BERBAGI

Pada tanggal 7 Agustus 2017, Dubes RI Arifin Tasrif telah melakukan kunjungan dan pertemuan jamuan makan siang atas undangan Gubernur Prefektur Saitama, Mr. Kiyoshi Ueda di kediaman Gubernur di Saitama City. Pada kesempatan tersebut Gubernur Ueda didampingi oleh antara lain oleh Mr. Tetsuya Kobayashi (Speaker Saitama Prefectural Assembly), Mr. Seiji Suzuki (Presiden Asosiasi Persahabatan Parlementer Saitama-ASEAN), dan Mr. Eijiro Miyazaki (Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Parlementer Saitama-ASEAN). Sementara Dubes RI didampingi antara lain oleh Minister Counsellor Fungsi Politik, Minister Counsellor Fungsi Pensosbud, Atase Perdagangan dan Atase Perindustrian.

Dalam pertemuan tersebut Dubes RI menggarisbawahi pentingnya peran aktif Gubernur Saitama, yang berkunjung hampir setiap tahun ke Indonesia, dalam menciptakan hubungan people to people dan business to business yang kondusif antara masyarakat dan pebisnis di Saitama Prefektur dan Indonesia. Dubes RI juga menegaskan komitmen KBRI Tokyo untuk ikut berperan dalam mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini. Beberapa isu yang menjadi perhatian bersama Dubes RI dan Gubernur Saitama antara lain perlunya terus memfasilitasi perusahaan Saitama yang berinvestasi di Indonesia, pentingnya SDM berkualitas asal Indonesia (trainee, nurse dan caregivers) bagi pertumbuhan perusahaan asal Saitama baik di Indonesia maupun di Jepang, perlunya memperkuat pelatihan bahasa Jepang bagi SDM asal Indonesia, adanya peluang menjalin kemitraan antar UKM Indonesia dengan UKM Saitama di bidang food processing, peluang investasi teknologi dan infrastruktur untuk sektor kesehatan di Indonesia, dan potensi kerja sama pelatihan dan alih teknologi di sektor pertanian dan perkebunan.

Di tahun 2018, Indonesia dan Jepang akan merayakan peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik antara kedua negara. Dubes RI berharap Prefektur Saitama dapat ikut memeriahkan perayaan hubungan penting kedua negara, terutama dengan pengalaman yang luas dalam menjalin kemintraan bisnis dan people to people contact antara Prefektur Saitama dengan Indonesia selama ini. Gubernur Saitama juga berkesempatan memperkenalkan jenis ikan Koi yang disilang dari Koi Jepang dengan jenis ikan mas asal Sukabumi, yaitu ikan kumpai yang memiliki punuk tebal dan sirip panjang. Ikan hasil kawin silang tersebut kemudian menjadi perhatian keluarga Kaisar yang juga memeliharanya di Istana.

Selain pertemuan dengan Gubernur Saitama, Dubes RI dan delegasi juga dijadwalkan untuk mengunjungi Omiya Bonsai Art Museum di Saitama yang merupakan satu-satunya museum Seni Bonsai milik publik di dunia. Museum memiliki berbagai koleksi bonsai yang nilainya dilihat dari aspek umur, bentuk yang unik, dan sejarah kepemilikannya. Dubes RI berharap Museum dapat meluangkan waktu untuk berkunjung ke KBRI Tokyo dan mengajarkan teknik membuat dan memelihara Bonsai kepada staf dan masyarakat Indonesia di Tokyo.

Dubes RI juga telah dijadwalkan untuk mengunjungi Railway Museum Saitama, yang memamerkan sejarah perkeretaapian di Jepang, khususnya Jepang Timur, dan yang terkait dengan sejarah Shinkansen pertama di Jepang. Sejarah perkeretaapian di Jepang dimulai sejak tahun 1872 dengan bantuan teknologi dari Inggris dan Amerika. Teknologi tersebut kemudian dikembangkan oleh Jepang dan akhirnya meluncurkan teknologi Kereta Api Cepat Shinkansen pada tahun 1964. Saat ini Jepang sedang dalam tahap akhir pengembangan teknologi Magnetic Levitation (Mag-lev) untuk kereta api super cepat yang sedang dibangun untuk rute Tokyo-Nagoya-Osaka dan akan rampung pengerjaan pada tahun 2027.