Beranda blog

ALFS Angklung and Choir

Bengawan Solo, Tanah Airku, bahkan Kopi Dangdut terdengar meriah di Kedutaan Singapore tanggal 4 Desember 2018, yang menjadi tuan rumah dari acara ALFS Mini Concert yang merupakan acara tahunan penutup akhir tahun kelompok Asia Pacific Ladies Friendship Society.

Kelompok Angklung ALFS terdiri dari para anggota ALFS yang menaruh minat besar terhadap musik Angklung. Sejak hampir 5 tahun terakhir kelompok yang beranggotakan sekitar 40 wanita Jepang ini setiap bulannya berlatih angklung bersama 3 orang pelatih angklung Jepang, di kediaman Duta Besar RI, Wisma Duta. Para pelatih adalah, Ms Takae Niiya, Ms. R.

Watanabe dan Ms. T. Tamura. Ketiganya adalah musisi professional yang menciptakan cara memainkan angklung dengan mudah terutama bagi para anggota yang usia kesemuanya berkisar antara 60 hingga 80 tahun. Caranya adalah dengan mengelompokan suara not yang sama. Mereka secara mandiri membawa alat angklung yang mereka pesan khusus dari Indonesia baik untuk keperluan latihan maupun pertunjukan. Dalam rangka perayaan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, kelompok Angklung ALFS telah ikut memeriahkan acara di Festival Indonesia Hibiya bulan July lalu.

Selain itu, kelompok paduan suara ALFS Choir, secara rutin mengadakan latihan di kedutaan Singapura di Tokyo, sebagai salah satu kegiatan Special Interest Group (SIG) kelompok ALFS. Selain menyanyikan tembang-tembang tradisional Jepang, juga menyanyikan lagu-lagu Indonesia dan Singapura. Karena acara Mini Concert juga sebagai acara penutup akhir tahun, juga ditampilkan lagu-lagu Natal serta beberapa lagu opera.

Tahun ini adalah pertama kalinya kelompok Angklung bergabung bersama kelompok Choir dan tampil bersama dalam Mini Concert yang diwarnai tembang-tembang Indonesia. Menurut rencana, kelompok Angklung akan kembali tampil di acara kebudayaan di Wisma Duta bulan Mei 2019 mendatang. Semoga lagu-lagu Indonesia dan music tradisional Indonesia menjadi jembatan mempererat hubungan antar kedua negara.

Notice : VISA 2019

お知らせ : 年末年始における窓口でのVISA 取り扱いについて

自動証紙券券売機の交換、会計の年度締めのため支払いは12月20日までとなります。年末年始における、窓口でVISA取り扱いは下の通りです。年始は1月2日(水)から開始いたします。*12月24・25日は祝日のためお休みです。

Market Sounding Projek Kereta Api Potensial di Indonesia

Kegiatan Market Sounding Projek Kereta Api Potensial di Indonesia telah dilaksanakan pada tanggal 05 Desember 2018. Kegiatan yang dilaksanakan di KBRI Indonesia-Tokyo ini di buka langsung oleh Yang Mulia Bapak Arifin Tasrif selaku Duta Besar Indonesia untuk Jepang didampingi ketua delegasi dar Indonesia Bapak Otto Ardianto serta Atase Perhubungan Bapak Syamsu Rizal.

Kegiatan Market Sounding tersebut diselenggarakan atas inisiatif dan kerjasama berbagai pihak antara lain Direktorat Jeneral Kereta Api Kementerian Perhubungan, BAPPENAS, BKPM, PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia serta rekan-rekan konsultan yang merupakan tenaga ahli dari massing-masing proyek.

Acara ini disambut positif oleh berbagai instansi pemerintah, agency dan perusahan terkemuka di Jepang. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang hadir pada kegiatan Market Sounding yang diadakan sejak pukul 08.00 waktu Tokyo, antara lain dari MLIT, METI, JICA, JOIN, JTPA, MUFG, Sojitz, Marubeni,  Sumitomo, Mitsui, Itochu, Mitsubishi, Shimizu, Tokyu Construction, Kumagai Gumi, Suganuma Seisakusho, Japan Freight Railway, Kyosan Electric dan Nippon Signal.

Ada 8 proyek yang dijelaskan dan ditawarkan pada kegiatan Market Sounding ini yaitu 1. Light Rail Transit Cibubur – Bogor; 2. Makassar Urban Railway (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar/ Maminasata); 3. Bandung Raya Urban Railway; 4. Kertajati Airport Railway; 5. Siantar – Parapat Railway; 6. Lahat – Tarahan Railway; 7. Tanjung – Banjarmasin Railway; 8. Cibungur-Tanjung Rasa. Pada kesempatan ini, bahkan ada beberapa perusahan yang langsung berkomitmen untuk dapat dilibatkan pada proses selanjutnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menarik semakin banyak calon investor terkait proyek infrastruktur di Indonesia, baik dari segi proyek, investasi maupun penjaminan dari pemerintah sehingga kerjasama yang terjalin antara Indonesia – Jepang semakin erat dan saling menguntungkan.

Resepsi Penutupan Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Jepang

Selasa, 4 Desember 2018 – KBRI Tokyo telah menyelenggarakan acara Resepsi Penutupan Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Jepang di wisma Duta Besar RI di Tokyo. Hadir sebagai Guest of Honour untuk memberi sambutan antara lain Parliamentary Vice Minister for Foreign Affairs Jepang, H.E. Mr. Kenji Yamada, Wakil Presiden Japan-Indonesia Association (Japinda), Mr. Naoki Kuroda dan Co-chairman of Japan Organizing Committee, Mr. Shigeo Ohyagi.

Pada sambutannya, Duta Besar Arifin Tasrif menyampaikan bahwa peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara merupakan gerbang untuk membuka lebih banyak kerja sama Indonesia dan Jepang dalam berbagai bidang di tahun-tahun mendatang.Semua hasil capaian selama 60 tahun menjadi batu pijak untuk loncatan ke dapan untuk memperkuat jalinan persahabatan dan kemitraan di masa depan yang saling mengisi dan bermanfaat bagi kedua bangsa.

Sementara itu, Hon. Mr. Kenji Yamada selaku Parliamentary Vice-Minister for Foreign Affairs menyampaikan bahwa serangkaian kegiatan peringatan 60 tahun telah memberikan manfaat sehingga pemahaman dan ketertarikan masyarakat terhadap hubungan kedua negara telah sangat meningkat secara besar-besaran.

Kegiatan resepsi penutupan ini dihadiri oleh anggota parlemen Jepang, perwakilan Pemerintah Pusat dan Daerah Jepang, CEO dan Chairman perusahaan Jepang, Perwakilan BI dan BUMN di Tokyo, akademisi, Indonesianis, dan media di Jepang.

Sebagai catatan. dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang, telah lebih dari 230 kegiatan yang telah dilaksanakan di masing-masing negara.

 

KBRI Tokyo bekerjasama dengan ASEAN-Japan Center mengadakan Workshop Bisnis Kehutanan pada kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Indonesia

Dalam rangka memperingati 60 tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Jepang, KBRI Tokyo bersama ASEAN Japan Center telah melaksanakan Workshop Bisnis Kehutanan di Indonesia bertajuk “A Way Forward of Eco-Products Marketing and Investment in Collaboration with Forest  Management Units (FMUs): Promoting Community-based Eco-Products” pada Hari Selasa, 4 Desember 2018 di Aula ASEAN Japan Center (AJC), Tokyo. Pelaksanaan workshop ini didukung oleh Japan International Forestry Promotion and Cooperation (JIFPRO), Japan Forest Technology Association (JAFTA) dan Nusantara Research Institute Co., Ltd. (NRI).

Workshop ditujukan untuk memperkenalkan produk-produk ramah lingkungan (eco-products)  berbasis masyarakat dan potensi wilayah kerja sama dalam kawasan KPH di Indonesia yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di Indonesia.  Disamping itu workshop ditujukan juga untuk meningkatkan investasi Jepang di Indonesia  pada kegiatan ekonomi hijau (green economy) dan meningkatkan upaya kewirausahaan KPH dan masyarakat di sekitar hutan.

Workshop menghadirkan 17 pembicara dari berbagai sumber dari Indonesia maupun Jepang, baik dari lingkup Pemerintah Indonesia (Kementerian LH dan Kehutanan, Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM, Pemdaprov Yogyakarta), Sekretariat Nasional Pembangunan KPH, Asosiasi bisnis Jepang (Business Association of Indonesia in Japan), perusahaan swasta Jepang (Sennin Spice, Vegestance Inc) dan lembaga penelitian internasional (JAFTA dan JIFPRO).  Workshop dihadiri oleh 70 peserta dari Pemerintah Jepang, investor, asosiasi perdagangan/retail, konsultan, JICA dan sebagainya.

Workshop dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI di Tokyo (Arifin Tasrif),  dilanjutkan sambutan Sekjen ASEAN Japan Center (Masataka Fujita), dan penyampaian Keynote Speakers oleh Sekretaris Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian LH dan Kehutanan (Misran).  Pembicara dari Indonesia pada sesi I workshop ini antara lain Drasospolino (Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi, KLHK), Dr. Agus Setyarso (Sekretariat Nasional Pembangunan KPH), Imam Soejoedi (Direktur Promosi Investasi, BKPM), Nurhasnih (Kepala Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan), Sutaryo Soeratin (Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, D.I. Yogyakarta) dan Tan Ui Sian (APIJ/Asosiasi Pengusaha Indonesia di Jepang).  Sedangkan pembicara Indonesia pada Sesi II antara lain M. Yusuf Noorhajiyanto (Perum Perhutani), Misriadi (KPHP Limau-Jambi), Aji Sukmono (Balai KPH Yogyakarta), Zailani (KPHP Minas Tahura), Juni Priulina (BPKH Wilayah X Palangkaraya), Murlan Dameria Pane (Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum) dan Supriady Nuhung Salle (BPKH Wilayah XIII Makassar).

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI menyampaikan bahwa hutan tropis Indonesia mempunyai potensi menghasilkan berbagai multi produk unggulan yang melimpah dan mempunyai ketersediaannya yang khas sehingga merupakan sumber ekonomi yang secara bisnis sangat potensial untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Apabila dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik melalui kebijakan dan program yang tepat, diperhatikan aspek budidaya dan produksinya, dikembangkan nilai tambahnya, ditingkatkan nilai investasinya, dan dipasarkan melalui saluran pasar yang luas, maka akan memberikan solusi bagi persoalan ekonomi, sosial dan lingkungan masyarakat yang berada di dalam dan sekitar hutan Indonesia. Bertepatan dengan tahun spesial 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, KBRI Tokyo akan mendorong segala inisiatif kerjasama antara KPH di Indonesia dan pelaku usaha Jepang, serta terus berupaya agar investasi dan kerjasama konkrit kedua negara dapat terlaksana.

Pada sesi Keynotes Speech, Sekretaris Ditjen PHPL Kementerian LHK (Misran) menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan perubahan mendasar tentang konsep pengelolaan hutan, dari berorientasi pada hasil hutan kayu berubah menjadi pengelolaan ekosistem berbasis lansekap yang mengikutsertakan perhutanan sosial, pengelolaan hutan berbasis masyarakat serta berorientasi hasil hutan kayu dan non kayu.  Selanjutnya saat ini upaya-upaya perbaikan tata kelola hutan di Indonesia telah membantu meningkatkan kontribusi sektor kehutanan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, dimana pada tahun 2017, investasi di sektor lingkungan dan kehutanan meningkat menjadi sebesar USD 11 Milyar dan juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 49.7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya di 2016.  Lebih lanjut disampaikan bahwa pemberian akses melalui pemberdayaan masyarakat melalui perhutanan sosial, telah mendorong peningkatan di sektor ekonomi domestik karena telah meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus berkontribusi positif kepada GDP nasional dan sub-nasional.  

Workshop yang dimulai sejak pagi hari hingga sore hari ini membahas potensi produk ramah lingkungan (eco-products) dari perspektif bisnis dan investasi pada sesi pagi. Selanjutnya pada sesi siang membahas pengembangan proposal bisnis baik dari perspektif pebisnis dan akademi Jepang maupun dari 7 KPH (Perum Perhutani, KPHP Limau, Balai KPH Yogyakarta, KPHP Minas Tahura, KPHP Murung Raya, KPHP Kapuas Hulu/Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, dan KPHP Mamasa Barat), yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.  Workshop kemudian ditutup oleh Atase Kehutanan KBRI Tokyo (Dr. Riva Rovani) sebagai perwakilan KBRI Tokyo.

Agenda dan bahan presentasi workshop secara lengkap dapat diunduh pada link: https://drive.google.com/drive/folders/1TeS-cPf1J0Y4sQjnzLqiaRUUlcH4lOU4?usp=sharing