Penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1439H – KMII Jepang

Terkait dengan penentuan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1439 H di Jepang, Kami menginformasikan bahwa KMII Jepang memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1439 H akan jatuh pada tanggal 17 Mei 2018 (Kamis), dan Solat Ied Fitri di Masjid Indonesia Tokyo akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juni 2018 (Jumat) dengan pertimbangan sebagai berikut:

  1. Kebutuhan kaum muslimin/muslimat di Jepang untuk mengajukan ijin ke perusahaan/kampus agar dapat melaksanakan ibadah Sholat Ied memerlukan informasi lebih awal tentang kepastian tanggal 1 Syawal 1438 H, sehingga metode yang digunakan adalah metode hisab dengan mengacu ke negara muslim terdekat dengan Jepang (Malaysia/Indonesia).
  2. Muhammadiyah melalui maklumatnya dengan nomor 01/MLM/I.0/E/2018 tentang penetapan awal ramadhan, mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1439 H jatuh pada tanggal 17 Mei 2018 (kamis) dimana tinggi bulan pada saat terbenam matahari di Indonesia (Yogyakarta) -00° 02’ 50” (hilal belum wujud) pada tanggal 15 Mei 2018. PERSIS melalui maklumatnya dengan nomor 0978/JJ-C-3/PP/2018, juga mengumumkan bahwa hilal belum wujud (00° 12’ 52”) pada tanggal 15 Mei 2018.
  3. Muhammadiyah dan PERSIS juga telah mengumumkan 1 Syawal 1439 H akan jatuh pada tanggal 15 Juni 2018 (jumat) dimana hilal sudah wujud (7° 35’ 20”) pada tanggal 14 Juni 2018.

Demikian hal ini kami sampaikan agar bisa menjadi panduan bagi warga muslim Indonesia di Jepang dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H.

KMII juga membuat jadwal solat selama bulan ramadhan 1439 untuk Tokyo dan beberapa kota besar di Jepang. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

KMII Jepang

HUT Sekolah RI Tokyo Semarakan Hari Pendidikan Nasional dan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia -Jepang

Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) Jepang menggelar acara pagelaran, Sabtu (12/05/2018). Pagelaran SRIT dimaksud merupakan rangkaian acara berupa pentas seni serta pameran pendidikan dan budaya.

Acara diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2018, 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang, dan  HUT SRIT ke-56. Hadir dalam acara pagelaran seluruh civitas akademika SRIT, orang tua/wali murid, perwakilan dari parlemen kota Meguro, perwakilan dari beberapa sister school, dan warga Jepang yang berminat pada kebudayaan Indonesia.    

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Jepang dan Republik Mikronesia, Ir. Arifin Tasrif, yang berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka acara sangat bangga dengan kemajuan SRIT. Beliau berharap SRIT dapat memainkan perannya sebaik mungkin, mendidik murid-muridnya mempelajari ilmu pengetahuan serta ikut terlibat mengharumkan nama baik Indonesia di luar negeri.

Harapan serupa diungkapkan oleh Ketua Komite SRIT, Bapak Dadeng Gunawan.

Acara pagelaran yang bertemakan “Melati dan Sakura Mekar Bersama” ini diadakan atas kerja sama apik antara segenap pengajar dengan OSIS SRIT. Tema ini bermaksud bahwa SRIT selama ini ikut berperan sebagai jembatan persahabatan antara Indonesia dengan Jepang. Keberadaan SRIT tidak hanya sebagai tempat belajar murid-murid Indonesia yang berada di jepang, lebih jauh dari itu turut serta mengemban misi kebudayaan. Atau dengan kata lain sebagai duta budaya, sebagaimana sambutan dari Kepala Sekolah SRIT, Rosiana Sussiandari, S. Pd.

Drama bertajuk Melati Sakura Mekar Bersama menjadi sajian dalam pentas seni. Pengunjung terhipnotis dengan kepiawaian murid-murid SRIT membawakan lakon. Murid-murid SRIT mulai dari TK sampai SMA bahu membahu membawakan kisah persahabatan antara anak berwarganegaraan Indonesia dengan Jepang.

Dalam rangkaian cerita tersisipi penampilan budaya seperti gerak dan lagu murid TK, pencak silat murid SD, tari tradisonal, dan permainan angklung.

Setelah itu, pengunjung acara dipersilakan menyaksikan pameran pendidikan dan budaya. Pameran dimaksud menampilkan beragam hasil belajar murid SRIT.

Partisipasi Indonesia dalam The 5th Indonesia – Japan Energy Forum

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Ego Syahrial, telah menghadiri 5th Indonesia – Japan Energy Forum (IJEF) yang diselenggarakan oleh Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) pada hari Selasa, 8 Mei 2018 di Tokyo, Jepang. Selain terdiri dari jajaran pejabat Kementerian ESDM, delegasi Indonesia juga terdiri dari perwakilan SKK Migas, PT. Pertamina (Persero), PT. PLN (Persero), KBRI Tokyo, dan IIPC Tokyo.

Forum diawali dengan sambutan pembuka oleh Mr. Atsushi Taketani, Deputy Commissioner for International Affairs, Agency for Natural Resources and Energy, METI, selaku Ketua Delegasi Jepang dan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM. The 5th IJEF ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral di sektor energi sebelumnya yang telah diselenggarakan pada 30 Januari 2017 di Jakarta, Indonesia.

Indonesia dan Jepang telah menjalin kerja sama yang erat di sektor energi dan sumber daya mineral. Memasuki tahun kelima penyelenggaraan forum ini, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi yang saling menguntungkan, khususnya terkait pengembangan energi berkelanjutan dalam rangka menjaga ketersediaan energi kedua negara ke depannya.

Dalam sambutan pembukanya, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang berfokus untuk membangun infrastruktur minyak dan gas di kawasan Indonesia Timur. Sehubungan dengan hal tersebut, Indonesia mengundang investor dari Jepang untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur di sektor minyak dan gas tersebut. Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM juga mendorong peningkatan kerja sama dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia, diantaranya melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Sektor energi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan energi suatu negara. Oleh karena itu, guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional maka diperlukan pasokan energi yang memadai. Melalui penyelenggaraan forum ini, diharapkan kedua negara juga dapat semakin memperat kerja sama dalam mengembangkan inovasi pembangunan energi yang efisien dan ramah lingkungan.

Selain bertukar pandangan mengenai kerja sama di sektor energi, delegasi Indonesia juga melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas energi Jepang, diantaranya Negishi LNG Terminal milik Tokyo Gas, Isogo Coal-Fired Power Plant milik J-Power, Negishi Refinery (JXTG Nippon Oil and Energy) dan Kawasaki Ethylene Plant milik JXTG Nippon Oil and Energy.

Reog Ponorogo Jadi Bintang pada Pawai Hiroshima Flower Festival dan Hakata Dontaku Festival di Fukuoka

Reog Ponorogo Jadi Bintang pada Pawai Hiroshima Flower Festival dan Hakata Dontaku Festival di Fukuoka dalam rangkaian Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang.

Tim kesenian Indonesia yang menghadirkan kesenian Reog Ponorogo dan tim tari dari Sumatera Selatan menjadi bintang dalam parade pada Flower Festival di Hiroshima, 3 Mei dan Hakata Dontaku Festival di Fukuoka, 4 Mei 2018 yang berlangsung selama perayaan Golden Week di Jepang.

Partisipasi Indonesia pada kedua festival yang masuk dalam jajaran festival terbesar di Jepang tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo.

Tidak tanggung-tanggung, Reog Ponorogo yang digawangi oleh 15 orang seniman berbakat asli Ponorogo yang dipimpin langsung oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni ini memikat perhatian jutaan masyarakat Jepang yang memadati pinggiran jalur pawai di kota Hiroshima dan Fukuoka dengan bermacam-macam atraksi fisiknya yang memikat.

Di Fukuoka, parade tim Indonesia juga turut didukung oleh tak kurang dari 100 anggota tim parade yang terdiri dari PPI Fukuoka, NPO Teman Hati, serta warga masyarakat Jepang yang merupakan pecinta Indonesia.

2 sosok barong yang mengenakan topeng dadak merak yang memiliki berat tak kurang dari 50 kg tak henti-hentinya mengundang decak kagum masyarakat Jepang. Sebagai salah satu atraksi, dalam setiap pertunjukan di kedua kota Jepang tersebut, kedua sosok barong ini menggendong beberapa warga Jepang secara bergiliran di atas dadak merak yang ditahan oleh gigi para barong.

Dalam kegiatan di Hiroshima dan Fukuoka, Reog Ponorogo tampil di atas panggung utama festival di lokasi yang dipadati oleh ratusan pengunjung. Melengkapi atraksi kesenian Reog Ponorogo tersebut, tim kesenian tari dari Sumatera Selatan juga tampil dengan tak kalah memikat membawakan tarian Gending Sriwijaya dan Ngusir Hame dengan kostum busananya yang sangat menarik.

Selain berpartisipasi pada parade dan stafe performance, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka juga membuka booth Promosi Asian Games dan photo spot di Hiroshima untuk para pengunjung festival yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang selama 3 hari.

(Dokumen RCC TV)

Partisipasi Indonesia ini mendapat liputan luas dari media setempat, di antaranya Hiroshima TV, RCC TV, 76,6 FM, Chugoku Shimbun, Asahi Shimbun, Nishinihon Shimbun, dan lainnya.

Menggunakan kesempatan bersejarah ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Jepang yang mengenal Indonesia dan dengan demikian memperat persahabatan antara masyarakat kedua negara.

Duta Besar RI Serahkan Sumbangan ASEAN Community in Tokyo (ACT) untuk Japan Red Cross Society

Pada tanggal 25 April 2018, Duta Besar RI Tokyo telah menyampaikan sumbangan atas nama ASEAN Community in Tokyo (ACT) kepada Japan Red Cross Society sebesar ¥ 200,000 di kantor JRCS Tokyo, Jepang.

Duta Besar RI diterima oleh Vice President JRCS, Mr. Yoshiharu Otsuka bersama Direktur Jenderal Departemen Internasional JRCS, Yasuo Tanaka.

Sumbangan ini merupakan hasil donasi yang dikunpulkan melalui penjualan Mulligan Voucher pada saat ACT Golf Tournament 2018 yang tahun ini diselenggarakan oleh KBRI Tokyo pada tanggal 18 Maret 2018.

Para pemain ACT Golf Tournament terdiri dari komunitas ASEAN di Tokyo, para pejabat dari perusahaan swasta dan media Jepang.