Beranda blog Halaman 38

Lowongan di Organisasi Internasional: UN Young Professional Programme (YPP) 2014

Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Sekretariat PBB menggelar rekrutmen bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin berkarir sebagai pegawai internasional PBB melalui program United Nations Young Professionals Programme (YPP) 2014. Program ini bertujuan untuk merekrut kalangan muda di negara-negara anggota yang jumlah warga negaranya yang bekerja di kantor-kantor PBB masih sedikit (underepresented), untuk bergabung sebagai staf Profesional PBB pada level P-1 atau P-2.

Indonesia turut berpartisipasi pada program ini karena saat ini masih sangat sedikit jumlah WNI yang bekerja di PBB.

Untuk itu, Kemlu RI mendorong kalangan muda Indonesia yang memenuhi persyaratan umum yang diminta, yaitu: (1) berusia maksimal 32 tahun, (2) memiliki ijazah minimal Strata-1 (S-1) yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dibuka, dan (3) mampu berbahasa Inggris atau Perancis dengan baik, untuk ikut melamar pada bidang kerja yang tersedia.

Program YPP tidak mensyaratkan pengalaman kerja, sehingga kesempatan ini juga terbuka bagi para fresh graduates.

Pada YPP 2014, terdapat 6 (enam) bidang kerja yang dibuka yang terbagi ke dalam tiga gelombang pendaftaran sebagai berikut:

  • 14 Juni-13 Agustus 2014 untuk bidang (a) sistem informasi & teknologi, (b) politik.
  • 21 Juni-20 Agustus 2014 untuk bidang (c) ekonomi, (d) produksi siaran radio (khusus bahasa Arab/China/Kiswahili/Rusia/Spanyol).
  • 28 Juni-27 Agustus 2014 untuk bidang (e) Hak Asasi Manusia (HAM), dan (f) Fotografer.

 

Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs http://careers.un.org, dan seluruh waktu pendaftaran ditutup pada pukul 23.59 waktu New York, AS. Perlu diperhatikan juga bahwa bidang kerja dan waktu pendaftaran dapat berubah sewaktu-waktu bergantung pada keputusan Sekretariat PBB.

Oleh karena itu, disarankan agar terus memantau informasi terkini melalui situs http://careers.un.org atau melalui www.kemlu.go.id pada kolom Karir dan Beasiswa. bagian Lowongan di Organisasi Internasional.

Penyaringan peserta dilakukan sepenuhnya oleh Sekretariat PBB berdasarkan aplikasi yang diterima secara online. Proses seleksi dilakukan dalam 3 tahap, yaitu seleksi administrasi, ujian tertulis, dan wawancara.

Seleksi melalui program YPP ini tidak hanya dilaksanakan di Indonesia, melainkan juga di 53 negara lainnya. Oleh karena itu, proses seleksi akan berlangsung kompetitif karena bersaing dengan peserta lainnya dari berbagai negara yang berpartisipasi.

Hingga saat ini hanya 82 WNI yang tercatat menjadi staf Profesional (yang direkrut secara internasional) pada Sekretariat PBB. Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 240 juta orang.

Jumlah tersebut juga masih lebih kecil dibandingkan Nepal (negara dengan jumlah penduduk +/- 27 juta jiwa) yang memiliki 157 staf profesional pada Sekretariat PBB, dan juga Filipina (negara dengan jumlah penduduk +/- 99 juta jiwa) yang memiliki 803 staf profesional pada Sekretariat PBB.

Program YPP ini bukan pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia. Tahun 2012 dan 2013 lalu program serupa juga pernah diselenggarakan. Untuk seleksi tahun 2012, dua peserta dari Indonesia dinyatakan lulus seleksi. Sedangkan proses seleksi YPP 2013 masih berlangsung hingga saat ini. (Sumber: Sekretariat Direktorat Jenderal Multilateral)

Pemerintah Jepang Umumkan Bebas Visa Bagi WNI

Pemerintah Jepang secara resmi mengumumkan kebijakan bebas visa bagi kalangan umum WNI pemegang paspor Republik Indonesia. Pengumuman bebas visa untuk kunjungan maksimum selama 15 hari ini disampaikan pemerintah Jepang di Tokyo pada hari ini, Selasa (17/6/2014).

Disebutkan, kebijakan di atas hanya berlaku untuk WNI pemegang e-paspor (paspor yang memiliki chip/IC) sehingga dapat dibaca oleh sistem komputer keimigrasian Jepang untuk otentifikasi identitas pengguna. Paspor itu sebelumnya harus didaftarkan ke Kedubes Jepang atau Konjen Jepang yang ada di Indonesia.

Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, menyambut baik kebijakan pemerintah Jepang di atas. Masalah pembebasan visa tersebut telah disampaikan langsung oleh Dubes Yusron dalam pertemuan resmi dengan PM Abe sekitar dua bulan yang lalu. Hal yang sama juga telah disampaikan Dubes Yusron kepada Sekjen Liga Parlemen Jepang-Indonesia.

Alhamdulillah pemerintah Jepang telah mengambil langkah konkret tentang hal itu. Apalagi, mereka mengeluarkan kebijakan itu tanpa tuntutan timbal-balik (reciprocal) kepada pemerintah Indonesia. Walapun, mungkin ideal jika kita melakukan hal yang sama terhadap mereka, ujar Dubes Yusron.

Diakui, tanggal resmi pemberlakukan bebas visa di atas memang masih ditunggu. Tapi dengan adanya pengumuman resmi tadi, hal ini mengisyaratkan bahwa pemberlakuan bebas visa itu sudah semakin dekat. Sumber pemerintah Jepang sendiri menyebutkan, kebijakan ini diharapkan mulai berlaku sebelum tahun 2014 berakhir.

Dalam penjelasannya, pemerintah Jepang menyebutkan bahwa untuk WNI yang masih menggunakan paspor tanpa chip/IC, mereka tetap harus memiliki visa untuk berkunjung ke Jepang. Hanya saja, dalam hal ini pemerintah Jepang akan mempermudah persyaratan aplikasi visanya, terutama untuk perjalanan secara berkelompok seperti halnya grup tur yang dikelola oleh biro perjalanan.

Menarik dicatat bahwa kebijakan bebas visa untuk kalangan umum WNI di atas akan diberlakukan pemerintah Jepang mendahului pemberlakukan untuk WNI pemegang paspor dinas atau paspor diplomatik. Untuk paspor dinas atau diplomatik, pembahasannya sedang berlangsung dan diharapkan akan segera dapat diberlakukan juga.

Para Pemangku Kepentingan di Fukuoka Dorong Indonesia Buka Kantor Perwakilan

Pemerintah Prefektur Fukuoka sangat mengharapkan Indonesia dapat membuka kantor perwakilannya di Fukuoka. Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Prefektur Fukuoka, Hiroshi Ogawa dalam pertemuannya dengan Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, di Fukuoka tanggal 3 Juni 2014 lalu.

Disamping itu berbagai pemangku kepentingan di Fukuoka seperti Kyushu Economic Federation (Kyukeiren), Fukuoka Chamber of Commerce and Industry (CCI) dan JETRO Fukuoka juga menyampaikan hal serupa kepada delegasi Indonesia yang menyertai kunjungan Dubes Yusron ke Fukuoka. Gubernur Ogawa menyampaikan bahwa sejumlah pihak di Fukuoka sangat berkeinginan untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia seiring dengan semakin meningkatnya postur ekonomi Indonesia.

Gubernur Ogawa juga menambahkan bahwa Prefektur Fukuoka merupakan salah satu basis industri utama Jepang, terutama di wilayah Kitakyushu. Prefektur Fukuoka memiliki GDP sebesar US$ 190 miliar dengan penduduk sebanyak 5 juta jiwa. Beberapa industri utama Fukuoka antara lain mesin, kendaraan bermotor, teknologi ramah lingkungan, peralatan listrik, semikonduktor, dan bioteknologi. Prefektur Fukuoka juga aktif dalam mengembangkan kerjasama dengan berbagai negara melalui kantor perwakilannya di Amerika Serikat, China dan Thailand.

Selain itu, Gubernur Ogawa juga menyampaikan bahwa beberapa negara seperti China, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan dan Vietnam telah membuka kantor Konsulat Jenderal di Fukuoka. Keberadaan kantor perwakilan tersebut telah mempermudah upaya peningkatan kerjasama antara Fukuoka dan negara-negara dimaksud. Dalam kaitan ini, Gubernur Ogawa sangat berharap agar Indonesia dapat pula membuka kantor perwakilan di Fukuoka guna mendukung upaya kerjasama kedua pihak.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Yusron menyampaikan bahwa Indonesia berkeinginan untuk memperkuat hubungan dengan Prefektur Fukuoka karena besarnya potensi yang dimiliki oleh Prefektur Fukuoka. Ditambahkan juga bahwa jumlah mahasiswa Indonesia di Fukuoka juga termasuk besar (561 orang). Sebagai informasi, wilayah Fukuoka yang terletak di ujung selatan Jepang saat termasuk dalam wilayah kerja KBRI Tokyo. Jauhnya jarak dari Fukuoka ke Tokyo (886 km) merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan Fukuoka.

Dubes Yusron menilai permohonan dari masyarakat Fukuoka untuk membuka kantor Perwakilan RI di wilayah tersebut sangat relevan dan perlu dipertimbangkan secara positif karena besarnya potensi kerjasama kedua pihak. Untuk itu Dubes Yusron berjanji untuk menyampaikan permohonan tersebut kepada Pemerintah Indonesia.

Edukasi dan Sosialisasi Keuangan Bagi TKI serta Trainee Indonesia di Jepang

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan BNI dan KBRI Tokyo pada tanggal 18 Mei 2014 telah menyelenggarakan Edukasi Keuangan dan Kewirausahaan kepada para Tenaga Kerja Indonesia, khususnya pekerja magang asal Indonesia bertempat di Balai Indonesia/Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Jepang. Acara dihadiri oleh 165 WNI yang sebagian besar adalah para pemagang yang bekerja di Tokyo dan wilayah sekitar Tokyo seperti Saitama, Ibaraki, Chiba dan Gunma.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka program Gerakan Nasional Literasi Keuangan yang tujuannya adalah untuk memperkenalkan OJK dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK), dalam hal ini BNI, serta produk dan jasa keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta. Selain itu,kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan konsep perencanaan keuangan dan konsep kewirausahaan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini para TKI dan pemagang Indonesia dapat membuat perencanaan keuangan yang lebih baik dan melakukan kegiatan yang produktif setelah selesai magang yakni merintis dan membangun usaha sendiri berbekal dengan uang, keterampilan dan pengalaman kerja yang didapat selama magang di Jepang.

Hadir dan memberikan sambutan serta paparan pada acara ini adalah Deputi Direktur Edukasi, Direktorat Literasi dan Edukasi OJK, Lasmaida S Gultom, Pemimpin Divisi Internasional BNI A Firman Wibowo dan staf, Pimpinan BNI Cabang Tokyo Afien Y. Yahya dan Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo.

Tari Ganrang Bulo Menghibur Masyarakat Ehime

Festival Indonesia bertema “Sehari Bersama Indonesia” 2014 telah diselenggarakan pada Sabtu, 19 April 2014 bertempat di Nanka Kinen Hall, Universitas Ehime, Matsuyama, Ehime. Acara yang menampilkan berbagai macam ragam kesenian, budaya dan kuliner Indonesia ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia-Jepang Komisariat Ehime (PPIJ Ehime) bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Fungsi Pensosbud, KBRI Tokyo.

Acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Jepang dan Indonesia di Ehime ini, dilaksanakan dengan meriah dan mengikutsertakan pihak-pihak mahasiswa asing dan mahasiswa Jepang untuk turut tampil dalam berbagai segmen acara.

Satu suguhan yang menyedot perhatian banyak penonton adalah Tarian Ganrang Bulo yang berasal dari Sulawesi Selatan, yang ditampilkan oleh penari-penari cilik Indonesia dan Jepang. Tarian ritmis yang mengandalkan hentakan tabuhan gendang ini menyuguhkan suasan permainan anak-anak yang riang dan gembira. Seluruh pengunjung di Nanka Kinen Hall yang berjumlah sekitar 500 orang turut bertepuk tangan mengikuti tabuhan gendang dan ikut tertawa melihat polah dan tingkah penari anak-anak di atas panggung.

Selain itu, hal lain yang cukup menarik dari acara ini adalah penekanannya pada kuliner dan budaya Indonesia Tengah dan Timur. Dari sisi kuliner, ditemukan berbagai booth makanan Makassar seperti Coto dan Jalangkote. Dari sisi ragam kesenian, ditampilkan tarian dari Makassar (Sulawesi Selatan) dan Kendari (Sulawesi Tenggara), dan untuk fashion show juga ditampilkan pakaian daerah dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan dan Tenggara, serta dari Papua.