Beranda blog Halaman 3

Reog Ponorogo Jadi Bintang pada Pawai Hiroshima Flower Festival dan Hakata Dontaku Festival di Fukuoka

Reog Ponorogo Jadi Bintang pada Pawai Hiroshima Flower Festival dan Hakata Dontaku Festival di Fukuoka dalam rangkaian Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang.

Tim kesenian Indonesia yang menghadirkan kesenian Reog Ponorogo dan tim tari dari Sumatera Selatan menjadi bintang dalam parade pada Flower Festival di Hiroshima, 3 Mei dan Hakata Dontaku Festival di Fukuoka, 4 Mei 2018 yang berlangsung selama perayaan Golden Week di Jepang.

Partisipasi Indonesia pada kedua festival yang masuk dalam jajaran festival terbesar di Jepang tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo.

Tidak tanggung-tanggung, Reog Ponorogo yang digawangi oleh 15 orang seniman berbakat asli Ponorogo yang dipimpin langsung oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni ini memikat perhatian jutaan masyarakat Jepang yang memadati pinggiran jalur pawai di kota Hiroshima dan Fukuoka dengan bermacam-macam atraksi fisiknya yang memikat.

Di Fukuoka, parade tim Indonesia juga turut didukung oleh tak kurang dari 100 anggota tim parade yang terdiri dari PPI Fukuoka, NPO Teman Hati, serta warga masyarakat Jepang yang merupakan pecinta Indonesia.

2 sosok barong yang mengenakan topeng dadak merak yang memiliki berat tak kurang dari 50 kg tak henti-hentinya mengundang decak kagum masyarakat Jepang. Sebagai salah satu atraksi, dalam setiap pertunjukan di kedua kota Jepang tersebut, kedua sosok barong ini menggendong beberapa warga Jepang secara bergiliran di atas dadak merak yang ditahan oleh gigi para barong.

Dalam kegiatan di Hiroshima dan Fukuoka, Reog Ponorogo tampil di atas panggung utama festival di lokasi yang dipadati oleh ratusan pengunjung. Melengkapi atraksi kesenian Reog Ponorogo tersebut, tim kesenian tari dari Sumatera Selatan juga tampil dengan tak kalah memikat membawakan tarian Gending Sriwijaya dan Ngusir Hame dengan kostum busananya yang sangat menarik.

Selain berpartisipasi pada parade dan stafe performance, KBRI Tokyo dan KJRI Osaka juga membuka booth Promosi Asian Games dan photo spot di Hiroshima untuk para pengunjung festival yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang selama 3 hari.

(Dokumen RCC TV)

Partisipasi Indonesia ini mendapat liputan luas dari media setempat, di antaranya Hiroshima TV, RCC TV, 76,6 FM, Chugoku Shimbun, Asahi Shimbun, Nishinihon Shimbun, dan lainnya.

Menggunakan kesempatan bersejarah ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Jepang yang mengenal Indonesia dan dengan demikian memperat persahabatan antara masyarakat kedua negara.

Duta Besar RI Serahkan Sumbangan ASEAN Community in Tokyo (ACT) untuk Japan Red Cross Society

Pada tanggal 25 April 2018, Duta Besar RI Tokyo telah menyampaikan sumbangan atas nama ASEAN Community in Tokyo (ACT) kepada Japan Red Cross Society sebesar ¥ 200,000 di kantor JRCS Tokyo, Jepang.

Duta Besar RI diterima oleh Vice President JRCS, Mr. Yoshiharu Otsuka bersama Direktur Jenderal Departemen Internasional JRCS, Yasuo Tanaka.

Sumbangan ini merupakan hasil donasi yang dikunpulkan melalui penjualan Mulligan Voucher pada saat ACT Golf Tournament 2018 yang tahun ini diselenggarakan oleh KBRI Tokyo pada tanggal 18 Maret 2018.

Para pemain ACT Golf Tournament terdiri dari komunitas ASEAN di Tokyo, para pejabat dari perusahaan swasta dan media Jepang.

Wakil Kepala Perwakilan RI Tokyo Buka Sidang Umum dan Pertemuan Sosial Lembaga Persahabatan Indonesia di Hamamatsu Tahun 2018

Pada tanggal 22 April 2018, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Tokyo membuka Sidang Umum dan Pertemuan Sosial Lembaga Persahabatan Indonesia di Hamamatsu, Prefektur Shizuoka.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 90 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Lembaga Persahabatan Indonesia Hamamatsu, pejabat pemerintah Prefektur Shizuoka dan kota Hamamatsu serta anggota parlemen Jepang dan daerah Hamamatsu.

Lembaga Persahabatan Indonesia-Hamamatsu selama ini telah merangkai berbagai kegiatan people-to-people contact guna meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya Hamamatsu.

Acara ini juga menghadirkan tiga orang pelajar Indonesia yang memenangkan lomba pidato dalam bahasa Jepang pada acara “Bandung Hamamatsu Cultural Festival” tahun 2017.

Saat ini, terdapat kurang lebih 2.496 warga negara Indonesia di Shizuoka dan 480 diantaranya adalah masyarakat Jawa Barat yang bermukim di Hamamatsu.

Menteri PPN RI dan Menteri PUPR RI Hadiri Simposium Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang

Dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang, maka Panitia Kegiatan Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia – Jepang dari Jepang, Nikkei Inc., Japan Indonesia Association, Inc. (JAPINDA), KBRI Tokyo, Perhimpunan Persahabatan Indonesia Jepang (PPIJ), Asosiasi Pengusaha Indonesia di Jepang (APIJ) dengan didukung oleh Kementerian Luar Negeri Jepang telah menyelenggarakan sebuah Simposium bertempat di Hotel New Otani, Tokyo, 20 April 2018.

Simposium yang mengambil tema utama “Masa Depan Hubungan Jepang – Indonesia, Menuju Penguatan Kemitraan Strategis” ini dibuka oleh mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda yang juga merupakan Ketua JAPINDA.

Para pembicara dalam Simposium ini di antaranya adalah Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono, Menteri Perencanaan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Indonesia Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar Indonesia Arifin Tasrif.

Di awal diskusi panel Investasi dan Inovasi, Duta Besar Arifin Tasrif menyebutkan bahwa selain proyek Pelabuhan Patimban yang dijadwalkan selesai pada Mei 2018, saat ini terdapat 166 proyek transportasi yang sedang berjalan, termasuk proyek Mass Rapid Transit Jakarta yang akan selesai pada akhir tahun 2019. Dubes Arifin juga menambahkan bahwa Inisiatif Indo-Pasifik yang digagas Jepang dapat berjalan selaras dengan konsep Poros Maritim Indonesia karena baik Indonesia dan Jepang merupakan negara kepulauan.

Pembicara lain asal Indonesia dalam Simposium ini adalah mantan Menteri Perdagangan RI Marie Pangestu dan Dewan Pengurus CSIS Jusuf Wanandi.

Menteri PPN Bambang Brodjonegoro: Indonesia Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur agar Tidak Terjebak Middle Income Trap

Di sela-sela kunjungannya ke Tokyo, Jepang pada tanggal 19-21 April 2018, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bapak Bambang Brodjonegoro, telah menyampaikan kuliah umum mengenai perkembangan terkini pembangunan infrastruktur Indonesia bertempat di National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS).

Dalam paparannya, Menteri PPN menyampaikan bahwa guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar keluar dari middle income trap, maka pembangunan infrastruktur harus terus ditingkatkan. Pembangunan infrastruktur meliputi infrastuktur utama yang menjadi kebutuhan primer masyarakat, seperti akses untuk air minum, akses untuk sanitasi, serta akses listrik; infrastruktur yang mendukung sektor-sektor utama, seperti pembangunan jalan raya, daerah wisata, DAM, dan industri; serta pembangunan daerah urban, seperti kendaraan umum. Dalam implementasi pembangunan infrastruktur diperlukan dana yang cukup besar. Oleh karena itu, selain mendorong investasi asing, perlu adanya kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam mendanai pembangunan tersebut.

Di akhir paparannya, Menteri PPN menyampaikan pesan kepada kalangan mahasiswa Indonesia yang hadir agar setelah menyelesaikan pendidikan di GRIPS dapat kembali ke Indonesia dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk turut berpartisipasi mendorong pembangunan nasional agar Indonesia dapat lolos dari middle income trap.

Menteri PPN berkunjung ke Tokyo, Jepang guna membuka dan menjadi pembicara pada Commemorative Symposium for the 60th Anniversary of Japan – Indonesia Diplomatic Relations.