Beranda blog Halaman 35

Sosialisasi dan Pelayanan Terpadu Kepada Masyarakat Kumamoto

KBRI Tokyo bekerja sama dengan Forum Ukhuwah Masyarakat Indonesia di Kumamoto (FUMIKU) dan Persatuan Pelajar Jepang Komisariat Kumamoto (PPIJK) telah menyelenggarakan sosialisasi dan pelayanan terpadu kepada masyarakat Indonesia di Kumamoto, Jepang pada 2 Maret 2014.

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan Lomba Bulu Tangkis masyarakat Indonesia di Kumamoto ini dihadiri lebih dari 300 warga masyarakat Indonesia dari berbagai wilayah di prefekture Kyushu, seperti Kumamoto, Fukuoka, Saga, Nagasaki, Oita, Kagoshima, dan Miyazaki, dari berbagai lapisan, mulai dari pelajar, para trainee/pemagang (kensushei) maupun masyarakat indonesia secara umum.

Acara ini adalah upaya ‘jemput bola’ untuk melayani dan melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) yang berada di wilayah akreditasi KBRI Tokyo, selain juga untuk turut memutakhirkan data jumlah WNI di Jepang serta penyebarluasan peraturan-peraturan terkait WNI/BHI.

Duta Besar RI dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama FUMIKU dan PPIKJ sehingga acara ini dapat terselenggara, selain juga ikut berbagi pengalaman terkait perjuangan yang harus ia lalui di awal masa kuliahnya di Jepang, 24 tahun yang lalu.

Komitmen Pemerintah Indonesia dalam Pemberantasan Korupsi

Press Release:

  1. Pemerintah Indonesia secara konsisten berkomitmen akan terus berupaya  mengedepankan upaya pemberantasan  korupsi melalui mekanisme hukum yang berlaku dengan berpegang teguh pada asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence).
  2. Pemerintah Indonesia akan mengikuti dengan seksama perkembangan isu dugaan penyuapan yang dilakukan oleh Perusahaan Japan Transportation Consultant (JTC) yang diduga melibatkan pejabat pemerintah Indonesia yang dimuat dalam beberapa media setempat,
  3. Pemerintah Indonesia akan bekerjasama dengan seluruh pihak terkait termasuk pihak berwenang di Jepang dalam pemberantasan korupsi yang merupakan musuh bersama (common enemy) serta akan membantu penyelesaian masalah tersebut sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Tokyo,  28 Maret 2014

Dubes Yusron Yakinkan Jepang Untuk Berinvestasi

Dunia usaha Jepang amat antusias untuk melakukan investasi bidang infrastruktur di Indonesia. Hal ini terungkap dalam acara “Market Sounding of Private Public Partnership Infrastructure Projects and Investment Opportunities in Special Economic Zones in Indonesia” yang diadakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan KBRI Tokyo di Hotel Imperial, Tokyo, Rabu (26/3/2014).

Sekitar 300 kursi yang disediakan untuk acara di atas hampir seluruhnya dipenuhi para pengunjung dari kalangan dunia usaha Jepang.

“Sakura sedang mekar di luar sana dan cuaca pun cerah. Karena itu, saya yakin hari ini merupakan hari yang cerah bagi kita (Indonesia dan Jepang) untuk melangkah bersama di bidang investasi dan pembangunan ekonomi,” ujar Yusron Ihza Mahendra, Dubes RI untk Jepang, menyapa hadirin dengan bahasa Jepang saat membuka acara di atas.

Menurut Dubes, Indonesia merupakan tujuan investasi yang paling menjanjikan. Pendapat ini, menurutnya, bukan pendapat yang bersal dari Indonesia, melainkan pendapat yang dikutip dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation) sendiri. Karena itu, pantas diyakini bahwa data ini amat objektif dan bukan data yang disampaikan untuk memuji Indonesia tanpa alasan, lanjut Dubes.

Dengan mengutip data hasil riset Citigroup, Dubes Yusron menyebutkan bahwa tahun 2050 mendatang, Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi ranking ke-4 dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat, dengan GDP sebesar 45,9 trilyun dollar AS. GDP Jepang kala itu akan bernilai sebesar 16,39 trilyun dollar AS, alias peringkat ke-8 dunia. Ini bermakna bahwa GDP Indonesia pada tahun 2050 akan empat kali lipat lebih besar dari GDP Jepang, tegas Doktor Politik Ekonomi Internasional dari Universitas Tsukuba (Jepang) ini.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa menurut Lembaga Riset Nomura, pada tahun 2014, jumlah kelas menengah Indonesia akan mencapai 150 juta jiwa alias tiga kali lipat lebih besar dari Filipina yang berjumlah 47,4 juta jiwa, empat kali lipat Thailand yang berjumlah 39,9 juta jiwa, atau lima kali lipat dari Vietnam yang berjumlah 28,4 juta jiwa.

“Berdasarkan hal di atas, maka saya rasa tidak ada keraguan jika dikatakan bahwa Indonesia merupakan negeri yang memberi harapan besar bagi para investor Jepang,” tegas Dubes Yusron.

Usai pertemuan, banyak pengusaha Jepang yang menghubungi delegasi BKPM yang dipimpin oleh Tamba P Hutapea Deputi Kepala BKPM Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal. Termasuk juga, para narasumber lain yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kabupaten Batang, dan pimpinan PT JABABEKA. Pengusaha Jepang umumnya menanyakan lebih rinci proyek-proyek yang ditawarkan dan iklim investasi di Indonesia saat ini.

Sesuai tema acara, proyek-proyek yang ditawarkan BKPM kali ini adalah proyek-proyek berskala besar yang terkait bidang infrastruktur.

Menjaga Keseimbangan antara Alam dan Manusia

Bagaimana cara meningkatkan konservasi hutan agar sejalan dengan pemberdayaan masyarakat lokal dan tradisional di Indonesia? Inilah pertanyaan utama yang mengemuka dan menjadi tema dari Seminar yang diselenggarakan oleh Atase Kehutanan KBRI Tokyo bekerja sama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan lembaga swadaya masyarakat Japan Environmental Education Forum (JEEF). Seminar yang diselenggarakan di KBRI Tokyo pada Rabu, 19 Maret 2014 ini bertemakan Coexistence between Nature and Human Beings: Case Study in Indonesia.

Seminar bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan minat investasi dan bantuan perusahaan Jepang bekerjasama dengan JICA untuk pengelolaan hutan konservasi di Indonesia. Dua perusahaan Jepang yang terlibat adalah PT. Amerta Indah Otsuka (PT. AIO) dan Sumitomo Forestry, Co.Ltd. yang telah berinvestasi melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) pada sektor kehutanan.

Dalam sambutan tertulisnya Duta Besar RI menekankan bahwa upaya konservasi hutan, termasuk hutan Indonesia adalah kepentingan semua pihak yang harus terus ditingkatkan demi kelangsungan masa depan dunia. Lebih lanjut, disampaikan juga apresiasi atas peran dan perhatian masyarakat dan pemerintah Jepang terhadap konservasi hutan Indonesia, utamanya melalui kerja sama konservasi antara kedua negara yang telah berlangsung selama 30 tahun. Kiranya kerjasama dapat ditingkatkan di masa mendatang dengan menaruh perhatian pada pemberdayaan masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada hasil hutan.

Beberapa hal yang dibahas dalam seminar ini, di antaranya adalah masalah kendala dan tantangan dalam pengelolaan, peluang usaha dan investasi di kawasan konservasi, pemberdayaan komunitas lokal dalam konservasi alam, serta sharing pengalaman terkait upaya-upaya konservasi lingkungan yang dilakukan melalui program CSR beberapa perusahaan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Taman Nasional Ciremai.

Duta Besar RI Tokyo dan Ibu Akie Abe Berikan Apresiasi terhadap Program Televisi “Kokoro No Tomo POP”

Isteri Perdana Menteri Jepang, Ibu Akie Abe, menyampaikan perasaan senangnya mengetahui terdapat program televisi seperti “Kokoro No Tomo POP” yang dianggap dapat mendorong peningkatan hubungan sosial-budaya antara masyarakat Jepang dan Indonesia. Ditambah lagi program televisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara produser dan artis kedua negara. Hal-hal tersebut diungkapkan Akie Abe pada konferensi pers yang diadakan di Wisma Duta, Tokyo, Selasa (18/3/2014). Akie Abe yang sangat terkesan dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia pada kunjungannya ke Bali bulan Oktober 2013 lalu, lebih lanjut mengharapkan agar pertukaran budaya dapat terus ditingkatkan dan masyarakat Indonesia dan Jepang benar-benar menjadi “kokoro no tomo” atau “sahabat sehati”.

Senada dengan Akie Abe, Duta Besar RI, Yusron Ihza Mahendra juga menyambut baik program televisi tersebut dan memberikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi kreatif Sony Music Entertainment (Jepang) dan Curio Asia (Indonesia) dalam menciptakan “Kokoro No Tomo POP”. Ia berharap program televisi semacam ini dapat menjadi inspirasi yang mendorong para sineas muda dan stasiun televisi di kedua negara dapat terus berkreasi menciptakan program televisi yang mendorong pengenalan nilai budaya dan kemasyarakatan kedua negara.

Kokoro No Tomo POP yang telah tayang di salah satu televisi swasta Indonesia sejak Februari 2014 ini mengangkat kisah persahabatan antara Tomo, seorang pemuda Indonesia, dengan Kokoro, gadis asal Jepang, yang dikemas sedemikian rupa untuk memperkenalkan lebih jauh tentang pernak-pernik kehidupan keseharian masyarakat Jepang, sudut wisata, tempat-tempat iconic seperti Harajuku dan Shibuya, maupun pop culture Jepang yang sudah sangat terkenal di Indonesia, seperti J-pop, anime, manga, dan sebagainya. Rencananya, Kokoro No Tomo POP juga akan tayang di salah satu televisi swasta Jepang.

Artis-artis pendukung acara ‘Kokoro No Tomo POP’ dari kedua negara turut hadir dalam konferensi pers ini seperti Ryan Adriandhy (pemeran Tomo) yang merupakan stand-up comedian Indonesia, Kimoto Yuki, mantan personel SDN48 “sister group AKB48’, serta manajemen Sony Music Entertainment dan Curio Asia. Selain itu, acara ini turut diramaikan dengan penampilan Mayumi Itsuwa menyanyikan lagu ‘Kokoro No Tomo’ bersama Kaname Kawabata (anggota duo Chemistry), lagu yang menjadi inspirasi judul acara ini, yang juga populer di Indonesia pada periode 1980-an.

Fasilitasi KBRI Tokyo mengadakan konferensi pers bersama Sony Music Entertainment dan Curio Asia dimaksudkan untuk mendorong pertukaran program televisi antara kedua negara guna saling memperkenalkan nilai-nilai sosial dan budaya masing-masing. KBRI Tokyo, dalam kaitan ini, mendorong munculnya program televisi tentang budaya, masyarakat dan pariwisata Indonesia di stasiun televisi Jepang di masa mendatang.