, distributor dan perusahaan hadir dalam pameran tersebut. Selain Indonesia, beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, Vienam dan Filipina juga turut unjuk gigi pada pameran ini.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Y.M. Arifin Tasrif ikut hadir dan membuka pameran tersebut. Saat mengunjungi Pavilun Indonesia, Dubes Tasrif menyampaikan bahwa melalui pameran produk makanan dan minuman yang dilaksanakan pada awal tahun ini, diharapkan produk makanan dan minuman yang berkualitas dari Indonesia semakin merambah pasar Jepang sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Jepang. “Selain itu, Jepang yang akan menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade Tokyo 2020, tentu memiliki peluang pasar yang besar”, lanjut Dubes Tasrif.

Selama pelaksanaan pameran, Paviliun Indonesia mendapatkan sambutan yang sangat baik dari para pengunjung. Hal tersebut terlihat dari antusiasme pengunjung yang datang ke Paviliun Indonesia serta beberapa peluang kerjasama dagang yang tercipta selama pelaksanaan pameran.  Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Faried W. Rachman juga menyampaikan harapannya terkait keikutsertaan Indonesia pada pameran ini, Semoga dengan keikutsertaan Indonesia pada pameran ini, kita dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik dengan terus perkuat promosi produk makanan minuman Indonesia serta dimanfaatkan untuk membangun networking dengan para pelaku bisnis di luar negeri.

KBRI Tokyo dan JAPINDA Selenggarakan Resepsi Tahun Baru 2019

KBRI Tokyo bekerja sama dengan Japan Indonesia Association (JAPINDA) telah menyelenggarakan Resepsi Tahun Baru bertempat di Wisma Duta Besar RI Tokyo pada tanggal 24 Januari 2019. Resepsi dihadiri oleh 150 tamu undangan yang berasal dari berbagai kalangan, baik perwakilan pemerintah maupun perwakilan sejumlah perusahaan Jepang.

Acara dibuka oleh sambutan dari Duta Besar RI Tokyo, Y.M. Arifin Tasrif. Pada kesempatan sambutan tersebut, Duta Besar Arifin menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin erat antar kedua negara di berbagai sektor. Sebagai contoh, pada  periode bulan Januari – November 2018, nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 34, 688 Milyar, atau meningkat sebesar 15,72% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tidak hanya di sektor perdagangan, sektor investasi dan pariwisata juga menunjukkan perkembangan positif. Lebih lanjut, Duta Besar Arifin juga menekankan mengenai pentingnya untuk mempererat kerja sama antar kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan global dewasa ini.

Duta Besar Arifin juga menyampaikan mengenai komitmen KBRI Tokyo untuk senantiasa mendukung dan memfasilitasi upaya kalangan pengusaha Jepang untuk menjalin kerja sama dengan mitranya di Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua JAPINDA, Y.M. Yasuo Fukuda. Bapak Fukuda menyampaikan bahwa memasuki 60 tahun hubungan bilateral Indonesia – Jepang, kemitraan kedua negara terus berkembang untuk kemajuan bersama. Turut hadir dan memimpin sambutan bersulang anggota House of Representative Jepang, Y.M. Arata Takebe.