Beranda blog Halaman 38

Indonesia Yang Maju dan Makmur Akan Membawa Manfaat Besar Bagi Jepang

“Kemajuan Indonesia yang berkelanjutan di berbagai bidang, baik ekonomi maupun politik, akan membawa manfaat besar bagi Jepang, karena akan memperluas potensi cakupan kerjasama dan kemitraan antara kedua negara,” demikian disampaikan Dubes RI Tokyo, Yusron Ihza Mahendra pada pembukaan Indonesia – Japan Policy Dialogueyang diselenggarakan oleh JICA (Japan International Cooperation Agency) di Tokyo, tanggal 25 Agustus 2014.

Dubes Yusron mencontohkan bahwa di masa lalu Indonesia semata merupakan penerima bantuan pembangunan ODA dari Jepang (Official Development Assistance), saat ini kemajuan Indonesia telah memungkinkan untuk meluncurkan berbagai skema kerja sama, tidak terbatas hanya di antara kedua negara, namun juga kerjasama trilateral di mana kedua negara secara bersama membantu pembangunan di negara lainnya.

“Kemitraan Indonesia dan Jepang telah berkembang sedemikian luas sebagai suatu kemitraan sejati yang menghubungkan kedua bangsa secara erat dan bersahabat di berbagai aspek kehidupan dan membawa manfaat besar bagi rakyat kedua negara. Oleh sebab itu, tidak perlu diragukan lagi bahwa di bawah pemerintahan yang baru hasil Pilpres 2014 yang lalu, hubungan persahabatan kedua negara akan tetap terus berkembang,”. Demikian menurut rilis yang dikirm oleh KBRI Tokyo.

Turut memberikan sambutan pada sesi pembukaan adalah Menlu Jepang, Fumio Kishida, serta Presiden JICA, Akihiro Tanaka dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bapak Ginandjar Kartasasmita, juga turut membuka pertemuan ini.

Menlu Kishida menekankan bahwa Jepang memandang penting hubungannya dengan Indonesia dan yakin hubungan kedua negara akan semakin baik di bawah pemerintahan baru.  Lebih lanjut, disampaikan bahwa Jepang mengakui peran penting Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Presiden JICA, selaku penyelenggara acara, menyambut baik para ahli dan tokoh penting yang hadir di JICA Indonesia – Japan Policy Dialogue, dan mengharapkan bahwa forum ini dapat memetakan jalan hubungan kedua pihak untuk masa yang akan datang. Lebih lanjut, ia menggarisbawahi peran Jepang di Indonesia, khususnya dalam membantu pembangunan infratruktur melalui Skema Metropolitan Priority Area (MPA).

Sementara itu, Prof. Ginandjar menyampaikan bahwa saat ini Indonesia telah mencapai kemajuan di berbagai bidang terutama di bidang ekonomi dan politik. Namun demikian, Indonesia saat ini menghadapi tantangan untuk keluar dari middle income trap untuk menjadi negara dengan pendapatan perkapita tinggi dan oleh sebab itu perbaikan-perbaikan perlu terus dilakukan.

Pertemuan akan berlangsung hingga tanggal 26 Agustus 2014, dengan menghadirkan beberapa pembicara terkemuka antara lain Kepala BKPM RI, Mahendra Siregar, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, Wamen PPN/Bappenas, Lukita D. Tuwo, Wamen Keuangan, Bambang Brojonegoro, serta sejumlah peneliti terkemuka seperti Sri Adiningsih dari UGM dan Rizal Sukma dari CSIS. Dari pihak Jepang hadir sejumlah pejabat tinggi dari berbagai Kementerian, akademisi dari sejumlah universitas terkemuka seperti GRIPS dan Waseda, serta tokoh-tokoh terkemuka dunia usaha Jepang.

JICA Indonesia – Japan Policy Dialogue merupakan forum pertemuan lima tahunan yang selalu diselenggarakan pasca Pilpres di Indonesia. Pertemuan ini merupakan forum tukar-pandang antara tokoh-tokoh terkemuka dari kedua negara mengenai kesinambungan dan penguatan kerjasama kedua negara di tahun-tahun mendatang. Pertemuan ini memiliki pamor yang cukup tinggi terlihat dari nama-nama besar yang menghadiri pertemuan ini.

Penyelenggaraan Policy Dialogue ini sendiri mencerminkan nilai strategis yang diberikan Jepang terhadap Indonesia, selain juga menunjukkan keinginan Jepang untuk terus memastikan keberlanjutan dan penguatan kemitraannya dengan Indonesia di berbagai aspek.

Mantan PM Fukuda Hadiri Upacara HUTRI Ke-69 di Tokyo

Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda hadir dalam Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUTRI) ke-69 di Tokyo. Upacara yang diselenggarakan di halaman kediaman resmi Dubes RI untuk Jepang itu dihadiri pula oleh sejumlah undangan VIP lainnya. Antara lain, Mantan Petinggi Kepolisian Jepang Irjen Pol Yamazaki, kalangan Kemlu Jepang, dan kalangan BUMN yang ada di Jepang.

Mantan PM Fukuda, tokoh yang tetap berpengaruh di pentas politik Jepang, hadir dengan mengenakan kemeja batik mengucapkan selamat kepada Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, atas ulang tahun kemerdekaan Indonesia hari ini. “Selamat atas hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Mantan PM Fukuda, dan Dubes Yusron menyambutnya dengan harapan semoga kerjasama dan persahabatan Indonesia-Jepang akan terus meningkat. Demikian menurut rilis yang dikirm oleh KBRI Tokyo.

Ratusan warga masyarakat Indonesia beserta staf KBRI Tokyo hadir untuk memeriahkan upacara yang dipimpin Dubes Yusron, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Atase Pertahanan, Kolenel M. Tawakal S. Sidiq (Komandan Upacara) yang selama dua minggu mendidik Paskibra tampak puas atas upacara yang berlangsung tertib dan amat resmi itu.
Acara ramah-tamah yang berlangsung di Kediaman Resmi Dubes seusai upacara, masih berlangsung saat rilis ini dibuat. Banyak hadirin yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto dengan latar bendera dan umbul-umbul merah-putih yang dipasang di tempat upacara.

Upacara kali ini betul-betul meriah, ujar salah satu hadiri, sambil mengenang serangkaian perlombaan bidang olahraga yang dilakukan sejak minggu-minggu sebelumnya.
Menurut rencana, upacara di atas akan diakhir dengan upacara penurunan bendera pada sore hari.

 

Ribuan Warga Muslim Indonesia di Jepang Hadiri Open House di Wisma Duta

Lebih dari 2000 warga masyarakat Indonesia di Tokyo dan kota-kota sekitarnya turut serta dalam silaturahmi dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1435 H bersama Keluarga Besar KBRI Tokyo pada hari Senin (28/7/2014). Setelah pelaksanaan Shalat Ied yang dilaksanakan di Sekolah Republik Indonesia – Tokyo pada pukul 07.30, masyarakat Indonesia berduyun-duyun memadati Wisma Duta Besar RI yang menggelar acara Open House sebagai ajang silahturahmi dan perayaan idul fitri. Turut hadir juga berbagai perwakilan instansi pemerintan BUMN yang berkantor di Tokyo.

Antusiasme masyarakat muslim Indonesia telah terlihat sejak pagi hari dalam pelaksanaan Shalat Ied di Sekolah Republik IndonesiaTokyo. Untuk mengakomodasi jamaah yang membludak jumlahnya, panitia harus mempersiapkan Shalat Ied dalam dua gelombang karena tempat yang terbatas.

Selaku tuan rumah, Duta Besar RI, Yusron Ihza Mahendra beserta istri mewakili segenap jajaran KBRI Tokyo mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriyah bagi seluruh masyarakat Indonesia di Tokyo dan di tanah air. “Idul Fitri merupakan momen yang baik bagi seluruh masyarakat untuk kembali merajut tali silahturahmi dan meningkatkan ukhuwah dengan sesama. Bagi para perantau yang jauh dari sanak famili, momen seperti ini dimanfaatkan untuk berbagi cerita dan juga untuk saling menguatkan bahwa mereka tidak sendirian di negeri matahari terbit ini,” ujarnya lebih lanjut dalam sambutan di hadapan para warga yang hadir.

Warga masyarakat yang hadir di Wisma Duta tampak gembira menikmati hidangan khas Indonesia setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Sebagai catatan, warga muslim di Tokyo kali ini berpuasa selama sekitar 16 jam setiap harinya mengingat Ramadhan jatuh pada musim panas. Antrian panjang pengunjung terlihat dari mulai pintu masuk ke area Wisma Duta pada saat acara dibuka pukul 10.00. Kesempatan Halal Bihalal ini dimanfaatkan oleh warga masyarakat Indonesia untuk bertemu dan melepas kangen dengan warga Indonesia lainnya. Karena kesibukan masing-masing, mereka jarang dan bahkan tidak pernah bertemu kawan meski sama-sama tinggal di Jepang. Mereka menyampaikan terima kasih kepada KBRI Tokyo yang telah menyelenggarakan acara Halal Bihalal tersebut.

Ketua Panitia penyelenggaraan Silahturahmi Perayaan Idul Fitri 1435H yaitu Atase Kehutanan KBRI Tokyo, Maidiward, menerangkan bahwa persiapan telah dilaksanakan sejak satu setengah bulan sebelum pelaksanaan. Seluruh komponen dan keluarga besar KBRI Tokyo turut terlibat aktif dalam persiapan acara rutin tahunan ini, baik dari sisi acara maupun teknis penunjang.

Acara yang berlangsung sejak pukul 09.30 ini selesai dilaksanakan pada pukul 13.00, dan masyarakat berangsur-angsur meninggalkan tempat acara menggunakan berbagai moda transportasi. Banyaknya masyarakat Indonesia yang mengikut acara ini memberikan warna tersendiri bagi kawasan Meguro dan Gotanda, dua kawasan di sekitar Wisma Duta Besar RI yang hari itu terasa sangat ‘Indonesia’ oleh riuh rendahnya percakapan bahasa Indonesia oleh masyarakat yang melintas menuju ke stasiun kereta maupun perhentian bus.

 

PM Abe Undang Presiden-Terpilih Joko Widodo Untuk Segera ke Tokyo

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengucapkan selamat kepada Ir. H. Joko Widodo, Presiden-Terpilih berdasarkan hasil resmi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 dan sekaligus mengundangnya untuk segera berkunjung ke Tokyo. Pembicaraan melalui telepon antara PM Abe dengan Presiden-Terpilih Joko Widodo berlangsung pada jam 18.35 waktu Tokyo, atau jam 16.35 WIB, Rabu (23/7/2014).

Dalam pembicaraan yang berlansung sekitar sepuluh menit itu, PM Abe menyebutkan pentingnya Indonesia bagi Jepang dan juga pentingnya kerjasama kedua negara di bidang ekonomi serta stabilitas dan keamanan kawasan.

“Indonesia dan Jepang adalah partner strategis. Karena itu, peranan kedua negara di bidang keamanan, perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran kawasan, di tengah situasi yang sedang berubah sekarang ini, menjadi semakin penting,” ujar PM Abe.

PM Abe juga menyebutkan bahwa Pemerintah Jepang akan terus melanjutkan dukungan serta kerjasama ekonomi yang telah terjalin selama ini serta menyampaikan harapan agar Presiden-Terpilih Joko Widodo dapat segera berkunjung ke Jepang.

“Saya mengundang Presiden-Terpilih Joko Widodo untuk segera berkunjung ke Jepang dan saya amat gembira untuk melakukan pekerjaan secara bersama-sama,” lanjut PM Abe.

Sejak siang hari, pihak berwenang di Jepang telah menghubungi KBRI Tokyo tentang rencana PM Abe untuk menelepon Presiden-Terpilih Joko Widodo ini, dan KBRI Tokyo pun telah mengabarkan hal itu ke pihak Presiden-Terpilih Joko Widodo.

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam komentarnya menyatakan gembira atas pembicaraan per telepon antara kedua tokoh tersebut itu. “Apalagi, Presiden-Terpilih Joko Widodo menyatakan akan berkunjung ke Jepang secepatnya serta menyambut baik tawaran kerjasama sebagai partner strategis tadi,” ujar Dubes Yusron dengan merujuk informasi yang diterimanya dari pihak Jepang di atas.

“Jepang merupakan investor terbesar bagi Indonesia sekarang ini. Saya berharap kerjasama kedua negara akan lebih meningkat lagi di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia yang baru,” sambung Dubes Yusron.

Keterbukaan dan Saling Percaya Kunci Stabilitas Keamanan di Kawasan Asia Pasifik

Keterbukaan dan saling percaya adalah kunci bagi stabilitas dan keamanan kawasan Asia Pasifik. Demikian pesan yang disampaikan Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra dalam Memorial Address Simposium Internasional bertajuk “How to Have a Breakthrough in Japan–China Relations – A Path Toward a Creation of a Security Mechanism in East Asia”, di Universitas Tokyo, Sabtu (12/7-2014).

Simposium yang ditujukan untuk membahas situasi terkini Kawasan Asia Pasifik serta masa depan kawasan ini, terutama terkait suhu hubungan Jepang-RRT yang memanas belakangan ini, diselenggarakan oleh International Academic Society for Asian Community, sebuah lembaga milik Jepang. Sejumlah diplomat senior Jepang, para ahli Hubungan Internasional dari Jepang dan luar negeri, serta politisi Jepang hadir dalam acara itu. Termasuk, mantan PM Jepang, Yukio Hatoyama, yang juga tampil sebagai pembicara.

Dalam Memorial Addrees di atas, Dubes Yusron menggarisbawahi pentingnya kerja sama ASEAN – Jepang yang telah terjalin selama lebih dari 40 tahun, termasuk juga dinamika yang ada di dalam ASEAN sendiri.

“Sama seperti kawasan lain, kami (ASEAN) bukan tidak memiliki masalah di antara sesama kami. Sengketa perbatasan, terutama overlapping claim di wilayah laut, terjadi di internal kami. Tapi ada hal penting yang perlu dicatat, yaitu kami selalu menyelesaikannya dengan cara damai dan bukan dengan jalan perang. Dan, ini dikenal sebagai the ASEAN Way, ujar Dubes Yusron.

Menyinggung soal Jepang-RRT, Dubes Yusron mengatakan bahwa Jepang adalah sebuah realitas; dan RRT pun juga demikian. Kedua negeri ini tidak dapat saling menafikan satu sama lainnya. Bahkan, sambungnya, walau kita menutup mata sekalipun, RRT tetap saja ada di seberang sana, dan Jepang ada di seberang sini.

“Karena itu, akan amat menggembirakan jika Jepang-RRT dapat saling menghormati serta saling percaya atas dasar saling terbuka. Dan, kemudian mengadopsi the ASEAN Way dalam menyelesaikan sengketa wilayah yang sedang dihadapi. Penyelesaian masalah secara damai, bukan merupakan opsi bagi Jepang-RRT, melainkan keniscayaan,” tandas Dubes Yusron.

Menanggapi reinterpretasi konsiitusi Jepang yang telah disepakati parlemen tanggal 1 Juli yang lalu, termasuk peningkatan kekuatan pertahanan Jepang serta relaksasi ekspor alat-alat pertahanan, Dubes Yusron menanggapi hal itu secara positif. Menurutnya, selain akan memberi ruang gerak untuk berperan dalam masalah stabilitas kawasan, hal ini akan sekaligus membuka peluang kersama bidang pertahanan anatara Jepang dengan negara lain, termasuk industri pertahanan.

Sejatinya perdamaian memang harus ditopang dengan kekuatan senjata. “Heiwa wa, tada eda to namida dake de wa, mamorarenai (perdamaian tidak akan dapat ditegakkan hanya  dengan ranting dan air mata). Karena itu, tidak ada yang perlu dirisaukan atas gerakan Jepang saat ini. Gerakan ini bahkan akan memberikan kontribusi positif bagi terciptanya new dynamic equilibrium di kawasan Asia Pasifik, tegas Dubes Yusron.