BERBAGI

Pada tanggal 6 Agustus 2017, Duta Besar RI untuk Jepang, Ir Arifin Tasrif, turut menggunting pita yang menandai dibukanya Parade pada Kesennuma Festival. Di foto terlihat Dubes RI berjalan bersama Indonesia Parade yang diberi kehormatan untuk tampil sebagai kelompok kebudayaan pertama setelah Walikota Kesennuma meluncur terlebih dahulu untuk menyambut para penduduk Kesennuma dan para wisatawan dari wilayah lain di Jepang.

Sejak 2003, jauh sebelum gempa dan tsunami melanda Kesennuma, KBRI Tokyo turut membina para pekerja asal Indonesia yang bermukim di Kesennuma untuk turut meramaikan festival tersebut yang memiliki nama Minato Matsuri (festival pelabuhan). Sebagai kota dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan maka ada kedekatan dengan Indonesia, sehingga dibuatlah “Bali Parade” yang menjadi bagian dari parade dalam Kesennuma Festival.

Setelah gempa dan tsunami bulan Maret 2011, begitu banyak bantuan yang diterima penduduk Kesennuma dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia, ditambah datangnya Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono untuk meninjau secara langsung upaya pemulihan kota Kesennuma. SBY menyerahkan bantuan Pemerintah RI sebesar 2 juta dolar AS, dan setelah itu “Bali Parade” diganti nama menjadi “Indonesia Parade” di dalam Minato Matsuri.

Di tahun 2017 ini, “Indonesia Parade” terdiri dari 3 buah kendaraan truk berupa “float” dengan dekorasi khas Bali, dikelilingi oleh masyarakat Indonesia dan Jepang yang mengenakan berbagai busana Nusantara. Terlihat beberapa penari asal Jepang yang membawakan tari Bali di atas truk. Dalam kata sambutannya di hari pertama Minato Matsuri, Dubes RI mengucapkan terima kasih kepada warga Kesennuma yang telah menerima pekerja asal Indonesia sebagai bagian dari penduduk mereka.