Beranda Berita Forum Bisnis Ketenagakerjaan dan Pertemuan Round Table Kerja Sama Investasi dan Perdagangan...

Forum Bisnis Ketenagakerjaan dan Pertemuan Round Table Kerja Sama Investasi dan Perdagangan di Yamagata

41

Yamagata, 29 November 2019 – “Masih banyak potensi kerja sama di sektor ketenagakerjaan yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Jepang di masa depan.  Dengan populasi Indonesia yang tengah menikmati bonus demografi, ditandai dengan besarnya jumlah penduduk usia produktif, Indonesia memiliki pasar tenaga kerja yang menjanjikan. Indonesia siap untuk mengirimkan tenaga kerja berkecakapan tinggi untuk mengisi berbagai posisi kerja yang ditawarkan di Jepang.”  Demikian disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Tokyo, Tri Purnajaya pada sambutan pembukaan Forum Bisnis Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo di Yamagata, Tōhoku, Jepang.

Forum Bisnis Ketenagakerjaan ini diselenggarakan oleh KBRI Tokyo sebagai bagian dari kegiatan Promosi Terpadu.  Selain Forum Ketenagakerjaan, secara back-to-back juga diselenggarakan Round Table Kerja Sama Investasi dan Perdagangan.  Rangkaian kegiatan promosi dimaksud dihadiri oleh lebih dari 30 orang peserta yang berasal dari pelaku usaha di Jepang, pemerintah kota Yamagata, universitas, serta sending organizations dari Indonesia. 

Forum Bisnis Ketenagakerjaan menghadirkan Direktur Kerjasama Luar Negeri (KLN) BNP2TKI, Freddy Panggabean; Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo serta  Wakil Presiden IM Japan, Mr. Tsubota yang memberikan testimoni positif tentang peserta program pemagangan asal Indonesia

Pada kesempatan kunjungan kerja ke Yamagata tersebut, KUAI RI Tokyo juga telah diterima oleh Walikota Yamagata, Mr. Takahiro Sato di kantor Walikota. Walikota Yamagata menyambut baik kunjungan kehormatan KUAI dan menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif KBRI Tokyo menyelenggarakan seminar promosi terpadu di Yamagata. “Terdapat lebih dari 50 orang tenaga kerja pemagang asal Indonesia di Yamagata, dan saya yakin jumlah tersebut akan terus meningkat terutama untuk sektor perawat lansia, pertanian, perikanan dan manufaktur”, ujar Walikota Yamagata. Walikota Yamagata juga mengharapkan lebih banyak kunjungan warga negara Indonesia ke Yamagata, yang memiliki potensi wisata yang menarik yaitu pegunungan Zao yang terkenal sebagai lokasi wisata ski, kuliner khas yaitu imoni (semur daging dan talas), buah-buahan a.l. buah cherry dan lokasi Prefektur Yamagata sebagai lokasi pembuatan film seri Oshin.

Pertemuan Roundtable Investasi dan Perdagangan yang diselenggarakan pada sesi siang, menghadirkan 3 orang narasumber, yaitu Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Tokyo, Atase Perdagangan KBRI Tokyo dan Direktur Eksekutif Japan Indonesia Association (JAPINDA). Pada kesempatan tersebut, Direktur IIPC memaparkan update kebijakan dan iklim investasi terkini di Indonesia, sementara Atase Perdagangan menjelaskan isu-isu terkait sektor perdagangan yang potensial untuk dikembangkan dengan Yamagata. Sementara Direktur Eksekutif JAPINDA mengangkat pengalaman para pengusaha Jepang berbisnis di Indonesia, serta prospek bidang-bidang kerja sama yang potensial untuk dikembangkan antara kalangan bisnis di kedua negara.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti diskusi baik pada sesi Ketenagakerjaan maupun sesi Investasi dan Perdagangan.  Kegiatan Promosi Terpadu ini telah menjadi platform strategis dan memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha di Yamagata untuk bertukar pandangan dan berdiskusi terkait prosedur kebijakan Pemerintah Indonesia. Sehingga diharapkan target Pemerintah terkait a.l. penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik ke Jepang yakni sebesar 70,000 tenaga kerja dalam kurun waktu sampai dengan tahun 2024 dapat segera terealisasi; selain itu diharapkan juga pelaku usaha di prefektur Yamagata dapat mengoptimalkan kerja sama di bidang investasi dan perdagangan. (Ekon-KBRI Tokyo)