Beranda blog Halaman 35

Dubes Yusron dan Dubes Kennedy, Bercengkerama Akrab dalam Japan Food Expo 2014

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dan Dubes AS untuk Jepang, Caroline Kennedy, bercengkerama akrab dalam acara Japan Food Expo 2014 (Foodex Japan 2014) di Makuhari Messe (20 kilometer dari Tokyo) hari ini, Selasa 4/4/2014.

Kedua dubes berada di tempat ini untuk melakukan pengguntingan pita yang menandai dibukanya Japan Food Expo 2014 yang diikuti oleh 82 negara peserta, termasuk Indonesia.

Di sela-sela acara ini, Dubes Yusron dan Dubes Kennedy sempat berbincang-bincang di mana, tanpa diduga-duga, Dubes Kennedy mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang selalu berada dalam ingatannya. Khususnya, karena dia memiliki sebuah kenangan manis di negeri ini.

“Indonesia selalu ada dalam ingatan saya. Pasalnya adalah karena saya pernah berkunjung ke Indonesia dalam rangkaian bulan madu,” ujar Kennedy

“Pada masa itu, saya juga berkunjung ke Borobudur,” lanjut Dubes AS yang kehadirannya di Jepang mendapat perhatian kalangan media dari manca negara ini.

“Oh, terima kasih sekali karena Anda telah memilih Indonesia (Yogyakarta) untuk penggalan penting dalam sejarah perjalanan hidup Anda,” ujar Dubes Yusron dalam perbincangan akrab, sebagaimana disebutkan dalam rilis KBRI Tokyo yang dikirim ke media massa hari ini.

“Semasa hidupnya, mendiang Ayah Anda, Presiden John F. Kennedy amat dekat dengan Bung Karno, mendiang Presiden kami,” ujar Dubes Yusron melanjutkan. Dan, Dubes Kennedy menjawab dengan yakin bahwa dia tahu peristiwa tersebut.

“Saat masih kecil, ibu saya sering bercerita tentang Bung Karno dan Indonesia kepada saya. Mungkin ini yang membuat saya memutuskan ke Indonesia puluhan tahun silam itu serta ingin menyaksikan Borobudur,”

Dubes RI dan Dubes AS berada di Makuhari bersama sejumlah dubes negara lain dalam Expo tahunan bergengsi yang diikuti oleh 2700 peserta pameran (exhibitor). Beberapa produk makanan dan minuman Indonesia seperti madu, cokelat, teh, kopi, makanan beku, olahan hasil laut, serta minyak sawit dari 28 perusahaan tampak terpampang di Pavilion Indonesia.

Dubes Yusron menilai bahwa Foodex Jepang 2014 merupakan ajang penting bagi promosi makanan dan produk pangan Indonesia. “Kita harus tampil ke pentas dunia, termasuk melalui makanan atau kuliner kita,” ujar sang Dubes

Perkuat Kemitraan Kedua Negara Menyongsong Komunitas ASEAN 2015 – Visi APEC 2020

Dubes RI untuk Jepang bertemu dengan Ketua Keidanren: Perkuat kemitraan kedua negara dalam menyongsong Komunitas ASEAN 2015 dan Visi APEC 2020

Dubes RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LLM, telah bertemu dengan Ketua Keidanren, Mr. Hiromasa Yonekura, hari ini (27/02), di Tokyo.

Pertemuan yang berlangsung sangat akrab dan bersahabat tersebut merupakan kunjungan perkenalan Dubes Yusron Ihza Mahendra sebagai Dubes RI untuk Jepang yang baru. Walaupun lebih bersifat sebagai pertemuan perkenalan, pertemuan membahas pula berbagai isu penting bagi peningkatan kerjasama dan kesejahteraan kedua negara.

Dubes Yusron menguraikan berbagai kemajuan ekonomi Indonesia paska krisis keuangan 1997, dan menggarisbawahi bahwa hubungan kerjasama kedua negara juga selalu meningkat. Hal ini antara lain tercermin dari sudah mampunya Indonesia saat ini untuk secara langsung memasok energi ke Jepang tanpa harus melalui perantara negara lain.

Dubes RI juga menekankan pentingnya kerjasama kedua negara di bidang infrastruktur tenaga listrik di Indonesia, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik di Jawa Tengah. Dubes Yusron menyampaikan komitmen Indonesia untuk dapat segera mewujudkan program strategis tersebut.

Kedua pihak juga membahas mulai menggeliat kembalinya perekonomian Jepang di bawah kebijakan ekonomi “Abenomics” dari Perdana Menteri Shinzo Abe. Mr. Yonekura menguraikan berbagai upaya Jepang dalam mendorong kerjasama ekonomi di tingkat regional dan global, antara lain dalam kerangka perundingan perdagangan bebas TPP (Trans Pacific Partnership) dan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership).

Indonesia dinilai memiliki peranan penting dalam kerjasama internasional, antara lain melalui Keketuaan Indonesia pada APEC tahun 2013. Hal tersebut dikemukakan Yonekura kepada Dubes Yusron Ihza Mahendra tanggal 27 Februari 2014 di gedung Keidanren.

Oleh karena itu, diharapkan dukungan Indonesia bagi penguatan kemitraan kedua negara dalam menyongsong Komunitas ASEAN 2015 dan visi APEC 2020. Jepang juga berkomitmen untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya khususnya di bidang pembangunan infrastruktur.

Pertemuan diakhiri dengan penegasan komitmen kedua pihak untuk saling mendukung dan bekerjasama erat guna terus meningkatkan hubungan baik kedua negara.

Keidanren merupakan asosiasi kalangan usaha Jepang yang beranggotakan 1.300 perusahaan besar dan 121 asosiasi industri terkemuka Jepang. Lembaga ini memiliki pengaruh yang besar sebagai mitra Pemerintah Jepang dalam merumuskan kebijakan ekonomi negara ini.

Kaisar Akihito Menerima Dubes RI untuk Jepang

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang merangkap Federasi Mikronesia, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LL.M, menghadap Kaisar Jepang Akihito untuk menyerahkan Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) hari ini (Senin, 24 Februari 2014), pukul 11.00 waktu setempat.

Prosesi yang berlangsung selama kurang lebih 40 menit tersebut dimulai saat Dubes Yusron dijemput dengan kereta kuda kekaisaran dari Meiji Seimei Kan Building menuju Gerbang Selatan Istana Kekaisaran. Tiba di lokasi, Dubes Yusron disambut oleh Vice-Grand Master of the Ceremonies, Mr. Akio Hayashi untuk selanjutnya dihantarkan menuju Ruang Upacara (Ceremonial Hall).

Pada kesempatan tersebut, Dubes Yusron Ihza Mahendra menyampaikan salam hangat dan persahabatan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Kaisar Akihito dan rakyat Jepang. Dubes Yusron juga menyampaikan keinginan kuatnya untuk dapat mendorong hubungan yang lebih erat di segala bidang antara Indonesia dan Jepang, bagi kesejahteraan rakyat kedua negara.

Dalam tanggapannya, Kaisar Akihito pertama-tama menyampaikan selamat menjalankan tugas sebagai Duta Besar RI di Jepang dan mengharapkan hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Jepang dapat terus ditingkatkan. Kaisar juga menanyakan kabar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan berharap Presiden RI dalam keadaan sehat. Perbincangan singkat dengan Kaisar Akihito berlangsung cair dan hangat. Kaisar Akihito juga menanyakan beberapa hal terkait latar belakang Dubes Yusron yang pernah tinggal lama di Jepang pada masa studi dan setelahnya.

Kaisar Akihito didampingi oleh Mr. Ichita Yamamoto, Menteri Negara Kebijakan Sains dan Teknologi. Sementara Dubes Yusron didampingi oleh 6 pejabat KBRI Tokyo, masing-masing: Wakil Kepala Perwakilan, Jonny Sinaga; Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler, Idhi Maryono; Koordinator Fungsi Ekonomi, Bambang Suharto; Atase Pertahanan, Kol. M. Tawakal Sidiq; Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial-Budaya, Agus Heryana; dan Koordinator Fungsi Politik, Noorman Effendi.

Prosesi diakhiri dengan foto bersama di Gerbang Selatan oleh Grand Master of the Ceremonies, Mr. Nobutake Odano, untuk kembali menuju Meiji Seimei Kan Building.

Dengan penyerahan Surat-surat Kepercayaan tersebut, maka Dubes Yusron Ihza Mahendra dapat mulai secara penuh dan resmi melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Duta Besar RI untuk Jepang. Biasanya, Duta Besar asing menunggu sekitar 2-3 bulan, namun Dubes Yusron yang tiba tanggal 24 Januari 2014 sudah dapat diterima hari ini.

Setibanya kembali di Wisma Duta, Dubes Yusron mengadakan syukuran sederhana yang dihadiri oleh seluruh Staf KBRI dan masyarakat Indonesia yang tinggal di Tokyo.

Indahnya Konser Gamelan Tokyo College of Music

Keindahan penampilan suatu karya seni bukan hanya terletak pada seberapa hebat kemampuan para pemainnya tapi juga pada penghayatan dan presentasi kepada penikmatnya. Hal ini tercermin dalam Konser Gamelan yang ditampilkan oleh kelompok pencinta musik gamelan dari Tokyo College of Music, di Ikebukuro, Tokyo pada 23 Februari 2014. Penampilan sepenuh hati dan kemampuan yang ‘mumpuni’ dari para penari dan pemain musik gamelan yang keseluruhannya adalah orang Jepang ini mengundang decak kagum dari para penonton. Bahkan Duta Besar RI dalam sambutannya menyampaikan pujian atas indahnya penampilan yang disuguhkan, yang menurutnya membawa suasana seperti berada di Indonesia.

Dalam konser yang berlangsung sekitar 2 jam ditampilkan beberapa sajian di antaranya adalah lcr. Singa Nebah, pl. br., lcr. Gugur Gunung, pl.br., Menak Koncar, dan, ldr. Kembang Kates. Antusiasme dari para penonton dapat terlihat jelas dengan terisi penuhnya tempat duduk yang disediakan oleh panitia dan juga sambutan yang meriah di setiap nomor pertunjukkan.

Kelompok pencinta musik gamelan yang mementaskan kesenian gamelan dan tarian Jawa di Tokyo College of Music ini awalnya diprakarsai Ibu Sato Mariko, seorang alumni Darmasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1975, yang pada waktu itu selama 6 bulan belajar di Akademi Seni dan Karawitan Indonesia (ASKI) Solo yang sekarang telah berubah nama menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Solo . Hingga saat ini pagelaran musik gamelan ini rutin dilakukan dan telah dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran dari Tokyo College of Music.  Sebagai informasi, Tokyo College of Music yang didirikan sejak tahun 1907 telah membentuk Bidang Kajian Musik Etnik (Ethnomusic Research Section), di mana gamelan menjadi salah satu mata kuliah dan telah dipentaskan selama kurang lebih 30 tahun.

Kesenian Gamelan sendiri cukup unik karena melibatkan alat-alat musik yang menunjukkan percampuran kebudayaan asli Indonesia dengan budaya luar. Sebagai contoh, rebab dan siter, dalam kebudayaan Jepang masing-masing dikenal dengan nama kokyo dan koto.

Keidanren Mengharapkan Proyek-proyek MPA Dapat Segera Diwujudkan

Beberapa proyek infrastruktur yang melibatkan peran Jepang di Indonesia, khususnya yang tercakup dalam kerangka kerjasama Metropolitan Priority Area (MPA) diharapkan dapat segera diwujudkan. Hal ini ini dimaksudkan agar dapat mendorong iklim berusaha di Indonesia yang lebih kondusif seiring dengan meningkat pesatnya minat pengusaha Jepang untuk berinvestasi ke Indonesia. Proyek-proyek tersebut antara lain pembangunan MRT, pelabuhan baru Cilamaya, jalan tol, dan pembangkit tenaga listrik.

Hal tersebut disampaikan oleh Teruo Asada, Chairman of Japan-Indonesia Economic Committee of Keidanren, yang juga merupakan CEO dari Marubeni Corporation. “Kami ingin lebih berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu kami menilai perwujudan proyek-proyek infrastruktur tersebut sangat penting guna semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Asada.

Disamping itu, Keidanren mengharapkan agar Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang telah berjalan selama 5 (lima) tahun dapat segera ditinjau. Hal ini sesuai ketentuan yang tertera dalam perjanjian itu sendiri yang memungkinkan dilakukan tinjauan setelah diberlakukan selama lima tahun.

“Kami juga menegharapkan agar kendala dalam upaya peningkatan hubungan ekonomi kedua negara dapat diselesaikan dengan baik antar kedua negara” tambah Asada dengan merujuk pada permasalahan tarrif impor yang dinilai tidak sesuai IJEPA, penerapan bea masuk anti dumping untuk produk besi baja CRCS dan ketentuan pembatasan investasi di bidang logistik, asuransi dan manufaktur.

Dalam kapasitasnya sebagai CEO Marubeni, Mr. Asada menjelaskan perkembangan pembangunan infrastruktur energi listrik di Indonesia, antara lain peningkatan kapasitas produksi listrik PLTU di Cirebon dengan penambahan pembangkit baru berkapasitas 1000MW.

Dalam kesempatan tersebut Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ishza Mahendra, menyampaikan terima kasih atas peranan dan kontribusi Jepang dalam pembangunan ekonomi Indonesia selama ini. Pemerintah Indonesia menyadari sepenuhnya pentingnya perwujudan proyek-proyek infrastruktur dibawah MPA karena hal itu sangat diperlukan oleh bangsa Indonesia. Saat ini Pemerintah Indonesia sedang berusaha keras mengatasi hambatan yang ada dalam perwujudan proyek tersebut dengan mengedepankan prinsip yang menguntungkan semua pihak.

“Kami juga meminta agar Jepang dapat lebih berperan dalam mengatasi  masalah ketahanan pangan” demikian disampaikan oleh Dubes Yusron. Menurutnya Indonesia dan Jepang memiliki peluang untuk meningkatkan kerjasama di bidang tesebut karena besarnya potensi bagi Jepang untuk membantu di bidang teknologi dalam upaya penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan pangan di Indonesia dirasakan semakin meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan kelas menengah.

Keidanren adalah organisasi yang terdiri dari perusahaan-perusahaan besar di Jepang yang sangat berpengaruh yang bertujuan memediasi kepentingan perusahaan besar Jepang dan memberi masukan kepada Pemerintah Jepang dalam hal kebijakan ekonomi. Saat ini anggota Kedidanren terdiri dari 1.300 perusahaan, 121 asosiasi industri dan 47 organisasi ekonomi regional.