Beranda blog Halaman 36

Mantan PM Fukuda Hadiri Upacara HUTRI Ke-69 di Tokyo

Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda hadir dalam Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUTRI) ke-69 di Tokyo. Upacara yang diselenggarakan di halaman kediaman resmi Dubes RI untuk Jepang itu dihadiri pula oleh sejumlah undangan VIP lainnya. Antara lain, Mantan Petinggi Kepolisian Jepang Irjen Pol Yamazaki, kalangan Kemlu Jepang, dan kalangan BUMN yang ada di Jepang.

Mantan PM Fukuda, tokoh yang tetap berpengaruh di pentas politik Jepang, hadir dengan mengenakan kemeja batik mengucapkan selamat kepada Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, atas ulang tahun kemerdekaan Indonesia hari ini. “Selamat atas hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Mantan PM Fukuda, dan Dubes Yusron menyambutnya dengan harapan semoga kerjasama dan persahabatan Indonesia-Jepang akan terus meningkat. Demikian menurut rilis yang dikirm oleh KBRI Tokyo.

Ratusan warga masyarakat Indonesia beserta staf KBRI Tokyo hadir untuk memeriahkan upacara yang dipimpin Dubes Yusron, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Atase Pertahanan, Kolenel M. Tawakal S. Sidiq (Komandan Upacara) yang selama dua minggu mendidik Paskibra tampak puas atas upacara yang berlangsung tertib dan amat resmi itu.
Acara ramah-tamah yang berlangsung di Kediaman Resmi Dubes seusai upacara, masih berlangsung saat rilis ini dibuat. Banyak hadirin yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto dengan latar bendera dan umbul-umbul merah-putih yang dipasang di tempat upacara.

Upacara kali ini betul-betul meriah, ujar salah satu hadiri, sambil mengenang serangkaian perlombaan bidang olahraga yang dilakukan sejak minggu-minggu sebelumnya.
Menurut rencana, upacara di atas akan diakhir dengan upacara penurunan bendera pada sore hari.

 

Ribuan Warga Muslim Indonesia di Jepang Hadiri Open House di Wisma Duta

Lebih dari 2000 warga masyarakat Indonesia di Tokyo dan kota-kota sekitarnya turut serta dalam silaturahmi dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H bersama Keluarga Besar KBRI Tokyo pada hari Senin (28/7/2014). Setelah pelaksanaan Shalat Ied yang dilaksanakan di Sekolah Republik Indonesia – Tokyo pada pukul 07.30, masyarakat Indonesia berduyun-duyun memadati Wisma Duta Besar RI yang menggelar acara Open House sebagai ajang silahturahmi dan perayaan idul fitri. Turut hadir juga berbagai perwakilan instansi pemerintan BUMN yang berkantor di Tokyo.

Antusiasme masyarakat muslim Indonesia telah terlihat sejak pagi hari dalam pelaksanaan Shalat Ied di Sekolah Republik IndonesiaTokyo. Untuk mengakomodasi jamaah yang membludak jumlahnya, panitia harus mempersiapkan Shalat Ied dalam dua gelombang karena tempat yang terbatas.

Selaku tuan rumah, Duta Besar RI, Yusron Ihza Mahendra beserta istri mewakili segenap jajaran KBRI Tokyo mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah bagi seluruh masyarakat Indonesia di Tokyo dan di tanah air. “Idul Fitri merupakan momen yang baik bagi seluruh masyarakat untuk kembali merajut tali silahturahmi dan meningkatkan ukhuwah dengan sesama. Bagi para perantau yang jauh dari sanak famili, momen seperti ini dimanfaatkan untuk berbagi cerita dan juga untuk saling menguatkan bahwa mereka tidak sendirian di negeri matahari terbit ini,” ujarnya lebih lanjut dalam sambutan di hadapan para warga yang hadir.

Warga masyarakat yang hadir di Wisma Duta tampak gembira menikmati hidangan khas Indonesia setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sebagai catatan, warga muslim di Tokyo kali ini berpuasa selama sekitar 16 jam setiap harinya mengingat Ramadhan jatuh pada musim panas. Antrian panjang pengunjung terlihat dari mulai pintu masuk ke area Wisma Duta pada saat acara dibuka pukul 10.00. Kesempatan Halal Bihalal ini dimanfaatkan oleh warga masyarakat Indonesia untuk bertemu dan melepas kangen dengan warga Indonesia lainnya. Karena kesibukan masing-masing, mereka jarang dan bahkan tidak pernah bertemu kawan meski sama-sama tinggal di Jepang. Mereka menyampaikan terima kasih kepada KBRI Tokyo yang telah menyelenggarakan acara Halal Bihalal tersebut.

Ketua Panitia penyelenggaraan Silahturahmi Perayaan Idul Fitri 1435H yaitu Atase Kehutanan KBRI Tokyo, Maidiward, menerangkan bahwa persiapan telah dilaksanakan sejak satu setengah bulan sebelum pelaksanaan. Seluruh komponen dan keluarga besar KBRI Tokyo turut terlibat aktif dalam persiapan acara rutin tahunan ini, baik dari sisi acara maupun teknis penunjang.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 ini selesai dilaksanakan pada pukul 13.00, dan masyarakat berangsur-angsur meninggalkan tempat acara menggunakan berbagai moda transportasi. Banyaknya masyarakat Indonesia yang mengikut acara ini memberikan warna tersendiri bagi kawasan Meguro dan Gotanda, dua kawasan di sekitar Wisma Duta Besar RI yang hari itu terasa sangat ‘Indonesia’ oleh riuh rendahnya percakapan bahasa Indonesia oleh masyarakat yang melintas menuju ke stasiun kereta maupun perhentian bus.

 

PM Abe Undang Presiden-Terpilih Joko Widodo Untuk Segera ke Tokyo

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengucapkan selamat kepada Ir. H. Joko Widodo, Presiden-Terpilih berdasarkan hasil resmi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 dan sekaligus mengundangnya untuk segera berkunjung ke Tokyo. Pembicaraan melalui telepon antara PM Abe dengan Presiden-Terpilih Joko Widodo berlangsung pada jam 18.35 waktu Tokyo, atau jam 16.35 WIB, Rabu (23/7/2014).

Dalam pembicaraan yang berlansung sekitar sepuluh menit itu, PM Abe menyebutkan pentingnya Indonesia bagi Jepang dan juga pentingnya kerjasama kedua negara di bidang ekonomi serta stabilitas dan keamanan kawasan.

“Indonesia dan Jepang adalah partner strategis. Karena itu, peranan kedua negara di bidang keamanan, perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran kawasan, di tengah situasi yang sedang berubah sekarang ini, menjadi semakin penting,” ujar PM Abe.

PM Abe juga menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang akan terus melanjutkan dukungan serta kerjasama ekonomi yang telah terjalin selama ini serta menyampaikan harapan agar Presiden-Terpilih Joko Widodo dapat segera berkunjung ke Jepang.

“Saya mengundang Presiden-Terpilih Joko Widodo untuk segera berkunjung ke Jepang dan saya amat gembira untuk melakukan pekerjaan secara bersama-sama,” lanjut PM Abe.

Sejak siang hari, pihak berwenang di Jepang telah menghubungi KBRI Tokyo tentang rencana PM Abe untuk menelepon Presiden-Terpilih Joko Widodo ini, dan KBRI Tokyo pun telah mengabarkan hal itu ke pihak Presiden-Terpilih Joko Widodo.

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam komentarnya menyatakan gembira atas pembicaraan per telepon antara kedua tokoh tersebut itu. “Apalagi, Presiden-Terpilih Joko Widodo menyatakan akan berkunjung ke Jepang secepatnya serta menyambut baik tawaran kerjasama sebagai partner strategis tadi,” ujar Dubes Yusron dengan merujuk informasi yang diterimanya dari pihak Jepang di atas.

“Jepang merupakan investor terbesar bagi Indonesia sekarang ini. Saya berharap kerjasama kedua negara akan lebih meningkat lagi di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia yang baru,” sambung Dubes Yusron.

Keterbukaan dan Saling Percaya Kunci Stabilitas Keamanan di Kawasan Asia Pasifik

Keterbukaan dan saling percaya adalah kunci bagi stabilitas dan keamanan kawasan Asia Pasifik. Demikian pesan yang disampaikan Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dalam Memorial Address Simposium Internasional bertajuk “How to Have a Breakthrough in Japan–China Relations – A Path Toward a Creation of a Security Mechanism in East Asia”, di Universitas Tokyo, Sabtu (12/7-2014).

Simposium yang ditujukan untuk membahas situasi terkini Kawasan Asia Pasifik serta masa depan kawasan ini, terutama terkait suhu hubungan Jepang-RRT yang memanas belakangan ini, diselenggarakan oleh International Academic Society for Asian Community, sebuah lembaga milik Jepang. Sejumlah diplomat senior Jepang, para ahli Hubungan Internasional dari Jepang dan luar negeri, serta politisi Jepang hadir dalam acara itu. Termasuk, mantan PM Jepang, Yukio Hatoyama, yang juga tampil sebagai pembicara.

Dalam Memorial Addrees di atas, Dubes Yusron menggarisbawahi pentingnya kerja sama ASEAN – Jepang yang telah terjalin selama lebih dari 40 tahun, termasuk juga dinamika yang ada di dalam ASEAN sendiri.

“Sama seperti kawasan lain, kami (ASEAN) bukan tidak memiliki masalah di antara sesama kami. Sengketa perbatasan, terutama overlapping claim di wilayah laut, terjadi di internal kami. Tapi ada hal penting yang perlu dicatat, yaitu kami selalu menyelesaikannya dengan cara damai dan bukan dengan jalan perang. Dan, ini dikenal sebagai the ASEAN Way, ujar Dubes Yusron.

Menyinggung soal Jepang-RRT, Dubes Yusron mengatakan bahwa Jepang adalah sebuah realitas; dan RRT pun juga demikian. Kedua negeri ini tidak dapat saling menafikan satu sama lainnya. Bahkan, sambungnya, walau kita menutup mata sekalipun, RRT tetap saja ada di seberang sana, dan Jepang ada di seberang sini.

“Karena itu, akan amat menggembirakan jika Jepang-RRT dapat saling menghormati serta saling percaya atas dasar saling terbuka. Dan, kemudian mengadopsi the ASEAN Way dalam menyelesaikan sengketa wilayah yang sedang dihadapi. Penyelesaian masalah secara damai, bukan merupakan opsi bagi Jepang-RRT, melainkan keniscayaan,” tandas Dubes Yusron.

Menanggapi reinterpretasi konsiitusi Jepang yang telah disepakati parlemen tanggal 1 Juli yang lalu, termasuk peningkatan kekuatan pertahanan Jepang serta relaksasi ekspor alat-alat pertahanan, Dubes Yusron menanggapi hal itu secara positif. Menurutnya, selain akan memberi ruang gerak untuk berperan dalam masalah stabilitas kawasan, hal ini akan sekaligus membuka peluang kersama bidang pertahanan anatara Jepang dengan negara lain, termasuk industri pertahanan.

Sejatinya perdamaian memang harus ditopang dengan kekuatan senjata. “Heiwa wa, tada eda to namida dake de wa, mamorarenai (perdamaian tidak akan dapat ditegakkan hanya  dengan ranting dan air mata). Karena itu, tidak ada yang perlu dirisaukan atas gerakan Jepang saat ini. Gerakan ini bahkan akan memberikan kontribusi positif bagi terciptanya new dynamic equilibrium di kawasan Asia Pasifik, tegas Dubes Yusron.

Masyarakat Indonesia di Tokyo Ikuti Pilpres Dengan Antusias

Masyarakat Indonesia di wilayah Tokyo dan sekitarnya mengikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan antusias, Minggu (6/7-2014). Sejak pagi hari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) mulai sibuk melakukan persiapan akhir, menjelang pencoblosan yang dimulai tepat jam 8.30 pagi waktu setempat ini.

Sejumlah pemilih yang bermukim di Yokohama, Kawasaki, dan Ibaraki ikut dalam perhelatan nasional ini. Dan menjelang tengah hari, jumlah pemilih yang hadir mulai makin meningkat.

Menurut catatan panitia, jumlah pemilih yang terdaftar di wilayah Tokyo dan sekitarnya adalah 9.092 mata pilih. Tetapi yang akan memberikan suara di TPS Tokyo yang berlokasi di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) itu hanya berjumlah 1.311 mata pilih saja. Sementara sebagian besar lainnya, terutama karena faktor jarak dan ketersebaran tempat tinggal, memberikan suaranya melalui Kantor Pos.

Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam kata sambutan menjelang dimulainya pemberian suara, menyatakan bangga dengan antusias masyarakat dan juga keseriusan panitia. Demikian rilis yang dikirim oleh KBRI Tokyo ke kalangan media.

“Saya bangga terhadap para warga yang sadar untuk menggunakan hak pilihnya,” ujar Dubes Yusron, seraya menambahkan bahwa penggunaan hak pilih berarti sebagai ikut serta dalam menentukan pemimpin negeri untuk masa lima tahun ke depan.

Dalam teknis pelaksanaannya, panitia membagi pemilih ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang datang dengan membawa surat undangan untuk memilih, sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang tidak memiliki surat undangan dan datang dengan menunjukkan bukti identitas diri.

Ketua PPLN Tokyo, Husni Thamrin, menyebutkan bahwa untuk mempercepat proses pemberian suara, pihaknya telah melalukan sebuah terobosan dengan menggunakan barcode. Kecepatan ini, menurut Husni, diperlukan untuk mencegah jangan sampai ada warga yang belum mendapat panggilan pada saat TPS ditutup.

Menurut jadwal, penghitungan suara atas pemberian suara langsung di TPS Tokyo hari ini akan dilakukan tanggal 9 Juli nanti. Sementara penghitungan surat suara yang dikirim melalui Kantor Pos, akan dilakukan tanggal 15 Juli.