BERBAGI

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ibu Susi Pudjiastuti, telah melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang dalam rangka menghadiri Roundtable Breakfast Meeting Country Update: Current Indonesia’s Fisheries Industry – Business and Investment Opportunities in the 6 Outer Islands of Indonesia yang diselenggarakan atas kerja sama KBRI Tokyo, JETRO, IIPC Tokyo, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada tanggal 31 Mei 2018.

Dalam paparannya, Menteri Kelauatan dan Perikanan menyampaikan mengenai update kebijakan di bidang kelautan dan perikanan Indonesia terhadap kalangan pengusaha Jepang. Dalam kurun waktu 2003 – 2013, telah terjadi penurunan jumlah rumah tangga nelayan sebanyak 44,9%. Selain itu, tercatat sebanyak 53 kota lokasi rawan kegiatan destruktif fishing dengan berbagai tingkatan mulai dari tinggi, sedang, rendah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, Presiden Joko Widodo, menetapkan visi untuk mewujudkan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan nasional. Guna mencapai visi tersebut, terdapat 3 strategi utama yang diterapkan, yakni strategi berdaulat di laut untuk mencegah IUU Fishing, strategi konservasi untuk menjaga keberlanjutan produktivitas sumber daya kelautan dan perikanan, serta strategi peningkatan indikator produksi, konsumsi, ekspor, pendapatan, dan terbentuknya pulau-pulau mandiri.

Lebih lanjut, Pemerintah Indonesia juga mengimplementasikan program pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di pulau-pulau terluar guna mempermudah alur pemasaran. Adapun terdapat 6 SKPT yang ditawarkan dalam kerangka kerja sama bilateral Indonesia – Jepang, yakni SKPT di Natuna, Biak, Sabang, Saumlaki, Moa, dan Morotai. Diharapkan melalui penyelenggaraan roundtable breakfast meeting dapat semakin mendorong investasi kalangan pengusaha Jepang di ke-6 SKPT di pulau terluar tersebut. Seusai menghadiri roundtable breakfast meeting, Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang kelautan dan perikanan, guna membahas mengenai hambatan dan tantangan, serta solusi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan investasi dan memanfaatkan peluang usaha di Indonesia.

Di sela-sela kunjungan di Tokyo, Menteri Kelautan dan Perikanan juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jepang dan Chairman JETRO dan bertukar pandangan mengenai isu-isu di bidang kelautan dan perikanan yang menjadi perhatian bersama. Menteri Susi juga mengundang Menteri Taro Kono dan Chairman JETRO untuk menghadiri Our Ocean Conference yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 29 – 30 Oktober 2018 mendatang.