Beranda Berita Jepang Tegaskan Peningkatan Kerja Sama Bidang Lingkungan dengan Indonesia

Jepang Tegaskan Peningkatan Kerja Sama Bidang Lingkungan dengan Indonesia

58

Karuizawa – Jepang, Sabtu (15/06).  Jepang menawarkan peningkatan kerjasama di bidang lingkunga kepada Indonesia.  Hal tersebut disampaikan State Minister of Environment of Japan Mr. Tsukasa Akimoto kepada Menteri LHK Siti Nurbya di sela-sela G20 Ministerial Meeting on Energy Transitions and Global Environment for Sustainable Growth yang diselenggarakan di Kota Karuizawa, Prefektur Nagano, Jepang, 14 – 16 Juni 2019.  Di bidang lingkungan hidup, Pertemuan berfokus pada isu efisiensi sumberdaya; penanganan sampah laut plastik; adaptasidan infrastruktur resilien.

Di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri G20 tersebut, kedua Menteri sepakat untuk melanjutkan dan meningkatkan kerjasama terkait penanganan sampah, termasuk sampah plastik laut.   Selama ini kerja sama yang telah berjalan di Indonesia antara lain adalah: pengelolaan sampah Sungai Citarum; pengolahan sampah menjadi energi di Legok Nangka, Bandung; dan pengembangan biofuel.

“Sebagai tindak lanjut pertemuan G20 ini, negara-negara  perlu menekankan bagaimana meningkatkan upaya menjadi lebih sistematis, berdasarkan data base, dan mendorong kesadaran masyarakat,” demikian Siti Nurbaya menyampaikan kepada koleganya dari Jepang.  Disampaikan contoh, untuk melibatkan sektor swasta maka Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan pemberian subsidi untuk pengangkutan sampah agar usaha pengolahan sampah dapat menguntungkan sektor swasta.  Menteri Siti mengundang Jepang untuk melakukan riset lapangan di Indonesia di berbagai bidang tersebut.  Diyakinkan bahwa kondisi di Indonesia sangat kondusif, karena lingkungan hidup yang baik telah dimandatkan di dalam pasal 28 UUD 1945, di samping pasal 33 dan 34 mengenai pengelolaan alam untuk sebesar-besar manfaat untuk rakyat.

Lebih lanjut Menteri Siti memuji keberhasilan Jepang mengelola Danau Biwa dari danau yang kotor menjadi tujuan wisata yang indah, dan mengusulkan dilakukan kerjasama pengelolaan sister lakes dengan Danau Limboto di Gorontalo.  Kedua negara juga akan menjajagi kerjasama pengelolaan sampah laut, mengingat Indonesia telah mengembangkan Regional Capacity Centre for Clean Seas (RCCCS) di Bali, sedangkan Jepang mengembangkan Japan Initiative for Marine Environment (JAIME).  Di samping itu, Green House Observation Satelitte (GOSAT) milik Jepang diharapkan dapat mendukung pembangunan lingkungan di Indonesia.

“Jepang berkeinginan meneruskan dan meningkatkan dukungan untuk pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.  Tenaga ahli kami Keitaro-san yang ditugaskan di KLHK akan kami minta menindak-lanjuti pelunang-peluang kerja sama  tersebut,” demikian Menteri Akimoto menegaskan.