Beranda blog Halaman 35

Kerjasama Pembuatan Kapal Angkut Barang Indonesia di Fukuoka Shipbuilding

Salah satu perusahaan pelayaran Indonesia PT. Indobaruna Bulk Transport yang bergerak dalam distribusi semen di Indonesia melakukan kerjasama dengan Fukuoka Shipbuilding dalam pembangunan 4 (empat) kapal pengangkut semen curah bangunan baru dengan kapasitas 9000 ton perkapal. Pembangunan kapal ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2013 dan hingga saat ini telah selesai dibangun 2 (dua) kapal yang telah beroperasi di Indonesia. Penandatanganan kontrak kerjasama tersebut dilaksanakan di Fukuoka Shipbuilding tanggal 5 November 2014.

Pada kesempatan tersebut,  Dubes Yusron Ihza Mahendra secara resmi memberikan nama kapal pertama Indonesia dengan nama Kapal Oceanic Progress. Dubes RI juga mengajak Fukuoka Shipbuilding yang memiliki pengalaman dan teknologi yang maju dalam pembuatan kapal baru untuk dapat berinvestasi di Indonesia atau melakukan kerjasama dengan industri kapal di Indonesia agar dapat melakukan pembangunan kapal di Indonesia.

Dengan pembangunan kapal Indonesia ini diharapkan dapat semakin memperkuat armada angkutan dalam negeri Indonesia dalam memperlancar distribusi logistik di seluruh Indonesia, dimana hal ini sejalan dengan visi dan misi pemerintahan baru Indonesia saat ini yang ingin memperkuat sektor maritim agar bisa lebih mandiri.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat peran aktif Atase Perhubungan KBRI Tokyo sebagai Marine Inspector bagi setiap kerjasama pengadaan kapal sebelum digunakan di Indonesia dengan tujuan untuk memastikan kapal sudah siap dari segi teknis keselamatan, stabilitas serta kekuatan konstruksi kapal.

Tanah Pusaka dan Bengawan Solo Memukau Diplomat Asing di Tokyo

Tanah Pusaka, Bengawan Solo, dan lagu Jepang “Furusato” (Kampungku) yang dialunkan dengan Angklung telah memukau sekitar lima ratus diplomat asing dan para petinggi pemerintahan serta dunia usaha Jepang di Tokyo, Sabtu (10/10-2014). Alunan angklung ini digelar sebagai suguhan dalam resepsi diplomatik KBRI Tokyo yang digelar di Ball Room Hotel New Otani dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-69.

Foto-Resepsi-Diplomatik.OK_.1

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam kata sambutannya mengatakan, sedianya resepsi di atas diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus yang lalu. Akan tetapi karena padatnya kalender kegiatan masyarakat Jepang, termasuk beberapa libur panjang selama Agustus dan September, maka resepsi itu baru dapat diselenggrakan sekarang.

Resepsi diplomatik yang sekaligus digelar sebagai promosi budaya untuk lebih memperkenalkan Indonesia ke dunia luar ini betul-betul dirancang dengan nuansa Indonesia yang kuat. Tari Lengger Banyumasan yang dibawakan oleh para penari Jepang, misalnya, ikut diketengahkan sebagai salah satu suguhan. Terkait nuansa Indonesia ini, Dubes Yusron berkomentar tentang pakaian yang dikenakannya.

Foto-Resepsi-Diplomatik.OK_.2

“Saya sendiri sengaja mengenakan “songket setengah tiang,” beskap, stanja (ikat kepala dari songket, red) lengkap dengan keris ala Melayu,” ujar Dubes. Semua ini perlu dilakukan agar jangan sampai kita ribut saat khazanah budaya kita diambil orang, padahal kita sendiri mengabaikan dan menyia-nyiakannya, imbuhnya.

Mari kita tunjukkan secara elegan bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya serta berperadaban juga, sama seperti bangsa-bangsa lain. Termasuk juga sikap menjunjung tinggi budaya itu, lanjut Dubes, seperti ditulis dalam rilis KBRI Tokyo, Jumat (10/10-2014).

Para undangan yang antara lain terdiri dari para petingggi Kedubes Amerika, Jerman, Rusia, para Dubes ASEAN, Kanada, Kepala Staf Angkatan Udara Jepang serta petinggi Kemlu dan Kemhan Jepang, banyak yang menyatakan rasa gembira mereka atas suasana resepsi. Termasuk juga, terhadap hidangan Indonesia, yang antara lain mengetengahkan Nasi Goreng yang dibuat oleh Juru Masak Hotel New Otani Tokyo.

“Kami merindukan acara seperti ini, apalagi selama tiga tahun terkahir KBRI Tokyo telah absen dalam menyelanggarakan resepsi diplomatik kemerdekaan Indonesia,” ujar diplomat senior Jepang yang enggan disebutkan namanya.

Mantan PM Jepang Fukuda yang ikut memberi kata sambutan serta memimpin acara toast menyampaikan pesan serupa di atas kepada Dubes Yusron dalam acara bincang-bincang mereka. “Tampil-lah seperti ini sering-sering. Indonesia adalah negara besar dan penting. Karena itu, Indonesia harus selalu tampil dalam banyak kesempatan,” demikian Fukuda memesankan.

Ratusan Warga Sholat Idul Adha di Balai Sekolah Indonesia Tokyo

Warga muslim Indonesia yang tinggal di Jepang, khususnya yang bermukim di Tokyo menggelar Sholat Idul Adha 1435H hari ini (5/10) di Gedung Sekolah RI di Tokyo (SRIT). Hadir dalam sholat idul adha ini ratusan warga Muslim Indonesia termasuk Duta Besar RI, Dr. Yusron Ihza Mahendra dan para pejabat KBRI Tokyo serta BUMN.

Sholat Idul Adha di Balai SRIT dilakukan dalam 2 gelombang yaitu pukul 07.30 dan 09.00. Dikarenakan hari hujan sholat dilaksanakan di dalam sport hall dan arus keluar masuk jamaah pun diatur sedemikian rupa agar kelancaran sholat sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Amir Faishol Fath ditekankan bahwa Hari Raya Idul Adha adalah hari deklarasi kehambaan dimana setiap muslim siap berkurban kepada Allah tanpa ada sediktpun keberatan. Sebagai muslim yang taat kita sadar semua harta yang dimiliki di dunia ini hanyalah milik Allah semata dan akan dikembalikan kelak kepadaNya. Hal ini dicontohkan oleh ketaatan Nabi Ibrahim saat diuji oleh Allah SWT untuk mengkurbankan putra kesayangannya.

Anwar Bashori, salah satu panitia Sholat Idul Adha, menyampaikan  walaupun Tokyo diguyur hujan cukup lebat namun hal tersebut tidak menyurutkan niat warga Indonesia untuk melaksanakan sholat Idul adha dan sekaligus bersilahturahmi dengan seluruh warga Indonesia lainnya. Kesempatan ini dimanfaatkan pula oleh warga Indonesia untuk membahas kelanjutan rencana pembangunan masjid Indonesia di Meguro Tokyo dan prospek kerjasama penyediaan makanan halal bagi warga muslim di Jepang.

Sesudah selesai sholat, jamaah berbondong-bondong menuju tenda 19 outlet makanan khas Indonesia yang siap menyajikan aneka kuliner dan jajanan pasar Indonesia. Kegiatan sholat idul adha ini terselenggara dengan baik berkat kerjasama erat antara KBRI Tokyo, KMII dan BUMN Tokyo.

Anugerah Gelar Doktor Honoris Causa Kepada Presiden RI oleh Universitas Ritsumeikan

Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono telah menerima gelar Doktor kehormatan (honoris causa) dari Universitas Ritsumeikan, Kyoto atas kontribusinya bagi pembangunan dan demokrasi di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik (29/09/2014). Dalam prosesi yang juga turut dihadiri oleh beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Duta Besar RI Tokyo, Presiden Yudhoyono mendapatkan kehormatan menjadi orang Indonesia pertama yang menerima gelar tersebut dan menjadi bagian dari sejarah para tokoh penting dunia yang juga mendapatkan kehormatan serupa, seperti Kim Daejung, mantan Presiden Republik Korea Selatan; Dr. Mahathir Mohammad, Mantan PM Malaysia, dan Amartya Sen, penerima Nobel Ekonomi.

Dalam pidato penganugerahan gelar yang disampaikan dihadapan di hadapan lebih dari 450 peserta di Nakagawa Hall, Kampus Suzaku, Universitas Ritsumeikan, Rektor Universitas Ritsumeikan, Profesor Kiyofumi Kawaguchi menyampaikan bahwa dalam 10 tahun masa kepemimpinan Presiden Yudhoyono, Indonesia telah meraih berbagai capaian penting dalam berbagai bidang, di antaranya terkait pembangunan dan stabilitas di bidang ekonomi, dan juga dalam proses demokratisasi dan peningkatan stabilitas politik. Di bawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono, Indonesia telah memainkan peran signifikan di dunia internasional, baik di kawasan Asia Pasifik maupun secara global. Salah satunya adalah melalui pemajuan nilai-nilai perdamaian dan demokrasi. Atas capaiannya, Presiden Yudhoyono pantas menerima gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Ritsumeikan, dan akan menjadi salah satu pemimpin ternama yang capaiannya akan terus dikenang di Asia Pasifik.

Sementara itu, dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menyampaikan rasa terima kasih atas anugerah yang diberikan dan juga menyatakan bahwa penghargaan ini juga adalah penghargaan bagi seluruh bangsa Indonesia. Ia juga memaparkan bahwa Indonesia adalah contoh bagaimana nilai-nilai pembangunan ekonomi, demokrasi dan keislaman dapat saling berpadu dengan harmonis. Juga disampaikan bahwa dalam dekade terakhir, ia mendorong agar Indonesia semakin aktif dalam berbagai kerja sama internasional di kawasan maupun secara global karena kemajuan bangsa Indonesia tidak terlepas dari situasi dunia dan kawasan. Hal ini utamanya melalui dimajukannya doktrin ‘million friends, zero enemy’ melalui kebijakan luar negeri yang bebas aktif. Demikian dalam rilis yang disampaikan oleh KBRI Tokyo.

Peran aktif dan positif Indonesia di kancah internasional ini juga terefleksikan dalam hubungan Indonesia dan Jepang. Presiden Yudhoyono menyampaikan bahwa capaian dalam hubungan Indonesia dan Jepang ini patut dimaknai bahwa hubungan keduanya adalah “hubungan yang tidak hanya didasarkan pada kepentingan nasional yang sempit, lebih daripada itu, hubungan keduanya adalah bentuk persahabatan yang tulus di mana keduanya saling mendukung di kala suka dan duka.” Tidak lupa Presiden Yudhoyono juga menitipkan pesan kepada mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Ritsumeikan untuk memanfaatkan kesempatan belajar mereka sebaik-baiknya agar dapat mendarmakan ilmunya bagi kemajuan Indonesia dan penguatan hubungan Indonesia-Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra menyampaikan rasa bangganya atas gelar kehormatan yang diterima Presiden Yudhoyono, sembari menekankan hal ini sebagai cerminan semakin eratnya hubungan antara Jepang dan Indonesia.

Gelar Doktor kehormatan dari Universitas Ritsumeikan ini menambah daftar penghargaan atas capaian dan kerja keras Presiden Yudhoyono selama dua periode pemerintahannya. Beberapa gelar lainnya yang telah ia terima dari berbagai universitas ternama di dunia adalah dari Universitas Webster, Inggris (2005), Universitas Thammasat, Thailand (2005), Universitas Keio, Jepang (2006), Universitas Tsinghua, RRT (2012), Universitas Utara Malaysia, Malaysia (2012) dan Universitas Teknologi Nanyang, Singapura (2013).

Dubes Yusron Buka International Symposium – OISAA 2014 di Tokyo

“Pelajar Indonesia di luar negeri harus terus berkontribusi dan memiliki semangat tinggi dalam memajukan Indonesia. Saya mengajak anda semua untuk menjadi mahasiswa yang dapat mentrasformasikan hal-hal positif di luar negeri untuk kemanfaatan Indonesia, khususnya saat  diberlakukannya Asean Economic Community tahun 2015 mendatang”, demikian dikatakan Dubes Yusron dalam sambutan pembukaan International Symposium-OISAA tahun 2014 (20/09/2014).

International Symposium of the Overseas Indonesia Student Association Alliance 2014 (OISAA 2014) merupakan salah satu kegiatan berskala besar yang diselenggarakan oleh PPI Dunia bertujuan untuk  membahas keorganisasian dan evaluasi kegiatan PPI Dunia, berbagi ide, serta merumuskan solusi baik berupa gagasan maupun tindakan nyata untuk Indonesia. Simposium OISAA  telah diselenggarakan lima kali sejak tahun 2007 dan untuk tahun ini,  dilaksanakan pada tanggal 20 September 2014 bertempat di Tokyo Institute of Technology, Jepang, dengan mengusung tema “Menggagas Kontribusi Generasi Muda Indonesia untuk Dunia”. Demikian menurut rilis KBRI Tokyo.

Dalam salah satu sesi diskusi panel, Atase Pendidikan KBRI Tokyo, Dr. M. Iqbal Djawad menjelaskan bahwa setiap pelajar memiliki kecakapan dan kemampuan diri yang merupakan aset berharga untuk mempercepat proses pembangunan nasional. Peningkatan kecakapan dan kemampuan diri ini salah satunya dapat dibantu dengan adanya dukungan dari lingkungan sekitar, salah satunya adalah dari tokoh-tokoh inspiratif. Berbagi pengalaman dan pandangan dengan tokoh-tokoh yang inspiratif karena karya, usaha, dan inovasi di bidangnya masing- masing akan dapat memberikan dampak positif untuk memacu semangat pelajar memahami peran dan posisinya dalam pembangunan masyarakat. Selain itu, berbagi pengalaman dan pandangan dengan tokoh-tokoh inspiratif dapat menumbuhkan perasaan saling mendukung dan meneladani satu sama lain sehingga memicu aksi dan kontribusi nyata para pelajar dalam mengaplikasikan ilmunya ke masyarakat untuk membangun kembali daerahnya dan menghubungkannya dengan dunia internasional.

Simposium yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang peserta, diantaranya dari 46 negara anggota yang tergabung dalam PPI Dunia yaitu Filipina, Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Thailand, Hongkong, Chinese Taipei, Tunisia, Mesir, Portugal, Finlandia, Yordania, Australia dan Jepang, akan berakhir pada tanggal 22 September 2014.