Beranda Berita Penyelenggaraan Workshop for Forestry Business and Investment : A Way Forward of...

Penyelenggaraan Workshop for Forestry Business and Investment : A Way Forward of Eco-Tourism Promotion and Investment in Indonesia

49

KBRI Tokyo telah menyelenggarakan Workshop for Forestry Business and Investment : A Way Forward of Eco-Tourism Promotion and Investment in Indonesia bertempat di Winc Aichi, Nagoya, pada tanggal 3 Desember 2019. Kegiatan workshop dihadiri lebih dari 40 orang peserta yang berasal dari kalangan pengusaha, agen perjalanan, tour operator, dan juga perwakilan media yang berada di wilayah Prefektur Aichi dan sekitarnya.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Tokyo, Bapak Tri Purnajaya. Dalam sambutannya, Bapak Tri menyampaikan di Jepang banyak ditemui kawasan konservasi yang menjadi obyek wisata favorit dan dikunjungi jutaan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi dan bisnis di kawasan konservasi dapat memainkan peran penting bagi upaya peningkatan dan pengembangan kawasan dimaksud, sehingga dapat bersifat saling menguntungkan. Lebih lanjut, Bapak Tri juga menyampaikan bahwa model pengelolaan bisnis berkelanjutan kawasan konservasi di Jepang dapat menjadi inspirasi dan role model untuk diterapkan di kawasan konservasi di Indonesia. Diharapkan kegiatan workshop ini dapat menjadi sarana untuk saling bertukar pandangan, wawasan, dan pengalaman dalam pengembangan kawasan konservasi yang dapat memberi manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar.

Acara kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Bapak Herry Subagiadi yang menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara mega biodiversity, dimana memiliki 133.693 spesies dan sebagian besar hidup di kawasan konservasi yang memiliki luas kurang lebih 27,14 juta hektar. Kawasan-kawasan tersebut memiliki potensi wisata alam yang luar biasa beragam. Guna memastikan pengembangan potensi ekowisata di kawasan ini, maka Pemerintah Indonesia menerapkan 5 prinsip pengembangan, konservasi, edukasi, ekonomi, berbasis masyarakat, dan berorientasi kepuasan pengunjung.  Bapak Herry tidak hanya mengundang para peserta yang hadir untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam Indonesia dan budayanya, namun juga mengundang para investor Jepang untuk bersama-sama membangun pariwisata alam Indonesia.

Selanjutnya adalah sesi diskusi panel yang dipimpin oleh Koordinator Fungsi Ekonomi, Ibu Rima Cempaka, dengan pembicara yakni (i) Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Arief Mahmud yang menjelaskan mengenai perubahan paradigma mengenai ekowisata dan kebijakan perlindungan lingkungan di kawasan konservasi di Indonesia; (ii) Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo, Bapak Rakhmat Yulianto yang memaparkan mengenai potensi investasi di sektor ekowisata; (iii) Chief Marketing Officer Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Japan, Ibu Naomi Takahashi, yang menjelaskan mengenai destinasi wisata baru di Indonesia; serta (iv) Chief Japan HR Research Center, Universitas Indonesia, Dr. Hariyadi Budi yang menjelaskan mengenai potensi dan hambatan dalam pengembangan bisnis dan investasi di kawasan konservasi di Indonesia.

Workshop Ekowisata ini merupakan rangkaian dari kegiatan promosi dan investasi sektor ekowisata Indonesia di Jepang. Sebelumnya kegiatan serupa telah diselenggarakan di Tokyo bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia dan ASEAN Japan Centre pada tanggal 2 Desember 2019. Lebih dari 50 orang peserta hadir pada kegiatan tersebut.