Beranda blog Halaman 3

Pendampingan Waralaba bagi Diaspora dan Pemagang di Jepang

KBRI Tokyo melalui Atase Perdagangan telah mengadakan kegiatan Pendampingan Waralaba bagi Diaspora dan Tenaga Magang Indonesia di Jepang khususnya wilayah Tokyo dan sekitarnya. Kegiatan diadakan di Hall Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) pada tanggal 17 September 2017.

Hujan yang turun tidak menyurutkan niat para peserta untuk hadir dan mendengarkan kiat-kiat mengenai usaha waralaba di Indonesia. Peserta yang hadir berjumlah 65 orang yang datang tidak hanya dari kota Tokyo dan sekitarnya saja, bahkan ada yang datang dari kota Osaka.

Dihadiri oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, CEO Es Teler77, CEO Bakmi Naga serta Asosiasi Waralaba Indonesia, acara Pendampingan Waralaba Indonesia di Jepang kali ini dirasakan sangat bermanfaat bagi para Diaspora dan Tenaga Magang Indonesia.

Wakil Duta Besar RI Tokyo, Dr. Ben Perkasa Drajat secara resmi membuka kegiatan acara tersebut. Dalam sambutannya Wakeppri mengucapkan terima kasih kepada Ibu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan yang telah memprakarsai diadakannya kegiatan ini untuk menciptakan entrepreneur-entrepreneur baru di sektor waralaba dengan melibatkan Diaspora serta Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, sehingga mereka mendapatkan pembekalan dan informasi yang akurat ketika rekan-rekan kita ini kembali ke tanah air dan mencari peluang bisnis di tanah air nantinya.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti dalam sambutannya mengucapkan apresiasi kepada KBRI Tokyo yang telah memfasilitasi kegiatan pendampingan waralaba ini. Disampaikan juga kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini agar kelak saat kembali ke Indonesia sudah mempunyai gambaran dan khususnya stategi dalam mengatur rencana-rencana bisnis di sektor waralaba kuliner.

Selanjutnya rombongan Kementerian Perdagangan juga akan mengunjungi beberapa brand franchise local, Japan Franchise Association dan temu bisnis dengan para pelaku waralaba Jepang dengan harapan kedepannya waralaba Indonesia dapat masuk ke pasar Jepang.

50 Tahun ASEAN Dirayakan di Tokyo dalam Family Day

Pada hari Sabtu, 23 September 2017 KBRI Tokyo telah menyelenggarakan ASEAN Committee in Tokyo (ACT) Family Day 2017 bertempat di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Acara dibuka oleh Duta Besar RI Tokyo, Bapak Duta Besar Arifin Tasrif, dan dihadiri oleh para Kepala Perwakilan, Wakil Kepala Perwakilan, serta staf kantor perwakilan negara-negara ASEAN yang berkedudukan di Tokyo.

Pada sambutan pembukanya Duta Besar Arifin Tasrif mengucapkan terima kasih atas antusiasme para peserta yang telah hadir memeriahkan kegiatan ACT Family Day kali ini. Memasuki usia ASEAN yang ke-50 pada tahun 2017, diharapkan kegiatan family gathering ini akan semakin mempererat jalinan persahabatan dan kekeluargaan antar negara ASEAN.

Sebelum pertandingan dimulai, para peserta dihibur dengan penampilan Tari Saman yang dibawakan oleh murid SRIT yang berbakat. Seusai pertandingan, para peserta juga turut bersama murid SRIT menari poco-poco dengan iringan musik yang meriah.

Kegiatan ACT Family Day 2017 dimeriahkan dengan penyelenggaraan sejumlah lomba dan pertandingan olahraga, diantaranya lawn bowling, lomba tarik tambang, lomba bakiak, pertandingan badminton dan tenis meja, serta lomba membawa kelereng dengan sendok dan lomba memasukkan bolpen ke dalam botol.

Para peserta tampak bersemangat mengikuti sejumlah kegiatan yang telah dipersiapkan dan acara diakhiri dengan makan siang bersama dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Kunjungan Komite IV DPD RI di Jepang untuk Telaah UU Pajak Pertambahan Nilai

Saat ini Jepang mengalami fenomena penuaan populasi (ageing society), dimana jumlah usia produktif semakin sedikit dan populasi usia manula semakin banyak. Dengan komposisi tersebut, pendapatan pajak juga semakin menurun dan biaya pensiun serta kesehatan semakin besar. Pajak konsumsi Jepang berada pada angka 8% setelah terakhir dinaikkan dari 5% pada April 2014 dan sempat berdampak negatif pada laju pertumbuhan ekonomi Jepang. Pemerintah Jepang telah menunda kenaikan pajak konsumsi menjadi 10% hingga Oktober 2019.

Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat Kementerian Keuangan Jepang dalam pertemuan dengan Delegasi Wakil Ketua Komite IV DPD RI yang dipimpin oleh Bapak Drs. A. Budiono M.Ed., didampingi 12 anggota. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke Jepang (27-31/08) untuk telaah implementasi dan pendalaman materi terkait penyusunan Rancangan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai.

Selain pertemuan dengan Kementerian Keuangan Jepang, delegasi juga telah bertemu dengan National Tax College (NTC) di Wako Campus di Prefektur Saitama, Walikota Kisarazu di Prefektur Chiba, dan Federasi Bisnis Jepang (Keidanren). Pertemuan dirancang untuk mempelajari peraturan dan perundang-undangan di Jepang terkait dengan Pajak Konsumsi dan isu-isu perpajakan secara umum di Jepang, baik pada tingkat Pusat maupun di daerah.

Dalam kunjungan ke Kota Kisarazu, Prefektur Chiba, delegasi diterima oleh Walikota Kisarazu, Yoshikuni Watanabe. Pada 18 November 2016, Kisarazu City telah menandatangani kerja sama sister city dengan Kota Bogor dengan fokus kerja sama di bidang pariwisata, pendidikan, pertanian, kebudayaan, dan kesehatan.

Di Keidanren, Delegasi Komite IV DPD RI telah diterima oleh Ketua Komite Ekonomi Indonesia-Jepang, didampingi belasan perwakilan dari perusahan-perusahaan dari berbagai sektor industri dan perdagangan di Jepang. Selain membahas mengenai perpajakan di Jepang, pertemuan juga telah membahas mengenai kebijakan perpajakan di Indonesia yang diharapkan oleh para pebisnis Jepang dapat lebih kompetitif dengan diluncurkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Indonesia Mengecam Uji Coba Rudal Korea Utara

Jakarta: Indonesia (29/8) mengecam uji coba peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara pada 28 Agustus  2017, yang melewati ruang udara negara lain dan membahayakan jalur penerbangan.

Tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi DK PBB terkait, khususnya resolusi 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017).

Indonesia mendesak Korea Utara agar sepenuhnya memenuhi kewajiban internasionalnya, termasuk melaksanakan sepenuhnya resolusi-resolusi DK PBB.

Indonesia menegaskan kembali bahwa stabilitas di Semenanjung Korea sangat penting artinya. Untuk itu, Indonesia mengajak semua negara untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea.

Kementerian Luar Negeri

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-72 di Tokyo Menegaskan Hubungan Indonesia – Jepang yang Semakin Erat

Bertempat di Hotel Imperial, Tokyo, lebih dari 500 orang undangan dari kalangan Pemerintah, pengusaha dan komunitas diplomatik di Jepang menghadiri acara resepsi diplomatik dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 pada Jumat lalu (25/08).

Dalam sambutannya, Duta Besar Arifin Tasrif menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan rakyat Jepang yang selama hampir 60 tahun terakhir telah menjalin kerja sama yang sangat erat dengan Indonesia, sehingga membawa dampak ekonomi yang positif bagi kedua negara.

Dalam resepsi tersebut, Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda, yang saat ini adalah Ketua Japan Indonesia Association (JAPINDA), memimpin toast mengharapkan masa depan yang lebih sukses bagi negara dan rakyat Indonesia serta hubungan bilateral Indonesia – Jepang yang lebih erat di masa mendatang.

Selaku tamu kehormatan, Tetsuma Esaki, Menteri Negara untuk Okinawa dan Wilayah Utara Jepang, menyampaikan ucapan selamat secara resmi atas nama Pemerintah Jepang. Telah hadir juga Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, Dewi Soekarno, dan Rachmat Gobel, Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang.

Acara dimeriahkan oleh penampilan tari tradisonal Bajidor Kahot, Zapin, Jejer gandrung dan tari Tifa, dilanjutkan oleh berbagai penampilan budaya khas Indonesia lainnya, berupa musik kacapi suling, gamelan Jawa, dan arumba yang dimainkan oleh para Indonesianis Jepang.

Event ini juga dimanfaatkan untuk lebih mempopulerkan batik melalui peragaan koleksi batik dari Itang Yunasz dan Iwan Tirta oleh 10 orang peragawati dari Indonesia. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh KBRI Tokyo untuk mempromosikan kuliner Indonesia melalui sajian sop buntut dan nasi goreng.