Beranda blog Halaman 3

Penyelenggaraan Seminar mengenai Pengembangan Kelapa Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan

KBRI Tokyo bekerja sama dengan Eco Support Co. Ltd. telah menyelenggarakan kegiatan seminar yang bertema pengembangan kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan. Bertindak sebagai narasumber adalah Dr. Erwinsyah, Kepala Kelompok Peneliti Rekayasa Teknologi dan Pengelolaan Lingkungan, Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan Mr. Taizo Yamamoto, Presiden Eco Support Co. Ltd.

Kegiatan seminar ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama Eco Support Co. Ltd. dengan PPKS dan PTPN II untuk menyelenggarakan Research and Development Project untuk pengembangan kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan.

Dr. Erwinsyah dalam paparannya menyampaikan bahwa Bagi Indonesia, kelapa sawit merupakan komoditi ekspor terbesar kedua setelah batu bara. Ekspor kelapa sawit Indonesia pada tahun 2017 diperkirakan mencapai US$ 22,97 miliar atau meningkat sebesar 26% dari tahun 2016. Pada tahun 2009, Pemerintah Indonesia telah menyampaikan komitmen upaya penanggulangan perubahan iklim dengan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan usaha sendiri dan samoai dengan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2020. Sebagai bagian dari implementasi komitmen tersebut, maka PPKS mengembangan skema zero waste dalam pengolahan kelapa sawit dengan menggunakan konsep reduce, reuse, recycle, dan recover.

Menanggapi konsep zero waste PPKS, Mr. Yamamoto menyampaikan bahwa Jepang memiliki teknologi yang sangat cocok untuk mendukung pengembangan konsep zero waste tersebut. Diharapkan melalui kerja sama Eco Support Co. Ltd. dengan PPKS dan PTPN II tersebut akan dapat memaksimalkan pengembangan kelapa sawit sebagai sumber energy terbarukan ke depannya.

Penandatanganan MoC bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia antara Menteri Hukum dan HAM Indonesia dengan Menteri Kehakiman Jepang

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Hamonangan Laoly dan Menteri Kehakiman Jepang, Takashi Yamashita telah menandatangani MoC bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 10 Oktober 2018 di Tokyo, Jepang.

Penandatanganan Memorandum Kerja Sama (MKS) ini akan mempererat kerja sama antara kedua negara guna mendorong kegiatan di bidang hukum termasuk pelaksanaan seminar, pelatihan, penelitian, pertukaran good practice (praktik terbaik) dan pengembangan kapasitas dalam ruang lingkup kerja sama sistem dan operasi terkait imigrasi, sistem dan operasi terkait penangangan terhadap warga binaan, pengembangan sistem hukum di bidang perdata dan komersial, konferensi internasional yang diselenggarakan oleh kedua kementerian, promosi dan perlindungan HAM dan kegiatan lainnya sesuai dengan kesepakatan bersama kedua kementerian.

Saat ini Kementerian Kehakiman Jepang sedang mendorong pertukaran MKS sebagai salah satu sarana diplomasi kehakiman dengan instansi terkait di negara-negara asing. Pertukaran MKS di bidang hukum secara keseluruhan seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Kementerian Kehakiman kecuali di bidang-bidang tertentu seperti pelatihan tenaga kerja.

Selain untuk melakukan penandatangan MoC, kunjungan Menhumham RI ke Jepang juga untuk menghadiri sidang tahunan Asian-African Legal Consultative Organization (AALCO) ke-57 pada 9-10 Oktober 2018.

Pernyataan PM Abe Perihal Bencana Alam di Sulawesi

Ucapan duka cita dari PM Abe atas terjadinya gempa dan Tsunami di Sulteng pada tgl 28 September lalu.

Saya merasa sedih mendengar berita bahwa bencana gempa dan tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang besar.

Saya, mewakili pemerintah dan rakyat Jepang, turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi korban yang meninggal dunia dan mengucapkan belasungkawa kepada semua korban bencana.

Selama ini Jepang telah banyak mengalami kerusakan dahsyat akibat gempa dan tsunami seperti Indonesia, oleh karena itu kami siap memberikan bantuan dalam bentuk apapun, antara lain pemberian barang bantuan darurat. Jepang akan selalu berada di sisi masyarakat Indonesia dalam mengatasi kesulitan yang besar seperti ini.

Perdana Menteri Jepang

Shinzo Abe

Lewat Konser di Tokyo, Pianis Jazz Indonesia Joey Alexander Turut Meriahkan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang

Dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo bersama co-host PT Medco Energi Internasional Tbk (“MedcoEnergi”) telah menyelenggarakan konser jazz spesial berjudul “A Jazz Evening with The Joey Alexander Trio” yang diselenggarakan di Kioi Hall, Tokyo pada 25 September 2018. Konser ini menampilkan Joey Alexander, pianis jazz muda internasional berbakat asal Indonesia.

Konser ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Tokyo sepanjang tahun 2018 guna memperingati tonggak bersejarah dalam hubungan Indonesia dan Jepang. KBRI Tokyo dan MedcoEnergi memandang Joey Alexander sebagai simbol dan perwakilan dari generasi muda Indonesia masa kini: berbakat, inspirasional dan going global.

Konser dihadiri oleh sekitar 700 orang tamu terdiri dari perwakilan Pemerintah Jepang, berbagai perusahaan Jepang, asosiasi persahabatan, organisasi kebudayaan serta para Duta Besar negara asing dan anggota komunitas diplomatik di Tokyo.

Dalam sambutannya, Duta Besar Arifin Tasrif menyampaikan harapan agar kegiatan peringatan ini semakin mendekatkan masyarakat Indonesia dan Jepang, serta memperat kerjasama kedua negara di masa mendatang. Selain itu, disampaikan harapan agar konser ini menjadi sinergi kebudayaan, diplomasi dan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.

Dari total 9 lagu yang ditampilkan, The Joey Alexander Trio juga membawakan “Bengawan Solo” dan “Sukiyaki” untuk menghormati kedua negara. “Sukiyaki” yang dibawakan dengan aransemen jazz memikat khas Joey Alexander mendapat respon yang sangat positif dari para hadirin asal Jepang. Di akhir konser, para penonton memberikan tepuk tangan yang membahana dan standing ovation hingga The Joey Alexander Trio kembali keluar panggung untuk membawakan 1 lagu tambahan.

Joey Alexander lahir di Bali, Indonesia pada tahun 2003. Sejak usia dini, Joey Alexander kecil telah diperkenalkan pada koleksi album jazz ayahnya yang sangat luas. Pada tahun 2015 di usianya yang menginjak 11 tahun, Joey Alexander mengeluarkan album debut-nya, “My Favourite Things” yang memperoleh pujian dari para kritikus musik dan komunitas jazz, khususnya interpretasinya akan kompisisi kondang John Coltrane berjudul “Giant Steps”.

“My Favourite Things” juga memasuki tangga lagu Billboard di urutan 174, membuatnya sebagai musisi Indonesia pertama yang masuk dalam tangga lagu bergengsi dunia ini. Di usianya yang masih sangat belia, album “My Favourite Things” dan single “Giant Steps” memberikan Joey Alexander nominasi untuk “Best Jazz Instrumental Album” dan “Best Improvised Jazz Solo”, membuatnya sebagai artis jazz termuda yang pernah dinominasikan untuk Grammy Award. Tak hanya itu, penampilannya di panggung malam penganugerahan Grammy Awards ke-58 mengundang standing ovation dari seluruh penonton yang hadir.

Di tahun 2017, Joey Alexander kembali dinominasikan untuk Grammy Award dalam kategori “Best Improvised Jazz Solo” category. Pada bulan Mei tahun ini, Joey Alexander mengeluarkan albumnya yang keempat, “Eclipse”.

Presiden RI Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Federasi Mikronesia ke Indonesia

Bogor: Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan dari Presiden Federasi Mikronesia, Y.M. Peter M. Christian di Istana Bogor. Indonesia dan Mikronesia telah menjalin hubungan bilateral sejak tahun 1991, dan kunjungan kali ini merupakan kunjungan kedua Presiden Mikronesia ke Indonesia, sejak tahun 1995.(18/7)

Meski Ibukota Jakarta dan Palikir secara geografis berjarak sekitar 5.800 km, Indonesia dan Mikronesia memiliki persamaan sebagai negara kepulauan yang berada di Kawasan Samudera Pasifik.  Selain kesamaan latar belakang dan budaya, sekitar 11 juta masyarakat Indonesia adalah etnis Melanesia. Bahkan masyarakat di Sulawesi Utara merupakan keturunan bangsa Polynesia.

Presiden Joko Widodo berharap kemitraan Indonesia dan Mikronesia dapat mendorong peran aktif kedua negara dalam memperkuat keamanan regional, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

“Dalam konteks bilateral, saya senang dengan kemajuan dalam hubungan kerja sama antara Indonesia dan Federasi Mikronesia” ujar Presiden Joko Widodo.

Dalam kunjungan ini, kedua Presiden sepakat untuk meningkatkan kerja sama bidang maritim, ekonomi, sosial budaya, people-to-people contact dan konektivitas.  Kedua Kepala Negara juga sepakat membentuk forum konsultasi reguler guna membahas kerja sama konkret kedua negara.

Sebagai sesama negara kepulauan, kedua negara sepakat untuk tingkatkan kerja sama bidang maritim dan peningkatan konektivitas. Indonesia menawarkan pesawat N-219 yang saat ini tengah dikembangkan oleh PT. DI untuk meningkatkan konektivitas antar pulau.

Presiden Joko Widodo selanjutnya mengundang masyarakat Mikronesia untuk berpartisipasi pada Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia, dan pelatihan di bidang perikanan, pertanian, pariwisata serta pemberdayaan UKM. Di bidang ekonomi, Presiden RI juga mengundang pengusaha Mikronesia menghadiri Trade Expo Indonesia bulan Oktober 2018.

Selain isu bilateral, kedua Kepala Negara sepakat menjadikan Pacific Islands Forum sebagai wadah bagi pemajuan kerja sama negara Pasifik untuk kesejahteraan rakyat dan bangsa Pasifik.

Usai pertemuan, kedua Presiden telah menyaksikan penandatanganan Perjanjian Bebas Visa Paspor Dinas dan Diplomatik antara Indonesia dengan Mikronesia.  Diharapkan kesepakatan tersebut dapat semakin mempererat kerja sama dan saling kunjung antara para pejabat kedua negara.

Presiden Christian dijadwalkan untuk mengunjungi PT. DI di Bandung, serta Ambon. Presiden Peter M. Christian memiliki darah Ambon, sebagai generasi ketiga diaspora Maluku. Saat di Ambon, Presiden Mikronesia akan memberikan public lecture di Universitas Pattimura, mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara dan Pusat Ekonomi Tantui.(Sumber: Kemlu)