BERBAGI

KBRI Tokyo telah melaksanakan kegiatan Seminar bertajuk “Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) Indonesia dan “Clean Wood Act” Jepang: Sebuah Tantangan dan Peluang” yang diadakan di Lobby KBRI Tokyo pada tanggal 26 Oktober 2017.  Seminar ini terselenggara sebagai bagian dari tanggung jawab KBRI Tokyo dalam meningkatkan hubungan kerjasama di bidang perdagangan produk kayu antara kedua negara.

Seminar legalitas kayu Indonesia dan Jepang ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kebijakan import ‘Clean Wood Act’ kepada Pemerintah RI dan asosiasi industri kehutanan hulu dan hilir di Indonesia, serta untuk mengupdate implementasi dan mempromosikan SVLK yang telah memperoleh Lisensi FLEGT kepada para pihak di Jepang dalam rangka mendorong ekspor kayu Indonesia ke Jepang yang mengalami stagnasi dan sedikit penurunan sesuai data statistik 5 tahun terakhir.

Pembukaan Seminar dilakukan dengan penyampaian sambutan (Opening Remarks) oleh Wakil Duta Besar KBRI Tokyo (Dr. Ben Perkasa Dradjat) dan Forestry Agency-MAFF Jepang (Mr. Ken Tamaki) yang dilanjutkan dengan penyampaian Keynote Speakers oleh Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian LH dan Kehutanan (Dr. Putera Parthama). Seminar yang dimoderatori oleh Atase Kehutanan KBRI Tokyo (Dr. Riva Rovani) menyajikan berbagai paparan materi terkait Sistem Verifikasi Legalitas kayu Indonesia dan Clean Wood Act Jepang, dan juga beberapa tinjauan dan pengalaman pelaksanaan di lapangan terkait kedua sistem tersebut di Indonesia dan Jepang.

Pembicara pada seminar ini antara lain berasal dari Kementerian LH dan Kehutanan (Dr. Rufi’ie, Direktur Pengolahan dan Pemasaran hasil Hutan), Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia/APHI (Dr. David), Asosiasi Panel Kayu Indonesia/APKINDO (Mr. Gunawan Salim), Japan Forest Technology Association/JAFTA (Mr. Yuki Nakamura), Forestry Agency-MAFF Jepang (Ms. Chie Matsuyama), Japan Federation of Wood-Industry Association/JFWA (Mr. Kazuyuki Morita), dan Sumitomo Forestry Co. Ltd (Mr. Eiichi Ishino).

Seminar dihadiri oleh lebih dari 80 peserta yang berasal dari pemerintah Jepang, asosiasi industri kehutanan, perusahaan swasta kehutanan, importer produk kayu, lembaga riset dan LSM Jepang.   Antusiasme kehadiran peserta yang besar pada seminar ini menunjukkan tingginya perhatian berbagai pemangku kepentingan di Jepang terhadap legalitas produk kayu yang masuk ke Jepang dan pentingnya posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor produk kayu terbesar di Jepang selain China, Kanada dan Malaysia.

Pada pembukaan seminar ini, Wakil Duta Besar KBRI Tokyo menyampaikan bahwa Indonesia dan Jepang merupakan mitra strategis dalam perdagangan produk kayu dan olahannya.  Sertifikasi hutan untuk keberlanjutan, legalitas perdagangan kayu dan hilangnya keanekaragaman hayati telah menjadi isu lingkungan utama di Jepang dan hal tersebut telah direspon melalui upaya serius Pemerintah Indonesia untuk melawan pembalakan liar (ilegal logging) dan illegal trade sehingga telah berhasil mengurangi insiden tersebut secara nyata. Pelaksanaan seminar merupakan momentum yang baik bagi kedua pemangku kepentingan di Jepang dan Indonesia untuk saling mempelajari kedua sistem, memahami peluang dan tantangan dalam mempromosikan kayu legal di kedua negara.