Beranda blog Halaman 2

KBRI Tokyo bekerjasama dengan ASEAN-Japan Center mengadakan Workshop Bisnis Kehutanan pada kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Indonesia

Dalam rangka memperingati 60 tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Jepang, KBRI Tokyo bersama ASEAN Japan Center telah melaksanakan Workshop Bisnis Kehutanan di Indonesia bertajuk “A Way Forward of Eco-Products Marketing and Investment in Collaboration with Forest  Management Units (FMUs): Promoting Community-based Eco-Products” pada Hari Selasa, 4 Desember 2018 di Aula ASEAN Japan Center (AJC), Tokyo. Pelaksanaan workshop ini didukung oleh Japan International Forestry Promotion and Cooperation (JIFPRO), Japan Forest Technology Association (JAFTA) dan Nusantara Research Institute Co., Ltd. (NRI).

Workshop ditujukan untuk memperkenalkan produk-produk ramah lingkungan (eco-products)  berbasis masyarakat dan potensi wilayah kerja sama dalam kawasan KPH di Indonesia yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di Indonesia.  Disamping itu workshop ditujukan juga untuk meningkatkan investasi Jepang di Indonesia  pada kegiatan ekonomi hijau (green economy) dan meningkatkan upaya kewirausahaan KPH dan masyarakat di sekitar hutan.

Workshop menghadirkan 17 pembicara dari berbagai sumber dari Indonesia maupun Jepang, baik dari lingkup Pemerintah Indonesia (Kementerian LH dan Kehutanan, Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM, Pemdaprov Yogyakarta), Sekretariat Nasional Pembangunan KPH, Asosiasi bisnis Jepang (Business Association of Indonesia in Japan), perusahaan swasta Jepang (Sennin Spice, Vegestance Inc) dan lembaga penelitian internasional (JAFTA dan JIFPRO).  Workshop dihadiri oleh 70 peserta dari Pemerintah Jepang, investor, asosiasi perdagangan/retail, konsultan, JICA dan sebagainya.

Workshop dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI di Tokyo (Arifin Tasrif),  dilanjutkan sambutan Sekjen ASEAN Japan Center (Masataka Fujita), dan penyampaian Keynote Speakers oleh Sekretaris Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Kementerian LH dan Kehutanan (Misran).  Pembicara dari Indonesia pada sesi I workshop ini antara lain Drasospolino (Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi, KLHK), Dr. Agus Setyarso (Sekretariat Nasional Pembangunan KPH), Imam Soejoedi (Direktur Promosi Investasi, BKPM), Nurhasnih (Kepala Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Kalimantan), Sutaryo Soeratin (Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, D.I. Yogyakarta) dan Tan Ui Sian (APIJ/Asosiasi Pengusaha Indonesia di Jepang).  Sedangkan pembicara Indonesia pada Sesi II antara lain M. Yusuf Noorhajiyanto (Perum Perhutani), Misriadi (KPHP Limau-Jambi), Aji Sukmono (Balai KPH Yogyakarta), Zailani (KPHP Minas Tahura), Juni Priulina (BPKH Wilayah X Palangkaraya), Murlan Dameria Pane (Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum) dan Supriady Nuhung Salle (BPKH Wilayah XIII Makassar).

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI menyampaikan bahwa hutan tropis Indonesia mempunyai potensi menghasilkan berbagai multi produk unggulan yang melimpah dan mempunyai ketersediaannya yang khas sehingga merupakan sumber ekonomi yang secara bisnis sangat potensial untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Apabila dimanfaatkan dan dikembangkan dengan baik melalui kebijakan dan program yang tepat, diperhatikan aspek budidaya dan produksinya, dikembangkan nilai tambahnya, ditingkatkan nilai investasinya, dan dipasarkan melalui saluran pasar yang luas, maka akan memberikan solusi bagi persoalan ekonomi, sosial dan lingkungan masyarakat yang berada di dalam dan sekitar hutan Indonesia. Bertepatan dengan tahun spesial 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, KBRI Tokyo akan mendorong segala inisiatif kerjasama antara KPH di Indonesia dan pelaku usaha Jepang, serta terus berupaya agar investasi dan kerjasama konkrit kedua negara dapat terlaksana.

Pada sesi Keynotes Speech, Sekretaris Ditjen PHPL Kementerian LHK (Misran) menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan perubahan mendasar tentang konsep pengelolaan hutan, dari berorientasi pada hasil hutan kayu berubah menjadi pengelolaan ekosistem berbasis lansekap yang mengikutsertakan perhutanan sosial, pengelolaan hutan berbasis masyarakat serta berorientasi hasil hutan kayu dan non kayu.  Selanjutnya saat ini upaya-upaya perbaikan tata kelola hutan di Indonesia telah membantu meningkatkan kontribusi sektor kehutanan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, dimana pada tahun 2017, investasi di sektor lingkungan dan kehutanan meningkat menjadi sebesar USD 11 Milyar dan juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja sebesar 49.7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya di 2016.  Lebih lanjut disampaikan bahwa pemberian akses melalui pemberdayaan masyarakat melalui perhutanan sosial, telah mendorong peningkatan di sektor ekonomi domestik karena telah meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus berkontribusi positif kepada GDP nasional dan sub-nasional.  

Workshop yang dimulai sejak pagi hari hingga sore hari ini membahas potensi produk ramah lingkungan (eco-products) dari perspektif bisnis dan investasi pada sesi pagi. Selanjutnya pada sesi siang membahas pengembangan proposal bisnis baik dari perspektif pebisnis dan akademi Jepang maupun dari 7 KPH (Perum Perhutani, KPHP Limau, Balai KPH Yogyakarta, KPHP Minas Tahura, KPHP Murung Raya, KPHP Kapuas Hulu/Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, dan KPHP Mamasa Barat), yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.  Workshop kemudian ditutup oleh Atase Kehutanan KBRI Tokyo (Dr. Riva Rovani) sebagai perwakilan KBRI Tokyo.

Agenda dan bahan presentasi workshop secara lengkap dapat diunduh pada link: https://drive.google.com/drive/folders/1TeS-cPf1J0Y4sQjnzLqiaRUUlcH4lOU4?usp=sharing

31 orang Kangoshi Telah Menyelesaikan Economic Partnership Agreement (EPA) Training Program Bahasa Jepang

Sebanyak 31 orang kangoshi (perawat) dari Indonesia telah berhasil menyelesaikan Economic Partnership Agreement (EPA) Training Program Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS).

Turut hadir pada acara pentupan pelatihan tersebut adalah Duta Besar RI Tokyo, Arifin Tasrif, dan Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono. Dalam sambutannya, Duta Besar RI Tokyo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Pelatihan tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang sekaligus beradaptasi dengan lingkungan dan budaya Jepang. Duta Besar RI Tokyo juga menyampaikan harapan agar para peserta tetap semangat, rajin, tekun, dan disiplin dalam menjalankan tugas di rumah sakit sehingga kelak dapat berhasil lolos dalam ujian nasional untuk menjadi perawat bersertifikasi. Selain itu, Duta Besar RI Tokyo juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada AOTS atas kerja sama yang telah terjalin erat selama ini dalam mempersiapkan para kandidat perawat dan perawat lanjut usia asal Indonesia. Diharapkan jumlah peserta pelatihan EPA Training Program akan semakin meningkat ke depannya.

Program pelatihan bahasa Jepang ini merupakan bagian dari persiapan para kandidat perawat ini sebelum terjun langsung bekerja di berbagai rumah sakit di Jepang. Program pelatihan bahasa ini telah diselenggarakan selama 6 bulan dari 7 Juni – 3 Desember 2018 di AOTS Tokyo Kenshu Center. Selain itu juga terdapat 189 orang kaigofukushishi (perawat untuk lansia) yang mengikuti program pelatihan di AOTS Chubu Kenshu Center dan 109 orang kaigofukushishi mengikuti program pelatihan di AOTS Kansai Kenshu Center.

8 Motor Custom Indonesia Berpartisipasi pada 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show

8 motor custom Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) ikut berpartisipasi pada 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show yang diselenggarakan di Pacifico Yokohama yang diselenggarakan di Pacifico Yokohama pada 2 Desember 2018 yang lalu. Yokohama Hot Rod Custom Show merupakan kegiatan pameran custom otomotif bergengsi tingkat internasional yang menjadi kiblat para builder dari berbagai negara.

8 motor yang ditampilkan tersebut merupakan hasil seleksi dalam 7th Annual Kustomfest yang telah diselenggarakan pada bulan Oktober 2018 yang lalu. Pemilihan builder Indonesia yang berpartisipasi pada Hot Rod Custom Show tersebut didasarkan pada konsistensi karya dan karakteristik masing-masing.

8 karya peserta Indonesia tersebut adalah “The Falcon” karya Queenlekha Choppers  dari Yogyakarta, “Kanjeng Nyai” karya Psychoengine dari Purwokerto, “My Baager” dan “Drakon” karya Imagineering Customs dari Jakarta, “Badak Agung” dan “Gajah Ireng” karya AMS Garage dari Bali, “RCG 545 Chopper” karya Ndra King dari Bandung, dan “Gerald 22” karya Geges Garage dari Pekanbaru.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap partisipasi Indonesia pada 27th Annual Yokohama Hot Rod Custom Show tersebut, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, turut hadir mengunjungi pameran tersebut. Pada kesempatan tersebut, Kepala Bekraf menyampaikan penghargaannya terhadap Kustomfest atas kerja kerasnya dalam memperkenalkan dan mempromosikan desain produk kreatif dari industri otomotif Indonesia secara global.

Triawan Munaf juga menyampaikan kebanggaannya bahwa produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk-produk negara lainnya yang telah lebih dahulu terjun di industri custom otomotif. Lebih lanjut Triawan Munaf juga menekankan kembali dukungan dari Bekraf untuk mendorong kemajuan industri kreatif Indonesia, termasuk diantaranya sektor desain produk otomotif. Diharapkan dengan dukungan Bekraf ini akan semakin memicu para pelaku dan penggiat industri kreatif untuk berkarya dan meningkatkan kualitas ekonomi kreatif tanah air sehingga mampu bersaing di mancanegara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Ignasius Jonan Menjadi Pembicara Tunggal dalam “Top Seminar” JAPINDA – Tokyo

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bapak Ignasius Jonan mejadi pembicara tunggal dalam “Top Seminar” yang diselenggarakan oleh Japan – Indonesia Association (JAPINDA) pada tanggal 26 Oktober 2018 di Capitol Hotel Tokyu, Tokyo. Seminar dibuka oleh mantan Perdana Menteri Jepang, Bapak Yasuo Fukuda dan dihadiri sekitar 70 pengusaha dari perusahaan-perusahaan besar Jepang.

Dalam seminar, Menteri Jonan menyakinkan para pengusaha Jepang bahwa dengan kondisi ekonomi yang baik serta didukung oleh kebijakan energi yang friendly, saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di bidang energi di Indonesia. Seminar mendapat sambutan antusias dari para peserta yang terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai kebijakan energi Indonesia.

Seminar ini merupakan salagh satu rangkaian dari beberapa kegiatan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang.

.

IPB Rector Delegation Visit to Embassy of Republic of Indonesia in Tokyo and Tokyo University of Agriculture, Japan for Mou Renewal Signing

Bogor Agricultural University (IPB) delegations carried out a series of collaborative meetings with Japanese partner institutions during October 22nd-23rd, 2018. The representatives were comprised of Dr Arif Satria – IPB Rector, Prof M A Chozin – Chairman of IPB Board of Trustee and Dr Sintho W Ardie – Deputy Director for International Program Service at IPB Directorate of International Program. Following the arrival in in Tokyo on October 22nd, 2018, the reception was started off by meeting in Embassy of Republic of Indonesia in Tokyo with the Vice Ambassador – Mochamad Abas Ridwan and the Educational Attaché of the Embassy of the Republic of Indonesia in Japan– Dr. Alinda F. M. Zain. The discussion emphasized the importance of higher education’s role in strengthening Japan-Indonesia relation, particularly in fisheries and agriculture area. During gift exchange session, Dr. Arif Satria received a t-shirt to commemorate 60 years of Indonesia-Japan’s relation from The Embassy, whilst IPB handed the delegation the IPB promotion kit.

In the wake of the visit to Embassy of Republic of Indonesia in Tokyo on October 22nd, 2018, delegations proceeded towards the Tokyo University of Agriculture (TUA/Tokyo NODAI). The agenda of signing ceremony for renewal of the Memorandum of Understanding (MoU) between TUA/Tokyo NODAI and IPB took place in President’s Room, 9th Floor, Academia Center, Tokyo NODAI, Tokyo, Japan. TUA/Tokyo NODAI was represented by Dr. Katsumi TAKANO – President of TUA/Tokyo NODAI, Dr. Yoichi SAKATA – TUA/Tokyo NODAI Director of Center for International Programs, Dr. Kojiro SUZUKI – Deputy Director of TUA/Tokyo NODAI Center for International Programs, Mr. Yasuyuki ASANO – Chief Officer of TUA/Tokyo NODAI Office of President, Mr. Koichi YOSHINO – Chief Officer of TUA/Tokyo NODAI Center for International Programs, Ms. Naho GOTO – Assistant Chief Officer of TUA/Tokyo NODAI Center for International Programs. The occasion was first of all addressed by Dr. Katsumi TAKANO and then continued by remarks by Dr Arif Satria. The subsequent session was introduction of the entirety of attendants, before the main subject matter of the day namely signing of the Memorandum of Understanding. Prior to the end of ceremony, gifts were exchanged between the attendants. IPB proposed to be the host of the 20 International Student Summit at 2020 and it was welcomed by TUA. The invited parties also during the occasion agreed to elevate the collaboration to the next level, not only in academic but also in research. IPB delegation also took the opportunity to meet IPB students currently having their program in TUA.