Beranda Berita TEI 2019: KBRI Tokyo Promosikan Peluang Indonesia Untuk Mengisi Kebutuhan Tenaga Kerja...

TEI 2019: KBRI Tokyo Promosikan Peluang Indonesia Untuk Mengisi Kebutuhan Tenaga Kerja di Jepang

55

Banten, 17 Oktober 2019: Di sela-sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia ke-34, KBRI Tokyo diwakili oleh Koordinator Fungsi Ekonomi juga telah berpartisipasi sebagai salah satu Narasumber pada Forum Bisnis Sektor Ketenagakerjaan yang digelar oleh BNP2TKI. Forum tersebut dihadiri oleh sekitar enam puluh peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai Institusi Sekolah Kejuruan di bidang manufaktur, perikanan, kesehatan; dan Organisasi Pengirim.

Forum Ketenagakerjaan dibuka oleh Deputi Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI, Ibu Elia Rosalina Sunityo. Dalam sambutannya, beliau mendorong tenaga kerja Indonesia untuk dapat memenuhi permintaan pasar tenaga kerja di luar negeri, khususnya untuk bekerja di Jepang dan Amerika Serikat.

Forum Bisnis dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan dua pembicara, yakni Ibu Rima Cempaka, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo, yang memaparkan terkait potensi lowongan di 14 sektor bagi pekerja Indonesia dengan keterampilan spesifik; dan Ibu Rosmalawati Chalid, Konsul Jenderal RI Chicago yang membahas potensi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi 2.000 lowongan kerja bagi perawat di berbagai rumah sakit kawasan Midwest, Amerika Serikat.

Dalam paparannya, Korfung Ekonomi KBRI Tokyo sampaikan kondisi Jepang yang menghadapi tantangan aging population dan kekurangan angkatan kerja. “Melalui penandatangan MoC (Memorandum of Cooperation) antara Indonesia dan Jepang, terkait SSW/ Specified Skilled Workers diharapkan dalam 5 tahun ke depan sekitar 70,000 tenaker Indonesia dapat mengisi lowongan pekerjaan pada 14 sektor di Jepang”, ujar Ibu Rima Cempaka. Ditekankan pula pentingnya memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai (minimal lulus ujian bahasa Jepang level N4) serta lulus ujian keterampilan teknis yang disyaratkan Pemerintah Jepang.

Adapun 14 bidang bagi Pekerja Berketerampilan Spesifik (SSW) dimaksud antara lain Care worker; Building Cleaning Management; Machine Parts and Tooling Industry; Industrial Machinery Industry; Electric, Electronics and Information Industry; Construction Industry; Shipbuilding and Ship Machinery Industry; Automotive Repair and Maintenance; Aviation Industry; Accommodation Industry; Agriculture; Fishery and Aquaculture; Manufacture of Food and Beverages; Food Service Industry.

Sementara, Konjen RI Chicago dalam paparannya menjelaskan persyaratan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja Indonesia agar dapat bekerja di Amerika Serikat. “Perawat lulusan Indonesia harus punya lisensi yang dikeluarkan oleh nursing board negara bagian setempat dan menjalani sejumlah ujian, antara lain lulus ujian NCLEX (National Council Licensure Exam), memiliki pendidikan yang setara dengan perawat Amerika Serikat, lulus ujian bahasa Inggris TOEFL dan tidak memililiki catatan kriminal.

Forum tersebut ditutup dengan Sesi Tanya Jawab, dimana peserta sangat antusias menanyakan persyaratan terkait peluang dan mekanisme menjadi tenaga magang/ TITP dan tenaga berketerampilan spesifik/ SSW. Pentingnya penyempurnaan sistem rekrutmen yang dikembangkan oleh Kemnaker (IPKOL) dan diseminasi informasi mengenai prosedur penggunaan IPKOL dalam bahasa Jepang bagi pemangku kepentingan terkait di Jepang, khususnya Accepting Organization, ditegaskan sebagai salah satu syarat utama agar pengiriman tenaga kerja SSW asal Indonesia ke Jepang dapat terlaksana sesuai target yang ditetapkan Pemerintah.