Beranda blog

Heallth Advice for Travellers to Indonesia Regarding MonkeyPDX Virus

Situation

Singapore’s first case of monkeypox infection has been confirmed by Singapore authorities, imported by a 38-year-old Nigerian who arrived on 28 April 2019 and tested positive for the virus on 8 May 2019. The man is suspected to have contracted the rare virus from eating bush meat at a wedding in Nigeria before flying to Singapore. Based on Ministry of Health of Singapore investigation and contact tracing thus far, 23 persons have been identified as close contacts of the patients, of whom five are Singapore residents.

Potential of Transmission

Monkeypox can be spread though close contact with the blood, bodily fluids or lesions of infected animals such as rodents and monkeys. The virus can also be contracted by eating meat of such animals that was improperly cooked. Human-to-human transmission Is possible through close contact with an infected person or with objects recently contaminated by their bodily fluids. Symptoms include lesions, fever, muscle ache, swollen lymph nodes and chills. According to the US Centers for Diseases Control and Prevention, outside Africa, monkeypox infections have only been reported in the United States, Britain and Israel.

Response from the Government of Indonesia

Batam, about an hour’s ferry ride from Singapore, is taking steps to prevent a potential monkeypox outbreak after Singapore reported its first case of the rare virus. Indonesian authorities have readied two hospitals, namely the Batam Free Trade Zone Hospital and Embung Fatimah Public Hospital, as the main treatment centres for suspected monkeypox patients. Thermal detectors have also been set up at five international ports connecting Singapore and Batam.

In response to the potential contagion, the government has conducted the following efforts:

  1. The ministry of Health has issued circular letter of the transmission alertness to provincial and district health offices, port health offices, hospitals, and primary health centres across countries.
  2. Providing risk communication to mass media to educate and inform public how to prevent themselves from the infection.
  3. Providing public health emergency operation center ready for 24 hours to respond to any report from the public regarding monkeypox cases.

Suggested Preventive actions

  1. Avoid contact with animals that could harbor the virus (including animals that are sick or that have been found dead in areas where monkeypox occurs)
  2. Avoid contact with any materials, such as bedding, that has been in contact with a sick animal.
  3. Isolate infected patients from others who could be at risk for infection.
  4. Practice good hand hygiene after contact with infected animals or humans. For example, washing your hands with soap and water or using an alcohol-based hand sanitizer.
  5. Use personal protective equipment (PPE) when caring for patients.

Travellers with symptoms on board a conveyance

There is a possibility that a person who has been exposed to Monkeypox virus and developed symptoms may board a commercial flight or other mode of transport, without informing the transport company of his/her status. Such travellers should inform the crew about their symptoms and recent travel history, so that necessary arrangements can be made for medical assistance upon arrival, and further transmission can be prevented. Information of close contacts of this person on board aircraft (e.g. passengers one seat away from ill traveller on the same flight including across an aisle, and crew who report direct body contact with the ill traveller) should be obtained through collaboration with various stakeholders at points of entry (e.g. airline reservation system) in order to undergo contact tracing.

Partisipasi Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada G20 Ministerial Meeting on Trade and Digital Economy

Tsukuba, Jepang, 7-9 Juni 2019. Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Y.M. Rudiantara, bersama dengan Menteri Perdagangan RI, Y.M. Enggartiasto Lukita, telah berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan G20 Ministerial Meeting on Trade and Digital Economy di Tsukuba, Prefektur Ibaraki pada tanggal 7 – 9 Juni 2019. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Rudiantara sampaikan dukungannya terhadap usulan Data Free Flow with Trust (DFFT) oleh Jepang. Menteri Rudiantara menyampaikan bahwa “Data free flow with trust is not a full stop.” Diperlukan adanya kerja sama internasional dalam mempersiapkan implementasi dari DFFT itu sendiri, mengingat masing-masing negara memiliki kemampuan teknologi yang berbeda-beda. Kerja sama antar negara menjadi krusial untuk menjembatani kesenjangan teknologi dari masing-masing negara sehingga inisiatif DFFT tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

Di sela-sela rangkaian kegiatan G20 on Trade and Digital Economy, Menteri Rudiantara juga berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara mitra seperti Jepang, Arab Saudi, Australia, Korea Selatan, dan juga Uni Eropa.

Pertemuan bilateral dengan Minister of Internal Affairs and Communications Jepang

Dalam pertemuan bilateral dengan Minister of Internal Affairs and Communications Jepang, Y.M. Masatoshi Ishida, pada Jumat, 7 Juni 2019, Menteri Rudiantara menyampaikan mengenai kedekatan hubungan Indonesia dan Jepang dan senang dapat bertemu dengan Menteri Ishida. Selanjutnya Menteri Rudiantara menyampaikan bahwa tatanan dunia terus berkembang secara dinamis dan Indonesia terus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan global yang dinamis tersebut, salah satunya dengan mengejar ketinggalan di sektor pengembangan informasi, komunikasi, dan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Ishida menyambut baik kunjungan Menteri Rudiantara dan menekankan pentingnya untuk menjalin kemitraan antar negara untuk bersama-sama mencari solusi terhadap pending issues yang ada. Selama ini terdapat kekhawatiran bahwa pengembangan informasi, komunikasi, dan teknologi akan berdampak besar secara ekonomi dan sosial, khususnya semakin meningkatkan kesenjangan dan pengangguran di kalangan masyarakat.  Namun demikian, patut disadari mengenai pentingnya peran informasi, komunikasi, dan teknologi dalam mendukung pembangunan. Menutup pertemuan, Menteri Rudiantara juga menyampaikan undangan kepada Menteri Ishida untuk berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.

Pertemuan dengan Minister of Communication and Information Technology Arab Saudi

Dalam pertemuan dengan Minister of Communication and Information Technology Arab Saudi, Menteri Abdullah Alswaha mengharapkan kerja sama dan dukungan Indonesia untuk mensukseskan Presidensi Arab Saudi pada G20 Tahun 2020 mendatang. Lebih lanjut, Arab Saudi juga terbuka sekiranya Indonesia ingin menjadinya pertemuan G20 selanjutnya sebagai platform untuk mendorong inisiatif dan agenda yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.

Indonesia dan Arab Saudi juga membahas mengenai kerja sama pengembangan startups di kedua negara. Di dalam lingkup G20, telah terdapat 291 Unicorns, namun hingga saat ini Arab Saudi belum memiliki Unicorn. Oleh karena itu, Arab Saudi ingin menjalin kerja sama, sharing experiences dan pengetahuan dengan Indonesia yang memiliki 4 (empat) dari 7 (tujuh) Unicorns di kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan bilateral dengan Australia

Dalam pertemuan bilateral dengan Australia, Indonesia mengharapkan dukungan Australia dalam mendorong engagement dari platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp dalam menyaring konten yang terkait dengan radikalisme, terorisme, dan juga kekerasan terhadap anak. Dengan adanya tekanan yang sama dari like minded countries seperti Australia, tentunya akan semakin mendorong engagement dari platform media sosial.

Selain itu, Indonesia menyampaikan harapan dukungan dari Australia dalam mendukung program pengembangan SDM (human capital development), salah satunya dengan memperkuat kerja sama di sektor pendidikan antar kedua negara.

Pertemuan bilateral dengan Korea Selatan

Dalam pertemuan bilateral dengan Korea Selatan, Minister of Science and ICT Korea Selatan menyampaikan harapannya untuk dapat mempererat kemitraan dengan Indonesia dan menindaklanjuti sejumlah pending issue dari kunjungan Presiden Moon Jae-in pada tahun 2017 yang lalu. Menanggapi hal tersebut, Indonesia mengusulkan mengenai pengembangan kemitraan dengan mengimplementasikan B to B model dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta dan komunitas bisnis Korea Selatan di Indonesia terkait implementasi kerja sama yang dapat dikembangkan.

Terkait pengembangan SDM, Indonesia juga sampaikan harapan dukungan Korea Selatan dalam mendorong peningkatan pendidikan digital bagi kalangan generasi muda Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan Korea Selatan di Indonesia.

Pertemuan bilateral dengan Uni Eropa

Dalam pertemuan bilateral dengan Uni Eropa, kedua pihak bertukar pandangan mengenai data protection. Indonesia, pada dasarnya telah memiliki regulasi yang mengatur mengenai data protection, namun demikian regulasi dimaksud sifatnya masih sektoral. Sementara bagi Uni Eropa, mengingat masing-masing negara memiliki aturan yang berbeda mengenai data protection, maka perlu dilakukan penyesuaian agar proteksi data dapat diimplementasikan secara seragam di seluruh Uni Eropa.

Menteri Perindustrian hadiri 25th International Conference on the Future of Asia

Menteri Perindustrian RI, Bapak Airlangga Hartarto telah hadir dan menyampaikan speech pada the 25th International Conference on Future of Asia di Tokyo, 30 Mei 2019.

Dalam pidatonya, Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa suksesnya pemilu 2019 telah memperkuat komitmen pemerintah untuk terus membangun iklim yang pro-investasi dan bisnis. Sejauh ini Indonesia dengan berbagai potensi yang dimilikinya menjadi destinasi yang sangat menguntungkan bagi berbagai investasi asing diberbagai seperti otomotif, tekstil, makanan dan minuman, elektronik dsb.

Ke depannya Indonesia akan memberikan lebih banyak insentif fiskal untuk berbagai investasi di bidang mobil listrik, ekonomi digital dan industri 4.0. Dengan demikian diharapkan investasi asing, termasuk dari Jepang lebih banyak mengalir ke Indonesia.

Future of Asia merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Nikkei. Selain Menteri Perindustrian Indonesia, tahun ini, Nikkei forum dihadiri oleh Presiden Filipina, PM Malaysia, PM Kamboja, PM Bangladesh dan beberapa pemimpon Asia lainnya.

Kunjungan Menteri Perindustrian R.I. ke Jepang.

Kunjungan Menteri Perindustrian RI ke Jepang mewakili Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai Keynote Speaker pada acara Nikkei Forum 30 Mei 2019 di Hotel Imperial Tokyo. Dalam kunjungan tersebut Menteri Perindustrian didampingi Dubes melakukan beberapa pertemuan dengan pihak Jepang antara lain:

28 Mei 2019
– Pertemuan dengan Sojitz Corporation membahas investasi bidang Petrokimia di Kalimantan.
– Pertemuan dengan SMBC membahas merger SMBC Indonesia dengan BTPN yang diharapkan dapat berperan lebih besar untuk membiayai IKM (Industri Kecil & Menengah).
– Pertemuan dengan Nippon Steel yg sudah berinvestasi di Indonesia melalui PT Latinusa, PT Krakatau Nippon Steel Sumikin, dan PT Krakatau Osaka Steel.
– Pertemuan dengan Fujitrans yg sudah berinvestasi di bidang logistik untuk melayani logistik wilayah Timur Indonesia melalui PT Duta Shipping

Jakarta dan Tokyo Peringati 30 Tahun Sister City

Duta Besar RI bersama Gubernur Tokyo, Yuriko Koike dan Asisten Gubernur DKI Jakarta bidang Ekonomi dan Keuangan, Ibu Sri Haryati, mewakili Gubernur Jakarta, menyampaikan sambutan dalam Peringatan 30 Tahun Kerja Sama Sister City Jakarta dan Tokyo pada 22 Mei 2019 di Hotel Gajoen Meguro, Tokyo.

Acara ini dihadiri oleh 100 undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah Jepang dan Indonesia, pengusaha Jepang, dan kalangan media Jepang. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan dari Kerontjong Toegoe yang secara khusus didatangkan dari Jakarta.

Kerja sama Jakarta dan Tokyo dimulai sejak ditandatanganinya Pernyataan Bersama antara kedua daerah pada 23 Oktober 1989.