Beranda blog Halaman 2

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Menghadiri U20 Forum di Tokyo-Jepang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri U20 Mayor Forum di Tokyo, Jepang, 20-21 Mei 2019. Pada pertemuan ini, Gubernur Anies menjadi pembicara dalam diskusi panel bertema Climate Action. Dalam sesi tersebut, Gubernur Provinsi DKI Jakarta memaparkan rencana aksi Kota Jakarta dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dengan melibatkan partisipasi masyarakat seperti Program Kampung Iklim, Bank Sampah, Pertanian Kota, dan Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga.

U20 2019 di Tokyo dihadiri oleh 27 perwakilan kota dari seluruh dunia yang terdiri dari Gubernur, Walikota, Wakil Walikota dan perwakilan kota lainnya. U20 merupakan platform diskusi diantara para pemimpin kota untuk menyuarakan pesan kolektif dan solusi inklusif kepada para pemimpin G20 tentang peran signifikan kota dalam pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang

Di sela kunjungannya ke Tokyo, Jepang, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan pertemuan dengan State Minister of Environment, Tsukasa Akimoto. Pada pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai poin di bidang lingkungan hidup antara Jawa Barat dan Jepang antara lain kerja sama untuk pengelolaan sampah untuk energi serta kerja sama dalam bidang pencegahan dan penanggulangan bencana alam, serta membahas kerja sama yang bisa digali antara Jawa Barat dan Jepang guna membersihkan Sungai Citarum.

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke Jepang

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah melakukan kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang, 20-21 Mei 2019. Pada kunjungan tersebut, Gubernur Ridwan Kamil melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak Jepang antara lain JICA, MLIT, dan Ministry of Environment. Gubernur Ridwan Kamil juga menandatangani Letter of Intention antara Provinsi Jawa Barat dengan International Finance Corporation mengenai Investment Cooperation for Infrastructure Development and Revitalization of Regional-Owned Enterprises in West Java.

Pelaksanaan Pemilu 2019 di Tokyo

Pemilihan Umum 2019 (Pemilu) di Tokyo dilaksanakan pada tanggal 14 April 2019 di Balai Indonesia Tokyo pada pukul 08.00–19.00. Pembukaan TPSLN dimulai dengan pengambilan sumpah KPPSLN yang disaksikan oleh PPLN, Panwaslu dan saksi-saksi, baik dari calon Presiden/Wakil Presiden maupun dari partai.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, tim keamanan dikoordinasikan oleh Atase Pertahanan dibantu para staf KBRI Tokyo, Kepolisian RI dan pihak Kepolisian Jepang.

Para calon pemilih terlihat mulai membuat antrian sejak pukul 07.30 dan semakin banyak berdatangan sampai pukul 18.00, sehingga penutupan gerbang lokasi TPSLN yang semula direncanakan pukul 18.00 diundur menjadi pukul 19.00. Namun panitia tetap memberikan pelayanan bagi yang sudah mengantri sampai selesai. Pemilih terakhir tercatat menyalurkan hak suaranya pukul 22.42.

Pemilu di Tokyo mendapat antusias yang tinggi dari WNI yang terlihat dari antrian panjang calon pemilih sejak pagi sampai malam. Tercatat jumlah pemilih yang menyalurkan surat suaranya tercatat sebanyak 1.937 pemilih dari 2.222 calon pemilih. Dengan demikian, persentase partisipasi pemilu mencapai 87,17%. Dari sisi partisipasi dan jumlah pemilih, ini merupakan catatan tertinggi dalam pemilu di Tokyo.

Pemilu telah berlangsung aman dan lancar. Penghitungan suara akan dilakukan kembali di Balai Indonesia pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 yang dimulai pukul 08.00 dengan pembukaan dan pemilahan amplop pelayanan pemungutan suara melalui pos. Selanjutnya proses penghitungan suara dilakukan bersamaan dengan waktu penghitungan di dalam negeri. Masyarakat dapat menyaksikan penghitungan suara di Balai Indonesia pada waktu dimaksud.

Penghitungan surat suara juga telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro, Tokyo. Pada kegiatan tersebut, telah diketahui bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 01 Ir H Joko Widodo-KH Maruf Amin mendapatkan suara sebesar 5955 suara diikuti oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno dengan 3534 suara. Selain itu untuk suara pemilu legislatif, PKS dan PDIP menjadi peraih suara tertinggi di wilayah kerja PPLN Tokyo dengan suara sebesar 1869 dan 1727.

Dokumentasi Video:

Rayu Diver Jepang, Kemenpar Ikuti Marine Diving Fair di Jepang

JAKARTA – Potensi sektor wisata bahari Indonesia tak perlu diragukan. Beragam pengahargaan prestisius dunia selalu mampir, melambungkan wisata bahari nusantara. Untuk itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mempromosikan keunggulan sektor wisata bahari ke seluruh penjuru dunia. Salah satunya dengan mengikuti Marine Diving Fair (MDF) di Sunshine City Convention Center Hall C,D Ikebukuro, Tokyo, Jepang pada 5 – 7 April 2019.

“Keikut sertaan Kemenpar pada ajang ini adalah untuk meningkatkan promosi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata bahari favorit dunia khususnya diving. Dengan promosi ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan untuk mendukung pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II, Kemenpar Ardi Hermawan, Selasa (2/3).

Ardi menambahkan, keikutsertaan Kemenpar diajang ini sangat penting. Karena MDF adalah pameran wisata selam terbesar dan terpopuler di Jepang. Ajang ini rutin diadakan setiap tahun sejak 1993, dimana tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke–27 kalinya. Pada tahun 2018, MDF dikunjungi oleh 50.598 orang, terdiri dari 82% diver dan 18% resorter.

Pada perhelatan tahun ini, Indonesia menempati booth seluas 96 sqm. Paviliun Indonesia ini akan memfasilitasi 15 peserta industri dari 8 provinsi dengan mayoritas memiliki spesialisasi wisata selam.

Mereka terdiri dari North Sulawesi Travel dari Sulawesi Utara, PT. Indonesia Kaktus Wisata Tirta (Poni Divers Bali) dari Bali, Lembeh Resort dari Sulawesi Utara, serta Noah Maratua Resort dari Kalimantan Timur.

Kemudian juga ada PT. Putra Papua Baru dari Papua Barat, Blue Season Bali (PT. Bali Ocean Adventure) dari Bali, Ena Dive Travel & Marine Adventure dari Bali, serta Cocotinos Hotels & Resorts dari Sulawesi Utara.

“Selain itu juga ada Sangalaki Resort dari Kalimantan Utara, Grand Komodo Raja Ampat Dive Lodge dari Bali, Siladen Island Resort & Spa dari Sulawesi Utara, Pearl of Papua Indonesia dari Jawa Tengah, Doberai Private Island dari Papua Barat, Dive Dream daru Bali serta Garuda Indonesia,” urai Ardi.

Rencananya, berbagai rangkaian kegiatan akan dilakukan Kemenpar dalam MDF. Rangkaian tersebut meliputi publikasi advertorial dengan linking-out & banner, exhibition, presentasi di main stage oleh pakar dive Indonesia, pelayanan spa, hingga cultural performance dan aktifitas interaktif lainnya.

Selain itu juga dilakukan business and consumer meeting. Ada juga pelayanan informasi pariwisata dan pendistribusian bahan promosi pariwisata Indonesia.

Lebih menegaskan nuansa nusantara, keharuman kopi nusantara juga tak lupa disuguhkan. Karena, Indonesia memang sangat terkenal sebagai surganya kopi. Brand-nya pun sudah mendunia.

“Berbagai program ini sengaja kami suguhkan untuk semakin menarik minat wisatawan Jepang untuk berwisata menyelam di Indonesia. Yang pasti kami akan sajikan yang terbaik untuk memikat minat mereka,” terang Ardi.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2018, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia mengalami penurunan 7,52% dibanding tahun 2017. Jumlah wisatawan Jepang selama 2018 mencapai 530.171 wisatawan padahal Kemenpar menargetkan angka kunjungan sebesar 595.000 wisatawan. Sementara itu, pada 2017 jumlah realisasi wisatawan Jepang mencapai 573.310 wisatawan.

Sekali berkunjung, wisatawan Jepang pada umumnya menghabiskan waktu 6 hingga 7 hari. Menurut hasil Passenger Exit Survey (PES) Kemenpar tahun 2016, mereka rata-rata mengeluarkan bujed USD 1,013 per kunjungan.

“Latar belakang ini menjadi pendorong Kemenpar untuk meningkatkan berbagai upaya promosi pariwisata Indonesia secara lebih masif di Negeri Sakura. Ditambah lagi, tahun ini Kemenpar menargetkan 720.000 kunjungan wisatawan asal Jepang,” ujar Ardi

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, MDF merupakan kesempatan baik untuk memasarkan destinasi wisata selam Indonesia kepada para peminat wisata selam di Jepang. Menpar berharap ajang ini dapat menghasilkan potensi pertambahan jumlah wisman Jepang pada tahun 2019. Sehingga pada akhirnya menghasilkan keuntungan ekonomi yang menjanjikan bagi berbagai pelaku industri pariwisata nasional.

“Kalau bicara mengenai wisata bahari saya sudah tidak ragu lagi, Indonesia adalah juaranya. Garis pantai Indonesia itu terpanjang ke dua setelah Kanada. Belum lagi dua per tiga terumbu karang terbaik dunia ada di sini. Kalau mau diving dan snorkling lebih baik ke Indonesia. Ini yang akan kita tawarkan pada ajang MDF kali ini,” pungkasnya. (*)