Beranda blog Halaman 2

500 Warga Indonesia Meriahkan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Tokyo

15 anggota Paskibra Tokyo dengan langkah tegap memasuki halaman Wisma Duta Besar Tokyo tempat pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-72 pagi ini (17/08) untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Langit Tokyo yang mendung tidak menghalangi tak kurang dari 500 masyarakat Indonesia yang tinggal di Tokyo dan sekitarnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para peserta upacara juga dihibur dengan aubade lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan oleh para siswa Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Ke-15 orang anggota Paskibra tersebut merupakan bagian dari total 20 orang Paskibra yang terdiri dari para siswa SRIT yang telah berlatih dengan intensif selama 1 bulan di bawah pembinaan Atase Pertahanan KBRI Tokyo. Usai masa latihan, ke-20 Paskibra tersebut dikukuhkan dalam upacara pengukuhan yang berlangsung di SRIT pada hari Selasa lalu (15/07).

Turut hadir pula dalam upacara bendera adalah friends of Indonesia, diantaranya Yasuo Fukuda, mantan Perdana Menteri Jepang yang juga menjabat sebagai Ketua Japan-Indonesia Association (JAPINDA). Usai upacara, Dubes RI Tokyo, Arifin Tasrif mengundang Yasuo Fukuda untuk melakukan pemotongan tumpeng bersama yang menandai peringatan HUT RI ke-72.

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI Tokyo juga mengumumkan telah terbentuknya Ikatan Pengusaha Indonesia di Jepang (IPIJ). Beliau berharap bahwa dengan terbentuknya ikatan tersebut, para pengusaha Indonesia di Jepang dapat bersinergi dengan baik sehingga menjadi lebih kompetitif di pasar Jepang.

Upacara peringatan di Wisma Dubes RI Tokyo diliput oleh stasiun televisi setempat, BS-TBS, yang juga mewawancarai Dubes Arifin Tasrif mengenai hubungan bilateral RI-Jepang untuk ditayangkan pada acara  “Ichiryu Yoshio ga tou” (Yoshio Ichiryu Speaks).

Dubes RI Tokyo juga diwawancarai untuk siaran langsung oleh media komunitas Indonesia di Jepang, yaitu Radio PPI Jepang (http://jradiowp.ppijepang.org) yang mengudara 2 jam setiap harinya, pada pukul 19.00-21.00 waktu Jepang atau pukul 17.00-19.00 WIB.

Bagi seluruh peserta upacara disediakan berbagai hidangan khas Indonesia dan juga makanan Jepang, wagyu halal, kontribusi dari pengusaha muslim Jepang.

Kunjungan Dubes RI ke Prefektur Saitama Dalam Rangka Peningkatan Hubungan Kerja Sama Dunia Usaha dan Ketenagakerjaan Saitama City

Pada tanggal 7 Agustus 2017, Dubes RI Arifin Tasrif telah melakukan kunjungan dan pertemuan jamuan makan siang atas undangan Gubernur Prefektur Saitama, Mr. Kiyoshi Ueda di kediaman Gubernur di Saitama City. Pada kesempatan tersebut Gubernur Ueda didampingi oleh antara lain oleh Mr. Tetsuya Kobayashi (Speaker Saitama Prefectural Assembly), Mr. Seiji Suzuki (Presiden Asosiasi Persahabatan Parlementer Saitama-ASEAN), dan Mr. Eijiro Miyazaki (Sekretaris Jenderal Asosiasi Persahabatan Parlementer Saitama-ASEAN). Sementara Dubes RI didampingi antara lain oleh Minister Counsellor Fungsi Politik, Minister Counsellor Fungsi Pensosbud, Atase Perdagangan dan Atase Perindustrian.

Dalam pertemuan tersebut Dubes RI menggarisbawahi pentingnya peran aktif Gubernur Saitama, yang berkunjung hampir setiap tahun ke Indonesia, dalam menciptakan hubungan people to people dan business to business yang kondusif antara masyarakat dan pebisnis di Saitama Prefektur dan Indonesia. Dubes RI juga menegaskan komitmen KBRI Tokyo untuk ikut berperan dalam mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini. Beberapa isu yang menjadi perhatian bersama Dubes RI dan Gubernur Saitama antara lain perlunya terus memfasilitasi perusahaan Saitama yang berinvestasi di Indonesia, pentingnya SDM berkualitas asal Indonesia (trainee, nurse dan caregivers) bagi pertumbuhan perusahaan asal Saitama baik di Indonesia maupun di Jepang, perlunya memperkuat pelatihan bahasa Jepang bagi SDM asal Indonesia, adanya peluang menjalin kemitraan antar UKM Indonesia dengan UKM Saitama di bidang food processing, peluang investasi teknologi dan infrastruktur untuk sektor kesehatan di Indonesia, dan potensi kerja sama pelatihan dan alih teknologi di sektor pertanian dan perkebunan.

Di tahun 2018, Indonesia dan Jepang akan merayakan peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik antara kedua negara. Dubes RI berharap Prefektur Saitama dapat ikut memeriahkan perayaan hubungan penting kedua negara, terutama dengan pengalaman yang luas dalam menjalin kemintraan bisnis dan people to people contact antara Prefektur Saitama dengan Indonesia selama ini. Gubernur Saitama juga berkesempatan memperkenalkan jenis ikan Koi yang disilang dari Koi Jepang dengan jenis ikan mas asal Sukabumi, yaitu ikan kumpai yang memiliki punuk tebal dan sirip panjang. Ikan hasil kawin silang tersebut kemudian menjadi perhatian keluarga Kaisar yang juga memeliharanya di Istana.

Selain pertemuan dengan Gubernur Saitama, Dubes RI dan delegasi juga dijadwalkan untuk mengunjungi Omiya Bonsai Art Museum di Saitama yang merupakan satu-satunya museum Seni Bonsai milik publik di dunia. Museum memiliki berbagai koleksi bonsai yang nilainya dilihat dari aspek umur, bentuk yang unik, dan sejarah kepemilikannya. Dubes RI berharap Museum dapat meluangkan waktu untuk berkunjung ke KBRI Tokyo dan mengajarkan teknik membuat dan memelihara Bonsai kepada staf dan masyarakat Indonesia di Tokyo.

Dubes RI juga telah dijadwalkan untuk mengunjungi Railway Museum Saitama, yang memamerkan sejarah perkeretaapian di Jepang, khususnya Jepang Timur, dan yang terkait dengan sejarah Shinkansen pertama di Jepang. Sejarah perkeretaapian di Jepang dimulai sejak tahun 1872 dengan bantuan teknologi dari Inggris dan Amerika. Teknologi tersebut kemudian dikembangkan oleh Jepang dan akhirnya meluncurkan teknologi Kereta Api Cepat Shinkansen pada tahun 1964. Saat ini Jepang sedang dalam tahap akhir pengembangan teknologi Magnetic Levitation (Mag-lev) untuk kereta api super cepat yang sedang dibangun untuk rute Tokyo-Nagoya-Osaka dan akan rampung pengerjaan pada tahun 2027.

Indonesianist Gathering Diselenggarakan untuk Pertama Kalinya oleh KBRI Tokyo

Sebanyak 22 Indonesianis asal Jepang berkumpul untuk pertama kalinya di Wisma Duta Besar RI Tokyo Jumat pekan lalu (04/08) dalam Indonesianist Gathering, sebuah forum diskusi dan sharing informasi mengenai perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.

22 Indonesianis tersebut berasal dari kalangan pemerintah, pengusaha, dan juga akademisi. Di antara tamu undangan yang hadir tampak Yasuo Fukuda (Ketua Japan – Indonesia Association), Dubes Yutaka Iimura (Wakil Ketua Japan – Indonesia Association), Dubes Kojiro Shiojiri (Duta Besar Jepang untuk Indonesia pada periode tahun 2008 – 2011), Prof. Mitsuo Nakamura (Profesor Emeritus dari Chiba University), Prof. Shinji Asanuma (Profesor tamu dari Hitotsubashi University), Dr. Yuri Sato (Executive Vice President JETRO), dan Prof. Jun Honna (Ritsumeikan University).

Para Indonesianis menyampaikan apresiasinya atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini dan menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi secara aktif melalui keahliannya masing-masing untuk memajukan kemitraan Indonesia – Jepang. Ke depannya, kegiatan Indonesianist Gathering ini akan diselenggarakan secara berkala dengan format focus group discussion dengan mengangkat tema tertentu terkait isu yang menjadi perhatian bersama.

Duta Besar Arifin Tasrif Turut Membuka Parade dalam Kesennuma Festival

Pada tanggal 6 Agustus 2017, Duta Besar RI untuk Jepang, Ir Arifin Tasrif, turut menggunting pita yang menandai dibukanya Parade pada Kesennuma Festival. Di foto terlihat Dubes RI berjalan bersama Indonesia Parade yang diberi kehormatan untuk tampil sebagai kelompok kebudayaan pertama setelah Walikota Kesennuma meluncur terlebih dahulu untuk menyambut para penduduk Kesennuma dan para wisatawan dari wilayah lain di Jepang.

Sejak 2003, jauh sebelum gempa dan tsunami melanda Kesennuma, KBRI Tokyo turut membina para pekerja asal Indonesia yang bermukim di Kesennuma untuk turut meramaikan festival tersebut yang memiliki nama Minato Matsuri (festival pelabuhan). Sebagai kota dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan maka ada kedekatan dengan Indonesia, sehingga dibuatlah “Bali Parade” yang menjadi bagian dari parade dalam Kesennuma Festival.

Setelah gempa dan tsunami bulan Maret 2011, begitu banyak bantuan yang diterima penduduk Kesennuma dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia, ditambah datangnya Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudhoyono untuk meninjau secara langsung upaya pemulihan kota Kesennuma. SBY menyerahkan bantuan Pemerintah RI sebesar 2 juta dolar AS, dan setelah itu “Bali Parade” diganti nama menjadi “Indonesia Parade” di dalam Minato Matsuri.

Di tahun 2017 ini, “Indonesia Parade” terdiri dari 3 buah kendaraan truk berupa “float” dengan dekorasi khas Bali, dikelilingi oleh masyarakat Indonesia dan Jepang yang mengenakan berbagai busana Nusantara. Terlihat beberapa penari asal Jepang yang membawakan tari Bali di atas truk. Dalam kata sambutannya di hari pertama Minato Matsuri, Dubes RI mengucapkan terima kasih kepada warga Kesennuma yang telah menerima pekerja asal Indonesia sebagai bagian dari penduduk mereka.

Masyarakat Jepang Minati Citronella Oil asal Indonesia

Tree of Life Japan, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang kosmetika bersama KBRI Tokyo telah mengadakan acara Javanese Citronella Oil Workshop dengan tema “Pleasure of Summer Fragrance: Summer Evening at the Embassy of Indonesia” di lobi KBRI Tokyo (28/07). Acara yang dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan RI-Tokyo, Bapak Ben Perkasa Drajat ini dihadiri oleh 80 penggemar aromaterapi yang berasal dari Jepang.

Para peserta workshop tidak hanya mendapat pengetahuan mengenai kekayaan rempah di Indonesia namun juga pengenalan budaya Indonesia. Para peserta diajak untuk mendengarkan paparan sejarah rempah-rempah di Indonesia khususnya tanaman citronella dari Jawa yang menarik perhatian karena kualitas dan khasiatnya dan kemudian diajak untuk melihat cara meracik citronella aroma oil dari Jawa.

Suguhan berikutnya bagi para peserta workshop adalah penampilan Tari Saman yang rancak yang dibawakan oleh siswi-siswi Sekolah Republik Indonesia Tokyo. Mereka juga diajak untuk ikut secara aktif dalam sesi workshop angklung yang interaktif dan terbukti sangat menarik minat para peserta workshop.