Beranda Berita Penyelenggaraan Forum Bisnis di Sektor Ketenagakerjaan

Penyelenggaraan Forum Bisnis di Sektor Ketenagakerjaan

46

Tokyo, 27 November 2019. KBRI Tokyo telah kembali menyelenggarakan Forum Bisnis di Sektor Ketenagakerjaan bertempat di Lobby KBRI Tokyo dan dihadiri oleh lebih dari 70 orang peserta yang berasal dari accepting organization dan federasi pengusaha di Jepang serta sending organization dari Indonesia.

Acara forum bisnis dibuka dengan sambutan dari Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, Bapak Tri Purnajaya. Dalam sambutannya, Bapak KUAI menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia memiliki potensi pasar tenaga kerja yang menjanjikan. Namun demikian, jumlah tenaga kerja Indonesia di Jepang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN Lainnya seperti Thailand, Vietnam, dan juga Filipina. Oleh karena itu, Forum Bisnis ini diharapkan akan semakin membuka peluang pengiriman tenaga kerja Indonesia di Jepang ke depannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi panel dengan moderator oleh Koordinator Fungsi Ekonomi dan menghadirkan 3 (tiga) orang pembicara, yakni (i) Direktur Kerja Sama Luar Negeri (KSLN) BNP2TKI, Bapak Freddy Panggabean, (ii) Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler, Bapak Bob Tobing, serta (iii) Wakil Presiden IM Japan, Bapak Tsubota.

Dalam paparannya, Direktur KSLN menjelaskan lebih lanjut mengenai skema Specified Skilled Workers (SSW) yang sedikit berbeda dengan skema pemagangan dan Economic Partnership Agreement (EPA). Dalam 5 (lima) tahun ke depan, Indonesia menargetkan untuk dapat mengirimkan 70.000 tenaga kerja SSW ke Jepang. Kendati telah banyak tawaran pekerjaan di Jepang melalui skema SSW, namun jumlah partisipasi dari Indonesia masih rendah. Hingga akhir bulan September 2019, jumlah tenaga kerja asal Indonesia yang menggunakan visa SSW adalah sebanyak 33 orang, dari total keseluruhan 219 orang SSW asing. Hal ini disebabkan selain karena rekruitmen bersifat mandiri, para calon tenaga kerja juga  diharuskan untuk lulus Japan Language Proficiency Test (JLPT) tingkat dasar dan juga lulus uji keterampilan sesuai dengan sektor yang ditetapkan. Lebih lanjut, Direktur KSLN juga menyampaikan mengenai potensi SSW dari Indonesia di berbagai sektor, seperti careworker (1.088 orang), shipbuilding and ship machinery (4.980 orang), agriculture (3.470 orang), fisheries and aquaculture (3.670 orang), dan manufactured of food and beverages (20.323 orang).

Sementara itu, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler memaparkan mengenai peran perlindungan dan pelayanan tenaga kerja Indonesia di Jepang. Saat ini, jumlah WNI yang berdomisili di Jepang adalah sebesar 56.346 orang dengan sebaran terbesar di Prefektur Aichi (6.642 orang), Prefektur Tokyo (4,751 orang), dan Prefektur Ibaraki (3.457 orang). Berdasarkan info yang dilansir dari JITCO, hingga tahun 2018 lalu, jumlah pemagang asal Indonesia adalah sebanyak 26.914 orang (9% dari total jumlah pemagang asing di Jepang). Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo memiliki tugas untuk memberikan perlindungan dan pelayanan bagi seluruh WNI di Jepang, termasuk tentunya tenaga kerja Indonesia. Sementara khusus untuk skema SSW, Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo juga memiliki tugas untuk menerbitkan surat rekomendasi bagi para calon tenaga kerja sebagai persyaratan untuk mendapatkan visa SSW.

Sesi diskusi panel diakhiri dengan testimoni dari IM Japan yang telah berpengalaman menangani tenaga kerja pemagang dari Indonesia selama 26 tahun. Hingga saat ini, jumlah pemagang Indonesia di Jepang yang ditangani IM Japan telah mencapai 40.000 orang. Pemagang asal Indonesia cukup diminati oleh perusahaan Jepang karena rajin, disiplin, dan juga memiliki fisik yang kuat. Mr. Tsubota juga menekankan bahwa pelaksanaan ibadah oleh tenaga kerja muslim dari Indonesia tidak menjadi penghalang dalam menjalankan pekerjaan.

Para peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan paparan yang disampaikan oleh para panelis. Dalam sesi diskusi beberapa pertanyaan yang muncul adalah terkait proses pengurusan perubahan visa kerja dan juga mengenai pengurusan surat rekomendasi. Peserta yang hadir juga tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur rekruitmen melalui IPKOL yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Forum Bisnis di Sektor Ketenagakerjaan ini merupakan bagian dari upaya promosi sekaligus sosialisasi mengenai kebijakan dan potensi kerja sama di sektor ketenagakerjaan antara Indonesia dan Jepang. Selain di Tokyo, Forum Bisnis serupa juga akan diselenggarakan di Yamagata pada tanggal 29 November 2019 mendatang.