Beranda blog Halaman 36

Dubes Yusron membuka Indonesia Networking Event dan Pameran Lukisan Indonesia di Tokyo

Pada tanggal 14 Maret 2014, Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, telah membuka Indonesia Networking Event dan Pameran Lukisan Indonesia, yang mengambil tempat di ASEAN Hall, ASEAN – Japan Center, Tokyo.

Kegiatan ini merupakan inisiatif KBRI untuk membina dan memperkuat jejaring, baik dengan mitra kerja selama ini maupun membuat jejaring baru dengan berbagai pemangku kepentingan yang ada.

Menyadari bahwa kuatnya hubungan persahabatan antara dua negara dilandasi oleh adanya saling pemahaman mengenai budaya dan karakter nasional masing-masing negara, maka acara networking event ini dirancang dengan suasana budaya Indonesia yang kental, dengan menyajikan tarian, makanan dan musik tradisional Indonesia, dan disertai pula dengan Pameran Lukisan.

“Indonesia adalah negara yang majemuk. Keragaman budaya adalah identitas nasional bangsa Indonesia. Dan kami bangga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ini kepada teman-teman kami di Jepang”, demikian disampaikan Dubes Yusron pada pidato pembukaannya. “Kami berharap melalui kegiatan ini, pemahaman rekan-rekan kami di Jepang mengenai Indonesia akan meningkat, sehingga rasa persahabatan antara kedua negara juga turut menguat”.

‘Networking event’ berlangsung selama 1 hari dengan dihadiri peserta dari berbagai kalangan, termasuk wakil Pemerintah Jepang, Kedutaan Besar asing lainnya, dunia usaha, media massa, dan asosiasi budaya. Sementara itu, Pameran Lukisan akan berlangsung hingga tanggal 20 Maret 2014.

Pameran Lukisan mengambil tema “Landscape, Nature and People: Journey to Two Worlds” dan menampilkan 42 buah lukisan hasil karya 2 Warga Indonesia yang tengah bermukim di Jepang, yaitu Bapak Idhi Maryono dan Bapak Yuli Purwanto. Mayoritas lukisan yang ditampilkan menggambarkan budaya dan kehidupan keseharian di Indonesia, dan juga terdapat beberapa lukisan mengenai keindahan alam Jepang.

Penyambutan Dubes RI oleh JAPINDA dan Liga Parlemen Indonesia – Jepang

Resepsi Penyambutan oleh JAPINDA dan Liga Parlemen Indonesia – Jepang bagi Dubes Yusron Ihza Mahendra: Dubes Yusron mendorong penguatan kerjasama Indonesia – Jepang sebagai kemitraan sejati yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara

Pada tanggal 12 Maret 2014 malam di Tokyo, Jepang, dua lembaga persahabatan Indonesia – Jepang yaitu JAPINDA (Asosiasi Indonesia – Jepang) dan Liga Parlemen Indonesia – Jepang menyelenggarakan resepsi selamat datang bagi Dubes RI untuk Jepang yang baru, Yusron Ihza Mahendra, dan Ibu Dewi L. Ihza Mahendra.

Baik JAPINDA maupun Liga Parlemen dipimpin oleh tokoh terkemuka Jepang. JAPINDA diketuai mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, yang juga adalah penerima Bintang Kehormatan Republik Indonesia Mahaputera Adipradana pada bulan November 2011 atas peran beliau dalam memajukan persahabatan kedua negara. Sementara Liga Parlemen Indonesia – Jepang dipimpin oleh Toshihiro Nikai, yang juga adalah Ketua Komite Anggaran Parlemen Jepang. Komite ini merupakan salah satu Komite paling berpengaruh di Parlemen.

Sebagaimana dimaklumi, pada tanggal 24 Februari yang lalu, Dubes Yusron telah menyampaikan surat kepercayaan (“credentials”) kepada Kaisar Jepang yang menandai dimulainya pelaksanaan tugas secara resmi sebagai Dubes Indonesia untuk Jepang yang baru. Karenanya, resepsi tersebut merupakan ucapan selamat kedua lembaga terkemuka ini kepada Dubes Yusron serta dukungan bagi pelaksanaan tugas beliau dalam memajukan hubungan kerjasama kedua negara.

Berbicara dalam Bahasa Jepang yang fasih, pada kesempatan tersebut Dubes Yusron menyampaikan bahwa hubungan kerjasama kedua negara terjalin sangat luas dan mendalam di berbagai bidang. Karenanya, “tantangan kita bersama adalah untuk memastikan agar hubungan yang luas dan mendalam ini dapat meningkat ke taraf yang lebih tinggi lagi, dan selalu membawa manfaat bagi rakyat kedua negara”, demikian disampaikan beliau.

Dubes Yusron juga mengingatkan bahwa ayah dari Ketua JAPINDA Yasuo Fukuda adalah Takeo Fukuda, yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang dan pada tahun 1977 menggoreskan warisan sejarah penting yaitu “Doktrin Fukuda”. Doktrin Fukuda menggariskan kebijakan luar negeri Jepang sebagai negara cinta damai yang berkomitmen membangun kerjasama erat, setara dan saling menguntungkan dengan seluruh negara Asia Tenggara.

“Doktrin Fukuda telah menjadi tonggak sejarah yang secara signifikan memperkuat rasa persahabatan antara Jepang dengan negara-negara Asia Tenggara,” demikian disampaikan Dubes Yusron. Dalam konteks hubungan Indonesia – Jepang, kedua negara bahkan kemudian melangkah lebih jauh lagi dengan meluncurkan Kemitraan Strategis pada tahun 2006.

Dalam kaitan ini, Dubes Yusron menekankan bahwa “kemitraan yang sejati adalah kemitraan yang tulus, kemitraan dari hati, yang didasarkan rasa persahabatan yang mendalam antara rakyat kedua bangsa, dan karenanya senantiasa membawa manfaat bagi kemajuan bersama”. Dubes Yusron mendorong JAPINDA dan Liga Parlemen Indonesia – Jepang untuk senantiasa membantu upaya bersama bagi kemitraan yang sejati tersebut.

Ketua JAPINDA menyampaikan bahwa dirinya senang dan menyambut baik penunjukan Dubes Yusron sebagai Dubes RI untuk Jepang. Dubes Yusron dinilai mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai Jepang, setelah sebelumnya menimba ilmu di Jepang selama 13 tahun hingga memperoleh gelar Master dan PhD. Ketua JAPINDA juga menyampaikan bahwa Jepang menaruh harapan besar terhadap Indonesia terkait hubungan ekonomi, investasi dan stabilitas di kawasan Asia Timur dan Asia Pasifik secara keseluruhan, serta mengharapkan dukungan Dubes Yusron untuk mendorong peningkatan kerjasama di bidang-bidang tersebut. Seiring dengan semakin meningkat pesatnya investasi Jepang ke Indonesia, Ketua JAPINDA meminta dukungan dari Dubes Yusron untuk membantu investor Jepang dalam menjalankan usahanya di Indonesia. Sementara itu Ketua Liga Parlemen Indonesia – Jepang mengharapkan Dubes Yusron dapat semakin memperkuat hubungan kerjasama Indonesia – Jepang.

JAPINDA beranggotakan tokoh-tokoh terkemuka Jepang baik dari sektor Pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat sipil, sementara Liga Parlemen Indonesia – Jepang terdiri atas anggota-anggota Parlemen Nasional (Diet) Jepang, yang kesemuanya memiliki komitmen untuk terus memperkuat tali persahabatan antara kedua negara. Resepsi dihadiri oleh setidaknya 160 orang peserta, yang jauh melebihi target semula yaitu 125 orang. Hal ini menunjukkan tingginya rasa persahabatan berbagai tokoh terkemuka Jepang dari berbagai sektor terhadap Indonesia, serta harapan akan terus menguatnya kerjasama kedua negara.

Dubes RI untuk Jepang Mendorong Investasi Jepang

Dubes RI untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra mendorong investasi Jepang di bidang agroindustri, infrastruktur, energi listrik dan manufaktur.

Dubes Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, hari ini (4/3/2014) di Tokyo membuka seminar investasi “Indonesia Business Forum 2014”. Seminar yang mengambil tema “Preparing to the Next Level: Indonesia – Japan Business Relations” tersebut diselenggarakan secara bersama oleh KBRI Tokyo, BKPM RI, dan ASEAN-Japan Center (AJC) Tokyo.

Pada pidato pembukaannya, Dubes Yusron menyampaikan bahwa pemilihan tema tersebut sangat tepat karena mengandung pesan utama bahwa Indonesia dan Jepang tidak boleh berpuas diri. “Walaupun hubungan kerjasama antara kedua negara telah terjalin sangat erat, kita harus terus meningkatkannya ke taraf yang lebih tinggi lagi, sehingga kerjasama kedua negara terus membawa manfaat nyata bagi rakyat kedua negara”, demikian ditekankan Dubes Yusron pada kesempatan tersebut.

Dubes Yusron menyambut baik peningkatan investasi Jepang di Indonesia, yang pada tahun 2013 lalu menempati posisi pertama dengan nilai realisasi US$ 4,7 milyar, dan mendorong dunia usaha Jepang untuk terus memanfaatkan berbagai peluang investasi yang tersedia di Indonesia.

“Secara khusus saya ingin mengundang dunia usaha Jepang untuk berinvestasi di beberapa sektor utama, yaitu agroindustri, pembangunan infrastruktur, energi listrik, dan industri manufaktur”, demikian digarisbawahi Dubes Yusron. Hal ini dikarenakan arti penting sektor-sektor tersebut bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Seminar investasi tersebut juga menghadirkan Kepala BKPM, Bapak Mahendra Siregar, sebagai keynote speaker.

Dalam paparannya, Kepala BKPM menguraikan prospek ekonomi dan peluang investasi Indonesia di masa mendatang. Kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, yang dibarengi peningkatan jumlah penduduk usia produktif serta kelas menengah, dan terus berlangsungnya konsolidasi demokrasi memberikan basis yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Tentunya hal ini sangat kondusif bagi investasi, mengingat investasi merupakan upaya yang bersifat jangka panjang. Beliau juga menyoroti bahwa mayoritas investasi asing, termasuk investasi Jepang, masih terpusat di Pulau Jawa. Karenanya, beliau mendorong investor Jepang untuk memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Seminar mendapatkan respons yang antusias dari dunia usaha Jepang. Dari target semula 300 peserta, tercatat hampir 500 peserta menghadiri acara ini, yang menunjukkan sangat tingginya minat dunia usaha Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Seminar diisi pula dengan presentasi dari operator fasilitas industri di Indonesia (kawasan industri Jababeka dan Kendal, serta pelabuhan Gresik) dan paparan dari lembaga penelitian Jepang IDE-JETRO (Institute for Developing Economies – Japan External Trade Organization).

Produk Makanan Indonesia Coba Tembus Pasar Jepang

Para pengusaha makanan Indonesia, mencoba memanfaatkan peluang untuk memasuki pasar Jepang dengan ikut berpartisipasi pada Food Expo (FOODEX) 2014 yang merupakan event tahunan pameran makanan dan minuman terbesar di Asia yang dihadiri 2700 exhibitor (perusahaan) dari 82 negara. FOODEX Japan 2014 diselenggarakan oleh Japan Management Association di Makuhari Messe (sekitar 20 Km dari kota Tokyo), tanggal 4 – 7 Maret 2014. Sekitar 28 perusahaan Indonesia yang dibantu oleh pemerintah, menampilkan Pavilion Indonesia dengan memamerkan produk makanan dan minuman Indonesia secara menarik. Jenis makanan dan minuman yang dipamerkan di antaranya adalah madu, cokelat, kentang, makanan ringan, makanan beku, teh, kopi, bika ambon, makanan hasil laut dan minyak sawit.

Foodex201402

Duta Besar Yusron Ihza Mahendra yang ikut membuka pameran tersebut mengharapkan bahwa dengan mengikuti pameran makanan dan minuman terbesar ini, para pengusaha Indonesia bisa memasuki pasar Jepang sehingga akan meningkatkan ekspor Indonesia. Hal ini senada dengan pandangan para pengusaha Indonesia yang mengharapkan produk makanan dan minuman Indonesia dapat memasuki pasar Jepang yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Para pengusaha Indonesia dengan cerdas bisa memanfaatkan peluang bisnis dengan para pengusaha Jepang untuk melakukan investasi di Indonesia. Menurut Dubes Yusron, pengusaha Jepang terus menunjukkan minatnya untuk melakukan usaha di Indonesia terlihat dari kenyataan terus meningkatnya investasi Jepang di Indonesia pada tahun 2013, yaitu USD 4,7 milyar, dibandingkan tahun 2012 yaitu USD 2,5 milyar, tahun 2011 yaitu USD 1,5 milyar dan tahun 2010 yaitu USD 750 juta.

Beberapa perwakilan diplomatik asing di Jepang turut hadir dalam pameran ini. Di antaranya turut juga hadir Dubes AS, Caroline Kennedy yang juga turut serta dalam prosesi pengguntingan pita peresmian FOODEX Japan 2014 bersama dengan Dubes RI, Argentina dan India serta beberapa negara lainnya. Dalam bincang-bincang singkat dengan Dubes RI, Caroline Kennedy menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dengan Indonesia yang merupakan tempat ia dan pasangannya berbulan madu. Selain itu, ia sering mendengar hal-hal baik tentang Indonesia dari Ibunya, terutama terkait hubungan erat antara ayahnya, Presiden J.F. Kennedy dengan Presiden Pertama RI, Soekarno.

Dubes Yusron dan Dubes Kennedy, Bercengkerama Akrab dalam Japan Food Expo 2014

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dan Dubes AS untuk Jepang, Caroline Kennedy, bercengkerama akrab dalam acara Japan Food Expo 2014 (Foodex Japan 2014) di Makuhari Messe (20 kilometer dari Tokyo) hari ini, Selasa 4/4/2014.

Kedua dubes berada di tempat ini untuk melakukan pengguntingan pita yang menandai dibukanya Japan Food Expo 2014 yang diikuti oleh 82 negara peserta, termasuk Indonesia.

Di sela-sela acara ini, Dubes Yusron dan Dubes Kennedy sempat berbincang-bincang di mana, tanpa diduga-duga, Dubes Kennedy mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang selalu berada dalam ingatannya. Khususnya, karena dia memiliki sebuah kenangan manis di negeri ini.

“Indonesia selalu ada dalam ingatan saya. Pasalnya adalah karena saya pernah berkunjung ke Indonesia dalam rangkaian bulan madu,” ujar Kennedy

“Pada masa itu, saya juga berkunjung ke Borobudur,” lanjut Dubes AS yang kehadirannya di Jepang mendapat perhatian kalangan media dari manca negara ini.

“Oh, terima kasih sekali karena Anda telah memilih Indonesia (Yogyakarta) untuk penggalan penting dalam sejarah perjalanan hidup Anda,” ujar Dubes Yusron dalam perbincangan akrab, sebagaimana disebutkan dalam rilis KBRI Tokyo yang dikirim ke media massa hari ini.

“Semasa hidupnya, mendiang Ayah Anda, Presiden John F. Kennedy amat dekat dengan Bung Karno, mendiang Presiden kami,” ujar Dubes Yusron melanjutkan. Dan, Dubes Kennedy menjawab dengan yakin bahwa dia tahu peristiwa tersebut.

“Saat masih kecil, ibu saya sering bercerita tentang Bung Karno dan Indonesia kepada saya. Mungkin ini yang membuat saya memutuskan ke Indonesia puluhan tahun silam itu serta ingin menyaksikan Borobudur,”

Dubes RI dan Dubes AS berada di Makuhari bersama sejumlah dubes negara lain dalam Expo tahunan bergengsi yang diikuti oleh 2700 peserta pameran (exhibitor). Beberapa produk makanan dan minuman Indonesia seperti madu, cokelat, teh, kopi, makanan beku, olahan hasil laut, serta minyak sawit dari 28 perusahaan tampak terpampang di Pavilion Indonesia.

Dubes Yusron menilai bahwa Foodex Jepang 2014 merupakan ajang penting bagi promosi makanan dan produk pangan Indonesia. “Kita harus tampil ke pentas dunia, termasuk melalui makanan atau kuliner kita,” ujar sang Dubes