23.8 C
Tokyo
Selasa, September 15, 2020
Beranda blog

Indonesia Jajaki Peluang Kerja Sama Vaksin dengan Perusahaan dan Universitas di Jepang

Osaka, 9 September 2020 – Menghadapi pandemi COVID-19 yang terus berlanjut dan kebutuhan vaksin yang kian mendesak, setiap peluang kerja sama pengadaan vaksin perlu terus dibangun. Berangkat dari pemahaman tersebut, KUAI didampingi Atdikbud, Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo dan pejabat KJRI Osaka, melakukan penjajakan dengan Shionogi & Co., sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset, pengembangan dan produksi vaksin serta alat kesehatan yang berkantor pusat di Osaka.

Dalam kesempatan pertemuan dengan Executive Vice President Shionogi & Co. Ms. Takuko Sawada, KUAI Tri Purnajaya menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk peluang kerja sama vaksin, baik dari segi penelitian, pengembangan, uji klinis hingga produksi. Terlebih lagi, Indonesia dan Jepang telah sepakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam mengatasi pandemi COVID-19. Diharapkan ke depannya, Shionogi dapat menjadi bagian dari komitmen tersebut.

Meski riset vaksin COVID-19 yang dilakukan masih dalam tahap penelitian, namun Shionogi menyambut baik tawaran kerja sama pihak Indonesia. Penanganan pandemi harus menjadi prioritas bersama. Untuk itu, kontribusi positif dan kerja sama dengan berbagai pihak penting bagi keberhasilan penemuan vaksin.

Shionogi & Co. berencana melakukan uji klinis dan berharap dapat segera meluncurkan vaksin pada musim gugur tahun depan dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan jangka panjang.  Saat ini Shionogi merupakan perusahaan yang tergolong paling maju dalam riset vaksin COVID-19 di Jepang.​

Pada saat yang bersamaan, penjajakan juga dilakukan dengan Research Institute for Microbial Diseases (RIMD) Universitas Osaka. RIMD terlibat dalam proses riset vaksin COVID-19 bekerja sama dengan perusahaan farmasi rintisan universitas tersebut. Senada dengan Shionogi, Universitas Osaka menyambut baik peluang kerja sama dengan Indonesia dan menekankan pentingnya untuk memulai kerja sama yang tidak terbatas pada pendidikan dan penelitian tetapi juga industri.

IMBAUAN POTENSI TYPHOON HAISEN

Japan Meteorology Agency mengumumkan potensi Typhoon Haishen di atas kepulauan Jepang yang akibatkan hujan badai dan angin kencang di sebagian Jepang, khususnya wilayah Barat Daya pada tanggal 5-7 September 2020.

Seluruh WNI di Jepang agar:

  1. Lakukan langkah-langkah persiapan terutama jika perlu segera evakuasi.
  2. Segera hubungi nomor 119 (ambulans) untuk pertolongan medis darurat.
  3. Pantau dan indahkan informasi, imbauan dan peringatan pemerintah setempat (Japan Meteorology Agency) tentang perkembangan Typhoon Haishen pada: https://www.jma.go.jp/en/typh/.
  4. Bagi WNI yang bepergian, harap perhatikan kondisi sarana dan prasarana, termasuk angkutan umum mengingat terdapat kemungkinan tidak beroperasinya sarana dan prasarana pada saat terjadi Typhoon dan setelahnya.
  5. Menghubungi hotline KBRI Tokyo no: 080 3506 8612 dan 080 4940 7419 dalam keadaan darurat; dan email: consular@kbritokyo.jp; serta pantau akun-akun media sosial KBRI Tokyo untuk ikuti perkembangan terbaru.

Dorong Peningkatan Investasi Jepang, KBRI Tokyo gelar Forum Investasi Indonesia – Jepang

Ekonomi 01

Tokyo – Jepang (25/8). Sebagai salah satu langkah strategis untuk menarik investasi, relokasi maupun diversifikasi perusahaan multinasional Jepang ke Indonesia, KBRI Tokyo bekerja sama dengan Japan Indonesia Association (JAPINDA) telah menyelenggarakan kegiatan webinar investasi bertajuk “Indonesia in the New World Economic Paradigm: Your Best Investment Destination” pada 25 Agustus 2020.

Kegiatan webinar investasi tersebut menghadirkan Menko Maritim dan Investasi serta Kepala BKPM sebagai pembicara kunci yang menyampaikan berbagai upaya Pemerintah Indonesia untuk memastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah pandemi COVID-19. Menko Maritim dan Investasi, Luhut Pandjaitan menegaskan bahwa tidak ada negara manapun yang dapat menghindari dampak perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Namun meskipun demikian, pada triwulan kedua 2020 ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara middle income countries lainnya.

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan ekonomi, diantaranya dengan kebijakan industrialisasi hilir, mendorong investasi pada sektor UKM dan mengesahkan Omnibus Law. “Kita berharap kebijakan ekonomi ini dapat berjalan baik dan dapat mendorong lebih banyak lagi investasi ke Indonesia, tentunya dengan tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di masyarakat”. Demikian ditegaskan oleh Menko Maritim dan Investasi RI.

Pemerintah Indonesia pun gencar menawarkan berbagai macam insentif investasi, diantaranya dengan menyiapkan kawasan industri terintegrasi di Batang dan Batam. Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menegaskan Pemerintah tidak memilih-milih investasi yang masuk. “Di tengah pandemi COVID-19 ini, Pemerintah Indonesia berharap investasi yang masuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. BKPM berkomitmen akan bantu fasilitasi perijinan bagi para investor”. Demikian komitmen Kepala BKPM RI.

Forum investasi Indonesia-Jepang yang dihadiri oleh lebih dari 400 pebisnis/investor dari kedua negara tersebut tidak hanya berbicara dari persepektif Indonesia. Mantan Perdana Menteri Jepang yang juga merupakan Presiden JAPINDA, Yasuo Fukuda turut menyampaikan pesan positif bahwa kerja sama Indonesia dan Jepang khususnya di bidang ekonomi akan terus menguat dan dapat membawa kedua negara keluar sebagai pemenang dari tantangan pandemi COVID-19 ini.

Selain Presiden JAPINDA, Chairman of the Board dari dua perusahaan besar Jepang, yakni Fumiya Kokubu dari Marubeni dan Ken Kobayashi dari Mitsubishi juga menyampaikan testimonial messages terkait potensi berinvestasi di Indonesia. Hal ini tentunya memberikan informasi berimbang dari perspektif pengusaha Jepang terkait dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia.

Berdasarkan data BKPM, Jepang merupakan asal investor terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi kumulatif mencapai US$ 22,53 milyar dari tahun 2015-2019.

Warga Negara Jepang, Bersiaplah Liburan ke Bali tahun 2021

Sampai akhir 2020, Bali berbenah untuk menyambut hadirnya kembali wisatawan mancanegara di tahun 2021. Hal ini merupakan keputusan Pemerintah Pusat maupun Daerah Bali.

Sebagai destinasi utama Warga Negara Jepang, keindahan alam, keramahan masyarakat, kekayaan adat istiadat Bali serta biaya liburan yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utama wisatawan Jepang mengunjungi dan tinggal cukup lama di Bali.

Pada 22 Agustus 2020, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan tata cara, sistem dan infrastruktur agar pemulihan pariwisata Bali dapat dilaksanakan dengan lancar dan sukses, dengan mengutamakan protokol kesehatan dan penanganan COVID19 secara baik. Bali telah berhasil melakukan pengendalian penyebaran COVID19 dengan baik. Ditandainya dengan terkendalinya kasus positif baru (total kumulatif 4.446 kasus COVID-19), tingkat kesembuhan yang tinggi (mencapai 3.881 orang, 87,29%,) dan jumlah yang meninggal akibat COVID19 di Bali relatif kecil (52 orang, 1,17%).


バリ島は観光客受け入れ再開で準備を進め、2021年から日本人観光客を受け入れます。

インドネシア政府及びバリ州政府の決定により、2021年に外国人観光客を歓迎するために、2020年末まで準備を進めていく予定です。

日本人観光客にとっての主な観光目的地として、自然の美しさ、人々の親しみやすさ、豊富なバリの文化と慣習、比較的安い費用は、バリを訪れて、長期滞在する日本人観光客の主な魅力です。

2020年8月22日に、バリ州政府は衛生手順を優先し、新型コロナウイルスを適正に処理することにより、バリの観光の回復を円滑に成功させるための手順、システム、インフラを準備していると述べました。

バリ島は新型コロナウイルス感染の対策を適切に行うことできました。バリ島では新型コロナウイルスによる確認できた新規陽性者数は累計4,446人、高い治癒率(3,881人、87.29%)、及び比較的少数の死亡者数(52人、1.17%)が抑制されました。

Prosedur dan Kategori Penerima Bantuan Mitsubishi UFJ Financial Group dan AEON 1% Club Foundation

KBRI bekerjasama dengan Mitsubishi UFJ Financial Group dan AEON 1% Club akan memberikan bantuan dalam bentuk cash pelajar/mahasiswa di Jepang yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Mitsusbishi UFJ Financial Group merupakan group perusahaan Jepang yang menaungi perusahaan yang bergerak di bidang finansial antara lain Bank MUFG serta Bank Danamon di Indonesia. Sementara AEON 1% Club Foundation adalah Yayasan yang selama ini menampung dana CSR dari AEON Group, sebuah group perusahaan Jepang yang yang juga beroperasi di Indonesia

Adapun pelajar/mahasiswa dimaksud perlu memenuhi kriteria:

  1. Merupakan WNI dengan status pelajar/mahasiswa
  2. Masih belum menyelesaikan study/belum lulus
  3. Tidak menerima beasiswa secara penuh baik dari pihak Indonesia, maupun Jepang
  4. Tidak mendapat bantuan finansial yang cukup dari orang tua
  5. Kehilangan/berkurangnya pekerjaan part-time
  6. Hingga September 2020 masih berada di Jepang
  7. Memiliki rekening di bank Jepang (JP Post, SMBC, MUFG, BNI Tokyo atau bank lainnya)

Mohon dapat mengirimkan dokumen-dokumen sebagai berikut, yang dikompres dalam 1 file ZIP/RAR dengan format (NAMA LENGKAP_PREFEKTUR_KOTA):

  1. Scan paspor RI pada halaman data diri dan visa
  2. Scan zaryukardo halaman depan dan belakang
  3. Surat/sertifikat yang menunjukan masih kuliah/study
  4. Buku rekening bank halaman depan, halaman data diri dan rangkuman rekening 1 bulan terakhir
  5. Keterangan singkat mengenai kondisi saat ini dan dampak COVID-19 yang dialami

Pendaftaran dilakukan KBRI Tokyo bekerjasama dengan PPI Jepang. Dokumen persyaratan dikirimkan melalui email consular@kbritokyo.jp atau melalui pengurus PPI di wilayahnya masing-masing hingga tanggal 31 Agustus 2020. Untuk informasi pengurus PPI terdekat dapat dilihat melalui https://jepang.ppi.id/daftar-korda-komsat dan email pengurus@ppijepang.org.

KBRI akan melakukan seleksi atas data yang masuk dan waktu pengiriman bantuan akan diinformasikan kemudian. Pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Fungsi Protokol dan Konsuler a.n. Yuvi Shandy Amisadai melalui nomor kantor KBRI (ext. 426).

Enable Notifications    Ok No thanks